Connect with us

DIGITAL

Akses Internet 25 Wilayah Papua dan 11 Wilayah Papua Barat Dibuka

Published

on

Pelaksana tugas Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, Ferdinandus Setu.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Pemerintah secara bertahap membuka kembali akses internet di Papua dan Papua Barat sehubungan dengan situasi dan kondisi keamanan di sebagian besar wilayah tersebut yang semakin kondusif.

“Pembukaan secara bertahap dilakukan sejak Rabu (4/9/2019) dan terus berlanjut hingga Senin (9/9/2019),” kata Pelaksana tugas Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu berdasarkan rilis yang diterima di Jakarta, Senin (9/9/2019).

Adapun 25 dari 29 kabupaten-kota di Papua yang sudah dibuka kembali akses layanan internetnya yaitu Keerom, Puncak Jaya, Puncak, Asmat, Boven Digoel, Mamberamo Raya, Mamberamo Tengah, Intan Jaya, Yalimo, Lanny Jaya, Mappi, Tolikara, Nduga, Supiori, Waropen, Merauke, Biak Numfor, Yapen, Sarmi, Paniai, Dogiyai, Deiyai, Pegunungan Bintang, Yahukimo, dan Nabire.

Sedangkan 11 dari 13 kabupaten-kota di Papua Barat yang sudah dibuka akses layanan internetnya yaitu Fak Fak, Sorong Selatan, Raja Ampat, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, Kaimana, Tambrauw, Maybrat, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, dan Kabupaten Sorong.

Sementara, empat kabupaten-kota di Papua dan dua kota di Papua Barat masih akan diblokir akses internetnya dalam satu atau dua hari ke depan. “Situasinya masih terus dipantau dalam satu atau dua hari ke depan karena masih belum kondusif,” kata Setu.

Kabupaten-kota di Papua yang terpantau belum dibuka akses internetnya antara lain Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Jaya Wijaya. Sedangkan dua kota di Papua Barat yang belum dibuka akses internetnya yaitu Manokwari dan Sorong.

Kementerian Komunikasi dan Informatika menyatakan penyebaran informasi hoaks, kabar bohong, ujaran kebencian, hasutan dan provokasi di internet terus menunjukkan penurunan sejak 31 Agustus 2019. Puncak sebaran hoaks dan hasutan terkait isu Papua terjadi pada 30 Agustus 2019 dengan jumlah mencapai 72.500 situs.

Distribusi hoaks juga terus menurun dari 42.000 situs pada 31 Agustus 2019, menjadi 19.000 situs pada 1 September 2019. Angka itu menurun lagi menjadi 6.060 situs hoaks dan hasutan pada 6 September 2019.

Pemerintah mengimbau masyarakat agar menjaga situasi tetap kondusif dengan tidak menyebarkan informasi hoaks, kabar bohong, ujaran kebencian berbasis Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) melalui media apapun termasuk media sosial.

“Jangan melakukan hasutan atau provokasi melalui media apapun termasuk media sosial agar proses pemulihan kembali seluruh wilayah Papua dan Papua Barat cepat berlangsung,” kata Setu. Seperti dikutip Antara. (afl)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

DIGITAL

Data Penumpang Lion Air Group Bocor, Kominfo Siap Bantu Investigasi

Published

on

Saat ini Rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (PDP) belum disahkan.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Semuel A. Pangerapan, mengatakan siap berkoordinasi dengan pihak keamanan Malaysia untuk menangani kebocoran data pelanggan Lion Air Group.

“Kemungkinan (join investigasi) bisa dilakukan, kita akan menginvestigasi sesama negara tetangga dan ASEAN, jadi memang kalau dibutuhkan investigasi dari kami, kami bisa lakukan juga,” ujar Semuel di Gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Kamis.

“Kita bisa berkoordinasi menanyakan karena ini menyangkut kepentingan, satu entitas perusahaan Indonesia, kemungkinan ada data orang Indonesia,” lanjut Semuel.

Semuel mengatakan penanggung jawab administrator, dalam ini perusahaan cloud, harus memperkuat sistemnya. Selain itu, siapapun yang melakukan ilegal akses harus mendapatkan sanksi pidana.

Saat ini Rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (PDP) belum disahkan. Terkait hal itu, Semuel mengatakan pemerintah telah memiliki 32 regulasi.

Salah satu regulasi tersebut adalah peraturan menteri no.20 Tahun 2016, yang menjadi turunan dari Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) bahwa data pribadi harus dilindungi.

“Ini yang kita gunakan. Bukannya tidak ada, tetapi tersebar, kita lagi rancang PDP supaya jadi satu dan memudahkan siapapun,” kata Semuel.

Hingga saat ini Lion Group mengatakan belum mengetahui jumlah data pelanggan yang bocor. Namun, Managing Director Lion Air Group, Daniel Putut Kuncoro Adi, memastikan bahwa sampai saat ini data penumpang sudah tidak bocor lagi.

“Kami legal action di Malaysia karena lokusnya di Malaysia, begitu berita ini viral langsung kita melakukan legal action kepada pihak berwenang di Malaysia, dan sedang dalam proses investigasi,” ujar Daniel.

“Dan data-data orang Indonesia pun belum tahu jumlahnya berapa, nama itu masih ditutup di situ, sedang menginvestigasi. Ke depan kami pastikan data penumpang aman,” tambah dia, seperti dikutip Antara. (arm)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

DIGITAL

Realme Luncurkan Ponsel Empat Kamera Realme 5 dan Realme 5 Pro

Published

on

Realme 5 dipersenjatai prosesor Snapdragon 665 berbasis 11nm dan dilengkapi generasi ke-3 Qualcomm AI Engine, serta baterai berkapasitas jumbo berdaya 5.000 mAh.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Realme meluncurkan smartphone empat kamera pertamanya Realme 5 dan Realme 5 Pro dengan konfigurasi kamera ultra wide-angle, kamera utama, kamera potrait dan lensa ultra macro.

“Kami bangga bisa merevolusi pengalaman pengguna dengan Realme 5, ponsel quad camera dengan harga Rp2 jutaan dan Realme 5 Pro dengan segmen harga Rp3 jutaan,” ujar Marketing Director Realme South East Asia, Josef Wang, di Jakarta, Kamis.

Realme 5 untuk varian ROM 3GB dan RAM 32GB dibandrol Rp1,999 juta, sementara untuk varian ROM 3GB dan RAM 64GB ditawarkan dengan harga Rp2,199 juta, sedangkan varian ROM 4GB dan RAM 128GB dilego di harga Rp2,699 juta.

Realme 5 dipersenjatai prosesor Snapdragon 665 berbasis 11nm dan dilengkapi generasi ke-3 Qualcomm AI Engine, serta baterai berkapasitas jumbo berdaya 5.000 mAh.

Untuk pengaturan quad camera, Realme 5 memiliki kamera utama sensor 12MP dengan f/1.8, lensa ultra-wide 8MP, lensa potrait 2MP dan lensa macro 2MP. Sementara pada bagian depan, disematkan kamera 13MP.

Dari segi desain, Realme mengusung 6,5 inci HD+ mini drop display dengan rasio screen to body 89 persen, dan hadir dalam dua pilihan warna Crystal Blue dan Crystal Purple.

Sementara itu, Realme 5 Pro untuk varian RAM 4GB dan ROM 128GB dibandrol Rp2,999 juta, sementara untuk varian ROM 8GB dan RAM 128GB ditawarkan dengan harga Rp3,699 juta.

Realme 5 Pro dipersenjatai prosesor Snapdragon 712 dengan kecepatan clock CPU 2,3GHz dan GPU Qualcomm Adreno 616, serta baterai 4.035 mAh yang delengkapi teknologi pengisi daya cepat VOOC Flash Charge 3.0.

Dari segi kamera, konfigurasi quad camera Realme 5 Pro antara lain lensa utama 48MP, lensa ultra-wide angle 8MP, lensa potrait 2MP dan lensa macro 2MP. Sementara untuk selfie disematkan lensa 16MP.

Tampilan empat kamera Realme 5 Pro yang resmi diluncurkan di Jakarta, Kamis (19/9/2019). (ANTARA/Arindra Meodia)

Untuk desain, Realme mengusung 6,3 inci FHD+ newdrop display dengan rasio screen to body 90,6 persen, dan hadir dengan pilihan warna Sparkling Blue dan Crystal Green. Demikian, seperti dikutip Antara. (arm)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

DIGITAL

Aplikasi Bukalapak Hilang di Google Play Store

Published

on

Aplikasi Bukalapak memang tengah mengalami kendala untuk diunduh lewat toko aplikasi Google Play Store.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Aplikasi Bukalapak terpantau tidak ada di toko aplikasi Google Play Store, Kamis pagi.

Sejumlah warganet bahkan melaporkan hilangnya aplikasi Bukalapak di toko Android tersebut sejak Rabu (18/9/2019) malam.

“@BukaBantuan Ada apa dengan Bukalapak? Mengapa Play Store menghapus aplikasi Bukalapak?” tanya @joelND1.

Akun customer service @BukaBantuan membalas pertanyaan warganet tersebut dengan menjelaskan bahwa saat ini aplikasi Bukalapak sedang dalam pembaruan.

“Hai Kak, Mohon maaf atas ketidaknyamanannya, Bella informasikan saat ini terdapat pembaruan pada sistem pada aplikasi Bukalapak di Playstore dan sedang dalam penanganan tim terkait kami. Namun jangan khawatir, kakak dapat bertransaksi di Bukalapak melalui desktop atau m-web. Terima kasih ^NA,” tulis @BukaBantuan.

Dari pantauan, hanya aplikasi Bukalapak yang ada di Google Play Store yang hilang untuk saat ini. Sementara, aplikasi Bukalapak di Apple App Store tetap tersedia dan bersanding dengan aplikasi online marketplace lainnya, seperti Tokopedia dan Shopee. Demikian, seperti dikutip Antara. (nat)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending