Connect with us

SEKTOR RIIL

Batam Berpotensi Jadi Pusat Klaster Industri Elektronik

Published

on

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta  – Kementerian Perindustrian mendorong Batam menjadi pusat pengembangan klaster industri elektronik yang bernilai tambah tinggi untuk mendukung implementasi Making Indonesia 4.0.

“Hingga sekarang yang telah berkembang di Batam itu industri berbasis perkapalan, yang juga mensuplai marine offshore. Sektor ini terpengaruh dengan siklus harga perminyakan,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (16/4/2018).

Airlangga menyampaikan hal tersebut ketika melakukan kunjungan kerja di Batam, Kepulauan Riau.

Industri elektronik merupakan salah satu dari lima sektor manufaktur yang akan menjadi percontohan dalam penerapan teknologi di era revolusi industri keempat.

Dengan merosotnya harga minyak mentah dunia beberapa waktu lalu, pertumbuhan sektor industri galangan kapal di Batam sempat mengalami penurunan. 

“Saat ini, perekonomian Batam hanya dua persen. Untuk itu, kami tengah memacu daya saing industri berbasis elektronik. Selain itu, yang juga menjadi potensi adalah industri maintenance, repair, and overhaul (MRO),” papar Menperin.

Peluang besar memajukan industri elektronik di Batam, diyakini Airlangga, karena di kota tersebut terdapat kawasan industri yang 70 persennya diisi oleh produsen elektronik beserta penghasil beragam komponen pendukungnya.

“Ini yang akan kami dorong siklusnya untuk melengkapi industri elektronik di Batam, dari industri recycle sampai yang memiliki nilai tambah tinggi,” tuturnya.

Contohnya, di kawasan industri Batamindo, telah berdiri PT Infineon Technologies sejak tahun 1999 yang memproduksi semikonduktor dan solusi sistem untuk kebutuhan komponen elektronik di sektor otomotif, komunikasi dan energi. 

Salah satu produk unggulan dari perusahaan asal Jerman ini adalah mikroelektronik yang diaplikasikan pada powertrain kendaraan untuk efisiensi mesin listrik atau hibrida. 

“Perusahaan ini sebagai top three di dunia. Di bidang energi, produknya nomor satu di pasar. Mereka mampu memenuhi kebutuhan untuk komponen elektronik power plant, smartphone dan otomotif,” ungkap Menperin. 

Bahkan, produk lainnya dari Infineon juga bisa diaplikasikan untuk mendukung sistem internet of things, yang menjadi salah satu ciri teknologi Industri 4.0.

Secara global, Infineon memiliki 36 pusat R&D dan 18 pabrik. Keuntungan Infineon dari penjualan produk semikonduktor secara global pada tahun 2017 diperkirakan mencapai 414 miliar dolar AS atau naik dibanding perolehan tahun sebelumnya sebesar 339 miliar dolar AS. 

Di kawasan Asia Pasifik, Infineon menyerap tenaga kerja sebanyak 18 ribu orang, dengan kontribusi dari Batam sekitar 2.000 karyawan. (spg)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

SEKTOR RIIL

Harga Cabai di Ternate Naik

Published

on

Harga cabai kriting dan cabai nona di Ternate, mengalami kenaikan.

Indonesiaraya.co.id, Ternate – Harga cabai kriting dan cabai nona di Ternate, Maluku Utara (Malut) mengalami kenaikan menyusul berkurangnya stok akibat belum masuknya pasokan dari luar Ternate.

Pantauan Antara di Pasar Higinies Gamalama Ternate, Rabu (15/8/2018), menunjukkan harga cabai kriting yang sebelumnya Rp30.000 per kg naik menjadi Rp40.000 per kg, begitu pula cabai nona Rp30.000 naik menjadi Rp40.000 per kg.

Khususnya untuk nona harga Rp40.000 per kg itu masih dalam kategori normal, kecuali untuk cabai kriting sudah tergolong mahal, karena harga normalnya Rp30.000 per kg, bahkan tidak jarang hanya Rp20.000 per kg.

“Harga cabai nona dan cabai kriting tidak tertutup kemungkinan akan terus naik kalau stoknya masih terbatas, apalagi menghadapi lebaran Idul Adha permintaan konsumen meningkat,”kata salah seorang pedagang di Pasar Higinies Gamalama Ternate, Farida.

Sementara itu, untuk harga bawang merah dan bawang putih yang sebelumnya masing-masing mencapai Rp30.000 per kg, kini naik menjadi Rp40.000 per kg, karena stoknya di pasaran masih terbatas Menurut Farida, harga bawang merah dan bawang putih itu, tidak tertutup kemungkinan akan naik lagi, karena ketersediaan stoknya di pasaran saat ini terbatas, tetapi ia mengharapkan agar nanti stoknya tetap tersedia karena kebutuhan masyarakat semakin tinggi.

Harga tomat yang sebelumnya sempat menembus di angka Rp20.000 per kg, kini telah turun ke harga normal Rp10.000 per kg, bahkan untuk tomat yang kualitasnya mulai menurun pedagang menjualnya seharga Rp8.000 per kg.

Sedangkan harga sayuran lainnya seperti wortel dan kentang yang sebelumnya hanya Rp12.000 per kg kini naik menjadi Rp15.000 per kg, sementara untuk kol bertahan di angka Rp10.000 per kg, begitu pula sayur sawi tetap Rp5.000 per ikat. (dul)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

SEKTOR RIIL

Toyota akan Tingkatkan Produksi dan Penjualan di Tiongkok

Published

on

Pusat produksi Toyota di Tianjin saat ini memiliki kapasitas untuk memproduksi sebanyak 510 ribu kendaraan per tahun.

Indonesiaraya.co.id, Beijing – Toyota Motor Corp kemungkinan akan membuat 120 ribu lebih mobil dalam setahun di kota pelabuhan Tianjin, sebagai bagian dari strategi jangka menengah yang semakin cepat saat hubungan Tiongkok – Jepang membaik, kata empat orang dalam perusahaan yang mengetahui tentang masalah tersebut.

Rencana Toyota untuk meningkatkan kapasitas produksi tahunannya di Tianjin akan menjadi fondasi untuk meningkatkan penjualan di Tiongkok menjadi dua juta kendaraan per tahun, meningkat lebih dari 50 persen, kata empat sumber.

Ekspansi di Tianjin tersebut mengisyaratkan keinginan Toyota untuk mulai menambah kapasitas manufaktur yang siginifikan di Tiongkok dengan kemungkinan mendirikan satu atau dua pabrik perakitan baru di pasar mobil terbesar di dunia tersebut, kata sumber. Impor mobil juga bisa meningkat.

Langkah ini terjadi pada saat prospek perdagangan antara Tiongkok dengan Amerika Serikat tampak tidak pasti.

Toyota berencana untuk memperluas jaringan penjualannya secara signifikan dan lebih fokus pada teknologi mobil listrik sebagai bagian dari strategi mereka, kata sumber yang menolak disebutkan identitasnya karena tidak berwenang untuk berbicara kepada media.

Toyota telah menjual sebanyak 1,29 juta kendaraan di Tiongkok pada tahun lalu. Sementara penjualan pada tahun ini diproyeksikan sebesar 1,4 juta kendaraan. “Terbatasnya kapasitas” telah membatasi pertumbuhan yang lebih kuat, kata sumber tersebut.

Pusat produksi Toyota di Tianjin saat ini memiliki kapasitas untuk memproduksi sebanyak 510 ribu kendaraan per tahun. Sedangkan Toyota secara keseluruhan, termasuk dua usaha joint venture, memiliki kapasitas untuk menghasilkan sebanyak 1,16 juta kendaraan per tahun.

Menurut dia situs web pemerintah Tianjin pada pekan lalu, Toyota telah diberi persetujuan oleh Komisi Pengembangan dan Reformasi pemerintah kota untuk mengejar ekspansinya.

Kedua situs web mengatakan produsen mobil Jepang berencana untuk memperluas basisnya di Tianjin untuk dapat memproduksi 10 ribu mobil listrik dan 110 ribu mobil hybrid plug in setiap tahunnya.

Namun masih belum jelas kapan Toyota akan dapat mulai memproduksi mobil-mobil tambahan tersebut.

Seorang juru bicara Toyota yang berbasis di Beijing menolak untuk berkomentar. Demikian seperti dilansir Reuters. (ant)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

SEKTOR RIIL

Kemenperin Pilih Promosi IKM di Palembang dibanding Jakarta

Published

on

Ada 20 gerai IKM fesyen dan enam IKM kopi.

Indonesianraya.co.id, Jakarta – Sebanyak 26 Industri Kecil Menengah (IKM) yang bergerak di bidang mode serta makanan dan minuman akan tampil meramaikan perhelatan akbar Asian Games 2018 di Palembang pada 18 Agustus – 2 September 2018.

“Ada 20 gerai IKM fesyen dan enam IKM kopi. Itu semua tampil dari awal sampai akhir acara. Ini ajang yang sangat baik untuk promosi,” kata Direktur Jenderal IKM Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih dihubungi di Jakarta, Rabu.

Menurut Gati, pemilihan lokasi untuk memamerkan hasil karya IKM di Palembang adalah karena atlet yang ada di Jakarta akan berkesempatan langsung melihat produk-produk IKM yang ada di berbagai pusat perbelanjaan.

“Mereka akan diajak melihat-lihat mall yang ada di Jakarta. Jadi kami pilih Palembang saja,” ungkap Gati.

Gati meyakini ajang tersebut membuka banyak peluang bisnis bagi pelaku IKM, misal dari yang paling sederhana yakni menawarkan produk khas Jakarta dan Palembang berupa kerajinan maupun kuliner bagi para wisatawan yang datang.

Pasalnya, selain diramaikan oleh keterlibatan sekitar10.000 atlet dan official tim, 5.000 awak media, 2.500 OCA Family, 5.500 delegasi teknik dan 20.000 relawan, ajang itu juga berpotensi mendatangkan sedikitnya tiga juta wisatawan lokal, seperti dikutip Antara (spg)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending