Connect with us

JAWA BARAT

Versi Pemerintah, Pelantikan Iwan Bule Tidak Melanggar Undang-Undang

Published

on

Mendagri Tjahyo Kumolo dan Iwan Bule.

Indonesiaraya.co.id, Bandung – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyatakan pelantikan Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional Komjen Pol Drs Mochamad Iriawan sebagai Penjabat Gubernur Jawa Barat, tidak melanggar undang-undang.

“Enggak ada apa-apa yang penting tidak melanggar undang-undang. Dulu itu kan orang curiga, belum-belum curiga. Kan enggak mungkin dong saya mengusulkan orang kemudian menjerumuskan Pak Presiden, kan gak mungkin. Saya sesuai aturan dan UU karena nama yang saya usulkan saya kirim kepada Pak Presiden,” kata Mendagri Tjahjo Kumolo, di Bandung, Senin.

BACA JUGA : Akhirnya Gerindra Gulirkan Pansus Hak Angket Pelantikan Pj Gubernur Jabar

Ditemui usai melantik M Iriawan sebagai Penjabat Gubernur Jawa Barat di Gedung Merdeka Bandung, Mendagri menuturkan tidak ada pertimbangan khusus terkait dipilihnya M Iriawan sebagai Penjabat Gubernur Jawa Barat, terlebih latar belakang Iriawan dari kepolisian.

Wow Banyak Sekali Alasannya, Mengapa Pj Gubernur dari Polisi Harus Ditolak

“Pertimbangan pejabat TNI/Polri) tidak ada pertimbangan, sama-sama saja. Karena dia (M Iriawan) anak buahnya Pak Gubernur Lemhanas, dia Sestama setingkat eselon satu, saya minta izin,” kata dia.

BACA YANG LAINNYA : Jawa Barat Menyambut Pj Gubernur Iwan Bule

Mendagri menjelaskan, secara umum tugas dan kewajiban M Iriawan sebagai Penjabat Gubernur Jawa Barat hampir sama dengan Gubernur Jawa Barat, namun ada sejumlah hal yang harus dikonsultasikan oleh seorang Penjabat Gubernur kepada Mendagri, khususnya terkait mutasi pejabat eselon.

“Sama dengan gubernur ya, memimpin jalannya pemerintahan bersama DPRD membahas anggaran, membahas perda. Batasannya hanya kalau mau mengganti pejabat di lingkungan eselon II dan I harus izin Mendagri itu saja, yang lain sama saja,” ucapnya.

Sementara itu, Mochamad Iriawan mengaku kaget ketika diberi tahu oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo bahwa dirinya akan menjabat sebagai Penjabat Gubernur Jawa Barat.

“(Dihubungi Mendagri) itu Lebaran kedua ya, jam delapan malam dikasih tahu kabar ini, kaget tentunya. Jadi baru tahu juga, kami sedang ada di Surabaya, sedang bersilaturahim dengan besan makanya langsung kembali ke Jakarta untuk mempersiapkan,” kata M Iriawan.

Sebelumnya, Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional Komjen Pol Drs Mochamad Iriawan SH MM MH resmi dilantik sebagai Penjabat Gubernur Jawa Barat menggantikan Ahmad Heryawan yang masa jabatannya sebagai Gubernur Jawa Barat habis pada 13 Juni 2018.

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Komjen Pol Drs Mochamad Iriawan sebagai Penjabat Gubernur Jawa Barat dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, di Gedung Merdeka, Bandung. (fit)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

HUKUM

Dua Terduga Teroris di Bandung Jaringan JAD

Published

on

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol, Agung Budi Maryoto.

Indonesiaraya.co.id, Bandung – Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto menyatakan dua orang terduga teroris yang ditangkap tim Detasemen Khusus 88 Antiteror merupakan jaringan (JAD).

“Dua orang itu termasuk jaringan JAD,” ujar Agung usai memimpin apel gelar pasukan di Lapangan Gasibu Kota Bandung, Jumat (3/8/2018).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kedua terduga teroris itu ditangkap pada Rabu (1/8/2018) oleh Densus 88 Antiteror di kawasan Gedebage Kota Bandung.

Menurut Agung, saat ini keduanya sedang dalam penyidikan Densus 88. Ia belum bisa memastikan apakah para terduga teroris tersebut memiliki keterkaitan dengan terpidana mati Aman Abdurahman.

“Itu dari teman-teman Densus yang melakukan pendalaman pemeriksaan. Kita saat ini membantu menangkap saja,” kata dia.

Penangkapan itu, kata dia, berkaitan dengan upaya pengamanan menjelang penyelenggaraan Asian Games Jakarta-Palembang.

“Potensi (ancaman teror) ada, makanya kami lakukan lebih awal penangkapan,” kata dia. (ase)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

HUKUM

Densus Tangkap Dua Terduga Teroris di Bandung

Published

on

Caption : Densus 88 saat menangkap terduga teroris di kawasan Gedebage Kota Bandung.

Indonesiaraya.co.id, Bandung – Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengonfirmasi dua orang terduga teroris ditangkap tim Detasemen Khusus 88 Antiteror di kawasan Gedebage Kota Bandung.

“Dua orang terduga teroris ditangkap Densus 88 di Gedebage pada Rabu (1/8/2018),” ujar Agung usai gelar apel pasukan pengamanan Asian Games di Lapang Gasibu Kota Bandung, Jumat (3/8/2018).

Agung mengatakan, penangkapan terduga teroris ini berkaitan dengan pengamanan menjelang penyelenggaraan Asian Games, di wilayah Jawa Barat, khususnya di Kota Bandung.

Dari informasi yang dihimpun, penangkapan dua terduga teroris tersebut dilakukan di salah satu kompleks yang berdekatan dengan Markas Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar), juga dekat dengan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

“Karena GBLA juga tempat latihan atlet, maka kita ambil dulu (terduga teroris) supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” kata dia.

Menurut Agung, tim Densus 88 Antiteror kini tengah melakukan penyelidikan terhadap keduanya. Namun, berdasar informasi yang dihimpun, belum ada indikasi akan melakukan aksi teror baik di Polda maupun di GBLA.

“Sampai saat ini belum ada (indikasi penyerangan),” kata dia. (ase)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

HUKUM

KPK Kembali Datangi Lapas Sukamiskin

Published

on

Suasana lapas Sukamiskin, Bandung.

Indonesiaraya.co.id, Bandung – Komisi Pemberantasan Korupsi kembali mendatangi Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin pada Rabu (25/7/2018). sekitar pukul 14.30 WIB.

Petugas KPK yang datang menggunakan pakaian bebas. Mereka langsung memasuki gerbang masuk lapas dengan membawa dua koper.

“Iya dari KPK, nanti dari jubir yang bicara, bukan kapasitas saya,” ujar salah seorang dari KPK.

Belum diketahui tujuan dari petugas KPK tersebut kembali mendatangi Lapas Sukamiskin.

Sementara di sekitar Lapas, aparat kepolisian dari Satuan Sabhara Polrestabes Bandung melakukan penjagaan.

“Kita back up KPK geledah Lapas Sukamiskin,” ujar salah satu petugas, seperti dikutip Antara. (ase)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending