Connect with us

POLITIK

Pemilih Milenial Berpotensi Pilih Prabowo-Sandiaga Uno

Published

on

Calon Wakil Presiden 2019, Sandiaga Salahudin Uno.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Didaulatnya Sandiga Uno sebagai cawapres Prabowo Subianto, maka saat ini publik bisa berharap dimulainya sirkulasi dan regenerasi pemimpin muda tampil dalam pentas politik nasional 2019.

Selain muda, Sandiaga Uno juga ‘good-looking, cerdas, santun, dan work-aholic (santripreneur). Kisah suksesnya sebagai pengusaha banyak menginspirasi generasi muda saat ini.

Ibarat film jadul klasik ‘Catatan si Boy, begitulah gambaran bagi Sandiaga Uno. Bedanya Sandiaga Uno berprestasi sampai menjadi 100 orang terkaya se-Asia karena hasil jerih payahnya sendiri, bukan karena orang tuanya.

Di Pilpres 2019, pasangan Prabowo-Sandiaga berpotensi besar lebih disukai oleh pemilih milineal. Ketepatan Prabowo memilih Sandiaga Uno bisa menjadi ‘blessing in disquise‘.

Prabowo dianggap punya keberpihakan terhadap kekuatan generasi muda dan millenial yang membutuhkan kesempatan bagi terjadinya regenerasi kepemimpinan nasional. Tendensi prilaku politik pemilih milineal akan lebih ke pasangan Prabowo-Sandiaga Uno.

Presiden Jokowi sebenarnya juga mencoba memperlihatkan diri sebagai simbol pemimpin yang pro-milenial, namun motor Chooper, jaket “bomber”, sepatu sneaker, dan simbol-simbol millenial lainnya yang sering dipakai, bisa kehilangan makna dan terkesan dipaksakan dengan hadirnya Sandiaga Uno yang lebih spontan.

Manusia itu binatang mata. Calon yang menarik secara fisik bisa memperoleh suara 3 kali lebih banyak daripada sebaliknya, terutama dari segmen pemilih pemula (milenial) dan perempuan.

Karena kesan pertama yang bermula dari penampilan fisik seseorang biasanya sulit tergoyahkan. Secara teoritis, image pertama seseorang umumnya didasarkan pada aspek visual.

Apalagi pikiran manusia itu terbatas, sehingga persepsi pemilih cenderung disaring oleh filter fisiologis. Faktor penampilan fisik bisa menyentuh indra para pemilih melalui layar kaca, media cetak, online, kontak personal, dan penampilan di depan umum.

Faktor visual kandidat disebut sebagai ‘fenotipe optis’ yang meliputi pesona fisik, kesehatan dan kebugaran tubuh, serta gaya penampilannya.

Dalam penelitian Schweiger & Adami (1999) di sebutkan bahwa seorang kandidat kuat bisa kehilangan kursi lantaran kalah penampilan dibandingkan kandidat lainnya. Hal ini terjadi pada pemilu Jerman tahun 1998.

Ketika itu kanselir petahana Helmut Kohl yang prestisius, populer dan diramalkan oleh berbagai lembaga survei akan memenangkan kembali Pemilu, ternyata kalah dengan saingannya yang lebih muda dan tampan, Gerhard Schroder.

Tahun 2004, walaupun underdog berhadapan dengan Megawati, SBY terpilih karena hal seperti ini.

Dengan personal branding dan rekam jejak bagus sebagai pengusaha muda sukses yang hirau terhadap usaha kecil dan menengah (UMKM), sudah tiba waktunya “yang muda yang bercitra’ tayang di theater politik nasional 2019. (Igor Dirgantara)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POLITIK

Gubernur NTB Janji Tak Masuk Tim Sukses Manapun

Published

on

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Gubernur NTB periode 2018-2023, Zulkieflimansyah, berjanji tidkak akan masuk tim sukses kelompok manapun menghadapi pelaksanaan Pemilu 2019.

“Jangan sampai nanti saya datang sebagai tim sukses, tentu saya akan menciderai keinginan masyarakat,” kata dia, di Istana Negara Jakarta, Rabu (19/9/2018). Hari ini dia dilantik menjadi pengganti Zainul Majdi; sementara Sitti Djalilah menjadi wakil gubernur NTB periode 2018-2023.

BACA JUGA : Gubernur Baru NTB Prioritaskan Rehabilitasi-Rekonstruksi Pascagempa

Ia berjanji tidak akan masuk tim sukses manapun. Ia berharap keputusan itu dapat menanungi seluruh masyarakat NTB. Pasangan Zulkieflimansyah-Djalilah ada di puncak pemerintahan NTB melalui suatu Pilkada, dimana warga setempat memilih langsung pemimpinnya.

Bersama Djalilah, Zulkieflimansyah memprioritaskan program rehabilitasi dan rekonstruksi setelah daerah itu diguncang gempa kuat beberapa waktu lalu.

“Mudah-mudahan dengan sikap saya tidak menjadi tim sukses manapun, akan menentramkan, NTB tidak hanyut dalam gejolak politik yang lagi hangat. Tapi proses rekonstruksi, rehabilitasi akan berjalan dengan baik,” katanya.

Ia mengaku dekat dengan Presiden Joko Widodo yang saat ini menjadi presiden, dan akan maju lagi dalam Pemilu 2019.

“Sebagai pribadi, saya dan Pak Jokowi itu sangat dekat. Saya kenal Pak Jokowi itu sejak beliau jadi wali kota Solo. Bahkan saya saat jadi anggota DPR, beliau wali kota, saya menemaninya satu mobil, sering, beliau di Jakarta,” katanya.

Saat sebagai gubernur DKI Jakarta, Zulkieflimansyah mengaku sering berdiskusi di rumah Jokowi tentang sains teknologi industrialisasi dan lain-lain.

“Ada relasi yang konstruktif antara beliau sebagai gubernur, dan partai saya, PKS, yang cukup besar di DKI. Jadi kita membangun jembatan pengertian yang baik,” katanya.

Saat sebagai presiden, lanjut dia, Jokowi sering mengunjungi NTB untuk membangun relasi yang baik dengan kepala daerah dan masyarakat NTB.

“Dalam sejarah modern kita ini, baru Presiden Jokowi yang menginap di Pulau Sumbawa,” katanya.

Menurut dia, Jokowi juga mendatangi Kampus Universitas Teknologi Sumbawa, kemudian berbicara di hadapan ribuan mahasiswa tentang sain dan teknologi.

Menurut dia, yang menggembirakan adalah Jokowi menyetujui universitas itu menjadi universitas negeri.

“Ini penting, di NTB ada dua pulau besar, Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Pulau Sumbawa itu besar sekali tapi ada disparitas ekonomi, ia tertinggal dibandingkan Pulau Lombok, salah satu masalahnya karena ketertinggalan di bidang pendidikan,” katanya, seperti dikutip Antara. (ags)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

JAWA BARAT

Gedung Sabuga Meledak oleh Jeritan Emak-Emak dan Mahasiswa

Published

on

Calon Presiden 2019, Prabowo Subianto saat menghadiri acara Wisuda ke XIV STIKES Dharma Husada.

Indonesiaraya.co.id, Bandung – Dari mulai halaman parkir hingga lobi gedung Sabugs dijejali oleh ibu atau Emak-Emak yang ternyata bukan untuk menghadiri acara Wisuda ke XIV STIKES Dharma Husada, tetapi karena ingin bertemu Capres Prabowo Subianto.

Karena di dalam gedung penuh dengan wisudawan dan wisudawati, beserta orangtua mereka, mahasiswa dan juga para dosen, maka panitia pun menyiapkan layar lebar agar masyarakat yang datang ke gedung Sabuga ingin bertemu Pak Prabowo namun tidak bisa masuk gedung bisa mendengar dan melihat orasi ilmiah Pak Prabowo melalui layar lebar.

BACA JUGA : Sekuntum Bunga dari Emak-Emak Sambut Kehadiran Prabowo di Sabuga Bandung

Di acara Wisuda ke XIV STIKES Dharmahusada hari ini, Rabu (19/9/2018), Pak Prabowo yang hadir mengenakan busana teluk belanga, disambut jeritan histeris Emak -Emak di lobi dan beberapa Emak-Emak memberikan bunga tangan.

Jeritan riuh rendah para mahasiswi dan juga wisudawati kembali terdengar saat Pak Prabowo memasuki Gedung SABUGA. Demikian juga saat Pak Prabowo selesai memberikan sambutannya.

Saat sesi foto , dari mulai guru besar, dosen dan para mahasiswa berebut untuk bisa foto dengan Pak Prabowo. Suasana makin riuh saat Pak PS mendatangi bangku para wisudan dan wisudawati.

Semua jejeritan minta didatangi, namun karena gedung berkapasitas 4000 ribu lebih itu penuh, sehingga tidak memungkinkan Pak PRabowo bisa menyapa wisudawan/wati, mahasiswa dan para orangtua wisudawan/wisudawati, akhirnya Pak Prabowo hanya bisa melambai -lambaikan tangan saja.

Namun ada seorang Ibu yg nekat turun dari balkon atas lari kencang ke bawah dan akhirnya bisa salaman dengan Pak Prabowo meski terdesak oleh para orangtua mahasiswa yang ingin bersalaman dengan Pak Prabowo.

Begitu keluar gedung masyarakat biasa pun berdesakan menyambut. Ada yang unik belakangan ini, Pak Prabowo tak hanya jadi idola Emak-Emak, tapi juga anak-anak. Tak pelak para orangtua pada sibuk menggendong anak-anaknya , karena anaknya ingin memegang Pak Prabowo.

Saat mobil sudah berjalan, ternyata di halaman banyak masyarakat pedagang kecil, penjual asongan, penjual bunga , dll melambai -lambaikan tangannya, maka Pak PS pun meminta mobil yang ditumpangi berhenti, dan mengulurkan tangannya untuk rakyat kecil yang wajahnya penuh harapan untuk kepemimpinan baru di negeri ini. (vin)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

JAWA BARAT

Sekuntum Bunga dari Emak-Emak Sambut Kehadiran Prabowo di Sabuga Bandung

Published

on

Calon Presiden RI, Prabowo Subianto di Gedung Sasana Budaya Ganesha (SABUGA) Bandung, Rabu (19/9/2018).

Indonesiaraya.co.id, Bandung – Puluhan emak-emak yang berasal dari berbagai wilayah di Jawa Barat menyambut kehadiran Bakal Calon Presiden Prabowo Subianto di Gedung Sasana Budaya Ganesha (SABUGA) Bandung. Bahkan Prabowo juga diberikan sekuntum bunga saat ingin memasuki gedung tersebut.

Kehadiran Prabowo di Gedung Sabuga itu dalam rangka Menjadi Keynote Speaker di acara Wisuda mahasiswa STIKES Dharma Husada Bandung, Jawa Barat, Rabu (19/9/2018).

BACA JUGA : Rapat Koalisi Prabowo-Sandiaga Sempurnakan Tim Pemenangan

“Pak Prabowo ini bunganya buat bapak, kita emak-emak Jawa Barat suka sama bapak, tolong diterima pak,” kata salah seorang ibu yang mengenakan jilbab berwarna pink sambil memberikan bunganya kepada Prabowo.

Sontak saja, Mantan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) itu langsung menghentikan langkahnya dan menerima seikat bunga tersebut. Melihat, Prabowo menghentikan langkah, puluhan emak-emak yang berada dilokasi langsung menghadang langkah Prabowo untuk berfoto bersama.

“Terimakasih ya bu bunganya, ngomong-ngomong ini bunganya emang dari awal buat saya apa untuk anak ibu yang sedang di wisuda?, ” tanya Prabowo sambil disambut tawa oleh para pengunjung yang berada dilokasi.

Usai berfoto bersama emak-emak, Prabowo melanjutkan langkahnya namun lagi-lagi harus terhenti. Sebab, seorang bocah berpakaian ala pendekar Jawa Barat menghentikannya di Lobby gedung dengan memamerkan jurus pencak silat nya. Ternyata, penghadangan yang dilakukan seorang bocah itu merupakan sambutan yang telah disiapkan oleh panitia wisuda untuk menyambut kehadiran Prabowo.

“Selamat datang Pak Prabowo, ini kita persembahan satu jurus silat karena Pak Prabowo ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia,” kata Pembina Yayasan Stikes Dharma Husada Bandung Yusuf Haryasa yang menyambut kehadiran Prabowo.

Selain itu, Prabowo juga disematkan selendang berwarna kuning keemasan oleh mahasiswi Stikes Dharma Husada Bandung. Setelah proses penyambutan selesai, Prabowo beserta rombongan dipersilahkan memasuki ruang sidang wisuda untuk menyampaikan sambutan dan pandangan-pandangannya terkait permasalahan bangsa Indonesia saat ini serta solusinya. (tim)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending