Connect with us

FINANSIAL

BPK Apresiasi Upaya Pemerintah Revaluasi Barang Milik Negara

Published

on

Wakil Ketua BPK, Bahrullah Akbar.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengapresiasi upaya pemerintah melakukan penilaian kembali atau revaluasi terhadap Barang Milik Negara (BMN) yang dilakukan dalam dua tahun terakhir.

“Atas nama BPK, saya sambut baik langkah pemerintah untuk hitung BMN yang merupakan bagian dari Perpres 75/2017 tentang penilaian kembali BMN dan daerah. Dimana perpres itu tindak lanjut hasil rapat dengan menteri keuangan yang meminta agar pemerintah revaluasi BMN yang digunakan kembali sebagai untuk underlying surat berharga syariah negara,” kata Wakil Ketua BPK Bahrullah Akbar dalam “Entry Meeting Pemeriksaan atas Penilaian Kembali Barang Milik Negara Tahun 2017-2018” di Jakarta, Senin (22/10/2018).

Bahrullah mengatakan, penilaian kembali BMN penting dilakukan untuk mewujudkan penilaian aset negara yang akuntabel dan sesuai dengan nilai kewajaran. Pemeriksaan BPK atas penilaian kembali BMN sendiri nantinya akan berdampak signifikan terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) 2018 mendatang.

“Kami sudah memberikan dukungan kepada menteri keuangan. BPK menyampaikan penilaian kembali BMN ini agar dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku secara nasional sesuai prinsip akuntansi,” ujar Bahrullah.

Hasil revaluasi BMN yang dilakukan oleh pemerintah sendiri pada 2017-2018 yaitu nilai BMN meningkat menjadi Rp5.728,49 triliun dibandingkan nilai BMN pada satu dekade yang lalu. Kenaikan nilami BMN adalah sebesar Rp4.190,31 triliun dari sebelumnya Rp1.538,18 triliun.

Revaluasi BMN sendiri sebenarnya merupakan tindaklanjut dari terbitnya Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2017 tentang Penilaian Kembali Barang Milik Negara/Daerah (BMN/D). Revaluasi BMN dilakukan oleh Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) bersama-sama Kementerian/Lembaga. Revaluasi kali ini merupakan yang termutakhir dari valuasi yang dikakukan 10 tahun silam dan terhadap BMN yang diperoleh sebelum 31 Desember 2015.

Pemerintah sendiri mulai menyusun neraca keuangan dan aset negara untuk pertama kalinya pada 2004 lalu, sejalan dengan terbentuknya Undang-Undang Keuangan Negara dan Perbendaharaan Negara. Saat itu, nilai aset yang disajikan saat itu hanya sebesar Rp229 triliun.

Penilaian kembali tahun 2017-2018 sendiri dimulai pada saat perancangan pada 29 Agustus 2017 lalu dan telah dilaksanakan selesai pada 12 Oktober 2018, termasuk objek penilaian kembali di NTB yang terkena dampak gempa. Demikian, seperti dikutip Antara. (cit)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

FINANSIAL

Menhub Optimistis Anggaran Terserap 90 Persen

Published

on

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi optimistis anggaran kementeriannya akan terserap hingga 90 persen sampai akhir 2018.

“Kalau proyeksi kita paling sedikit 90 persen,” kata Budi di sela-sela rapat koordinasi di kantor Kemenhub, Jakarta, Selasa (13/11/2018)

Dia menyebutkan hingga saat ini anggaran terserap baru 70 persen.

“Sekarang ini, kira-kira mendekati 70 persen,” katanya.

Namun, Ia mengaku optimistis akan mencapai target karena di sejumlah daerah sudah terserap.

“Kita tinggal mengumpulkan saja dari daerah-daerah. Penyerapan masih relatif baik dari tahun lalu,” katanya.

Sementara itu, Kemenhub menargetkan penyerapan anggaran tahun ini adalah 92 persen.

Budi menyebutkan selama empat tahun, Kemenhub telah membangun sarana dan prasarana infrastruktur di sektor darat termasuk perkeretaapian, laut, dan udara.

Untuk di sektor perhubungan darat, di antaranya pelabuhan penyeberangan 21 lokasi dan kapal penyeberangan roro 14 unit, pembangunan bus rapid transit (BRT) sebanyak 1.918 unit serta merehabilitasi terminal di 65 lokasi.

Untuk perkeretaapian, pembangunan jalur kereta api termasuk jalur ganda dan reaktivasi rel sepanjang 735,19 kilometer serta melakukan peningkatan dan rehabilitasi jalur kereta api sepanjang 394,6 kilometer.

Sementara itu, untuk sektor laut, jumlah trayek tol laut terus mengalami peningkatan dan pada tahun 2018 menjadi 15 trayek tol laut. Kemudian, pelabuhan nonkomersial di 104 lokasi.

Untuk sektor udara, Kemenhub membangun bandar udara di daerah terpencil hingga perbatasan untuk membuka akses transportasi dan konektivitas dan 10 bandara yang dibangun sejak 2014. Demikian, seperti dikutip Antara. (jtr)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

FINANSIAL

BI Prediksikan Inflasi 0,16 Persen pada November

Published

on

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memprediksikan pada November 2018 akan mengalami inflasi daam kisaran rendah yakni 0,16 persen secara bulanan (month to month/mtm), yang disebabkan salah satunya karena komoditas pangan seperti daging ayam ras dan sayuran yang masih deflasi.

Perkiraan itu diungkapkan Perry di Jakarta, Jumat (0/11/2018), berdasarkan survei pemantauan harga Bank Sentral pada pekan pertama November 2018,.

Jika proyeksi BI itu benar, maka inflasi tahunan pada bulan ke-11 ini adalah 3,12 persen (year on year/yoy), sedangkan sepanjang Januari-November 2018 (year to date/ytd), inflasi 2,39 persen. Angka itu lebih rendah dari inflasi Oktober 2018 yang sebesar 0,28 persen (mtm) dan 3,16 persen (yoy).

“Berdasarkan survei pemantauan harga minggu pertama, November ini inflasinya cukup rendah, 0,16 persen (mtm) dan 3,12 persen (yoy),” ujar Perry.

Menurut penilaian BI, masih terdapat beberapa komoditas yang menunjukkan tren kenaikan harga.

Komoditas itu pula yang menyumbang inflasi yakni bawang merah, beras, bahan bakar minyak, dan emas perhiasan. Hal itu berkebalikan dengan daging ayam ras dan sayuran, yang deflasi.

Hingga akhir tahun, Bank Sentral memperkirakan inflasi akan sebesar 3,2 persen (yoy) atau lebih rendah dari proyeksi sebelumnya yakni 3,4 persen (yoy). Namun, angka ini pun sesuai target sasaran tahunan di 3,5 persen plus minus 1 persen.

Inflasi yang rendah selama tahun ini akan mendorong pengendalian harga yang lebih baik di tahun mendatang.

Perry memproyeksi inflasi di 2019 sebesar 3,5 persen (yoy), atau lebih rendah daripada proyeksi sebelumnya di 3,6 persen.

“Sehingga ini juga akan mendorong tekanan inflasi 2019 juga lebih rendah dari perkiraan kami sebelumnya. Pada 2019, sebelumnya diperkirakan 3,6 persen, menjadi 3,5 persen,” kata Perry. Demikian, seperti dikutip Antara. (iap)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

FINANSIAL

Rupiah Menguat, BI Catat Modal Asing Rp19,9 Triliun Masuk ke Indonesia

Published

on

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Bank Indonesia mencatat aliran modal asing yang masuk ke pasar keuangan Indonesia periode 1-9 November 2018 cukup deras yakni Rp19,9 triliun, yang salah satunya karena nilai tukar rupiah yang berbalik menguat signifikan dalam dua pekan terakhir.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo di Jakarta, Jumat (9/11/2018), mengungkapkan modal asing yang masuk ke surat berharga negara (SBN) pada 1-9 November 2018 sebesar Rp14,4 triliun, sedangkan ke saham mencapai Rp5,5 triliun. Dengan demikian, portofolio asing masuk terakumulasi sebesar Rp19,9 triliun.

Sementara, jika dihitung sejak awal tahun hingga saat ini (year to date/ytd), aliran dana masuk ke SBN mencapai Rp42,4 triliun. Sedangkan untuk aliran modal ke saham sejak awal tahun hingga saat ini masih tercatat negatif.

“Kami hitung bulan ini ke SBN Rp14,4 triliun, sehingga kalau SBN secara tahun berjalan, aliran modal asing Rp42,6 triliun. Yang juga cukup baik adalah kembali masuknya aliran modal asing ke saham, bulan ini aliran modal asing ke saham itu Rp5,5 triliun,” katanya.

Di instrumen saham, lanjut Perry, memang masih negatif karena banyak investor yang memindahkan dananya dari saham seiring dinamika suku bunga dan kebijakan ekonomi di pasar keuangan global.

Dengan sudah kembali masuknya aliran modal asing ke saham, Perry mengklaim investor global sudah semakin percaya untuk berinvestasi di pasar keuangan domestik.

“Aliran modal asing ke SBN yang semakin besar dan juga yang masuk itu juga memberikan rasa percaya dari investor global terhadap ekonomi Indonesia,” ujarnya.

Setidaknya terdapat tiga penyebab nilai tukar rupiah menguat dalam waktu relatif cepat yakni selama dua pekan terakhir dari level Rp15.200 ke kisaran saat ini Rp14.600 per dolar AS.

Pertama karena kepercayaan investor global meningkat karena indikator ekonomi domestik yang membaik seperti laju inflasi hingga Oktober 2018 dan realisasi pertumbuhan ekonomi domestik kuartal III 2018.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III sebesar 5,17 persen secara tahunan (year on year/yoy), yang utamanya didorong konsumsi rumah tangga.

Sementara, inflasi pada Oktober 2018 sebesar 0,28 persen secara bulanan (month to month/mtm) atau 3,16 persen (yoy) yang berarti berada di batas bawah sasaran inflasi.

Penyebab kedua penguatan rupiah dalam beberapa waktu terakhir adalah pemberlakukan pasar valas berjangka untuk domestik atau domestic non-deliverable forward (DNDF). Operasional DNDF mulai efektif pada 1 November 2018. Perry mengklaim pasokan dan permintaan di pasar DNDF sudah berjalan baik dengan total transaksi selama sembilan hari berjalan mencapai 115 juta dolar AS.

Penyebab ketiga adalah meredanya perang dagang antara AS dan China menyusul rencana pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping pada perhelatan G-20 akhir November 2018.

Pertemuan itu diklaim untuk membahas solusi perang dagang antara dua negara yang telah terjadi sejak awal tahun. Demikian, seperti dikutip Antara. (iap)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending