Connect with us

NUSA TENGGARA BARAT

Kemendes PDTT Serahkan Bantuan untuk Korban Gempa Lombok

Published

on

Penyerahan bantuan berlangsung Sabtu (11/8/2018) oleh tim Kemendes yang diterima Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD NTB, Agung Pramuja.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta –  Penyerahan bantuan berlangsung Sabtu (11/8/2018) oleh tim Kemendes yang diterima Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD NTB, Agung Pramuja.

Empat kendaraan angkut yang dibawa berisi berbagai jenis logistik dan peralatan yang dianggap dapat membantu para korban. Isinya terpal, air bersih, tikar, selimut, air minum, termasuk genset disalurkan sebagai bahan penerang.

Bantuan tersebut merupakan swadaya dari para pegawai hingga pejabat Kemendesa RI yang tergerak setelah melihat beban para pengungsi, sebagaimana tindakan diambil pada bencana di daerah lain.

Menurut Kasubdit Penanganan Daerah Rawan Bencana, Direktorat PDRB, Dirjen PDTU Kemendesa PDTT Ferry Syahminan, sebelum bantuan diberikan, diawali identifikasi oleh tim pendamping desa yang tersebar di Lombok.

Tim di lapangan diminta menginventaris kebutuhan paling urgent pengungsi, kemudian ditindaklanjuti dengan verifikasi oleh timnya.

“Tugas kami sebenarnya di pasca dan pra bencana. Tapi kami diminta oleh menteri untuk inventarisir kebutuhan pengungsi dan melakukan kaji cepat. Kemudian kami melihat ada beberapa barang yang sangat diperlukan oleh pengungsi dan kami bawa hari ini,” kata Ferry kepada para awak media di BPBD NTB.

Selain hasil cek lapangan langsung, bantuan yang diserahkan itu juga dikoordinasikan melalui BPBD NTB seperti kebutuhan air bersih, tikar, terpal, beras, selimut, air minum, termasuk genset.

“Akhirnya terkumpul sejumlah uang. Jangan dilihat jumlahnya, tapi ini ada perhatian Menteri dan jajaran,” harapnya.

Target bantuan akan disebar ke beberapa titik di Lobar dan Lotim, karena menurut informasi yang mereka terima konsentrasi logistik banyak yang mengarah ke Lombok Utara.

“Artinya kami sasar yang belum terlalu banyak disentuh oleh bantuan,” ungkapnya.

Sebagai rujukan, korban terbanyak memang ada di Lombok Utara, data terakhir 334 meninggal dunia. Namun di Lombok Timur juga terdapat korban meninggal 10 orang dan Lombok Barat 30 orang. Pengungsi juga jumlahnya tidak sedikit, di Lombok Timur 29.195 orang dan Lombok Barat 39.599 orang.

Dari segi kewenangan, pada pasca tahap rekonstruksi pihaknya juga ikut berkontribusi untuk penanganan bancana sejak 2015, 2016 dan 2017. Berupa kegiatan Early Warning System (EWS), termasuk pelatihan peningkatan kapasitas masyarakat untuk tangguh bencana di awal 2018.

Pada kesempatan itu, Agung Pramuja yang menerima secara simbolis, mewakili ucapan rasa syukur dan terimakasih para korban.

“Apa yang bapak berikan kepada kami tidak melihat dari besar kecilnya, tapi kami melihat dengan rasa syukur,” kata Agung.
Kondisi Lombok saat ini diungkapkannya dalam keadaan terpuruk secara ekonomi dan sosial. Pemerintahan juga sangat terdampak sehingga tidak bisa bekerja maksimal. Sehingga apapun yang diberikan, menurutnya amat bermanfaat bagi pengungsi.

Menurut rencana, distribusi bantuan Kemendes PDT itu akan diserahkan melalui posko yang ditunjuk di Lombok Barat dan Lombok Timur.

Selanjutnya tim di posko diminta segera droping bantuan ke titik pengungsi termasuk paling pelosok.

“Agar terjadi pemerataan bantuan, itu harapan kami,” tutup Agung, seperti dikutip Antara. (jks)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

NUSA TENGGARA BARAT

Warga Lombok Diminta Tetap Tinggal di Luar Rumah

Published

on

Warga Lombok tetap bertahan di luar rumah pascagempa tektonik susulan dengan kekuatan 7 Skala Richter (SR) pada Minggu malam di Lombok Timur.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Sejumlah masjid di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, melalui pengeras suaranya meminta warga untuk tetap bertahan di luar rumah pascagempa tektonik susulan dengan kekuatan 7 Skala Richter (SR) pada Minggu malam di Lombok Timur.

Setiap masjid mengumumkan meminta warga untuk bertahan di luar rumah serta diinstruksikan untuk tetap tenang, sembari waspada, kata warga Gatep, Ampenan, Mataram, Indriyatno , Minggu malam (19/8/2018).

Saat ini, kata dia, warga masih berkumpul di tanah lapang atau di jalan raya menjauhi rumah permanen karena dikhawatirkan ambruk.

Suasana Kota Mataram sendiri, saat ini mati total dan gempa berulang-ulang. “Walau guncangannya tidak sebesar gempa pada 5 Agustus kemaren, namun sekarang ini berulang-ulang,” katanya.

Sampai berita ini diturunkan, guncangan gempa perlahan-lahan mulai menurun.

Gempa Bumi dengan kekuatan 7 Skala Ricther (SR) mengguncang Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu malam pukul 21.56 WIB.

Sebelumnya, Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, kembali diguncang gempa bumi berkekuatan 6,5 Skala Richter, Minggu pukul 12.10 WITA, yang mengakibatkan warga Kota Mataram panik dan berhamburan keluar rumah.

Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), lokasi gempa berada pada 8.24 lintang selatan, 166.66 bujur timur, atau 32 kilometer timur laut Kabupaten Lombok Timur, dengan kedalaman 10 km.

Gempa berkekuatan 6,5 SR tersebut terjadi empat menit setelah gempa berkekuatan 5,4 SR pukul 12.06 Wita yang berlokasi di 8.29 lintang selatan, 116.62 bujur timur atau 25 km arah timur laut Kabupaten Lombok Timur dengan kedalaman 10 km, seperti dikutip, seperti dikutip Antara. (riz)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

NUSA TENGGARA BARAT

NTB Liburkan Kegiatan Pendidikan Pascagempa

Published

on

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) meliburkan aktivitas pendidikan sampai batas waktu yang akan ditentukan kemudian setelah gempa 7 pada Skala Richter kembali mengguncang wilayah Lombok pada Minggu malam (19/8/2018)

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) meliburkan aktivitas pendidikan sampai batas waktu yang akan ditentukan kemudian setelah gempa 7 pada Skala Richter kembali mengguncang wilayah Lombok pada Minggu malam (19/8/2018)

“Aktivitas pendidkan diliburkan,” kata Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB Ahsanul Khalik di Mataram, mengutip instruksi Gubernur NTB TGB Zainul Majdi.

Gubernur juga mengimbau seluruh masyarakat NTB tetap waspada namun tenang setelah gempa 7 SR mengguncang wilayah Lombok Timur pada Minggu malam.

Ahsanul mengatakan warga yang tinggal di sekitar Sembalun dan Sambelia dianjurkan menjauhi perbukitan guna menghindari kemungkinan tanah longsor pascagempa.

“Agar menjauhi bangunan dan rumah yang sudah tidak memenuhi standar keamanan,” katanya.

Gempa bumi 7 SR mengguncang Lombok Timur pada Minggu malam pukul 21.56 WIB, yang disertai dengan beberapa gempa berkekuatan sekitar 5 SR.

Pada Minggu siang pukul 12.10 wilayah Pulau Lombok juga diguncang gempa bumi berkekuatan 6,5 SR yang mengakibatkan warga Kota Mataram panik dan berhamburan keluar rumah.

Gempa-gempa itu terjadi setelah gempa 6,4 SR pada 29 Juli dan gempa 7 SR pada 5 Agustus yang disertai ratusan gempa susulan memporak-porandakan wilayah Lombok, seperti dikutip Antara. (riz)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

NUSA TENGGARA BARAT

Sandiaga Uno Kunjungi Korban Gempa Lombok

Published

on

Bakal calon wakil presiden Sandiaga Salahuddin Uno saat mengunjungi para korban gempa bumi di Dusun Wadon, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Rabu (15/8/2018).

Indonesiaraya.co.di, Lombok Barat  – Bakal calon wakil presiden Sandiaga Salahuddin Uno mengunjungi para korban gempa bumi di lokasi pengungsian yang berada di SDN 2 Kekait di Dusun Wadon, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Rabu (15/8/2018).

Selain meninjau posko pengungsian, Sandiaga Uno menyempatkan diri bersalaman serta berbincang dengan warga dan juga anak-anak yang menjadi korban gempa.

Tidak hanya itu, pria yang akrab disapa Sandi itu juga menyerahkan sejumlah paket bantuan, berupa kebutuhan sembako, air mineral dalam kemasan, mie instan, peralatan masak, beras dan kebutuhan logistik lainnya.

“Saya datang ke Lombok untuk ikut merasakan penderitaan masyarakat yang ditimpa bencana gempa, sehingga kehadiran kami paling tidak bisa meringankan beban warga yang di antaranya adalah anak-anak,” katanya.

Ia mengharapkan warga Lombok segera pulih dan bisa bangkit kembali serta bersemangat dalam menjalani hidup pascabencana. Mengingat, NTB khususnya Pulau Lombok menjadi destinasi pariwisata unggulan di tanah air.

“Kita turut bersimpati, begitupun seluruh bangsa dan negara ini terhadap musibah yang di alami warga Lombok. Termasuk, Pak Prabowo juga menyampaikan salam kepada warga Lombok, karena tidak bisa hadir, namun beliau berempati dengan kejadian ini,” ujar Sandi.

Sementara itu, terkait masih minimnya bantuan, seperti terpal, popok bayi, dan logistik lainnya, ia berharap bantuan untuk para korban gempa di Lombok dapat terus mengalir. Sehingga, bisa meringankan hidup korban di lokasi-lokasi pengungsian.

“Kita harap masyarakat tetap tabah. Kita doakan anak dapat kembali sekolah dan lapangan kerja terbuka serta harga pangan bisa terjangkau,” katanya, seperti dikutip Antara. (nur)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending