Connect with us

UMKM

Pemerintah Dukung Pengembangan Usaha Berbasis Koperasi

Published

on

Sekda Makassar, Andi Muh Yasir.

Indonesiaraya.co.id, Makassar – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Makassar menggelar pelatihan Peningkatan dan Pengembangan Entrepreneurship Koperasi untuk memacu tumbuh kembangnya usaha yang berbasis koperasi.

“Mengembangkan `entrepreunership` berbasis koperasi penting dilakukan karena sejarah sudah mencatat di saat negara ini dilanda krisis moneter tahun 1998 lalu, justru koperasi mampu mendorong perekonomian bangsa ini,” ujar Penjabat Sementara (Pjs) Sekretaris Daerah Makassar Andi Muh Yasir di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (16/4/2018).

Ia yang membuka kegiatan pelatihan dan peningkatan “entrepreneurship” atau kewirausahaan itu memberikan apresiasinya yang tinggi kepada penyelenggara karena nilai-nilai kewirausahaan perlu ditanamkan bagi pengurus koperasi di Makassar.

Yasir mengaku dengan peningkatan kualitas kelembagaan dan organisasi koperasi, maka nilai-nilai kewirausahaan akan sangat kuat mengakar kepada para pengurus koperasi tersebut.

“Sangat perlu untuk meningkatkan kualitas kelembagaan dan organisasi koperasi dengan menanamkan “enterpreneurship”. Sebab nilai itu mampu mengefektifkan roda koperasi yang bertujuan menyejahterakan anggotanya,” katanya.

Dia menjelaskan, koperasi adalah sebagai unit ekonomi sekaligus kekuatan sosial yang perlu lebih adaptif dalam iklim kewirausahaan di Makassar tanpa mengesampingkan jati diri koperasi.

“Koperasi harus tetap konsisten dengan kebutuhan perangkat dalam menghadapi perubahan. Penajaman visi bisnis dan kompetensi inti dalam koperasi, perlu dibarengi pemeliharaan dan pengelolaan lembaga yang baik,” katanya.

Dia mengharap pengurus koperasi juga mampu untuk meningkatkan kerja sana dalam tim begitu pula semangat wirakoperasi untuk menata bisnis koperasi.

“Untuk itu perubahan `mindset` (pola pikir) untuk membangun `enterpreneurship` berbasis koperasi harus dilakukan dengan cepat,” ucap Andi Muh Yasir yang juga Kepala Dinas Perdagangan itu.

Menurut dia, “enterpreneurship” koperasi atau wirakoperasi diharapkan menjadi solusi yang dapat memacu pertumbuhan dan pemerataan pembangunan ekonomi serta pemberdayaan ekonomi kerakyatan, seperti dikutip Antara. (mhs)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

UMKM

Kemendag dan Perbankan Bagi Info Kembangkan UMKM Perempuan

Published

on

Direktur Hubungan Kelembagaan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Alexandra Askandar. (kanan)

Indonesiaraya.co.id, Yogyakarta – Kementerian Perdagangan dan Bank Mandiri (Persero) Tbk memaparkan sejumlah informasi untuk mempermudah pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) bagi perempuan yang sudah dan berencana membuka bisnis.

“Seorang ‘entrepreneur’ bukan berbicara cepat, tapi berbicara tangguh. Kalau cepat, instan, bukan entrepreneur. Tapi bicara tangguh. Ibu-ibu di depan saya ini saya rasa tangguh semua. Jadi itu bagian dari prinsip seorang enterpreneur,” kata Direktur Bina Usaha dan Pelaku Distribusi Kementerian Perdagangan I Gusti Ketut Astawa dalam paparannya saat diskusi panel rangkaian acara Sidang Umum Dewan Perempuan Internasional (ICW) dan Temu Nasional 1.000 Organisasi Perempuan Indonesia di Hotel Grand Inna Malioboro, Yogyakarta pada Kamis (13/9/2018).

Menurut Gusti, terdapat tiga jenis usaha yang bisa dijalani oleh para perempuan untuk mengembangkan ekonomi yaitu melalui waralaba, pemanfaatan “e-commerce” dan sistem kemitraan dengan ritel modern.

Gusti menyebut waralaba sebagai kegiatan usaha yang relatif telah berkembang dan terdapat dua jenis waralaba yaitu berasal dari luar negeri dan dalam negeri. Untuk waralaba luar negeri ini sudah berjumlah sekitar 200-an dan waralaba dalam negeri berjumlah 70-an.

Selain itu, jika melalui sistem “e-commerce” maka dapat membangun sistem berjualan dengan pola daring menggunakan fasilitas internet.

“Ibu-ibu juga mulai banyak yang bergerak. Kalau yang bangun tenun juga ada yang online. Kembangkan terus sehingga inovasi ‘e-commerce’ ini jadi inovasi perdagangan yang digunakan untuk meningkatkan penjualannya,” ujar Gusti.

Sementara itu, Direktur Hubungan Kelembagaan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Alexandra Askandar menyatakan partisipasi perempuan dalam dunia usaha memiliki korelasi positif dengan inklusi keuangan kaum wanita di Indonesia. Kemudian, peningkatan penyaluran kredit usaha rakyat dari Bank Mandiri juga meningkat.

Dari target penyaluran KUR Bank Mandiri pada 2018 sebesar Rp17,5 triliun, Alexandra mengatakan 45 persen porsinya disalurkan kepada perempuan pengusaha.

“Grafiknya meningkat sampai dengan akhir Agustus 2018. Sektornya lebih ke sektor produktif dan ini yang jadi target dan harapan bersama,” ujar Alexandra.

Bank Mandiri juga memiliki program pendampingan kepada UMKM agar wirausahawati yang memiliki kreatifitas dapat lebih memahami penjagaan kualitas, kemasan yang menarik dan pemasaran yang makin luas.

Alexandra mengatakan Bank Mandiri juga melakukan kemitraan dengan perusahaa Fintech untuk mendukung kemudahan akses bagi pengusaha UMKM kepada permodalan. “Kami berharap inisiatif-inisiatif kita bersama memberikan kontribusi positif bagi kesejahteraan wanita Indonesia,” kata Alexandra.

Sejumlah wanita anggota organisasi perempuan di Indonesia berkumpul di Pendopo Balkondes, Hotel Grand Inna Malioboro, Yogyakarta untuk mengikuti Pertemuan 1.000 Organisasi Perempuan Indonesia dan Sidang Umum ICW.

Beberapa acara diskusi meramaikan perhelatan itu yang membahas pemberdayaan perempuan dan anak serta memberikan materi pencegahan kekerasan kepada perempuan dan promosi kesetaraan hak. Demikian, seperti dikutip Antara. (byu)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

SEKTOR RIIL

PGO OK OCE Deklarasi Goes to Nasional untuk Dorong UMKM Lebih Maju

Published

on

Perkumpulan Gerakan One Kecamatan One Centre of Entrepreneurship (PGO OK OCE) melakukan launching PGO OK OCE Goes to Nasional.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Perkumpulan Gerakan One Kecamatan One Centre of Entrepreneurship (PGO OK OCE) melakukan launching PGO OK OCE Goes to Nasional. Hal ini dilakukan dalam rangka terus mendorong pengembangan dan pertumbuhan ekonomi nasional khususnya pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

“Saat ini anggota PGO OK OCE telah mencapai lebih dari 50 ribu yang tersebar di 44 Kecamatan di Jakarta dengan berbagai jenis usaha mereka,” kata Ketua Umum PGO OK OCE
Faransyah A. Jaya, di Jakarta, Kamis (6/9/2018).

Menurut Faransyah yang sering disebut sebagai coach Farain itu, launching PGO OK OCE Goes to Nasional ini mengajak masyarakat dari berbagai kalangan untuk bergabung dalam gerakan kewirausahaan dalam rangka menciptakan lapangan kerja untuk mengurangi pengangguran, memgembangkan pelaku usaha UMKM yang bergerak di sektor ril sebagai kekuatan ekonomi kerakyatan yang terbukti mampu menjadi motor penggerak ekonomi nasional.

Launching PGO OK OCE Goes to Nasional dilaksanakan di Kantor PGO OK OCE Global Office di Mall Pelayanan Publik (MPP) DKI Jakarta lt. 12 dihadiri oleh stakeholder PGO OK OCE dan pelaku usaha UMKM binaan yang sudah sukses.

“Dalam program PGO OK OCE Goes to Nasional ini Kami menyiapkan platform digital secara online 7 langkah Pasti Sukses bagi masyarakat di Indonesia untuk bergabung dalam gerakan PGO OK OCE” ujar Faransyah Jaya Ketua Umum PGO OK OCE.

Sebagai informasi 7 Langkah Pasti Sukses tersebut terdiri dari :

Pertama, Pendaftaran secara online di https://okoce.me atau bisa datang langsung ke Kecamatan apabila domisili di DKI Jakarta

Kedua, Pelatihan, anggota PGO OK OCE akan dilatih dalam pelatihan kewirausahaan bagaimana memulai bisnis dan menjalan usaha serta pengembangannya sehingga nanti terbentuk pola pikir dan mental wirausaha sukses.

Ketiga, Pendampingan, anggota nantinya akan mendapatkan pendampingan wirausaha dari mentor UMKM dan pengusaha rekanan PGO OK OCE.

Keempat, Perijinan. PGO OK OCE akan membantu dalam proses perijinan gratis ijin usaha IUMKM

Kelima, Pemasaran, pemasaran memiliki peranan sehingga produk UMKM dapat bersaing dan menembus pasar olehnya itu akan dibimbing dalam pelatihan pemasaran baik secara konvensional maupun secara online.

Keenam, Pelatihan Keuangan, pengelolaan keuangan pelaku usaha UMKM akan dibimbing oleh pakar keuangan dan telah bekerja sama dengan penyedia platform online keuangan dan mereka akan diberikan secara gratis.

Ketujuh, Permodalan. Terakhir pelaku UMKM akan diberikan akses permodalan setelah melewati semua langkah 1-6 untuk memastikan mereka mampu dalam mengelolah usaha namun apabila pelaku UMKM sudah memiliki perijinan mereka dapat langsung mengajukan akses permodalan dari rekanan PGO OK OCE dari lembaga keuangan.

“Langkah 1-4 adalah program inkubasi sementara langkah 5-7 adalah program akselerasi pengembangan UMKM sehingga nantinya tercipta ekosistem pengembangan UMKM selain itu, PGO OK OCE menyiapkan mentor wirausaha yang siap membantu, melatih dan mendampingi pelaku usaha UMKM melalui 7 langkah Pasti Sukses” lanjut Faransyah.

Faran menjelaskan, ke depan PGO OK OCE akan terus didorong agar tercipta sinergi serta membangun kemitraan antara lain people, public, dan private dimana people atau wirausaha UMKM, trainer, mentor & pendamping, lalu public itu pemerintah pusat, daerah dan perangkatnya dan kemudian private yaitu perusahaan swasta yang sudah maju dan besar.

“Apabila ini menjadi gerakan nasional maka nantinya dapat tercipta ekosistem UMKM nasional yang akan mendorong sinergi pelaku UMKM secara nasional pula. Mitra PGO OK OCE dapat mendaftar di https://mitra.okoce.me,” katanya.

“Harapannya PGO OK OCE Goes to Nasional ini dapat berkontribusi dalam pengembangan ekonomi khususnya bermanfaat bagi anggota dan stakeholders OK OCE dan kami akan terus berinovasi dalam mendukung pengembangan UMKM dalam rangka mendorong program naik kelas bisnis UMKM sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM dan masyarakat” ujar Faransyah. (bud)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

UMKM

Kemenperin Gelar Kompetisi Inovasi “Making Indonesia 4.0”

Published

on

Dirjen IKM Kemenperin, Gati Wibawaningsih.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) meluncurkan program kompetisi “Making Indonesia 4.0 Startup”, yang merupakan ajang adu inovasi teknologi bagi para IKM startup (perusahaan rintisan) di bidang teknologi.

“Making Indonesia 4.0 Startup” merupakan kompetisi bagi startup dengan inovasi di bidang revolusi industi ke-4, untuk menindaklanjuti inisiatif “Making Indonesia 4.0” yang diluncurkan pada 4 April 2018,” kata Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta, Kamis (6/9/2018).

Program tersebut bertujuan membangun ekosistem inovasi industri 4.0 di Indonesia, menumbuhkan startup di bidang teknologi inovasi industri 4.0, serta menjembatani kebutuhan industri dengan karya inovasi anak bangsa.

Selain itu, mendapatkan masukan terkait kebutuhan pembinaan startup Kementerian Perindustrian di bidang teknologi inovasi industri 4.0 ke depan.

Rangkaian program “Making Indonesia 4.0 Startup” ini terdiri dari publikasi dan registrasi yang dilakukan pada 28 Agustus – 20 November 2018, dilanjutkan workshop Cloud Computing yang dilaksanakan selama 2 hari, yaitu tanggal 6-7 September 2018 dengan 100 orang peserta.

Selain itu, kompetisi bagi IKM (startup) dengan inovasi teknologi di bidang Internet of Things, robotic, printer 3D, big data analysis, cloud computing, artificial intelligence/machine learning, wearable Augmented / Virtual Reality, dan automation.

Nantinya, 15 startup terbaik akan mengikuti workshop pada 3-4 Desember 2018, dan Festival Startup 4.0 yang akan dilaksanakan pada 5-7 Desember 2018 di Gedung Kementerian Perindustrian.

Sederet acara digelar pada acara tersebut, di antaranya pameran, penjurian kompetisi, temu bisnis, serta awarding. Sebanyak 5 startup terbaik hasil penjurian akan mendapatkan hadiah masing-masing sebesar 50 juta rupiah.

“Mulai hari ini hingga esok akan dilaksanakan Workshop Cloud Computing berkolaborasi dengan PT Amazon Web Services Indonesia, dengan peserta sebanyak 100,” ungkap Gati.

Dengan adanya program Making Indonesia 4.0 Startup ini, Gati berharap Indonesia semakin siap menghadapi era revolusi industri ke-4 ini dengan munculnya startup yang mampu memberikan layanan teknologi dibidang tersebut kepada industri khususnya dan masyarakat pada umumnya. Demikian, seperti dikutip Antara. (sel)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending