Connect with us

SEKTOR RIIL

Bappenas : Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia Masih Timpang

Published

on

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Pemerintah akan fokus pada tiga hal utama dalam lima tahun ke depan untuk mengatasi permasalah ketimpangan di Indonesia. Ketiganya adalah pengembangan industrialisasi di pulau lain selain Pulau Jawa, pengembangan kawasan ekonomi baru dan mengembangkan enam kota metropolitan di luar Pulau Jawa.

Ketiganya dilakukan seiring dengan rencana pemindahan ibu kota Indonesia dari Jakarta ke Kalimantan. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, saat ini, Indonesia masih mengandalkan Pulau Jawa, terutama Jakarta, sebagai sumber denyut ekonomi.

Akibatnya, kata Bambang, kecepatan pertumbuhan Pulau Jawa terlampau tinggi dan menciptakan ketimpangan dibandingkan luar Pulau Jawa. “Populasinya pun menjadi padat,” ujarnya dalam sesi diskusi Pindah Ibu Kota Negara: Belajar dari Pengalaman Sahabat di Gedung Bappenas, Jakarta, Rabu (10/7/2019).

Bambang mencatat, saat ini, Pulau Jawa menjadi rumah bagi 150 juta dari 260 jutaan penduduk Indonesia dan memberikan kontribusi ekonomi hingga 58 persen. Bahkan, kalau lebih spesifik ke kawasan Jabodetabek atau Metropolitan Jakarta, kontribusi ekonominya hingga seperlima atau 20 persen.

Artinya, Bambang menegaskan, ketimpangan akan semakin melebar apabila kondisi itu terus dibiarkan tanpa ada upaya lebih. Apalagi, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama di Pulau Jawa lebih cepat dibanding dengan luar Pulau Jawa.

“Jadi, semakin timpang. Pulau Jawa sudah dominan, tumbuhnya lebih cepat,” tuturnya.

Oleh karena itu, Bambang menjelaskan, pemerintah melakukan berbagai upaya termasuk industrialisasi di luar Pulau Jawa. Khususnya dalam bentuk hilirisasi sumber daya alam (SDA) terkait hasil tambang dan perkebunan. Selain itu, mengembangkan berbagai kawasan ekonomi, baik Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), kawasan industri hingga strategis pariwisata.

Selain itu, Bambang menambahkan, pemerintah juga mengembangkan enam wilayah metropolitan di luar Pulau Jawa agar menjadi simpul pertumbuhan ekonomi baru. “Ada Medan, Palembang, Banjarmasin, Makassar, Manado dan Denpasar,” ujarnya.

Tiga upaya tersebut akan diperkuat dengan pemindahan ibu kota ke Pulau Kalimantan. Selain karena ketersediaan lahan yang luas, wilayah di sana relatif bebas bencana sekaligus untuk memaksimalkan konsep Indonesia sentris. Menurut Bambang, apabila diukur, titik tengah Indonesia berada di Selat Makassar yang diapit oleh Kalimantan dan Sulawesi.

Hanya saja, karena Sulawesi relatif rentan gempa bumi dan tsunami, pemerintah memilih Kalimantan sebagai calon lokasi ibu kota baru. Bambang menjelaskan, dalam waktu dekat, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengumumkannya secara lebih detail. “Tidak lama lagi akan diumumkan,” ucapnya.

Bambang menegaskan, rencana pemindahan ibu kota merupakan upaya pemerataan ekonomi dan populasi. Meski tidak akan instan dalam menghilangkan ketimpangan, tapi program ini dinilai mampu mengurangi ketimpangan dengan menyebarkan pusat pertumbuhan ekonomi ke luar Pulau Jawa.

Bambang memastikan, pemindahan ibu kota tidak akan mematikan pertumbuhan Jakarta sebagai pusat bisnis dan ekonomi. Ia memberikan contoh Rio de Janeiro, ‘mantan’ ibu kota Brasil, yang tetap bisa menjadi tuan rumah Piala Dunia 2014 dan Olimpiade 2016. “Saat Piala Dunia pun, Brasilia (ibu kota baru Brasil) ada pertandingan, meski finalnya di Rio,” ucapnya.

Artinya, Bambang menjelaskan, memindahkan ibu kota tidak akan membuat Jakarta menjadi ghost town atau kota hantu. Justru, pemerintah berharap, program ini membuat Jakarta sebagai kota bisnis akan semakin besar. Apalagi, Indonesia kini tengah melamar menjadi tuan rumah pelaksanaan Olimpiade 2030 dan Piala Dunia 2034. Apabila mendapatkan kesempatan itu, kondisinya akan mirip dengan Brasil. (*)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

PAPUA

Perpanjangan “Runway” Bandara Raja Ampat Molor, Baru Selesai 2020

Published

on

Panjang landas pacu Bandara Marinda bisa mencapai 2.000 meter untuk mengakomodasi potensi wisata di Raja Ampat.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Perpanjangan landas pacu (runway) Bandara Marinda atau Bandara Raja Ampat di Papua Barat molor dari target, karena baru bisa diselesaikan pada 2020.

“Bandara Raja Ampat selesai tahun depan, 2020,” kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi seusai rapat bersama para kepala daerah Provinsi Papua dan Papua Barat di Jakarta, Minggu (13/10/2019).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada akhir 2017 lalu menargetkan perpanjangan landas pacu Bandara Marinda, atau yang biasa disebut Bandara Raja Ampat itu, bisa selesai pada 2018/2019. Perpanjangan dibutuhkan agar pesawat berbadan besar bisa masuk ke destinasi wisata tersebut.

Namun, hingga saat ini, proses perpanjangan landas pacu Bandara Raja Ampat baru akan dirampungkan sepanjang 1.525 meter.

“Yang pasti bandara (Raja Ampat) ini akan segera diselesaikan dulu. Sekarang kurang panjang dan masalah safety,” kata Menhub.

Menhub Budi Karya sendiri mengaku berharap panjang landas pacu Bandara Marinda bisa mencapai 2.000 meter untuk mengakomodasi potensi wisata di Raja Ampat.

“Kita lihat dulu. Karena informasi itu belum pasti. Kalau nanti ada obstacle (halangan) ‘kan belum bisa,” ujar Menhub.

Sementara itu Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati berharap perpanjangan runway Bandara Marinda dapat membuat wisatawan bisa langsung terbang ke Raja Ampat tanpa perlu menghabiskan waktu lama untuk transit di Sorong.

“Karena kita tahu kalau ke Sorong, lalu naik kapal mungkin tidak seberapa Rp100 ribu-Rp200 ribu, tapi waktunya (lebih lama),” ujarnya. Seperti dikutip Antara. (aij)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

PAPUA

Menhub akan Kaji Rencana Pembangunan Bandara Baru di Raja Ampat

Published

on

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akan mengkaji rencana pembangunan bandara baru di Pulau Misool, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, yang diusulkan pemerintah setempat.

“Ada satu pulau yang perjalanan lautnya perlu waktu sekitar empat jam lebih (dari Pulau Waigeo), kami akan meneliti dulu,” kata Budi ditemui seusai rapat bersama para kepala daerah Provinsi Papua dan Papua Barat di Jakarta, Minggu (13/10/2019).

Pemerintah sendiri, lanjut Budi, saat ini tengah mengembangkan Bandara Marinda, Raja Ampat, yang terletak di Waisai, Pulau Waigeo.

Landas pacu Bandara Marinda yang kerap disebut Bandara Raja Ampat itu rencananya akan diperpanjang hingga 1.525 meter pada tahun 2019 ini. Namun, rampungnya pengembangan bandara tersebut akan sedikit molor karena baru bisa selesai 2020.

Perpanjangan landas pacu diperlukan untuk mendukung konektivitas di destinasi wisata bahari unggulan itu.

“Yang pasti, bandara (Marinda) ini akan segera diselesaikan dulu. Sekarang kurang panjang dan ada masalah safety,” ujarnya.

Selain itu, Budi mengatakan pembangunan bandara baru di selatan Raja Ampat itu juga belum bisa terealisasi dalam waktu dekat karena pemerintah ingin mengkaji potensi pariwisata kawasan tersebut.

“Misool itu kalau dibangun paling tidak (butuh) sekitar Rp1 triliun. Kantong kita ini kan tidak banyak sekali. Kita lihat potensi pariwisata nya, kalau ada potensi bagus kita akan lakukan pembangunan segera,” pungkasnya.

Terpisah, Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati mengatakan alternatif bandara di Misool itu diharapkan dapat mendukung potensi wisata di pulau tersebut.

Pasalnya, Misool memiliki objek wisata bawah laut yang menakjubkan. Bahkan National Geographic memberikan penilaian tinggi terhadap alam bawa laut Misool.

“Sudah tersedia lahannya, jadi nanti (Raja Ampat) keistimewaannya punya dua gate (gerbang). Kalau (destinasi wisata) yang lain cuma satu ggerbang. Jadi penerbangan ke Raja Ampat bisa lewat Misool atau Waigeo,” kata Abdul. Seperti dikutip Antara. (aij)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

PAPUA

Menhub : Bandara Wamena Bakal Beroperasi Kembali Dalam Sepekan Ini

Published

on

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memperkirakan dalam waktu sepekan ke depan, Bandara Wamena di Papua akan kembali beroperasi secara normal setelah sempat dihentikan menyusul aksi demo anarkis yang terjadi 23 September 2019.

“Mestinya dalam waktu tidak sampai seminggu (Bandara Wamena) akan normal. Karena saya pikir sudah aman. Saya dapat info, baik dari Pak Kapolda maupun Pak Panglima, bahwa sudah relatif aman. Jadi segera akan dilaksanakan (operasionalnya),” kata Menhub Budi Karya Sumadi di Jakarta, Minggu (13/10/2019).

Menhub menyampaikan hal tersebut seusai rapat koordinasi bersama para kepala daerah di Papua Barat dalam rangka membahas konektivitas di pulau paling timur di Indonesia itu.

Sedangkan rapat dengan para kepala daerah Papua akan dilanjutkan pada Minggu sore di Kantor Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Jakarta.

Menhub menambahkan pihaknya juga tengah mengevaluasi kondisi Bandara Wamena. Menurut dia, meski sudah ada beberapa penerbangan reguler yang telah beroperasi, namun hingga saat ini belum terlalu efektif.

“Sudah ada beberapa tapi belum terlalu efektif,” ujar Menhub Budi Karya.

Bandara Wamena sempat ditutup sementara sejak kerusuhan pada 23 September lalu. Penutupan dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, terutama terkait gangguan terhadap operasi penerbangan. Demikian, seperti dikutip Antara. (aij)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending