Connect with us

ACEH

TNI Kerahkan Alsintan Bantu Petani Aceh Barat

Published

on

Komandan Kodim (Dandim) 0105/ Aceh Barat, Letkol Kav Nurul Diyanto.

Indonesiaraya.co.id, Meulaboh – Jajaran TNI Kodim 0105/Aceh Barat, Provinsi Aceh, mengerahkan alat mesin pertanian (alsintan) berupa mesin pompa air untuk menyelamatkan tanaman padi yang terancam mati akibat kekeringan.

Komandan Kodim (Dandim) 0105/ Aceh Barat, Letkol Kav Nurul Diyanto, di Meulaboh, Minggu (15/7/2018)mengatakan, berbagai upaya antisipasi dilakukan oleh Babinsa bersama petani, namun tetap saja belum maksimal karena terbatasnya sumber air.

“Beberapa titik area persawahan yang kekeringan akibat kemarau panjang, pihak Koramil telah melakukan upaya dengan mengerahkan bantuan mesin pompa air, akan tetapi hasilnya tidak maksimal,” katanya disela-sela meninjau area sawah yang kekeringan.

Selain itu kelompok tani di wilayah Aceh Barat juga telah berupaya membuat aliran air secara tradisional.

Namun, hasilnya juga tidak maksimal, sehingga pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait yang akhirnya datang bantuan penanganan.

Pihaknya mencatat, sudah terdata 214 hektare area sawah mengalami kekeringan di Kecamatan Kaway XVI dan Johan Pahlawan, seperti di Desa Alu Tampak, seluas 100 hektare dan di Desa Pasie Jambu, seluas 114 hektare.

Kata Dandim 0105, melalui Dinas Sosial Aceh Barat, telah direalisasikan pembuatan sumur bor dan bantuan mesin pompa air dengan menggunakan anggaran APBA Porvinsi Aceh yang disalurkan di setiap lokasi kekeringan.

Sumur bor yang dikerjakan itu, ada yang sudah berfungsi dan ada yang sedang dalam pembuatan, akan tetapi ada beberapa kendala yang timbul akibat sumur bor kapasitas besar tersebut, yaitu salah satunya mengganggu sumber air masyarakat.

“Mereka setahun cuma dua kali penanaman padi, apabila terjadi kendala kekeringan maka berdampak negatif terhadap pertumbuhan padi, dan akan mengalami kerugian kepada petani padi,” jelasnya.

Karena itu, Letkol Kav Nurul berkata, ia akan memantau langsung keadaan wilayah yang dilanda kekeringan sawah di samping mencarikan solusi tercepat untuk penanganan, karena salah satu mata pencarian masyarakat setempat adalah bercocok tanam padi.

Untuk mengoptimalkan pemantauan itu, pihak Kodim 0105 telah dibagi beberapa wilayah yang dalam pantauan Babinsa yang akan memantau aktifitas maupun kendala para petani, serta melaporkan kepada pimpinan melalui Danramil dan Danpos Ramil Jajaran.

“TNI jajaran Kodim 0105 Aceh Barat akan terus mencari solusi penanganan masalah kekeringan sawah, saya akan membantu semampunya agar kondisi ini tidak berdampak pada pencapaian swasembada pangan,” katanya, seperti dikutip Antara. (war)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ACEH

Titik Panas Sumatera Turun Drastis

Published

on

Kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera pada Rabu (19/9/2018) turun drastis menjadi dua dari 58 titik panas.

Indonesiaraya.co.id, Banda Aceh – Jumlah titik panas indikator kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera pada Rabu (19/9/2018) turun drastis menjadi dua dari 58 titik panas yang kemarin dideteksi satelit menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Pagi ini cuma ada dua hotspot (titik panas) di Sumatera, sedangkan di Aceh nihil,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Blang Bintang, Aceh, Zakaria Ahmad, di Aceh Besar, Rabu (19/9/2018).

“Cuaca di wilayah Aceh sedang masa transisi ke musim penghujan, sehingga minim titik panas. Kondisi ini, belum berlaku bagi provinsi lain di Sumatera,” ia menambahkan.

Zakaria mengatakan dua titik panas yang tersisa ada di wilayah Riau dan Sumatera Selatan.

Sementara kemarin, 58 titik panas masih terdeteksi di tujuh provinsi yang ada di Sumatera, yakni Riau, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Bangka Belitung, dan Lampung. Demikian, seperti dikutip Antara. (sid)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

ACEH

Kostum Kopi Warnai Pawai Budaya GAMIfest 2018

Published

on

Pawai busana GAMIfest 2018, Kostum kopi arabica asal dataran Tinggi Gayo.

Indonesiaraya.co.id, Takengon – Kostum kopi arabica asal dataran Tinggi Gayo ikut mewarnai pawai budaya dalam rangkaian kegiatan Gayo Alas Mountain Internasional Festival (GAMIFest) 2018 di Takengon, Aceh Tengah, Minggu (16/9/2018).

Ratusan peserta yang berasal dari empat kabupaten di daerah Gayo Alas yakni Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues dan Aceh Tenggara ikut andil bagian dalam memeriahkan pawai budaya yang dimulai dari Kantor Bupati Aceh Tengah, Takengon dan berakhir di Lapangan Musara Alun daerah setempat.

“Pawai budaya yang menampilkan baju adat dan budaya serta mempromosikan komoditas unggulan seperti kopi merupakan bagian dari rangkaian GAMIFest 2018,” kata Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Rahmadhani di Takengon.

Ia menjelaskan kegiatan pawai budaya tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana untuk mempromosikan komoditas unggulan dari daerah setempat seperti para peserta menggunakan pernak pernik yang terbuat dari kopi arabica.

Pawai budaya yang berlangsung di daerah Dataran Tinggi Gayo tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat di daerah setempat yang memadati sisi jalan yang menjadi rute pawai budaya GAMIFest 2018.

Rahmadhani mengatakan kegiatan GAMIFest 2018 turut menampilkan beragam atraksi. Ada pun ragam atraksi yang akan ditampilkan meliputi Destination Photo Contest, Opening Ceremony, Tarian Massal, Pawai Budaya Gayo Alas, Pentas Wonderful Gayo Alas, Handicraft and Photo Expo, Coffee and Culinary Festival, Lomba Perahu Tradisional dan Jet Ski Exhibition.

Selanjutnya Paramotor Show, Camping 100 Tenda, Festival Panen Kopi, Expedisi Burni Telong, Takengon Rafting, Aceh Bike Cross Country, Gathering Pesona Indonesia, Pacu Kuda Tradisional, Aceh Trail Adventure, Festival Agara, Wisata Arung Jeuram, Pelatihan Pariwisata dan atraksi wisata menarik lainnya. Demikian, seperti dikutip Antara. (idl)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

ACEH

Aceh Contohkan Peringatan Tahun Baru Bernuansa Islami

Published

on

Ketua DPR Aceh, Tgk Muharuddin.

Indonesiaraya.co.id, Banda Aceh – Ketua DPR Aceh Tgk Muharuddin mengatakan Aceh harus menjadi contoh dalam memperingati tahun baru hijriah yang diisi dengan kegiatan bernuansa Islami.

“Mayoritas masyarakat Aceh memperingati tahun baru Islam 1440 Hijriah yang diisi dengan kegiatan bernuansa Islam dan ini harus menjadi contoh bagi daerah lain,” kata Tgk Muharuddin di Banda Aceh, Rabu (12/9/2018).

Tgk Muharuddin menyatakan tahun baru di Aceh itu adalah tahun hijriah, diperingati setiap 1 Muharam. Bukan tahun baru masehi, yang dirayakan banyak orang setiap 1 Januari.

Menurut dia, banyak orang salah dalam merayakan tahun baru. Mereka merayakan dengan berpesta dan membakar petasan, serta kegiatan tidak berguna lainnya.

Tgk Muharuddin mengajak masyarakat hanya merayakan tahun baru hijriah, bukan masehi. Peringatan tahun baru hijriah harus diisi dengan kegiatan bermanfaat seperti berdoa dan zikir atau mendengar tausiah.

“Peringatan tahun baru hijriah dengan mengisi kegiatan bernuansa Islami harus terus dilakukan. Dengan harapan, Aceh menjadi model bagi daerah lain dalam memperingati tahun baru Islam,” kata dia.

Dalam peringatan tahun baru hijriah 1 Muharram, kata Tgk Muharuddin, ada peristiwa besar yang diperingati, yakni, hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah.

Tgk Muharuddin mengajak masyarakat memaknai setiap peringatan tahun baru hijriah, tidak asal memperingati. Makna tahun baru tersebut adalah bagaimana setiap individu hijrah menjadi lebih baik lagi.

“Peringatan tahun baru Islam 1440 Hijriah ini menjadi momentum untuk hijrah dari kebodohan ke sarat ilmu pengetahuan serta menjadi pribadi yang saleh dan taat kepada Allah SWT,” kata Tgk Muharuddin, seperti dikutip Antara. (hrs)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending