Connect with us

BEKASI

Bupati Bekasi Nonaktif Kembalikan Rp3 Miliar

Published

on

Bupati Bekasi nonaktif, Neneng Hassanah Yasin.

Indonesiaraya.co.id, akarta – Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hassanah Yasin (NHY) telah mengembalikan sebesar Rp3 miliar kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus suap pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

“Yang bersangkutan telah mengembalikan uang pada KPK sekitar Rp3 miliar. Jumlah itu merupakan sebagian dari yang diakui pernah diterima yang bersangkutan terkait perizinan proyek Meikarta. Secara bertahap akan dilakukan pengembalian berikutnya,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Rabu (7/11/2018).

BACA JUGA : KPK Ambil Sampel Suara Bupati Bekasi Nonaktif

Selain itu, kata Febri, tersangka lainnya, yaitu Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Neneng Rahmi (NR) juga telah mengembalikan uang sejumlah 90 ribu dolar Singapura.

“Sedangkan tersangka NR juga telah mengembalikan uang yang pernah diterima pada 15 Oktober 2018 sebelum peristiwa OTT (operasi tangkap tangan) dilakukan, yaitu sejumlah 90 ribu dolar Singapura,” ucap Febri.

KPK pun, kata Febri, menghargai sikap kooperatif dari dua tersangka tersebut.

Sedangkan dari rangkaian pemeriksaan KPK terhadap lebih dari 40 saksi dan tersangka, Febri menyatakan bahwa sejumlah keterangan terus menguat bahwa dugaan suap yang diberikan terkait kepentingan perizinan Meikarta sebagai proyek dari Lippo Group.

“Kami juga mengingatkan pihak-pihak dari Lippo ataupun Pemkab agar bersikap kooperatif dalam proses pemeriksaan yang masih berlangsung ini dan tidak menyembunyikan informasi yang sebenarnya. Sikap kooperatif tersebut akan lebih membantu dan meringankan baik bagi perorangan ataupun korporasi,” ujar Febri.

KPK pun pada Rabu mengambil sampel suara dari Neneng Hassanah untuk keperluan pembuktian komunikasi dalam kasus suap perizinan Meikarta tersebut.

KPK total telah menetapkan sembilan tersangka dalam kasus itu antara lain Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro (BS), konsultan Lippo Group masing-masing Taryudi (T) dan Fitra Djaja Purnama (FDP), pegawai Lippo Group Henry Jasmen (HJ), Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Jamaludin (J), Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Pemkab Bekasi Sahat MBJ Nahor (SMN).

Selanjutnya, Kepala Dinas Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bekasi Dewi Tisnawati (DT), Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hassanah Yasin (NHY), dan Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Neneng Rahmi (NR).

Diduga, pemberian terkait dengan izin-izin yang sedang diurus oleh pemilik proyek seluas total 774 hektare yang dibagi ke dalam tiga fase/tahap, yaitu fase pertama 84,6 hektare, fase kedua 252,6 hektare, dan fase ketiga 101,5 hektare.

Pemberian dalam perkara ini, diduga sebagai bagian dari komitmen “fee” fase proyek pertama dan bukan pemberian yang pertama dari total komitmen Rp13 miliar, melalui sejumlah dinas, yaitu Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, Damkar, dan DPM-PPT.

KPK menduga realisasi pemberiaan sampai saat ini adalah sekitar Rp7 miliar melalui beberapa kepala dinas, yaitu pemberian pada April, Mei, dan Juni 2018.

Adapun keterkaitan sejumlah dinas dalam proses perizinan karena proyek tersebut cukup kompleks, yakni memiliki rencana pembangunan apartemen, pusat perbelanjaan, rumah sakit hingga tempat pendidikan sehingga dibutuhkan banyak perizinan, di antaranya rekomendasi penanggulangan kebakaran, amdal, banjir, tempat sampah, hingga lahan makam. Demikian, seperti dikutip Antara. (ben)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

BEKASI

Bupati Bekasi Nonaktif Mengundurkan Diri

Published

on

Bupati Bekasi nonaktif, Neneng Hasanah Yasin.

Indonesiaraya.co.id, Cikarang – Bupati Bekasi nonaktif, Neneng Hasanah Yasin mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala Daerah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat secara tertulis melalui surat pengunduran diri.

“Iya, benar kabar tersebut. Ibu Neneng mengundurkan diri dari jabatannya selaku Bupati Bekasi. Surat?pengunduran beliau diterima DPRD Kabupaten Bekasi pada Jumat (15/2/2019) kemarin,” kata? Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Sunandar di Bekasi, Selasa (19/2/2019).

Sunandar mengatakan, DPRD Kabupaten Bekasi selanjutnya akan menindaklanjuti surat tersebut dengan mengambil langkah strategis yang diperlukan.

“Kita baru saja melakukan rapat pimpinan membahas surat ini. Kita juga akan konsultasi dengan Bapak Plt. Bupati Bekasi dan Gubernur,” katanya.

“Konsultasi dengan Gubernur terkait sejauh mana mengumumkannya dan soal pemberhentian (Neneng Hasanah Yasin),” imbuhnya.

Dari hasil rapat pimpinan, menyepakati untuk menggelar sidang paripurna pengumuman pengunduran diri Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hasanah Yasin.

“Jadi ada itikad baik dari Ibu Neneng Hasanah Yasin. Dan hasil rapat tadi juga pimpinan DPRD setuju,” ujarnya.

Untuk menempuh proses sidang paripurna, Sunandar memerintahkan Sekretariat DPRD Kabupaten Bekasi ke Indramayu.

Tujuannya untuk konsultasi terkait teknis pengumuman pengunduran diri kepala daerah.

“Pengunduran diri kepala daerah di Indramayu kemarin seperti apa, nah saya sudah mengutus Setwan. Karena pemberhentian ini harus mencapai kuorum,” jelasnya.

Sunandar menambahkan, jika dalam sidang paripurna tersebut nanti tidak memenuhi kuorum, maka keputusannya akan ditunda.

“Nanti juga kita rapatkan di Badan Musyawarah untuk menentukan tanggal dan bulan untuk sidang paripurna terkait ini. Kalau tidak kuorum maka ditunda beberapa jam kemudian dilanjutkan kembali,” ucapnya.

Selanjutnya, hasil keputusan yang diambil pada sidang paripurna itu akan disampaikan ke Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Jawa Barat.

Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hasanah Yasin saat ini tengah menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor Bandung) sebagai saksi sekaligus terdakwa nanti. Ia diduga terlibat suap kasus izin Meikarta. Demikian, seperti dikutip Antara. (fer/pra)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

BEKASI

Hujan dan Becek, Tanpa Alas Kaki, Sandiaga Uno Temui Petani Babelan Bekasi

Published

on

Calon Wakil Presiden 2019, Sandiaga Uno saat berdialog bersama kelompok Petani Se-Kabupaten Bekasi, perwakilan dari 187 Desa, 23 Kecamatan di Desa Kedung Jaya, Kec. Babelan, (22/1/2019)

Indonesiaraya.co.id, Babelan — Sandiaga Salahuddin Uno terpaksa melepas sendal yang dikenakannya dan berjalan tanpa alas kaki, karena hujan deras dan becek saat mendatangi lokasi dialog bersama kelompok Petani Se-Kabupaten Bekasi, perwakilan dari 187 Desa, 23 Kecamatan di Desa Kedung Jaya, Kec. Babelan, (22/1/2019)

Ratusan petani tidak beranjak dari tempatnya meski air hujan membasahi tubuh mereka. Tenda tidak cukup mampu menahan air karena hembusan angin kencang. Tapi mereka tidak beranjak demi untuk melihat langsung calon wakil presiden nomor urut 02 tersebut.

Sandi menyatakan dirinya bersama Prabowo Subianto akan memperhatikan para petani, dengan stop impor saat petani sedang panen, serta penyediaan pupuk dan obat-obatan pertanian dengan harga terjangkau dan stabil.

“Keluhan pupuk dan obat mahal, juga harga jual yang turun, kerugian yang diderita, bukan saja keluhan petani babelan, tapi juga selurih petani Indonesia. Saya dan Prabowo Subianto, akan fokus pada bidang ekonomi. Ekonomi yang memberdayakan dan mensejahterakan para petani, nelayan, pengusaha kecil dan menengah,” jelas Sandi.

Salah satu yang membuat harga anjlok untuk petani dan konsumen adalah rantai distribusi yang panjang. Ini, menurut Sandi harus diubah dengan penyederhanaan rantai distribusi yang terbuka dan berkeadilan. Salah satunya adalah penggunaan digital farming.

“Ini ada Imam yang punya sistem mendekatkan petani dengan konsumen melalui nyayur.id. Para petani bisa langsung memasarkan sayurannya langsung ke konsumen melalui aplikasi ini. Memang butuh waktu, tapi harus dilakukan sekarang, melalui pelatihan dan pendampingan,” terang Sandi.

Usai berdialog, Sandi dihadiahi lima ikat sayur oleh para petani. “Dimasak di rumah ya pak. Ini sayur segar,” kata seorang petani. (yug)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

BEKASI

Polda Metro Gelar Pra-Rekonstruksi Pembunuhan Sekeluarga

Published

on

Pra-Rekonstruksi akan digelar Senin sekitar pukul 13.30 WIB di Polda Metro Jaya.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya akan menggelar pra-rekonstruksi pembunuhan terhadap keluarga Diperum Nainggolan (38) yang dilakukan kerabatnya, Haris Simamora (23).

“Agenda pra-rekonstruksi akan digelar Senin sekitar pukul 13.30 WIB di Polda Metro Jaya,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta Senin (19/11/2018).

Argo mengatakan pra-rekontruksi kasus pembunuhan tersebut untuk kesiapan pelaksanaan rekonstruksi yang akan digelar pada Rabu (21/11).
Diketahui, satu keluarga yang terdiri dari pasangan suami istri yakni Diperum Nainggolan, Maya Boru Ambarita, serta dua anaknya, Sarah Boru Nainggolan, dan Arya Nainggolan ditemukan meninggal dunia akibat pembunuhan.

Para korban tergeletak di rumahnya Jalan Bojong Nangka RT 2 RW 7 Pondok Melati Bekasi, Jawa Barat, Selasa (13/11/2018) pagi.

Berdasarkan penyidikan, polisi menangkap kerabat korban sebagai pelaku tunggal Haris Simamora saat akan melarikan diri di kaki Gunung Guntur Garut Jawa Barat pada Rabu (14/11/2018).

Pelaku menghabisi nyawa keluarga Diperum lantaran dendam dan sakit hati karena korban kerap menghina, serta mencaci. Demikian, seperti dikutip Antara. (fik)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending