Connect with us

JAKARTA

Banyak Hujatan Menyerang Gubernur Anies, Ini Pembelaan Pengamat

Published

on

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (Foto : Instagram @aniesbaswedan)

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Polemik terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Provinsi DKI Jakarta kian berlanjut, berbagai tokoh politik maupun ketua organisasi ikut mengomentari hal tersebut. Bahkan Komnas Perlindungan Anak Aris Merdeka Sirait hingga politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menyatakan bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan gagal paham mengeksekusi Permendikbud tersebut.

Muncul ditengah banyaknya pihak yang menyudutkan Anies, pengamat sosial politik nasional Tamil Selvan justru meminta agar para tokoh yang mengkritisi Anies dapat membaca dengan seksama bunyi permendikbud nomor 44 tahun 2019 tersebut.

“Banyak pihak yang hanya fokus pada pasal 4-7, dan kemudian ikut-ikutan memojokkan Anies tanpa memahami isi peraturan tersebut secara full. Saya hanya ingatkan pada para tokoh tersebut, jangan sampai kritis ditempat yang salah, nanti malah jadi malu sendiri.” Ungkap pengamat yang akrab disapa Kang Tamil ini kepada awak media (29/6/2020).



Kang Tamil mengatakan bahwa poin tentang PPDB dengan dasar usia lebih tua telah diatur dalam pasal 25 ayat 2, yang berbunyi ; Jika jarak tempat tinggal calon peserta didik dengan sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sama maka seleksi untuk pemenuhan kuota/ daya tampung terakhir menggunakan usia peserta didik yang lebih tua berdasarkan surat keterangan lahir atau akta kelahiran.

“Dalam pasal 25 jelas dikatakan bahwa seleksi mengunakan usia yang lebih tua merupakan instrumen dalam jalur zonasi. Dan saya pikir Pemda DKI melalui Dinas Pendidikan sudah melaksanakan juklak dan juknis sesuai permendikbud tersebut. Jikapun mungkin ada praktik permainan uang maupun kecurangan lainnya, itu adalah oknum yang mencari keuntungan pribadi.” Jelas Kang Tamil.

Dikatakan muncul sebagai pembela Anies, Kang Tamil mengatakan bahwa dirinya tidak pernah membela siapapun. Namun sebagai pengamat, dirinya mengaku mempunyai kewajiban untuk memberikan pandangan yang netral agar masyarakat dapat menilai dengan objektif.

“Saya kalau kritisi kebijakan Pak Anies cukup tajam lho. Saya ngak pernah membela siapapun, namun jika pandangan saya dianggap (membela), itu diluar kuasa saya. Dalam hal PPDB ini saya lihat banyak sekali oknum yang bermain isu untuk popularitas politik, sehingga rakyat jadi binggung. Maka saya merasa wajib memberi pandangan dari sudut yang berbeda.” Kata pemilik akun youtube @Kang Tamil ini.

Kang Tamil menyatakan jikapun Pemda DKI melalui Dinas Pendidikannya melakukan kesalahan prosedural terkait PPDB, tentu ini sudah menjadi temuan satgas zonasi pendidikan bentukan Mendikbud.

“Saat ini jika ada yang jatuh tersandung batu, juga yang disalahkan Anies. Begitulah pola-pola pengiringan opini yang dimainkan. saya yakin mekanisme penerimaan umum, zonasi, afirmasi, perpindahan tugas orang tua, dan prestasi sudah memenuhi kriteria. Jika ada temuan pasti satgas sudah bertindak.” Lanjutnya.

Lebih lanjut Kang Tamil mengatakan bahwa masalah PPDB selalu menjadi konflik setiap tahun, hal ini disebabkan karena besarnya kesenjangan mutu pendidikan antar sekolah negeri.

“Masalahnya ada sekolah yang favorit dan tidak, ini dinilai dari segi kualitas. Kedepan memang PR kita untuk menyamaratakan kualitas sekolah negeri di Indonesia, sehingga tidak adalagi penumpukan pendaftar di satu sekolah, dan ini PR Menteri Pendidikan.” Tutup Kang Tamil. (*)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

JAKARTA

Operasi Bantu Rakyat, Politisi Partai Gerindra Hadir di Utan Kayu, Jaktim

Published

on

INDONESIA RAYA – Bang Habiburokhman (anggota DPR-RI) dan Bang Adnan Taufiq (anggota DPRD DKI Jakarta), hari Rabu, tanggal 3 Maret 2021, kembali blusukan di Kelurahan Utan Kayu Selatan, Matraman, Jakarta Timur.

Kedua tokoh wakil rakyat dari partai Gerindra ini terlihat selalu kompak menggelar kegiatan operasi bantu rakyat dan menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat kecil di tengah wabah pandemi Covid-19 yang masih menjadi ancaman bagi masyarakat, karena temuan varian baru B117 dari mutasi virus Covid-19.

Saat ini pemerintah fokus pada upaya pengendalian virus Covid-19 melalui penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, dengan harapan laju penambahan kasus Covid-19 di Jakarta bisa ditekan dan semakin menurun.



Salah satu caranya adalah dengan membangun kesadaran di tingkat lokal, seperti RT/RW tentang pentingnya keluarga dalam menjaga protokol kesehatan.

“Semoga kita semua selalu sehat, saling mengingatkan tentang pentingnya disiplin protokol kesehatan dan bersama warga di lingkungan kita masing-masing dapat memutus mata rantai penularan Covid-19, sehingga kita bisa kembali beraktivitas secara normal seperti sebelumnya,” ujar Bang Adnan Taufiq.

BACA JUGA: Businesstoday.id, media online yang menyajikan beragam berita dan informasi aktual seputar dunia ekonomi dan bisnis.

“Setahun sudah pandemi Covid-19 berlangsung, kami terus bergerak untuk bisa hadir ditengah-tengah masyarakat, dan berbagi rejeki dengan mereka yang terdampak Covid-19, sesuai instruksi Bapak Prabowo Subianto” tutup tokoh milenial dari Partai Gerindra ini. (gor)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

JAKARTA

Tembak 4 Orang 3 Meninggal, Bripka CS Diberhentikan Secara Tidak Terhormat

Published

on

Ilustrasi Pistol. /Pixels.com/Byron Sullivan

INDONESIA RAYA – Mabes Polri, akan memproses pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) Bripka CS, tersangka penembakan di RM Cafe Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis25 Februari 2021.

Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Mabes Polri, Inspektur Jenderal Fredy Sambo mengatakan, proses pemecatan Bripka CS akan diputuskan dalam Sidang Komisi Kode Etik Profesi Kepolisian Negara Republik INdonesia yang diatur dalam Pasal 35 Undang-undang nomor 2 Tahun 2002.

“Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2003 Pasal  11, 12, 13 Bid Propam Polda Metro Jaya dan Div Propam Polri akan  memproses PTDH yang bersangkutan,” kata Sambo, kepada wartawan, Kamis 25 Februari 2021. 



Saat ini, kata dia, pihaknya sedang melakukan penyidikan terhadap anggota Polri yang berdinas di Polsek Kalideres, Jakarta Barat itu. 

Sejalan dengan itu, penyidikan terkait proses pemidanaan Bripka CS dilakukan oleh Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya bersama Polisi Militer Angkatan Darat sebagai bentuk transparansi. 

BACA JUGA: Fokushukum.com, media online yang menyajikan beragam berita dan informasi aktual seputar peristiwa politik, hukum, ekonomi, bisnis, dan nusantara.

“Selanjutnya, Propam Polri melakukan pengecekan kembali prosedur pemegang Senjata Api di seluruh jajaran dan wilayah baik test Psikologi, latihan menembak dan catatan perilaku Anggota Polri,” tambah Sambo.

Pages: 1 2


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

JAKARTA

Oknum Polsek Kalideres Ini Bunuh Anggota TNI dan Warga Sipil, Hukum Mati Saja

Published

on

Pelaku oknum polisi yang melakukan pembunuhan. /Dok. Wil.

INDONESIA RAYA – Seorang oknum polisi dari Polsek Kalideres, Polres Jakarta Barat, diduga kuat telah melakukan pembunuhan terhadap 1 orang anggota TNI dan 2 warga sipil, pada Kamis subuh, 25 Februari 2021.

Peristiwa mengenaskan itu terjadi sekitar pukul 05.10 di Cafe RM Jl. Outer Ring Road RT. 04/06 Kelurahan Cengkareng Timur, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat.

Ketiga korban meninggal di tempat akibat tembakan dari senjata api yang dilakukan oleh oknum polisi berinisial CS berpangkat Brigadir Polisi.



“Penembakan dilakukan oleh anggota Polsek Kalideres terhadap 3 orang, satu diantaranya anggota TNI,” ungkap Kapten Inf Lukman Hakim, Dansat Intel kodim Jakarta Barat.

Ketiga korban meninggal adalah Martinus Rizky Kardo Sinurat, anggota TNI berpangkat Pratu; Feri Saut Simanjuntak, waiter Cafe RM; dan Manik, kasir Cafe RM.

BACA JUGA: Indonesiaraya.co.id, media online yang menyajikan beragam berita dan informasi aktual seputar peristiwa politik, ekonomi, bisnis, dan nusantara.

Selain korban meninggal, warga sipil lainnya yang jadi sasaran kebrutalan polisi Kalideres itu adalah Manajer Cafe RM bernama Hutapea yang mengalami luka serius.

Pages: 1 2


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending

Redaksi media Indonesiaraya.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, Iklan dan Sponsorship, serta kerjasama bisnis lainnya.

Penerbit :
PT Media Indonesia Raya

Manajemen Media :
Indonesia Raya Media Center (IRMC)

Email Center :
redindonesiaraya@gmail.com
redaksi@indonesiaraya.co id

WA Center :
0878-15557788, 0819-15557788

Terbit Sejak 8 Desember 2017