Connect with us

SEKTOR RIIL

Kemenperin Pilih Promosi IKM di Palembang dibanding Jakarta

Published

on

Ada 20 gerai IKM fesyen dan enam IKM kopi.

Indonesianraya.co.id, Jakarta – Sebanyak 26 Industri Kecil Menengah (IKM) yang bergerak di bidang mode serta makanan dan minuman akan tampil meramaikan perhelatan akbar Asian Games 2018 di Palembang pada 18 Agustus – 2 September 2018.

“Ada 20 gerai IKM fesyen dan enam IKM kopi. Itu semua tampil dari awal sampai akhir acara. Ini ajang yang sangat baik untuk promosi,” kata Direktur Jenderal IKM Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih dihubungi di Jakarta, Rabu.

Menurut Gati, pemilihan lokasi untuk memamerkan hasil karya IKM di Palembang adalah karena atlet yang ada di Jakarta akan berkesempatan langsung melihat produk-produk IKM yang ada di berbagai pusat perbelanjaan.

“Mereka akan diajak melihat-lihat mall yang ada di Jakarta. Jadi kami pilih Palembang saja,” ungkap Gati.

Gati meyakini ajang tersebut membuka banyak peluang bisnis bagi pelaku IKM, misal dari yang paling sederhana yakni menawarkan produk khas Jakarta dan Palembang berupa kerajinan maupun kuliner bagi para wisatawan yang datang.

Pasalnya, selain diramaikan oleh keterlibatan sekitar10.000 atlet dan official tim, 5.000 awak media, 2.500 OCA Family, 5.500 delegasi teknik dan 20.000 relawan, ajang itu juga berpotensi mendatangkan sedikitnya tiga juta wisatawan lokal, seperti dikutip Antara (spg)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

KALIMANTAN BARAT

Sandiaga Uno Menyapa Emak-Emak dan Pedagang Pasar Besar Kapuas

Published

on

Calon Wakil Presiden 2019, Sandiaga Uno saat menyapa emak-emak dan pedagang Pasar Besar Kapuas, Pontianak, Kalimantan Barat pada Rabu (19/9/2018).

Indonesiaraya.co.id, Pontianak – Bakal Calon Wakil Presiden yang diusung koalisi partai Gerindra, Demokrat, PKS, dan PAN Sandiaga Uno menyapa emak-emak dan pedagang Pasar Besar Kapuas, Pontianak, Kalimantan Barat pada Rabu (19/9/2018). Kedatangan Sandi disambut meriah oleh masyarakat setelah menyusuri sungai Kapuas dari kunjungannya di Kesultanan Pontianak.

“2019 ini adalah tahun ekonomi. Fokus utamanya adalah membangun ekonomi masyarakat, mensejahterakan ekonomi akar rumput, khususnya emak-emak, pedagang pasar, UMKM industri kreatif,” ucapnya.

BACA JUGA : Mengunjungi Kesultanan Pontianak, Sandi Meyakini Sektor Kebudayaan Mampu Ciptakan Ekonomi Tangguh

Dalam rangka menjaring aspirasi masyarakat, Sandi mulai mendatangi dan melakukan dialog langsung bersama pedagang pasar. Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini berharap melalui kegiatan ini, penyusunan kerangka kebijakan yang tepat akan bisa dilakukan karena sesuai dengan permasalahan yang dialami masyarakat sehari-hari.

“Tadi saya menangkap keluhan bahwa harga sembako terus meroket sedangkan komoditas yang tersedia selalu turun. Ekonomi dirasakan pedagang melemah dan cenderung lesu di sini khususnya hasil bumi,” terang Sandi lebih lanjut.

Mantan Ketua HIPMI ini menegaskan daya beli masyarakat yang dikeluhkan pedagang harus bisa diantisipasi melalui peningkatan kesejahteraan melalui pembukaan lapangan kerja dan pengentasan pengangguran. Sandi meyakini permasalahan ekonomi bangsa mampu diselesaikan dengan pelibatan dan partisipasi masyarakat berbasis ekonomi kerakyatan. (vin)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

SEKTOR RIIL

Tiga Strategi Tingkatkan Wisata Kuliner Indonesia

Published

on

Wisata kuliner Indonesia adalah menetapkan destinasi kuliner.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Menteri Pariwisata Arief Yahya memaparkan ada tiga strategi yang dijalankan untuk menarik wisatawan mancanegara melalui wisata kuliner di Indonesia.

Dalam konferensi pers di Kementerian Pariwisata Jakarta, Selasa (18/9/2018), Menteri Arief Yahya menjelaskan peningkatan kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) melalui wisata kuliner tidak mengalami kendala berarti, namun, masih ada pekerjaan rumah yang diselesaikan untuk menarik wisatawan mancanegara melalui kuliner Indonesia.

“PR-nya bagaimana menarik wisman ke sini. Yang pertama adalah Indonesia belum memiliki national food. Saya contohkan, kalau Thailand ada Tom Yum, Malaysia dengan nasi lemak. Ini namanya problem of plenty karena punya banyak makanan,” kata Arief.

Arief menjelaskan soto ditetapkan menjadi kuliner nasional yang diputuskan oleh lima lembaga/kementerian dipimpin oleh Badan Ekonomi Kreatif. Hal itu karena soto banyak terdapat di sejumlah wilayah Indonesia.

Namun, Kementerian Pariwisata memutuskan sendiri ada lima kuliner nasional, yakni soto, rendang, nasi goreng, sate dan gado-gado. Bahkan, tiga di antara makanan tersebut telah ditetapkan oleh CNN sebagai World Most Delicious Food.

Strategi kedua untuk meningkatkan wisata kuliner Indonesia adalah menetapkan destinasi kuliner. Kemenpar pun tengah melakukan sertifikasi tiga kota sebagai destinasi wisata kuliner, yakni Bali, Bandung dan Yogyakarta.

“Tahun 2018 saya harapkan Bali sudah jadi destinasi kuliner, dan bisa di-copy ke Bandung,” kata Menpar.

Kemudian, cara ketiga meningkatkan kuliner Indonesia dalah dengan melakukan co-branding pada restoran-restoran Indonesia yang sudah ada di luar negeri.

Menpar mengakui bahwa tidak banyak restoran Indonesia di luar. Yang berkembang pesat justru restoran makanan Thailand sekitar 16 ribu lebih outlet, apalagi restoran makanan China dan Jepang yang tidak bisa dihitung.

“Strategi nya saya ubah dengan co-branding restoran. Kemenpar berkewajiban mempromosikan restoran tersebut. Kita bekerja sama dengan pengusaha restoran itu, sudah saya tanda tangan waktu rakor,” kata Arief, seperti dikutip Antara. (men)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

SEKTOR RIIL

Pemerintah-DPR Sepakati Asumsi Dasar Energi

Published

on

Menteri ESDM, Ignasius Jonan.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Pemerintah dan Komisi VII DPR menyepakati asumsi dasar makro sektor ESDM dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019.

“Ini yang sudah kami (DPR) putuskan dengan Pak Menteri, setelah melalui pembahasan maraton,” ujar Ketua Komisi VII DPR Gus Irawan Pasaribu dalam rapat kerja bersama Menteri ESDM Ignasius Jonan dalam keterangan tertulis Kementerian ESDM di Jakarta, Selasa (18/9/2018).

Asumsi Indonesian crude price (ICP) ditetapkan sebesar 70 dolar AS per barel. Angka ini naik dibandingkan APBN 2018 yang hanya 48 dolar AS per barel.

Sementara itu, lifting migas ditetapkan 2.025 ribu barel setara minyak per hari yang terdiri atas minyak 775 ribu barel per hari dan gas bumi 1.250 ribu barel setara minyak per hari.

Dibanding APBN 2018, asumsi lifting minyak turun 25 ribu barel per hari, sedangkan gas naik 50 ribu barel setara minyak per hari.

Untuk penggantian biaya operasi migas (cost recovery) pada tahun depan dipatok sebesar 8 hingga 10 miliar dolar AS.

Sementara, volume BBM bersubsidi ditetapkan 15,11 juta kiloliter yang terdiri atas minyak tanah 0,61 juta kiloliter dan minyak solar 14,5 juta kiloliter.

Sementara volume elpiji bersubsidi tiga kg ditetapkan naik menjadi 6,978 juta metrik ton dari 2018 sebesar 6,45 juta metrik ton.

Subsidi tetap minyak solar (gas oil 48) mengalami perubahan menjadi Rp2.000 per liter atau naik Rp1.500 dari tahun sebelumnya. Sedangkan untuk subsidi listrik disetujui Rp57,67 triliun.

Menanggapi putusan tersebut, Menteri ESDM merespon positif. “Kami menerima baik hasil ketetapan ini dan kami sangat menganjurkan sekiranya pimpinan Komisi VII DPR RI untuk menyampaikan segera ke Banggar (Badan Anggaran) DPR,” kata Jonan.

Di samping menetapkan asumsi dasar sektor ESDM, Menteri ESDM dan Komisi VII DPR juga menyepakati alokasi anggaran Kementerian ESDM pada RAPBN 2019 sebesar Rp4,9 triliun.

Raker tersebut juga sepakat akan melakukan dikusi focus group discussion (FGD) antara pemerintah, DPR RI, BUMN dan pihak swasta terkait demi merealisasikan program dan kegiatan sektor ESDM agar tepat sasaran. Demikian, seperti dikutip Antara. (aft)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending