Connect with us

SPORT

Bagi PSV yang Penting adalah Menang dan Bukan Skornya

Published

on

Pelatih PSV Eindhoven Mark van Bommel (kanan) menyapa pelatih De Graafschap Henk de Jong.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Para pemain PSV Eindhoven juga sang pelatih Mark van Bommel sepakat satu hal ketika mengomentari hasil 2-1 atas De Graafschap dalam laga pekan ke-30 Liga Belanda, yang penting mereka menang dan meraih tiga poin.

Hasil 2-1 PSV memang lebih kecil jika dibandingkan kemenangan 6-2 yang dibukukan pesaing mereka Ajax sehari sebelumnya, namun Pasukan Rood-Witten tetap bergembira dengan tiga poin yang dibukukan pada Minggu (14/4/2019) setempat.

“Ada begitu banyak kesempatan, namun pada akhirnya Anda harus bersyukur bisa menang. Terkadang peluang-peluang itu tidak bekerja sesuai keinginan,” kata pelatih Mark van Bommel dalam komentar purnalaga dilansir laman resmi PSV.

Senada dengan Van Bommel, Steven Bergwijn yang menjadi algojo tendangan penalti penyama kedudukan menyebut De Graafschap memang tampil sarat perlawanan ketat.

Namun ini bukan kali pertama hal serupa ia alami sepanjang kariernya.

“Ketatnya pertandingan hari ini, saya pernah merasakan sebelumnya. Yang terpenting adalah memenangkan pertandingan,” kata Bergwijn.

Menyusul Bergwijn, penyerang sekaligus kapten Luuk de Jong yang mencetak gol penentu kemenangan juga mengutarakan hal serupa.

Menurut De Jong, timnya tentu berhasrat untuk mencetak gol cepat untuk membuka keunggulan, namun hal itu tidak terjadi di laga kali ini.

“Itu tidak terjadi, tapi kemenangan adalah hal yang terpenting. Kami meraihnya,” kata De Jong.

“Tentu saja jika selisih golnya bertambah dua, tiga atau empat, komentar tentang laga ini berbeda. Semua pasti ingin menang mudah dengan skor telak, kadang itu terjadi, kadang tidak,” pungkasnya.

Meski hanya menang 2-1, PSV kembali menempel ketat Ajax yang berada di puncak klasemen.

Kedua tim sama-sama mengoleksi 74 poin, tapi Ajax unggul dalam selisih gol yakni surplus 78 gol dibandingkan 66 gol.

Bukan tidak mungkin jika situasi terus bertahan hingga akhir musim gelar juara bakal ditentukan berdasar selisih gol tersebut. Demikian, seperti dikutip Antara . (gil)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SPORT

Kirim Empoli ke Serie B, Inter Finis Empat Besar

Published

on

Gelandang Inter Milan Radja Nainggolan (kiri) merayakan golnya ke gawang Empoli dalam laga pekan pamungkas Liga Italia di Stadion Giuseppe Meazza, Milan, Italia, Minggu (26/5/2019) setempat.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Inter Milan finis empat besar klasemen akhir Liga Italia dan sekaligus mengirimkan Empoli degradasi ke Serie B setelah menang 2-1 atas lawannya itu dalam laga pekan pamungkas di Stadion Giuseppe Meazza, Milan, Senin (27/5/2019).

Inter mengoleksi 69 poin, sedangkan Empoli (38) turun ke urutan ke-18 dan terdegradasi karena Genoa (38) meraih satu poin dari hasil imbang tanpa gol kontra Fiorentina, demikian catatan laman resmi Liga Italia.

Tim besutan Luciano Spalletti itu memperoleh satu tiket ke Liga Champions musim depan mendampingi juara liga Juventus, Napoli dan Atalanta.

Inter bermain agresif dan menekan sejak awal namun mendapati enam peluang berbahaya mereka dijawab dengan penyelamatan gemilang kiper Empoli Bartlomiej Dragowski.

Setelah bermain imbang tanpa gol pada babak pertama, Spalletti memutuskan menurunkan Keita Balde Diao untuk menggantikan Kwadwo Asamoah saat turun minum. Keputusan itu terbukti tepat karena Balde berhasil memecahkan kebuntuan dan membuka keunggulan Inter enam menit memasuki babak kedua.

Mauro Icardi berperan penting atas gol tersebut, dengan melakukan gerakan tipuan yang membuka celah bagi Balde untuk memindahkan bola ke kaki kanannya dan melepaskan tembakan terarah dari luar kotak penalti.

Sepuluh menit kemudian Icardi justru membuang sia-sia kesempatan tendangan penalti setelah ia dijatuhkan Dragowski di area terlarang. Eksekusi penalti penyerang Argentina itu berhasil dihalau kaki Dragowski.

Asa Inter lolos ke Liga Champions kembali terancam setelah Hamed Traore menyamakan kedudukan untuk Empoli saat ia berdiri bebas tanpa kawalan untuk menyelesaikan umpan silang kiriman Salih Ucan pada menit ke-76.

Beruntung lima menit kemudian Radja Nainggolan berada pada posisitepat untuk menyambar bola muntah hasil tendangan Matias Vecino yang membentur tiang gawang demi merestorasi keunggulan Inter 2-1 atas Empoli.

Situasi masih belum aman bagi Inter karena Empoli berjuang menghindari degradasi, namun beruntung Danilo D’Ambrosio berhasil menghalau bola tembakan Francesco Caputo dan membenturkannnya ke mistar gawang sebelum disapu tanpa ampun pada menit ke-89.

Dua menit kemudian kiper Samir Handanovic jadi penyelamat ketika menggagalkan peluang satu lawan satu Ucan di muka gawang.

Empoli hampir menyamakan kedudukan lewat peluang terakhir mereka, namun Handanovic sigap menghalau bola sundulan Diego Farias dan memastikan skor 2-1 bagi Inter bertahan hingga peluit tanda usai berbunyi.

Susunan pemain:

Inter Milan (4-2-3-1): Samir Handanovic; Danilo D’Ambrosio, Stefan de Vrij, Milan Skriniar, Kwadwo Asamoah (Keita Balde Diao); Matias Vecino, Marcelo Brozovic; Matteo Politano, Radja Nainggolan, Ivan Perisic (Henrique); Mauro Icardi (Lautaro Martinez)
Pelatih: Luciano Spalletti

Empoli (3-1-4-2): Bartlomiej Dragowski; Domenico Maietta (Salih Ucan), Matias Silvestre, Cristian Dell’Orco; Ismael Bennacer; Giovanni Di Lorenzo, Acquah Afriyie (Matteo Brighi), Hamed Traore, Marko Pajac; Deigo Farias, Francesco Caputo
Pelatih: Aurelio Andreazolli (gil)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

SPORT

Lyon Runtuhkan Harapan Marseille ke Eropa

Published

on

Pemain sayap Olympique Lyon, Maxwell Cornet.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Olympique Lyon meruntuhkan harapan Marseille ke kompetisi antarklub Eropa musim depan setelah mempecundangi lawannya itu 3-0 dalam laga pekan ke-36 di Stadion Velodrome, Senin (13/5/2019).

Kemenangan itu tak mengubah posisi kedua tim dalam klasemen. Lyon tetap pada urutan ketiga dengan koleksi 66, sedangkan Marseille (55) di peringkat keenam, demikian catatan laman resmi Liga Prancis.

Namun, karena kekalahan tersebut Marseille sudah tak punya kesempatan untuk mengejar jarak tujuh poin dari zona Liga Europa mengingat musim hanya menyisakan dua laga lagi.

Maxwell Cornet mencetak gol pembuka dan penutup bagi Lyon yang diselingi Moussa Dembele, sedangkan Marseille kesulitan membalas terlebih mereka harus menyelesaikan pertandingan dengan 10 pemain di lapangan karena Duje Caleta-Car menerima kartu merah.

Lyon membuka keunggulan mereka pada menit ke-24 saat Cornet berhasil menyelesaikan bola umpan dari Houssem Aouar.

Jibaku Marseille tak kunjung membuahkan hasil dan kondisi mereka kian terjepit karena Duje Caleta-Car diusir dari lapangan oleh wasit usai melanggar Martin Terrier.

Keadaan itu sukses dimanfaatkan Lyon untuk menggandakan keunggulan lewat tembakan kaki kanan Dembele pada menit ke-84.

Dua menit berselang, Cornet melengkapi kemenangan Lyon menjadi 3-0 dengan tendangan kaki kirinya mengakhiri sebuah serangan cepat tim tamu.

Susunan pemain:

Marseille (4-3-3): Steve Mandanda; Hiroki Sakai, Boubacar Kamara, Duje Caleta-Car, Jordan Amavi; Maxime Lopez, Kevin Strootman, Luiz Gustavo; Nemanja Radonjic (Florian Thauvin), Mario Balotelli (Dimitri Payet), Lucas OCampos (Valere Germain)
Pelatih: Rudi Garcia

Olympique Lyon (4-2-3-1): Anthony Lopes; Leo Dubois (Rafael), Marcelo, Jeremy Morel, Ferland Mendy; Tanguy N’Dombele, Houssem Aouar; Maxwell Cornet, Nabil Fekir (Moussa Dembele), Martin Terrier (Lucas Tousart); Memphis Depay
Pelatih: Bruno Genesio. Demikian, seperti dikutip Antara. (gil)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

SPORT

Persija Belum Pikirkan Kekuatan Calon Lawan di Piala Indonesia

Published

on

Pelatih Persija, Ivan Kolev.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Setelah memastikan diri lolos ke semifinal Piala Indonesia dan akan berhadapan dengan Borneo FC, pelatih Persija Ivan Kolev mengaku belum memikirkan kekuatan calon lawan karena butuh waktu untuk menganalisisnya.

“Saya tak bisa berkomentar. Tolong berikan waktu kepada saya untuk melihat permainan mereka sekarang.” kata Ivan Kolev dalam keterangan resmi yang dipantau media di Jakarta, Senin (6/5/2019).

Tim yang berjuluk Macan Kemayoran ini memastikan diri lolos ke semifinal setelah menang 1-0 atas Bali United pada pertandingan leg kedua di Stadion Wibawa Mukti, Kabupaten Bekasi, Minggu (5/5/2019). Gol kemenangan Persija ini diciptakan oleh pemain gaek Ismed Sofyan.

Persija lolos ke semifinal meski dengan agregat 2-2 karena unggul dalam produktivitas gol tandang setelah pada pertandingan leg pertama di Stadion I Wayan Dipta Gianyar Bali kalah dengan skor 1-2.

Apa yang dikatakan Ivan Kolev juga cukup mendasar karena pertandingan semifinal Piala Indonesia itu rencananya baru akan dilaksanakan usai lebaran atau setelah kick off Liga 1 yang sedianya digelar 15 Mei. Apalagi anak asuhnya belum berada dalam kondisi terbaik.

Kemenangan dari Bali United ini diharapkan menjadi titik balik mengingat sebelum menang dari anak asuh Stefano Cugurra ini, Persija mengalami lima kekalahan beruntun dari berbagai turnamen mulai Piala Presiden hingga kualifikasi Piala AFC.

Jika Persija sudah pasti menghadapi Borneo FC, kondisi berbeda dialami PSM Makassar karena hingga saat ini belum mendapatkan calon lawan yang dihadapi pada semifinal Piala Indonesia. Antara Persebaya dan Madura United yang bakal menjadi lawan.

Hingga saat ini pertandingan babak delapan besar antara Persebaya melawan Madura United belum ada titik terang. Seharusnya pertandingan ini digelar 25 dan 30 April. Namun, karena tidak mendapatkan ijin dari kepolisian, pertandingan dengan sistem home away ini urung digelar.

“Kami belum terima surat sampai saat ini. Sampai komunikasi kemarin, kami sepakat dengan PSSI, yang paling memungkinkan setelah lebaran,” kata sekretaris Persebaya Surabaya, Ram Surahman, dilansir situs resmi klub. Seperti dikutip Antara . (bay)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending