Connect with us

JAKARTA

25 Polisi Datangi Rumah Ahmad Yani, Menyelidiki Terkait Anarkis pada 8 Oktober

Published

on

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono. (Foto : humas.polri.go.id)

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono membenarkan bahwa penyidik telah menyambangi rumah Ketua Komite Eksklusif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Ahmad Yani.

“Benar bahwa ada anggota dari Reserse Bareskrim Polri datang ke rumah Pak Yani. Kami menyelidiki terkait dengan adanya anarkis pada 8 Oktober,” kata dia di Markas Kepolisian Daerah Metro Jaya, Jakarta Selatan, pada Selasa, 20 Oktober 2020.

Namun, setelah penyidik bercakap-cakap dengan Ahmad Yani, pentolan KAMI itu sepakat akan datang ke Gedung Bareskrim Mabes Polri untuk memberikan keterangan pada hari ini, 20 Oktober 2020.
Argo pun menepis jika Ahmad Yani sempat menolak saat akan ditangkap. “Enggak ada, kami baru datang, komunikasi, dan ngobrol-ngobrol saja. Yang bersangkutan bersedia sendiri untuk hadir ke Bareskrim,” kata dia.

Sebelumnya beredar informasi tentang adanya upaya penangkapan Ahmad Yani. Sebanyak 25 penyidik Bareskrim Polri mendatangi rumah Ahmad Yani pada 19 Oktober 2020.
Dalam kronologi kejadian yang beredar, penyidik telah menyerahkan surat penangkapan, tetapi ditolak oleh Ahmad Yani. Ia menyatakan, sesuai prosedur hukum yang berlaku, ia harus dipanggil sebagai saksi untuk menjelaskan hal tersebut. (ber)




Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

JAKARTA

Terungkap Sudah Beraksi 20 Kali, Pencuri Pecah Kaca Incar Mobil Mewah

Published

on

Polisi Menangkap Dua Orang Sopir Angkot Pelaku Pencurian Perlengkapan Mobil Dengan Modus Pecah Kaca. /Instagram.com/@polres_metro_jakarta_utara.

INDONESIA RAYA – Terkait kasus pencurian dengan modus pecah kaca mobil, Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Sudjarwoko mengatakan dari hasil pemeriksaan anggotanya, para tersangka (pelaku RP, SL dan AJ) ini telah melakukan kegiatan sebanyak 20 kali. 

Yang mana 20 kali ini dilakukan selama enam bulan yaitu selama masa pandemi Covid-19.

Sudjarwoko memaparkan, puluhan lokasi tersebut di antaranya dilakukan di daerah Pantura, kawasan Cikampek (6 kali), wilayah Tanjung Priok (5 kali), Cilincing (3 kali) dan kawasan lainnya di Jakut.



“Setelah melakukan pencurian barang hasil curian dijual seharga 3 setengah juta rupiah oleh penadah. Sedangkan tersangka yang melakukan pencurian dan mendapat keuntungan sebesar Rp800.000,” tutur Sudjarwoko kepada wartawan, di Jakarta, Senin, 30 November 2020.

Adapun modus operandi yang dilakukan oleh tersangka ini, menurutnya, yaitu para pelaku berpatroli melihat dan mencari sasaran mobil-mobil mewah yang terparkir tanpa pengawasan yang ketat. 

Kemudian kelompok ini melakukan mendekati sasaran dan parkir di sebelah mobil yang menjadi target mereka.

“Selanjutnya mereka beraksi dengan melakukan pemecahan kaca dan melepas barang-barang yang mereka incar itu kurang lebih berkisar 10 menit.”

Pages: 1 2


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

JAKARTA

Polda Metro Jaya Berhasil Tangkap 6 Pelaku Begal Spesialis Pesepeda

Published

on

Polda Metro Jaya Mengungkap dan Menangkap Enam Pelaku Kasus Begal Pesepeda. /Instagram.com/@humas.pmj.

INDONESIA RAYA – Subdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menangkap enam pelaku begal pesepeda.

Pengungkapan kasus ini berawal dari tiga laporan korban di berbagai wilayah hukum Polda Metro Jaya. Para pelaku beraksi tiga kali dalam sepekan.

Peristiwa pertama terjadi di sekitar Terminal Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, 21 November 2020.



“Korban melaporkan di mana dia kehilangan dirampas ponselnya oleh pengendara sepeda motor,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya (Kombes. Pol Yusri Yunus).

Sehari berselang, kawanan begal tersebut beraksi di Sektor 7, Bintaro, Tangerang Selatan.

Berikutnya pada 28 November 2020, para pelaku kembali melakukan aksi pembegalan di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan.

“Ini yang kemudian dikembangkan oleh Resmob Polda Metro Jaya dan berhasil mengamankan ada enam orang pelaku,” ujar Yusri.

Pages: 1 2


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

JAKARTA

Melawan saat Ditangkap, Satu Begal Akhirnya Ambruk Ditembak Polisi

Published

on

Seorang pelaku begal ditembus timah panas polisi lantaran melawan petugas Polda Metro Jaya. /Pixabay.com/Alexas_Fotos.

INDONESIA RAYA – Seorang pelaku begal ponsel yang kerap beraksi di wilayah Jakarta Timur dan Bekasi ambruk setelah ditembus timah panas polisi. Tindakan tegas itu diberikan lantaran melawan petugas Polda Metro Jaya saat akan ditangkap.

“Saat dilakukan penangkapan tersangka melawan. Petugas melakukan tindakan tegas terukur dan saat dibawa ke rumah sakit, dia meninggal dalam perjalanan,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jumat, 27 November 2020.

Yusri menjelaskan pelaku yang ditindak tegas polisi berinisial JCP (19), sia merupakan otak komplotan tersebut. Melihat seorang rekannya ambruk, para pelaku lain akhirnya menyerah tanpa perlawanan.



Para tersangka lainnya di antaranya SNF (18) dan MSH (18) yang berperan mengancam korban dan merampas barang berharganya. Adajuga A (16) dan IZ (16) yang berperan sebagai joki. Sedangkan satu pelaku lain berinisial D masih dalam pengejaran.

Yusri juga mengatakan, aksi komplotan ini juga sempat viral di media sosial. Salah satunya dengan menodong seseorang yang berada di dalam gang dengan senjata tajam dan kemudian merampas ponselnya.

“Ada yang viral masuk ke gang sempat tanyakan alamat lalu yang satu tempelkan clurit dan langsung mengambil ponsel,” ujar Yusri.

Dari hasil pemeriksaan, lanjut Yusri, pelaku mengakui telah menjalankan aksinya di enam lokasi seperti Bekasi, Duren Sawit, Jatiasih, Pondok Gede dan Penggilingan.

“Ini kelompok spesialis begal pencurian dengan kekerasan. Ada yang begal biasanya mencuri lalu kabur, tapi mereka ini begal pakai senjata tajam, tiap bergerak bawa clurit dan tak segan melukai korban. Jadi kelompoknya ini terbilang sadis,” tuturnya.

Akibat perbuatannya, para tersangka ini dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman penjara paling lama sembilan tahun. (pol)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending

Redaksi media Indonesiaraya.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, Iklan dan Sponsorship, serta kerjasama bisnis lainnya.

Penerbit :
PT Media Indonesia Raya

Manajemen Media :
Indonesia Raya Media Center (IRMC)

Email Center :
redindonesiaraya@gmail.com
redaksi@indonesiaraya.co id

WA Center :
0878-15557788, 0819-15557788

Terbit Sejak 8 Desember 2017