Connect with us

JAWA BARAT

Jawa Barat Menyambut Pj Gubernur Iwan Bule

Published

on

Iwan Bule, dan Jokowi

Indonesiaraya.co.id, Bandung – Ada berita heboh pasca umat memperingati Lebaran. Bukan soal buaya yang nyasar di lautan. Bukan pula soal fenomena arus balik kaum urban. Melainkan kabar tentang rotasi kepemimpinan di Tanah Pasundan. Ahmad Heryawan diganti Komjen Iriawan.

Kemunculan pria yang disapa Iwan Bule ini menimbulkan kegaduhan. Banyak yang menolak dan melontar kecaman. Mantan Kapolda Jabar ini dinilai kaki tangan penguasa yang netralitasnya diragukan. Terlebih, salah satu calon adalah sohibnya di kepolisian. Ya, Mister Anton Charliyan.

BACA JUGA : Soal Pelantikan Perwira Polri sebagai Pj Gubernur, Pemerintah Menipu Rakyat Jabar

Di saat banyak pihak yang mempertanyakan integritas Iriawan, saya adalah orang yang menyambut dilantiknya dia sebagai Pjs Gubernur di Tanah Pasundan. Seketika Iriawan mengingatkan saya akan satu kejadian.

Wow Banyak Sekali Alasannya, Mengapa Pj Gubernur dari Polisi Harus Ditolak

Ingat Iriawan otomatis ingat aksi 411 beberapa tahun ke belakang. Dia lah orang yang menjabat Kapolda saat aksi damai kala itu berubah menjadi bentrokan. Dia lah yang memimpin pasukan saat gas air mata ditembakan. Umat berjatuhan. Banyak yang pingsan, bahkan ada juga yang harus meregang nyawa.

Iriawan begitu tegas memimpin pasukan saat jutaan umat dan ulama menyampaikan aspirasi damai ke Istana. Tapi, ketegasannya tak nampak ketika pendukung Ahok memblokir jalan sambil bakar-bakaran di depan LP Cipinang hingga larut malam. Beda demonstran, beda perlakuan.

Tindakan Iriawan saat aksi 411 tidak membuat umat gentar dan ketakutan. Mereka kian merapatkan shaf perjuangan dan membangun kekuatan. Aksi massa dengan jumlah terbanyak pun tercatat dalam sejarah. Dari situlah kekuatan 212 muncul. Spirit perjuangannya masih dirasakan hingga hari ini.

Lama tak terdengar, Iriawan kembali muncul ke permukaan. Dan dilantiknya Iriawan sebagai Pjs Gubernur Jawa Barat akan kembali membuka kenangan yang berdampak kepada konsolidasi umat dalam menyusun kekuatan.

Suka tidak suka dan mau tidak mau, kemunculan figur yang akan menjadi pemimpin pasti mengungkap masa lalunya. Ingat Iriawan ingat aksi 411. Ingat Ridwan Kamil ingat jejak digitalnya yang tengil. Ingat Dedi Mulyadi ingat kontroversi religi. Dan ingat Anton Charliyan ingat sepak terjangnya sewaktu menjadi Kapolda Jabar.

Selamat menjabat Jenderal Iriawan. Saya yakin, kemunculan Anda akan mempersatukan umat dan kemunculan Anda pula akan membuat warga Jawa Barat semakin ASYIK. (Tb Ardi Januar)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

JAWA BARAT

Gedung Sabuga Meledak oleh Jeritan Emak-Emak dan Mahasiswa

Published

on

Calon Presiden 2019, Prabowo Subianto saat menghadiri acara Wisuda ke XIV STIKES Dharma Husada.

Indonesiaraya.co.id, Bandung – Dari mulai halaman parkir hingga lobi gedung Sabugs dijejali oleh ibu atau Emak-Emak yang ternyata bukan untuk menghadiri acara Wisuda ke XIV STIKES Dharma Husada, tetapi karena ingin bertemu Capres Prabowo Subianto.

Karena di dalam gedung penuh dengan wisudawan dan wisudawati, beserta orangtua mereka, mahasiswa dan juga para dosen, maka panitia pun menyiapkan layar lebar agar masyarakat yang datang ke gedung Sabuga ingin bertemu Pak Prabowo namun tidak bisa masuk gedung bisa mendengar dan melihat orasi ilmiah Pak Prabowo melalui layar lebar.

BACA JUGA : Sekuntum Bunga dari Emak-Emak Sambut Kehadiran Prabowo di Sabuga Bandung

Di acara Wisuda ke XIV STIKES Dharmahusada hari ini, Rabu (19/9/2018), Pak Prabowo yang hadir mengenakan busana teluk belanga, disambut jeritan histeris Emak -Emak di lobi dan beberapa Emak-Emak memberikan bunga tangan.

Jeritan riuh rendah para mahasiswi dan juga wisudawati kembali terdengar saat Pak Prabowo memasuki Gedung SABUGA. Demikian juga saat Pak Prabowo selesai memberikan sambutannya.

Saat sesi foto , dari mulai guru besar, dosen dan para mahasiswa berebut untuk bisa foto dengan Pak Prabowo. Suasana makin riuh saat Pak PS mendatangi bangku para wisudan dan wisudawati.

Semua jejeritan minta didatangi, namun karena gedung berkapasitas 4000 ribu lebih itu penuh, sehingga tidak memungkinkan Pak PRabowo bisa menyapa wisudawan/wati, mahasiswa dan para orangtua wisudawan/wisudawati, akhirnya Pak Prabowo hanya bisa melambai -lambaikan tangan saja.

Namun ada seorang Ibu yg nekat turun dari balkon atas lari kencang ke bawah dan akhirnya bisa salaman dengan Pak Prabowo meski terdesak oleh para orangtua mahasiswa yang ingin bersalaman dengan Pak Prabowo.

Begitu keluar gedung masyarakat biasa pun berdesakan menyambut. Ada yang unik belakangan ini, Pak Prabowo tak hanya jadi idola Emak-Emak, tapi juga anak-anak. Tak pelak para orangtua pada sibuk menggendong anak-anaknya , karena anaknya ingin memegang Pak Prabowo.

Saat mobil sudah berjalan, ternyata di halaman banyak masyarakat pedagang kecil, penjual asongan, penjual bunga , dll melambai -lambaikan tangannya, maka Pak PS pun meminta mobil yang ditumpangi berhenti, dan mengulurkan tangannya untuk rakyat kecil yang wajahnya penuh harapan untuk kepemimpinan baru di negeri ini. (vin)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

JAWA BARAT

Sekuntum Bunga dari Emak-Emak Sambut Kehadiran Prabowo di Sabuga Bandung

Published

on

Calon Presiden RI, Prabowo Subianto di Gedung Sasana Budaya Ganesha (SABUGA) Bandung, Rabu (19/9/2018).

Indonesiaraya.co.id, Bandung – Puluhan emak-emak yang berasal dari berbagai wilayah di Jawa Barat menyambut kehadiran Bakal Calon Presiden Prabowo Subianto di Gedung Sasana Budaya Ganesha (SABUGA) Bandung. Bahkan Prabowo juga diberikan sekuntum bunga saat ingin memasuki gedung tersebut.

Kehadiran Prabowo di Gedung Sabuga itu dalam rangka Menjadi Keynote Speaker di acara Wisuda mahasiswa STIKES Dharma Husada Bandung, Jawa Barat, Rabu (19/9/2018).

BACA JUGA : Rapat Koalisi Prabowo-Sandiaga Sempurnakan Tim Pemenangan

“Pak Prabowo ini bunganya buat bapak, kita emak-emak Jawa Barat suka sama bapak, tolong diterima pak,” kata salah seorang ibu yang mengenakan jilbab berwarna pink sambil memberikan bunganya kepada Prabowo.

Sontak saja, Mantan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) itu langsung menghentikan langkahnya dan menerima seikat bunga tersebut. Melihat, Prabowo menghentikan langkah, puluhan emak-emak yang berada dilokasi langsung menghadang langkah Prabowo untuk berfoto bersama.

“Terimakasih ya bu bunganya, ngomong-ngomong ini bunganya emang dari awal buat saya apa untuk anak ibu yang sedang di wisuda?, ” tanya Prabowo sambil disambut tawa oleh para pengunjung yang berada dilokasi.

Usai berfoto bersama emak-emak, Prabowo melanjutkan langkahnya namun lagi-lagi harus terhenti. Sebab, seorang bocah berpakaian ala pendekar Jawa Barat menghentikannya di Lobby gedung dengan memamerkan jurus pencak silat nya. Ternyata, penghadangan yang dilakukan seorang bocah itu merupakan sambutan yang telah disiapkan oleh panitia wisuda untuk menyambut kehadiran Prabowo.

“Selamat datang Pak Prabowo, ini kita persembahan satu jurus silat karena Pak Prabowo ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia,” kata Pembina Yayasan Stikes Dharma Husada Bandung Yusuf Haryasa yang menyambut kehadiran Prabowo.

Selain itu, Prabowo juga disematkan selendang berwarna kuning keemasan oleh mahasiswi Stikes Dharma Husada Bandung. Setelah proses penyambutan selesai, Prabowo beserta rombongan dipersilahkan memasuki ruang sidang wisuda untuk menyampaikan sambutan dan pandangan-pandangannya terkait permasalahan bangsa Indonesia saat ini serta solusinya. (tim)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

JAWA BARAT

Jadi Pembicara di Acara Wisuda, Ini Cerita Prabowo Tentang Sosok Ibunya

Published

on

Calon Presiden 2019, Prabowo Subianto saat menghadiri acara Wisuda ke XIV mahasiswa STIKES Dharma Husada Bandung, Jawa Barat, Rabu (19/9/2018).

Indonesiaraya.co.id, Bandung – Bakal Calon Presiden, Prabowo Subianto menghadiri acara Wisuda ke XIV mahasiswa STIKES Dharma Husada Bandung, Jawa Barat. Kehadirannya tersebut untuk menjadi pembicara dihadapan ratusan mahasiswa yang di wisuda dan para dosen.

Dalam pemaparannya, mantan Danjen Kopassus itu menjelaskan bahwa saat dirinya menerima undangan sebagai pembicara di acara Wisuda mahasiswa STIKES Dharma Husada, maka tersentak dirinya mengingat sosok ibunya yakni Dora Marie Sigar. Saat itu pula lah Prabowo menceritakan sosok ibunya yang menjadi perawat sebelum menikah dengan ayahnya yakni Soemitro Djojohadikusumo.

BACA JUGA : Sandiaga Uno Menyapa Emak-Emak dan Pedagang Pasar Besar Kapuas

“Ketika saya diminta untuk menjadi pembicara di acara Wisuda sekolah Tinggi ilmu kesehatan maka sejenak saya langsung tersentak hati saya, karena saya ingat ibu saya. Ibu saya sebelum menikah dengan ayah saya, ibu saya itu seorang perawat,” kata Prabowo saat menjadi Keynote Speaker di acara Wisuda mahasiswa STIKES Dharma Husada Bandung, di Gedung Sasana Budaya Ganesha (SABUGA), Bandung, Jawa Barat, Rabu (19/9/2018).

Prabowo menjelaskan, bahwa dirinya tidak memahami apakah panitia yang mengundangnya mengetahui ibu dari seorang Prabowo Subianto adalah seorang perawat atau tidak. Tetapi, ia mengakui bahwa bahwa sosok ibunya adalah sosok yang terbaik dalam kehidupannya.

“Saya rasa setiap anak pasti memiliki rasa bahwa ibunya adalah seorang yang terbaik. Jadi kehadiran saya kesini saya mengingat sosok ibu saya,” tutur Prabowo yang disambut tepuk tangan oleh ratusan hadirin.

Karena itu, ia memahami sekali bahwa pribadi seorang tenaga kesehatan sangat berjasa bukan hanya untuk keluarganya saja melainkan untuk orang lain. “karena mereka mendarmabaktikan diri untuk membantu keselamatan orang lain sesama manusia,” imbuhnya.

Prabowo menuturkan, Seorang pekerja dibidang kesehatan, baik perawat maupun dokter harus melaksanakan Tugas-tugasnya dengan berat. Sebab, mereka berani mengambil resiko yang besar karena yang diurus adalah orang sakit bahkan mungkin orang yang memiliki penyakit yang berbahaya.

“Bahkan mungkin dalam keadaan suatu bencana atau suatu wabah seorang pekerja kesehatan apakah itu dokter, apakah perawat atau paramedis tidak bisa mengatakan menolak tugasnya, karena mereka telah disumpah untuk menyelamatkan nyawa manusia,” tegas Prabowo.

Oleh karena itu, Prabowo meminta kepada seluruh wisudawan dan wisudawati dapat menjalankan tugaskan didunia kerja dibidang kesehatan dengan sebaik-baiknya, untuk bekerja dengan tulus dari hati demi menyelamatkan jiwa dan nyawa sesama anak bangsa yang membutuhkan.

“Selamat untuk para wisudawan wisudawati semoga kalian berhasil menjadi warga negara yang bermanfaat bagi seluruh rakyat Indonesia,” tandasnya. (vin)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending