Connect with us

DIGITAL

YouTube Uji Mode Penyamaran

Published

on

"Mode Penyamaran" (Incognito Mode) di peramban adalah fitur yang terkenal ada pada ponsel dan komputer.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – “Mode Penyamaran” (Incognito Mode) di peramban adalah fitur yang terkenal ada pada ponsel dan komputer. Kini, YouTube sedang menguji fitur yang sama pada aplikasi Android-nya.

Dilansir dari GSM Arena, YouTube sudah memiliki fitur yang mencegah aplikasi merekam riwayat tontonan dan pencarian yang dapat ditemukan dalam Pengaturan > Histori & Privasi.

Namun, “Mode Penyamaran” terbaru akan lebih mudah diakses hanya dengan mengetuk gambar akun Anda pada sudut kanan atas, tempat tombol “Aktifkan Penyamaran” akan tersedia, tanpa perlu lagi mencarinya dalam Pengaturan.

Saat fitur tersebut diaktifkan, aplikasi tidak akan merekam apa yang Anda tonton dan daftar akun yang Anda langgani akan disembunyikan.

Ikon untuk fitur penyamaran tersebut akan terlihat di sudut kanan atas yang menunjukkan bahwa Anda menjelajahi YouTube secara anonim.

Hingga saat ini, fitur tersebut masih dalam periode pengujian, sehingga tidak semua perangkat memilikinya, namun kemungkinan besar fitur tersebut akan tersedia untuk khalayak yang lebih luas dalam waktu yang tidak lama lagi, seperti dikutip Antara. (dra)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

DIGITAL

Situs Layanan Video Twitch Diblokir di China

Published

on

Aplikasi Twitch juga dihapus dari App Store China, setelah ditemukannya peningkatan popularitas pada bulan lalu.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Situs layanan video Twitch yang memungkinkan penggunanya mengunggah dan melakukan live streaming, sudah tidak dapat diakses di China.

Dikutip dari laman The Verge, Jumat (21/9/2018), aplikasi Twitch juga dihapus dari App Store China, setelah ditemukannya peningkatan popularitas pada bulan lalu, menurut Abacus.

Twitch mengonfirmasi pemblokiran tersebut, namun tidak menjelaskan detailnya.

Bulan lalu, Twitch menempati posisi ketiga di antara aplikasi gratis di China, ketika penduduk lokal mulai mengunduh aplikasi tersebut untuk menonton pertandingan e-sports di Asian Games.

Perusahaan analisis seluler Sensor Tower mengatakan unduhan untuk aplikasi tersebut pada Minggu 27 Agustus naik 23 kali lebih tinggi dari Minggu sebelumnya, selama puncak kompetisi Asian Games.

Stasiun televisi CCTV yang dikelola negara memilih untuk tidak menyiarkan Asian Games, sehingga pengguna harus mencari cara alternatif untuk menonton kompetisi tersebut, terutama karena China tampil baik selama kompetisi.

Twitch, milik Amazon, telah mengalami peningkatan besar dalam jumlah penayangan tahun lalu, berkat Epic Games Fortnite yang popularitasnya meledak.

Jumlah streamer aktif bulanan Twitch juga meningkat dua kali lipat pada 2017 dibandingkan 2016. Namun, Twitch tidak memiliki banyak pengguna China, karena servernya berbasis di luar negeri, yang berarti bahwa streaming tertunda.

Pemblokiran tersebut mengikuti pola pemerintah China yang melarang platform media Barat yang tampak semakin populer, yang sering kali menjadi tolak ukur peringatan sebelum sesuatu kontroversial terjadi.

Jaringan media sosial seperti Facebook dan Twitter tetap dilarang secara permanen, dan Google, yang telah keluar dari China selama delapan tahun, dikabarkan akan mengembangkan mesin pencari dengan fitur filter agar diizinkan masuk kembali. Demikian, seperti dikutip Antara. (and)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

DIGITAL

Google Dilanda Polemik Data Gmail

Published

on

Asisten Google Tersedia di Android Auto.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Google, dalam surat resmi untuk para legislatif Amerika Serikat (AS) menyatakan, mengizinkan penyedia layanan ketiga untuk memindai dan membagikan data dari akun email mereka, Gmail, pada Kamis (20/9/2018) waktu setempat.

Artinya, pengembang aplikasi dapat menggunakan perangkat lunak buatan Gmail, juga layanan email lainnya, untuk mengakses informasi mengenai produk yang dibeli konsumen, ke mana konsumen bepergian dan dengan siapa mereka banyak berinteraksi. Bahkan dalam beberapa kasus, menurut laporan WSJ, pengembang dapat membaca surat dengan tujuan memperbaiki algoritme perangkat lunak mereka.

“Pengembang memungkinkan membagikan data dengan pihak ketiga selama mereka transparan kepada pengguna bagaimana mereka menggunakan data,” kata Wakil Direktur untuk Kebijakan Publik dan Urusan Pemerintahan di Amerika, Susan Molinari, dikutip dari laman Wall Street Journal, Kamis (20/9/2018).

Dalam surat yang sama, Google juga menjelaskan langkah-langkah yang mereka ambil untuk memeriksa layanan ketiga email, antar lain secara manual akan meninjau kebijakan kerahasiaan dan menggunakan perangkat komputer untuk mendeteksi perubahan mendasar aplikasi.

Menjawab isu tersebut, Google dalam surat lainnya kepada senator AS menyatakan mereka mengandalkan pemindaian otomatis dan laporan dari peneliti keamanan siber untuk memantau add-ons, seperti diberitakan Reuters.

Tapi, Google tidak menjawab pertanyaan para senator terkait berapa banyak pengembang yang menyalahgunakan kebijakan tersebut.

Mereka hanya menginformasikan telah menangguhkan sejumlah aplikasi karena “tidak transparan terhadap pengguna”, tanpa menyebutkan siapa pelanggar dan langkah apa yang ditempuh

Menurut rencana, Senator akan meminta penjelasan mendalam mengenai praktik ini dalam sidang Komite Dagang pada 26 September, antara lain memanggil Google, Apple, AT&T dan Twitter. Demikian, seperti dikutip Antara. (ant)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

DIGITAL

Jutaan Pengguna iPhone Bakal Tak Bisa Gunakan WhatsApp

Published

on

WhatsApp untuk iPhone mensyaratkan iOS 8 atau yang lebih baru.

Indonesiaraya.co,id, Jakarta – Jutaan pengguna iPhone di dunia bakal tidak bisa lagi menggunakan WhatsApp karena penyedia layanan perpesanan populer itu bakal menghentikan dukungan untuk sistem operasi Apple iOS 7.1.2.

WhatsApp untuk iPhone mensyaratkan iOS 8 atau yang lebih baru. Pada iOS 7.1.2, Anda tidak akan bisa lagi membuat akun baru atau menggunakan akun-akun yang sudah ada, demikian pernyataan yang disampaikan di laman resmi WhatsApp, dikutip Antara pada Kamis (20/9/2018).

Bagi pengguna iPhone yang sekarang masih menggunakan iOS 7.1.2, masih akan bisa menggunakan aplikasi WhatsApp hingga 1 Februari 2020. “iOS 6 dan yang lebih rendah (versi lebih lama) tidak lagi mendukung,” kata pernyataan itu.

Untuk mendapatkan pengalaman terbaik, pengguna direkomendasikan menggunakan versi terbaru iOS yang tersedia. Silakan mengunjungi website Apple Support untuk mempelajari bagaimana untuk memperbarui perangkat lunak smartphone Anda.

“Kami tidak secara eksplisit membatasi penggunaan perangkat yang di-jailbreak atau tidak terkunci. Namun, karena modifikasi ini dapat memengaruhi fungsi perangkat Anda, kami tidak dapat memberikan dukungan untuk perangkat yang menggunakan versi sistem operasi iPhone yang dimodifikasi.”

Sementara Apple dalam laman dukungannya menyebutkan bahwa perangkat yang mendukung iOS 8.4.1—sistem operasi yang masih didukung WhatsApp—setidaknya antara lain iPhone 4s, iPad 2, iPad mini, iPod touch (generasi kelima), atau yang lebih baru dari itu.

Dengan tidak adanya dukungan dari WhatsApp untuk perangkat iOS 6 dan kemudian iOS 7.1.2, maka bakal ada jutaan pengguna iPhone yang tidak bisa lagi menggunakan WhatsApp andai saja mereka tidak segera memperbarui sistem operasi Apple itu.

Hampir sebagian besar model iPhone sangat populer di pasar. Berdasarkan catatan Apple, pada 26 Juni 2010, perusahaan ini telah menjual 1,7 juta unit iPhone 4 hanya dalam tiga hari setelah diluncurkan. Demikian, seperti dikutip Antara. (sur)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending