Connect with us

POLITIK

Adik Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo Lakukan Media Visit ke Kantor Tribunnews

Published

on

Direktur Hashim Djojohadikusumo dan Wakil Direktur Komunikasi dan Media BPN Prabowo-Sandiaga Budi Purnomo Karjodihardjo Lakukan Media Visit ke Kantor Tribunnews.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Hashim Djojohadikusumo melakukan media visit ke kantor Tribunnews.com di Palmerah, Jakarta Pusat, Kamis (18/10/2018).

Pria yang juga adik Prabowo Subianto itu hadir di kantor Tribunnews.com sekira pukul 10.00 WIB. Turun dari mobil Lexus berwarna abu-abu, Hashim tampak mengenakan kemeja biru muda dan celana krem.

Terbang ke Bali, Prabowo Subianto Hadiri Deklarasi Relawan Emak-Emak

Ia pun langsung menyapa jajaran redaksi Tribunnews.com yang sudah menunggu kehadirannya sejak pagi.

Hashim yang didampingi Wakil Direktur Komunikasi dan Media BPN Prabowo-Sandiaga, Budi Purnomo Karjodihardjo mengaku senang bisa melakukan media visit pertamanya di Tribunnews.com.

“Saya senang sekali bisa berkunjung untuk pertama kalinya ke kantor Tribunnews.com, walaupun saya awalnya senewen karena saya kira seperti menjalani sidang disertasi,” ujar sosok yang senang bercanda tersebut.

Hashim mengaku kedekatan antara organisasi politik seperti tim BPN Prabowo-Sandiaga dengan perusahaan media massa perlu dijalin.

“Agar kita juga bisa bekerja sama meluruskan kabar hoaks dan kabar ‘fake’, di mana saya dan Prabowo juga sering menjadi korban,” imbuh Hashim. Demikian, seperti dikutip Pusatsiaranpers.com. (tim)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

POLITIK

Dewan Pers Nilai Judul Pemberitaan Tempo Terkait Tim Mawar Berlebihan

Published

on

Dewan Pers telah memutuskan penjudulan dan penyebutan Tim Mawar dalam berita Majalah Tempo yang dilaporkan mantan komandan Tim Mawar Chairawan melanggar kode etik jurnalistik.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Dewan Pers telah memutuskan penjudulan dan penyebutan Tim Mawar dalam berita Majalah Tempo yang dilaporkan mantan komandan Tim Mawar Chairawan melanggar kode etik jurnalistik karena memuat opini yang menghakimi.

Penggunaan judul “Tim Mawar dan Rusuh Sarinah” pun dinilai berlebihan karena Tim Mawar yang terlibat penculikan aktivis 1998 telah bubar.

“Betul, pelanggaran kode etik pada judul,” kata Wakil Ketua Dewan Pers Hendry Chairudin Bangun dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (15/7/2019).

Dewan Pers memutuskan dalam artikel berjudul “Bau Mawar di Jalan Thamrin”, Majalah Tempo menyebutkan adanya dugaan keterlibatan seorang mantan anggota Tim Mawar dalam kericuhan 21-22 Mei 2019 di Jakarta.

Namun, dugaan tersebut tidak disertai data yang memadai serta tidak cukup menjadi dasar Tim Mawar dikait-kaitkan dengan kericuhan 21-22 Mei 2019.

Untuk itu, Dewan Pers merekomendasikan Majalah Tempo memuat hak jawab Chairawan secara proporsional disertai permintaan maaf pada edisi berikutnya.

“Mungkin terbitan berikutnya, pekan depan,” tutur Hendry.

Selain dimuat dalam majalah edisi berikutnya, berita yang diadukan juga harus dimuat dalam media siber Tempo berupa hak jawab dari Chairawan disertai permintaan maaf yang ditautkan dengan berita yang diadukan.

Keputusan dan rekomendasi tersebut bersifat final dan mengikat secara etik setelah kasusnya diproses berdasarkan kewenangan yang dimiliki Dewan Pers berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Harapan Dewan Pers begitu (tidak ke ranah hukum), tetapi pengadu berhak untuk tidak puas,” kata dia. Seperti dikutip Antara . (dda)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

POLITIK

Majalah Tempo Muat Hak Jawab Chairawan dalam Edisi 15 Juli

Published

on

Mantan komandan Tim Mawar Mayjen TNI (Purnawirawan), Chairawan Nusyirwan.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Majalah Tempo akan memuat hak jawab mantan komandan Tim Mawar Mayjen TNI (Purnawirawan) Chairawan Nusyirwan dalam edisi Senin 15 Juli 2019.

Dewan Pers telah memutuskan penjudulan dan penyebutan Tim Mawar dalam berita Majalah Tempo melanggar kode etik jurnalistik karena memuat opini yang menghakimi serta merekomendasikan Majalah Tempo memuat hak jawab Chairawan serta permintaan maaf.

“Edisi besok Senin 15 Juli kami muat,” ujar Pemimpin Redaksi Koran Tempo Budi Setyarso dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (14/7/2019).

Selain dimuat dalam majalah edisi berikutnya, berita yang diadukan juga harus dimuat dalam media siber Tempo berupa hak jawab dari Chairawan disertai permintaan maaf yang ditautkan dengan berita yang diadukan.

Dihubungi secara terpisah, kuasa hukum Chairawan, Herdiansyah, mengatakan kliennya telah mengirim hak jawab kepada Majalah Tempo berdasarkan rekomendasi Dewan Pers tersebut.

“Hak jawab sudah kami berikan Rabu (10/7) kemarin,” kata dia.

Ada pun Dewan Pers memutuskan laporan utama “Tim Mawar dan Rusuh Sarinah” Majalah Tempo adalah karya jurnalistik, sehingga penyelesaiannya menggunakan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers melalui Dewan Pers.

Berita tersebut dibuat secara berimbang melalui verifikasi dari berbagai sumber, termasuk klarifikasi pihak-pihak yang diberitakan.

Namun, penggunaan judul “Tim Mawar dan Rusuh Sarinah” melanggar kode etik jurnalistik, selain karena selain memuat opini yang menghakimi, juga dinilai berlebihan karena Tim Mawar yang terlibat penculikan aktivis 1998 telah bubar. Demikian, seperti dikutip Antara . (dda)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

POLITIK

Amien Rais Ingin Prabowo Oposisi, Kalau Tidak ‘Game is Over’

Published

on

Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional, Amien Rais.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional, Amien Rais, mengingatkan Prabowo Subianto dan semua partai politik dalam koalisinya agar mendeklarasikan diri sebagai oposisi terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Jika semua bergabung dalam pemerintahan, kata Amien, demokrasi di Indonesia akan mati. Sebab tak akan ada kekuatan politik yang akan mengawasi pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Kalau pada bergabung nanti tak ada lagi yang mengawasi. Nanti suara DPR sama dengan suara eksekutif. Itu pertanda lonceng kematian demokrasi. Di mana-mana seperti itu,” ujar Amien saat ditemui di rumahnya di Yogyakarta, Sabtu, 13 Juli 2019.

Amien menilai, Prabowo dan partai koalisinya berada di luar pemerintahan dan menjadi oposisi, itu akan menjadikan mereka lebih bermartabat. “Sangat indah kalau kubu Prabowo itu di luar. Ini juga terhormat untuk mengawasi lima tahun [pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin] mendatang,” tuturnya.

Kelompok atau kekuatan politik oposisi, katanya, tetaplah penting dalam sistem demokrasi. Jika tidak, semua lembaga politik dalam negara akan seia-sekata dengan pemerintah, dan itulah akhir dari demokrasi.

“Jika parlemen sudah jadi jubirnya eksekutif, maka demokrasi mengalami musibah yang paling berat dan tidak bisa bangkit kembali. Kalau kedua kekuatan, eksekutif-legislatif, jadi satu, apalagi jika yudikatif mengamini, game is over,” katanya. (*)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending