Connect with us

DIGITAL

BRTI : Jual-Beli Data Pribadi Melanggar Hukum

Published

on

BRTI dan Kementerian Komunikasi dan Informatika akan meminta penyedia platform e-commerce dan media sosial untuk menurunkan promosi, iklan dan gerai yang mempraktikkan jual-beli data pribadi.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) menegaskan praktik jugal-beli data pribadi merupakan kegiatan yang melanggar hukum dengan ancaman pidana dan denda.

“Ada beberapa kasus yang telah dilaporkan oleh Ditjen Aplikasi Informatika, Kementerian Kominfo, kepada aparat penegak hukum dan kini dalam proses penindakan,” kata Ketua BRTI, Ismail, dalam keterangan resmi, Jumat (17/5/2019).

Pernyataan BRTI ini muncul setelah pemberitaan media massa mengenai temuan jual-beli data pribadi di platform e-commerce.

Saat ini terdapat sekitar 30 regulasi yang mengatur perlindungan data, yang berkaitan dengan hak asasi manusia, pertahanan keamanan, kesehatan, administrasi kependudukan, keuangan dan perbankan, perdagangan, perindustrian, maupun telekomunikasi.

BRTI dan Kementerian Komunikasi dan Informatika akan meminta penyedia platform e-commerce dan media sosial untuk menurunkan promosi, iklan dan gerai yang mempraktikkan jual-beli data pribadi.

Sebagai langkah memperkuat perlindungan data pribadi, Kominfo menginisiasi RUU Perlindungan Data Pribadi.

Salah satu pasal dalam RUU tersebut menjelaskan data pribadi sebagai setiap data tentang kehidupan seseorang baik yang teridentifikasi dan/atau dapat diidentifikasi secara tersendiri atau dikombinasi dengan informasi lainnya baik secara langsung maupun tidak langsung melalui sistem elektronik dan/atau non elektronik ada sejumlah ketentuan perundang-undangan yang mengatur mengenai perlindungan data pribadi.

Draft tersebut juga menegaskan data sensitif, yaitu data pribadi yang memerlukan perlindungan khusus yang terdiri dari data yang berkaitan dengan agama/keyakinan, kesehatan, kondisi fisik dan kondisi mental, kehidupan seksual, data keuangan pribadi, dan data pribadi lainnya yang mungkin dapat membahayakan dan merugikan privasi subjek data.

Ismail, yang juga menjabat sebagai Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kominfo, berpendapat UU PDP akan memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap data pribadi serta mencegah terjadinya penyalahgunaan.

Saat ini RUU PDP berada di Sekretariat Negara dan akan diserahkan ke DPR untuk pembahasan lanjutan agar dapat segera disahkan. Demikian, seperti dikutip Antara. (nat)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DIGITAL

Data Penumpang Lion Air Group Bocor, Kominfo Siap Bantu Investigasi

Published

on

Saat ini Rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (PDP) belum disahkan.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Semuel A. Pangerapan, mengatakan siap berkoordinasi dengan pihak keamanan Malaysia untuk menangani kebocoran data pelanggan Lion Air Group.

“Kemungkinan (join investigasi) bisa dilakukan, kita akan menginvestigasi sesama negara tetangga dan ASEAN, jadi memang kalau dibutuhkan investigasi dari kami, kami bisa lakukan juga,” ujar Semuel di Gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Kamis.

“Kita bisa berkoordinasi menanyakan karena ini menyangkut kepentingan, satu entitas perusahaan Indonesia, kemungkinan ada data orang Indonesia,” lanjut Semuel.

Semuel mengatakan penanggung jawab administrator, dalam ini perusahaan cloud, harus memperkuat sistemnya. Selain itu, siapapun yang melakukan ilegal akses harus mendapatkan sanksi pidana.

Saat ini Rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (PDP) belum disahkan. Terkait hal itu, Semuel mengatakan pemerintah telah memiliki 32 regulasi.

Salah satu regulasi tersebut adalah peraturan menteri no.20 Tahun 2016, yang menjadi turunan dari Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) bahwa data pribadi harus dilindungi.

“Ini yang kita gunakan. Bukannya tidak ada, tetapi tersebar, kita lagi rancang PDP supaya jadi satu dan memudahkan siapapun,” kata Semuel.

Hingga saat ini Lion Group mengatakan belum mengetahui jumlah data pelanggan yang bocor. Namun, Managing Director Lion Air Group, Daniel Putut Kuncoro Adi, memastikan bahwa sampai saat ini data penumpang sudah tidak bocor lagi.

“Kami legal action di Malaysia karena lokusnya di Malaysia, begitu berita ini viral langsung kita melakukan legal action kepada pihak berwenang di Malaysia, dan sedang dalam proses investigasi,” ujar Daniel.

“Dan data-data orang Indonesia pun belum tahu jumlahnya berapa, nama itu masih ditutup di situ, sedang menginvestigasi. Ke depan kami pastikan data penumpang aman,” tambah dia, seperti dikutip Antara. (arm)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

DIGITAL

Realme Luncurkan Ponsel Empat Kamera Realme 5 dan Realme 5 Pro

Published

on

Realme 5 dipersenjatai prosesor Snapdragon 665 berbasis 11nm dan dilengkapi generasi ke-3 Qualcomm AI Engine, serta baterai berkapasitas jumbo berdaya 5.000 mAh.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Realme meluncurkan smartphone empat kamera pertamanya Realme 5 dan Realme 5 Pro dengan konfigurasi kamera ultra wide-angle, kamera utama, kamera potrait dan lensa ultra macro.

“Kami bangga bisa merevolusi pengalaman pengguna dengan Realme 5, ponsel quad camera dengan harga Rp2 jutaan dan Realme 5 Pro dengan segmen harga Rp3 jutaan,” ujar Marketing Director Realme South East Asia, Josef Wang, di Jakarta, Kamis.

Realme 5 untuk varian ROM 3GB dan RAM 32GB dibandrol Rp1,999 juta, sementara untuk varian ROM 3GB dan RAM 64GB ditawarkan dengan harga Rp2,199 juta, sedangkan varian ROM 4GB dan RAM 128GB dilego di harga Rp2,699 juta.

Realme 5 dipersenjatai prosesor Snapdragon 665 berbasis 11nm dan dilengkapi generasi ke-3 Qualcomm AI Engine, serta baterai berkapasitas jumbo berdaya 5.000 mAh.

Untuk pengaturan quad camera, Realme 5 memiliki kamera utama sensor 12MP dengan f/1.8, lensa ultra-wide 8MP, lensa potrait 2MP dan lensa macro 2MP. Sementara pada bagian depan, disematkan kamera 13MP.

Dari segi desain, Realme mengusung 6,5 inci HD+ mini drop display dengan rasio screen to body 89 persen, dan hadir dalam dua pilihan warna Crystal Blue dan Crystal Purple.

Sementara itu, Realme 5 Pro untuk varian RAM 4GB dan ROM 128GB dibandrol Rp2,999 juta, sementara untuk varian ROM 8GB dan RAM 128GB ditawarkan dengan harga Rp3,699 juta.

Realme 5 Pro dipersenjatai prosesor Snapdragon 712 dengan kecepatan clock CPU 2,3GHz dan GPU Qualcomm Adreno 616, serta baterai 4.035 mAh yang delengkapi teknologi pengisi daya cepat VOOC Flash Charge 3.0.

Dari segi kamera, konfigurasi quad camera Realme 5 Pro antara lain lensa utama 48MP, lensa ultra-wide angle 8MP, lensa potrait 2MP dan lensa macro 2MP. Sementara untuk selfie disematkan lensa 16MP.

Tampilan empat kamera Realme 5 Pro yang resmi diluncurkan di Jakarta, Kamis (19/9/2019). (ANTARA/Arindra Meodia)

Untuk desain, Realme mengusung 6,3 inci FHD+ newdrop display dengan rasio screen to body 90,6 persen, dan hadir dengan pilihan warna Sparkling Blue dan Crystal Green. Demikian, seperti dikutip Antara. (arm)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

DIGITAL

Aplikasi Bukalapak Hilang di Google Play Store

Published

on

Aplikasi Bukalapak memang tengah mengalami kendala untuk diunduh lewat toko aplikasi Google Play Store.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Aplikasi Bukalapak terpantau tidak ada di toko aplikasi Google Play Store, Kamis pagi.

Sejumlah warganet bahkan melaporkan hilangnya aplikasi Bukalapak di toko Android tersebut sejak Rabu (18/9/2019) malam.

“@BukaBantuan Ada apa dengan Bukalapak? Mengapa Play Store menghapus aplikasi Bukalapak?” tanya @joelND1.

Akun customer service @BukaBantuan membalas pertanyaan warganet tersebut dengan menjelaskan bahwa saat ini aplikasi Bukalapak sedang dalam pembaruan.

“Hai Kak, Mohon maaf atas ketidaknyamanannya, Bella informasikan saat ini terdapat pembaruan pada sistem pada aplikasi Bukalapak di Playstore dan sedang dalam penanganan tim terkait kami. Namun jangan khawatir, kakak dapat bertransaksi di Bukalapak melalui desktop atau m-web. Terima kasih ^NA,” tulis @BukaBantuan.

Dari pantauan, hanya aplikasi Bukalapak yang ada di Google Play Store yang hilang untuk saat ini. Sementara, aplikasi Bukalapak di Apple App Store tetap tersedia dan bersanding dengan aplikasi online marketplace lainnya, seperti Tokopedia dan Shopee. Demikian, seperti dikutip Antara. (nat)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending