Connect with us

JAKARTA

Akhirnya Buni Yani Sebarkan Sumpah Mubahalah, Ini Sasarannya

Published

on

Buni Yani, pendiri Simpul Buni Yani for Social Justice

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Sebuah video berisi sumpah mubahalah atau sumpah kutukan terhukum kasus pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), Buni Yani, beredar di YouTube. Video berdurasi 1 menit 33 detik tersebut diunggah Buni untuk merespons putusan Mahkamah Agung yang tak mengabulkan kasasinya.

Dalam tayangan singkat itu, Buni mengklaim tak melakukan hal yang dituduhkan hakim kepadanya, yakni mengutak-atik video pidato mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada 27 September 2016 lalu.

Sumpah Mubahalah : Azab akan menimpa buzzer, polisi, jaksa, dan hakim yang menuduhnya berbohong. Begitu juga sebaliknya.

“Bismillahirrahmanirrahim. Demi Allah saya tidak memotong mengedit, mengubah, mengurangi, menambahkan video pidato bapak Ahok yang ada di Kepulauan Seribu,” kata Buni dalam tayangan tersebut.

Keadilan, Ada di Mana Kau?

Pengacara Buni Yani, Aldwin Rahadian, seperti dilansir Tempo, dalam konfirmasinya pada Kamis, 29 November 2018, mengatakan video itu dibuat sesaat setelah putusan Mahkamah Agung keluar.

Petikan amar putusan MA ini sebelumnya diunggah secara resmi oleh laman mahkamahagung.go.id, dengan nomor perkara 1712 K/PID.SUS/2018. Dalam keterangan tertulisnya, MA menyatakan terdakwa Buni Yani terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana informasi dan transaksi elektronik.

Buni divonis 1 tahun 6 bulan penjara. Ia dijerat dengan Pasal 32 ayat 1 UU ITE. Hakim menyatakan Buni bersalah karena mengedit video yang memuat pidato Ahok berdurasi 31 detik. Ia menyebarkan video itu dengan kalimat yang dinilai provokatif melalui media sosial Facebook.

Adapun dalam tayangan yang diunggah di YouTube, Buni menyebut sumpah bila ia berbohong, maka akan kena azab saat itu juga. Ia berkenan dilaknat dan dimasukkan ke neraka selama-lamanya. Hal itu, ujar dia, juga akan menimpa keluarganya.

Namun, bila yang terjadi sebaliknya, ia mengatakan azab akan menimpa semua orang yang menuduhnya. Termasuk, kata dia, buzzer, polisi, jaksa, dan hakim. Dalam tayangan terakhir video itu, ia menginginkan orang-orang ikut serta menyebar videonya.

Sepanjang mengucapkan sumpah, Buni tampak mengacungkan salah satu jarinya. Ia juga tampil mengenakna baju koko dan peci di video itu. (tpo)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

JAKARTA

Polisi Minta Tiga DPO Pengeroyokan TNI Serahkan Diri

Published

on

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi, Argo Yuwono.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya meminta agar tiga tersangka pengeroyokan dua anggota TNI yang saat ini masuk daftar pencarian orang (DPO) agar segera menyerahkan diri.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta, Kamis (13/12/2018) mengatakan dua orang tersangka telah diamankan petugas pada Rabu, tetapi dua laki-laki IH (21) dan D (35), serta satu perempuan SR (23) masih masuk DPO.

“Kami menghimbau kepada para DPO itu untuk segera menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya atau Kepolisian Resort Metro Jakarta Timur, sebelum kami melakukan penangkapan,” sebut Argo di Jakarta, Kamis (13/12/2018).

Kabid humas itu menjelaskan SR merupakan istri dari tersangka IH yang diduga terlibat aksi pengeroyokan.

“Tersangka SR juga ikut mendorong dan diduga melakukan pemukulan,” kata Kombes Pol Argo.

Ciri-ciri SR sebagaimana diumumkan kepolisian, berambut ikal, kulit berwarna kuning langsat, bentuk wajah oval dan beragama Kristiani.

Sementara, IH, suami SR, memiliki ciri-ciri kulit bewarna sawo matang, rambut hitam, ikal, cenderung lebat, wajah berbentuk persegi, dan beragama Kristiani.

Tersangka terakhir D, memiliki ciri-ciri kulit berwarna kuning langsat, rambut berwarna hitam, pendek dan lurus, mata cenderung sipit, beragama Islam.

“Bagi masyarakat yang melihat tersangka agar menghubungi nomor 0812-131-2006,” tutur Kombes Pol Argo.

Sementara ini, kepolisian telah mengamankan dua tersangka AP (32) dan HP alias E (28) di kediaman masing-masing, Rabu.

AP, menurut Kombes Pol Argo, berperan menarik pakaian korban dari belakang. Tersangka itu, ia menambahkan, turut memegangi Kapten TNI AL Komarudin dari belakang.

Sementara itu, HP alias E diduga menggeser motor hingga mengenai korban, dan mendorong dada Prajurit Satu Rivo Nanda.

Pengeroyokan bermula dari perselisihan antara HP dengan Kapten Komarudin di sebuah lahan parkir di kawasan Arundina, Cibubur, Jakarta Timur. Perselisihan kemudian meluas hingga ke juru parkir lain dan turut melibatkan Pratu Rivo yang pada saat kejadian berusaha melerai sebagai korban.

Pasca perkelahian itu, ratusan oknum yang diduga anggota TNI pun mendatangi Mapolsek Ciracas, menuntut tersangka segera ditangkap. Massa yang tidak puas dengan penjelasan polisi pun membakar Mapolsek Ciracas, merusak mobil milik polisi, dan melukai dua warga sipil yang kebetulan melintas. Demikian, seperti dikutip Antara. (gtr)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

JAKARTA

Gubernur Anies Dapat Anugerah Moeslim Choice Government Award 2018

Published

on

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mendapatkan Anugerah Moeslim Choice Award 2018 dalam rangka 1st Anniversary Moeslim Choice Media, di Hotel Pullman.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan mendapatkan Anugerah Moeslim Choice Award 2018 dalam rangka 1st Anniversary Moeslim Choice Media, di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Rabu malam (12/12/2018).

Penghargaan diberikan kepada Anies atas kepemimpinannya di Pemprov DKI Jakarta dalam menjalankan roda pemerintahan dan berbagai kebijakan yang diterapkan; antara lain penghentian proyek reklamasi di Teluk Jakarta, dan memilih Jakarta Propertindo yang merupakan BUMD untuk mengelola lahan reklamasi menjadi lahan prasarana publik.

Gubernur menyampaikan apresiasinya, bahwa ini semua merupakan kerja bersama Pemprov DKI Jakarta untuk menghadirkan keadilan sosial bagi warga Jakarta.

“Terima kasih telah menitipkan amanat ini. Saya menerima ini mewakili begitu banyak orang yang bekerja di belakang layar. Insya Allah kehormatan ini kita tunaikan hingga tuntas untuk menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh warga di ibu kota,” kata Anies.

Selain itu, Gubernur dianugerahi Moeslim Choice Government Award 2018 juga karena keberhasilan memimpin ibu kota negara dengan mengedepankan good goverment, yakni unsur transparasi, partisipasi, dan akuntabilitas.

Tata kelola di bawah pemerintahannya juga menghasilkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BKP terhadap laporan keuangan Pemprov DKI Jakarta tahun anggaran 2017 untuk pertama kalinya dalam 4 tahun. Beliau juga dinilai selalu santun bergaul dengan bawahan.

“Merekalah yang membuat ini semua terjadi, saya di depan mewakili semuanya. Nanti saya akan teruskan kepada seluruh jajaran yang bekerja keras dan Insya Allah ini menjadi tambahan amanat bagi kita semua, bahwa yang dititipkan bagi kita bukan beban, tapi sebuah kehormatan,” kata Anies.

Dalam acara yang mengusung tema “Inspirasi Islam untuk Negeri” ini turut dihadiri oleh Menteri Kominfo RI Rudiantara, Cawapres RI Sandiaga Salahuddin Uno, Roma Irama, Yusril Izha Mahendra, Fahira Idris dan Walikota Palembang Harno Joyo.

Penghargaan Moeslim Choice Award 2018 diberikan kepada sejumlah tokoh pemerintahan dan masyarakat yang memiliki kontribusi dalam pembangunan di Indonesia.

Dalam kesempatan ini, Gubernur Anies selain mendapatkan penghargaan juga turut meresmikan Moeslim Choice bersama sejumlah tokoh. Demikian, seperti dikutip Antara. (sus)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

JAKARTA

Identitas Pelaku Pembakaran Polsek Ciracas Belum Diketahui

Published

on

Kadivhumas Polri Brigjen Pol, Mohammad Iqbal.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Kadivhumas Polri Brigjen Pol Mohammad Iqbal menegaskan kasus pembakaran Polsek Ciracas masih dalam penyelidikan sehingga belum diketahui identitas pelaku pembakaran.

Iqbal di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (13/12/2018), mengatakan belum bisa mengkonfirmasi kebenaran informasi dugaan pelaku pembakaran merupakan oknum TNI.

BACA JUGA : Dua Polisi Jadi korban Aksi Penyerangan Terhadap Polsek Ciracas

“Banyaknya informasi yang belum bisa dipertanggungjawabkan terkait perusakan Mapolsek Ciracas, kami minta agar informasi tersebut tidak lagi disebarluaskan,” kata Iqbal.

Menurut dia, saat ini penyidik Polda Metro Jaya bersama Polres Jakarta Timur masih bekerja mendalami kasus ini.

“Sehingga kita tidak boleh langsung menuding itu perbuatan si A atau itu perbuatan si B sampai proses penyelidikan selesai,” katanya.

Mantan Kapolrestabes Surabaya ini meminta masyarakat tidak termakan isu-isu yang berkembang di media sosial karena hal itu belum bisa dipastikan kebenarannya.

Pihaknya pun menegaskan bahwa sinergitas TNI-Polri hingga saat ini tetap solid.

“Yang beredar di media sosial belum pasti benar. Sinergitas antara Polri dan TNI tidak akan goyah, ini yang terpenting. Polri dan TNI tetap solid untuk menjaga NKRI,” katanya.

Kasus penyerangan dan pembakaran Polsek Ciracas oleh massa diduga dipicu sekelompok orang yang tidak puas dengan penanganan pengeroyokan terhadap dua anggota TNI di halaman parkir ruko Arundina, Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur, beberapa hari sebelumnya.

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Idham Azis pun memerintahkan jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum dan Polres Metro Jakarta Timur memburu pelaku perusakan Polsek Ciracas.

Idham menyebutkan sekelompok orang berjumlah sekitar 200 orang merangsek markas Polsek Ciracas untuk mencari tahanan yang diamankan karena diduga mengeroyok rekannya. Demikian, seperti dikutip Antara. (apd)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending