Connect with us

BREAKING NEWS

BPN : Proyek Infrastruktur Jokowi Tak Efisien dan Bebani Keuangan Negara

Published

on

Diskusi Rabu Biru "Tantangan Ekonomi dan Problematika Infrastruktur, Energi, Pangan dan Lingkungan" di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Rabu (5/2/2019).

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Suhendra Ratu Prawiranegara menilai pembangaunan infrastruktur era Joko Widodo (Jokowi) tidak efisien. Pembangunan Light Rail Transit (LRT) Palembang adalah salah satu contoh. Menurutnya, pembangunan LRT Palembang justru membebani keuangan negara.

Hal itu disampaikan Suhendra dalam diskusi Rabu Biru ‘Tantangan Ekonomi dan Problematika Infrastruktur, Energi, Pangan dan Lingkungan’ di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Rabu (5/2/2019).

BACA JUGA : Dihadapan Ribuan Buruh, Prabowo Singgung Penahanan Ahmad Dhani dan Rasa Keadilan di Indonesia

“Sampai hari ini, pemasukan dari LRT Palembang tidak memenuhi target. Pemerintah harus keluarkan biaya 10 miliar perbulan untuk biaya operasional, sementara pemasukannya hanya 1 miliar. Ada gap 9 miliar yang harus disubsidi, dan ini mau sampai kapan?” kata Suhendra.

“Kalau dikaitkan dengan Asian Games, apa fungsi LRT Palembang ini? Karena yang prioritas adalah venue-venue untuk perlombaan. Tapi saat itu seolah-olah LRT yang menjadi projek utama yang mensukseskan Asean Games di Palembang,” imbuh Suhendra.

Di sisi lain, lanjut Suhendra, penugasan dari pemerintah untuk menggarap proyek infrastruktur yang terkesan ambisius dan kejar tayang ini membawa pilu bagi BUMN konstruksi. Staf Khusus Menteri Pekerjaan Umum 2005-2009 ini mencatat, setidaknya ada empat BUMN konstruksi yang saat ini terbebani utang lantaran menggarap proyek infrastruktur pemerintah.

“Ini adalah buntut kebijakan pemerintah yang tidak memperhitungkan dampak jangka panjang. Ini seolah-olah ‘anda selesaikan ini, pokoknya saya gak mau tau’, sehingga BUMN-BUMN ini berhutang dan menanggung risiko keuangannya,” kata Suhendra.

Smentara itu, Pengamat Ekonomi Politik Salamuddin Daeng mengatakan, proyek infrastruktur yang tidak efisien dan dibiayai utang menunjukkan betapa pemerintah membangun untuk kepentingan asing.

“Pembangunan infrastrutktur pemerintah ini modal dengkul. Ekonomi kita sebenarnya mengalami double defisit, secara makro tidak bisa saving, artinya kita tidak bisa bangun infrastruktur. Jadi ketika ada suatu kejadian pembangunan di negara ini maka itu mudah kita terjemahkan, itu bukan punya kita, itu hasil utang,” ucap Salamuddin. (fik)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

BREAKING NEWS

BPN : Dana Desa dari APBN, Bukan dari Kantong Jokowi

Published

on

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade meminta menteri kabinet Joko Widodo (Jokowi) jangan melakukan kampanye terselubung dengan menggunakan anggaran negara.

Andre mengatakan, baru-baru ini, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengumpulkan para kepala desa dan meminta mereka mengingat jika dana desa ada berkat Jokowi. Andre menilai, apa yang dilakukan Tjahjo adalah pelanggaran pemilu.

“Apa yang dilakukan Mendagri merupakan pelanggaran terang-terangan. Dia memanfaatkan jabatan sebagai pejabat negara melakukan mobilisasi kepala desa dan mempromosikan Jokowi yang notabene juga berstatus peserta pemilu,” kata Andre dalam keteragannya, Jumat (22/2/2019).

Tak hanya melanggar aturan pemilu, Mendagri juga telah berbohong. Andre mengatakan, pernyataan Tjahjo di hadapan para kepala desa adalah kabar bohong seolah dana desa berasal dari Jokowi dan bukan berasal dari negara.

“Kita tahu dana desa ini kan perintah UU. Ada UU sejak tahun 2014 bahwa siapa pun presiden harus melaksanakan dana desa ini, menyiapkan dana desa,” kata politikus Partai Gerindra ini.

Andre menekankan dana desa bukan diambil dari kantong presiden. Besaran dana desa, sambung dia, merupakan kesepakatan antara pemerintah dengan DPR.

“Dana desa adalah dana APBN, dana rakyat, bukan dana pribadi Jokowi dan ini juga hasil kesepakatan antara DPR dengan pemerintah. Pak Tjahjo, sebaiknya berhenti melakukan kebohongan,” sindir Andre.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meminta para kepala desa untuk mengingat jika dana desa ada berkat Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Hal ini ia sampaikan usai Jokowi memberi pengarahan kepada peserta Rapat Koordinasi Nasional Penyelenggaraan Pemerintahan Desa di Ecovention Ocean Ecopark, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Rabu, 20 Februari 2019.

Saat itu Tjahjo meminta seluruh kepala desa yang hadir untuk berdiri dan mengajarkan sebuah yel-yel.

“Kalau saya bilang Dana Desa, jawab Pak Jokowi,” kata Tjahjo.

“Dana Desa,” teriak politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini.

“Pak Jokowi,” jawab para kepala desa.

“Ingat, anggaran dana desa karena ada pak Jokowi,” kata Tjahjo. (dam)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

BREAKING NEWS

Curhat Susianto pada Sandiaga Uno, Dua Kwintal Buah Naganya Hanya Bisa Beli Sarung

Published

on

Calon Wakil Presiden 2019, Sandiaga Uno saat berdialog dengan petani buah naga di Desa Wringinpitu, Banyuwangi Jatim, Kamis (21/2/2019).

Indonesiaraya.co.id, Banyuwangi – Susianto Petani Buah Naga curhat, betapa sulitnya sekarang menjadi petani buah berwarna merah itu. Menurutnya harga jualnya sudah tidak masuk akal. Padahal di tahun 2012, harga jualnya masih dikisaran dua belas belas hingga enam belas ribu rupiah.

“Sekarang di tahun 2019, harganya cuma lima ratus rupiah perkilogram. Harganya turun banget. Terakhir saya jual buah naga dua kwintal (200 kg) hanya dapat uang seratus ribu rupiah. Hasilnya saya belikan sarung. Tidak saya pake tapi saya gantung. Tiap malam.berdoa dan melihat sarung itu berharap harga buah naga naik kembali,” ucap Susianto kepada Sandiaga Uno saat berdialog dengan petani buah naga di Desa Wringinpitu, Banyuwangi Jatim, Kamis (21/2/2019).

BACA JUGA : Sandiaga Uno Berpesan kepada Milenials Banyuwangi untuk Glokal

Usai curhat, Susianto memberikan sarung yang dibelinya dari hasil penjualan dua kwintal buah Naganya kepada Sandi. “Saya titipkan sarung ini kepada bapak. Agar jika nanti, In Shaa Allah menjadi wapres, ingat kepada petani buah naga, dan mencari solusinya,” harap Susianto.

Turunnya harga buah naga juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja. Dulu, lanjut Susianto, di tahun 2012 sulit mencari tenaga kerja, bahkan sampai menggaji orang luar daerah. Tapi sekarang justru sebaliknya, banyak pengangguran akibat jatuhnya harga buah tersebut.

“Semoga Pak Sandi bisa mencari solusi ini. Menstabilkan harga buah naga. Belum.lagi pupuk yang mahal dan jarang. Kalau bisa jangan pupuk yang di subsidi, tapi harga buah naganya,” katanya.

Calon wakil presiden nomor urut 02 ini trenyuh mendengar curhat Susianto dan petani buah naga lainnya. “Saya belum bisa membuat kebijakan sekarang ini. Untuk sementara, saya kasih dulu antangin. Biar hilang semua pusingnya,” kata Sandi sambil memberikan satu sachet Antangin.

Sandi berjanji akan menstabilkan harga buah naga. “Jadi kita juga akan buat produk olahan dari buah naga. Jus-nya atau dodol yang sudah di produksi di sekitar sini. “In Shaa Allah saya bersama Pak Prabowo Subianto akan membuat industri olahan buah naga. Kami juga akan menetapkan harga bawah buah naga,” papar Sandi.

Sandi memberikan sarung dari BHS yang Di desain khusus untuknya kepada Susianto. “Ini saya kasih sarung saya, biar ingat saya berjanji memperbaiki nasib petani juga para pekerja buah naga,” kata Sandi sambil memberikan sarung yang bertuliskan namanya.

Sandi juga melihat langsung perkebunan buah naga dan memetik langsung dari pohonnya. Dan sempat mengaduk dodol atau jenang yang di masak secara tradisional bersama emak-emak. (ver)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

BREAKING NEWS

Sandiaga Uno Berpesan kepada Milenials Banyuwangi untuk Glokal

Published

on

Calon Wakil Presiden 2019, Sandiaga Uno saat berdialog dengan Milenials Banyuwangi, Jawa Timur.

Indonesiaraya.co.id, Banyuwangi – Desi, mahasiswa pariwisata, Mengeluhkan soal mahalnya tiket pesawat yang bisa membuat pariwisata Indonesia lesu.

“Bahwasanya pariwisata di Indonesia sedang gencar-gencarnya, berkembang. Tapi yang saya tanyakan soal harga tiket transportasi udara. Bandingkan Banyuwangi Surabaya satu juta sekian. Coba bandingkan Banywangi Thailand, Banyuwangi Malaysia hanya 750 ribu lagi tiket promo,” terang Desi saat berdialog dengan calon wakil presiden nomor urut 02 ini di acara Sukses di Usia Muda bersama Bang Sandi” di Pondok Wina,  Jalan Basuki Rahmat No. 92, Lateng, Banyuwangi, Jawa Timur.

BACA JUGA : Sandiaga Uno Bicara Industri dan Pariwisata Halal di Ponpes Banyuwangi

Inilah yang menurut Desi, banyak orang Indonesia yang memilih plesiran ke luar negeri ketimbang ke luar negeri. Padahal pasar wisatawan lokal juga cukup besar.

Menurut Sandi, kepedulian Desi terhadap pariwisata nasional patut di apresiasi. Kepedulian milenials pada kondisi bangsa ini yang memprihatinkan dan ada upaya untuk memperbaikinya bisa membuat negeri ini lebih baik.

Menurut Sandi milenials Banyuwangi harus Glokal. Berfikir global dengan mempertahankan kearifan lokal. “Harus Glokal, berfikir global dengan kearifan lokal. Seharusnya Banyuwamgi ini menjadi destinasi wisata, bukan lagi Kabupaten atau tempat persinggahan, tapi tujuan utama. Banyak pariwisata Banyuwangi yang bisa di eksplorasi,” jelas Sandi.

Menurut Sandi, pariwisata bisa menyerap lapangan kerja dan bisa dijadikan peluang peluang usaha yang menjanjikan. (yug)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending