Connect with us

JAKARTA

Apa Kabar Kelanjutan Kasus Wanita Ngamuk Bawa Anjing ke Masjid Sentul?

Published

on

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – MS (52) wanita ngamuk bawa anjing ke dalam Masjid Al Munawaroh, Sentul City, Bogor beberapa waktu lalu, masih diobservasi tim dokter Rumah Sakir Polri Said Soekanto.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, bahwa penyidik sampai saat ini masih menunggu hasil tim observasi.

“Masih menunggu hasil observasi tim,” jelasnya, di Mapolda Jabar, usai kegiatan senam bareng TNI dan POLRI, Jumat (5/7/2019).

Trunoyudo menambahkan, berdasarkan hasil sementara analisa tim dokter RS Soekanto, bahwa MS ini memang punya riwayat dalam penyakit kejiwaan.

“Dari keterangan dokter tim RS Said Soekanto, MS ini sejak 2013 melakukan pengobatan, hanya saja dirawat tidak mau,” papar Trunoyudo.

Ia menambahkan, data bahwa MS ini mengalami penyakit kejiwaan, berdasarkan data rekam medis dari Dr Lahargo, salah satu dokter di RS Jiwa Marzoeki Mahdi Bogor.

“Dari data dokter tersebut, memang MS ini tidak disiplin minum obat dan enggan dirawat. Dokter Tim RS Soekamto melakukan analisa berdasarkan data dari tiga RS yakni RS Marzuki, RS Siloam dan RS Bintaro terkait riwayat penyakit kejiwaan yang dialami MS ini,” paparnya.

Kendati demikian, Truno menegaskan, bahwa proses penyidikan tetap berjalan.

“Jadi ditegaskan proses penyelidikan tetap berjalan, dan nanti yang akan memutuskan apakah kasus ini layak dilanjutkan atau tidak adalah hakim di pengadilan,” katanya

“Saat ini penyidik fokus menunggu hasil rekomendasi Tim dokter, agar bisa melimpahkan berkas kasus ini ke kejaksaan,” paparnya.

Untuk diketahui, polisi sendiri sudah menetapkan MS sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Ia disangkakan pasal penistaan atau penodaan agama. (*)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

JAKARTA

Jadi Kepercayaan Sejak Era Jokowi, Masa Jabatan Sekda DKI Diperpanjang

Published

on

Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah diperpanjang masa jabatannya. Sejak menjabat pada masa Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi), lalu jasanya juga dipakai pada masa Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok. Masa jabatan Saefullah seharusnya sudah habis pada 17 Juli 2019 kemarin.

Menurut Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta, Chaidir surat perpanjangan masa jabatan Saefullah sudah diberikan oleh Kementerian Dalam Negeri. Saefullah diperpanjang masa jabatnya hingga lima tahun ke depan.

“Masa jabatan pak Sekda itu sudah lima tahun, namun diperpanjang kembali. Dalam surat perpanjangan sudah turun dari Kemendagri,” ujar Chaidir saat dihubungi, Rabu (17/7/2019).

Perpanjangan tersebut diajukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Nantinya Saefullah memiliki kesempatan untuk kembali menjabat pada masa gubernur periode selanjutnya.

“Pak gubernur ajukan. Paling lama lima tahun. Enggak bunyi paling lama. Tapi masih bisa digunakan kembali dalam periode ke depan,” katanya.

Namun selama masa perpanjangan, Saefullah bisa saja diganti oleh Anies jika memiliki pertimbangan lain. Chaidir mengatakan, alasan Anies mengajukan karena kinerjanya yang dinilai baik.

“Kinerja. Pak Sekda kan masih bagus kinerjanya. Kompetensi masih bagus,” ucap Chaidir. (*)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

JAKARTA

Rampimgab Batal untuk Ketiga Kalinya, Pemilihan Wagub DKI Terancam Molor

Published

on

Wakil Ketua DPRD DKI dari Fraksi Gerindra, Mohammad Taufik.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Rapat Pimpinan Gabungan DPRD DKI terkait pemilihan Wakil Gubernur DKI sudah tiga kali gagal dilaksanakan.

Wakil Ketua DPRD DKI dari Fraksi Gerindra Mohammad Taufik menilai tak kunjung dilaksanakannya Rapimgab tersebut akan berimbas pada jadwal pemilihan suara atau sidang paripurna Wagub DKI.

Pasalnya, DPRD DKI telah menjadwalkan sidang paripurna penetapan tata tertib pemilihan Wagub DKI pada 22 Juli mendatang.

“[Sidang paripurna Wagub DKI] Kemungkinan besar mundur,” kata Taufik ketika dikonfirmasi, Rabu (17/7/2019).

Berdasarkan catatan Bisnis, Panitia Khusus (Pansus) saat ini sudah menyusun tata-tertib pemilihan Wagub DKI. Namun, aturan tersebut harus disahkan dan mendapat persetujuan pimpinan fraksi dan dewan melalui proses Rapimgab.

Namun, hal tersebut nampaknya masih jauh dari target. Pansus sudah menjadwalkan Rapimgab sebanyak tiga kali. Pertama, rapat seharusnya dilaksanakan pada Rabu (10/7/2019). Karena tak ada pimpinan yang hadir, pansus menjadwalkan ulang pada Senin (15/7/2019). Terakhir, rapat kembali batal dilaksanakan pada Selasa (16/7/2019).

Taufik menyalahkan Sekretaris Dewan DKI Jakarta Yuliadi karena tak mampu mengatur jadwal yang sinkron antara pimpinan dewan dan ketua fraksi.

“Memang tergantung kepada kesiapan Sekwan untuk melaksanakan Rapimgab. Sekwan yang menentukan ini jadi atau enggak. Seluruh kegiataan kita yang melaksanakan, kalau rapat siapa yang mengabarkan?” imbuhnya.

Saat ini, DPRD DKI masih menyelesaikan tata tertib untuk rapat paripurna pemilihan Wagub 22 Juli 2019 mendatang. Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu merupakan dua kader PKS yang diusulkan untuk dipilih anggota dewan untuk menjadi cawagub DKI. (*)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

JAKARTA

Ini Respons Netizen soal Pertemuan Jokowi-Prabowo

Published

on

Presiden Terpilih Joko Widodo saat bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Sabtu (13/7/2019).

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Pertemuan antara Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) dengan rivalnya dalam Pilres 2019 Prabowo Subianto di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan hingga Senayan, pada Sabtu (13/7/2019), memunculkan keterkejutan bagi netizen.

Indonesia Indicator (I2) melalui kajian analisis media sosial mencatat, sejak pukul 11.30 hingga 17.35 WIB, terdapat sebanyak 56 ribu percakapan yang ditujukan pada Jokowi. Sementara, percakapan yang menyebut nama Prabowo mencapai 101.027.

“Sebanyak 79 persen netizen yang merespons pertemuan bersejarah kedua tokoh itu adalah kaum milenial,” kata Direktur Komunikasi Indonesia Indicator (I2), Rustika Herlambang, di Jakarta, Minggu (14/7/2019).

Menurut Rustika, pada percakapan di Twitter yang menyebut nama Prabowo, netizen terlihat ada kesan kecewa, kaget, dan sedih saat pertemuan tersebut terjadi. Secara garis besar, emosi yang ditujukan kepada Prabowo lebih bervariasi.

“Hal itu diakibatkan karena percakapan soal rekonsiliasi masih menjadi isu di kalangan pendukung Prabowo di linimasa,” tuturnya.

Rustika mengungkapkan, saat pertemuan itu terjadi perbedaan pendapat antara netizen yang sepakat rekonsiliasi dan tidak setuju terlihat begitu kontras.

Percakapan tentang Jokowi dan Prabowo pascapilpres hampir tiap hari bergaung di linimasa Twitter. Setiap hari, selalu saja ada “trending topic” yang senantiasa dimunculkan oleh para netizen tentang harapan mereka terhadap capres dan cawapresnya.

“Salah satu isu besar yang dimunculkan dan menjadi perdebatan adalah isu rekonsiliasi. Ada yang setuju dan ada yang tidak setuju,” ucap Rustika.

Menurut dia, sepanjang Sabtu (13/7/2019), Prabowo menjadi sentral percakapan netizen.

Sementara itu, pada percakapan yang dominan menyebut nama Jokowi, pada awalnya terlihat bahwa emosi “trust”, dukungan, kesepakatan pada keputusan Jokowi merupakan emosi terbesar.

Selain itu, emosi “joy” yang mengutarakan kesenangan dan emosi “anticipation” yang berisi harapan terhadap pertemuan itu juga diungkapkan oleh netizen melalui cuitannya.

“Pernyataan Jokowi soal ‘cebong’ dan ‘kampret’ paling banyak dikutip oleh netizen, dan lagi, direspons dengan berbagai emosi,” ujar Rustika, seperti dikutip Antara. (sya)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending