Connect with us

PAPUA

Bupati Manokwari Minta Disdukcapil Masuk Dalam Struktur Kemendagri

Published

on

Bupati Manokwari, Provinsi Papua Barat, Demas Paulus.

Indonesiaraya.co.id, Manokwari – Bupati Manokwari, Provinsi Papua Barat, Demas Paulus Mandacan meminta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) setempat dimasukkan ke dalam struktur Kementerian Dalam Negeri.

“Ini berkaitan dengan kinerja aparatur sipil negara (ASN) di Disdukcapil. Selama ini ketika yang bersangkutan kinerjanya buruk pemerintah kabupaten yang menjadi sasaran masyarakat. Kami yang disalahkan,” kata Bupati Demas pada Rapat Koordinasi Pembenahan Sistem Data Terpadu Kesejahteraan Sosial yang digelar KPK di Manokwari, Selasa (8/10/2019).

Bupati menjelaskan, saat ini Disdukcapil masih menjadi bagian dari organisasi perangkat daerah (OPD). Sementara kewenangan daerah terbatas dalam mengatur ASN di OPD tersebut.



Ia berharap Disdukcapil tidak lagi menjadi OPD melainkan ditarik atau dijadikan sebagai lembaga vertikal di bawah Kemendagri melalui Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Demas mengungkapkan, pernah ada satu kasus di Disdukcapil Manokwari di mana ada ASN yang kinerjanya buruk. Ia hendak melakukan pergantian namun terbentur masalah kewenangan.

“Untuk itu sebaiknya Disdukcapil ini sebaiknya melekat langsung di bawah Ditjen Dukcapil, sehingga jelas dan masyarakat tidak menyalahkan kabupaten jika terjadi masalah,” katanya.

Terkait hal ini, bupati sudah pernah melayangkan surat kepada Ditjen Dukcapil. Ia berharap hal ini menjadi pertimbangan agar kinerja Disdukcapil di daerah semakin maksimal.

“Disdukcapil ini adalah instansi yang berhubungan langsung dengan masyarakat, maka mutu pelayanan harus benar-benar prima. Evaluasi dan perbaikan harus terus dilakukan agar lebih baik,” katanya. Seperti dikutip Antara. (tyb)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

PAPUA

Kemenhub Gunakan Kapal Perintis Fasilitasi Pelajar Lanjutkan Studi

Published

on

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Capt. Wisnu Handoko. (Foto : Instagram @capt.wisnu_handoko)

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Cq. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) memberikan dukungan bagi para pelajar / mahasiswa yang akan melanjutkan studi di luar Wilayah Meepago Papua, berupa transportasi laut dengan menyediakan kapal laut perintis yang berangkat dari Nabire ke Jayapura.

“Kami bersama dengan Pemerintah Daerah Papua khususnya di Wilayah Meepago telah memberangkatkan KM Sabuk Nusantara 63, dan KM Sabuk Nusantara 64 yang dilepas langsung oleh Bupati Nabire dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Kapal tersebut mengangkut 743 penumpang terdiri dari para pelajar/mahasiswa yang akan berangkat untuk melanjutkan studi ke luar Wilayah Meepago,” ujar Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Capt. Wisnu Handoko di Jakarta, Selasa (28/7/2020).

Capt. Wisnu menjelaskan, dukungan yang diberikan oleh Kemenhub tersebut berawal dari surat permohonan Bupati Nabire selaku Ketua Asosiasi Bupati Meepago yang terdiri dari Bupati Nabire, Bupati Dogiyai, Bupati Paniai, Bupati Deiyai dan Bupati Intan Jaya yang ditujukan kepada Direktur Jenderal Perhubungan Laut per tanggal 21 Juli 2020 yang memohon bantuan Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Jayapura agar dapat membantu memfasilitasi transportasi laut kepada para pelajar / mahasiswa yang akan berangkat ke Nabire menuju Papua.



Setelah surat permohonan tersebut diterima, Capt. Wisnu mengatakan bahwa keesokan harinya pada tanggal 22 Juli 2020, Ditjen Perhubungan Laut bersama dengan Pemerintah Kabupaten di Wilayah Meepago langsung mengadakan rapat koordinasi via virtual untuk membahas surat permohonan tersebut.

“Dalam rapat tersebut telah diputuskan untuk memberangkatkan pelajar/mahasiswa yang hendak melanjutkan studi di luar Wilayah Meepago dengan menggunakan Kapal Perintis KM Sabuk Nusantara 63, KM Sabuk Nusantara 64 dan KM Sabuk Nusantara 29 yang akan berangkat dari Nabire menuju Jayapura,” jelasnya.

Pada kesempatan lain, Kepala Dinas Perhubungan Nabire Provinsi Papua, Alfius Douw mengatakan, setelah mendapat dukungan berupa transportasi laut berdasarkan hasil rapat koordinasi Pemerintah Daerah dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, pihaknya langsung mengirimkan surat kepada Walikota Jayapura berupa permohonan izin masuk ke Kota Jayapura yang ditandatangani langsung oleh Bupati Nabire, Isaias Douw.

“Adapun maksud dari surat permohonan kepada Walikota Jayapura tersebut agar Bapak Walikota dapat memberikan izin masuk bagi ketiga kapal yang akan mengangkut pelajar/mahasiswa Wilayah Adat Meepago ke kota studi Jayapura,” ucap Alfius Douw.

Selain itu, dirinya juga mengucapkan terima kasih atas dukungan Kemenhub kepada Pemerintah Kabupaten di Wilayah Meepago dalam memfasilitasi warganya yang akan melanjutkan studi. (inf)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

PAPUA

Aktivitas Ekonomi Sentra Perikanan di Mimika Menggeliat

Published

on

Ekonomi Sentra Perikanan di Mimika Menggeliat. (Foto : ihategreenjello.com)

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Proses bisnis berbasis masyarakat di Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) sangat penting untuk memaksimalkan potensi hasil perikanan. Seperti adanya Koperasi Mbiti, salah satu pelaku usaha binaan di SKPT Mimika, Papua, dibawah tanggung jawab Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan – Kementerian Kelautan dan Perikanan (PDSPKP – KKP) yang mampu berperan penting selama pandemi Covid-19.

“Ditengah maraknya pandemi Virus Corona (Covid 19), Koperasi Mbiti yang saat ini dipercaya pemda mengelola cold storage berkapasitas 100 ton tetap melakukan aktifitas jual beli ikan, pengolahan, pembekuan dan penyimpanan ikan dengan memanfaatkan bantuan yang telah mereka terima,” kata Direktur Logistik Ditjen PDSPKP, Innes Rahmania, selaku penanggung jawab pembangunan SKPT Mimika, Rabu (15/7/2020).

Dikatakan Innes, hingga awal Juli 2020, Koperasi Mbiti melakukan distribusi ikan bawal sebanyak 14.051 Kg menggunakan 1 Reefer Container 20 feet dari jasa transportasi laut, KM Tanto ke Surabaya.



Hal ini mengingat perairan Laut Aru/Arafura sedang memasuki musim ikan bawal (Februari-Agustus), sehingga banyak nelayan lokal melakukan aktivitas penangkapan ikan bawal dan mendaratkan ikan di PPI Paomako. Adapun koperasi yang didirikan 2016 silam ini melakukan pengumpulan ikan bawal di cold storage.

“Sejak bulan Juni 2020 sebanyak 16.851 kg, dengan ukuran 300-1.000 Gram per Ekor dari nelayan lokal yang menggunakan kapal <5 GT dan alat tangkap Gillnet. Harga ikan bawal bervariasi sesuai ukuran antara Rp19.000 s/d Rp21.000 per Kg,” urainya.

Ikan-ikan tersebut dikumpulkan dalam bentuk segar, dikemas dalam wadah plastik, dibekukan dengan Air Blast Freezer (ABF), dan disimpan dalam cold storage.

Nilanto memaparkan, sebentar lagi akan masuk musim udang, sehingga Koperasi Mbiti perlu menyiapkan dana yang cukup untuk membeli hasil tangkapan nelayan (cash and cary), operasional koperasi, listrik (cold storage, ice flake machine) dan gaji karyawan.

Selain kebutuhan dana, Koperasi Mbiti butuh bantuan sarana pendukung operasional cold storage seperti, ruang sortir (menggunakan ruang anteroom yang sempit), timbangan size ikan dan wadah (pan ikan).

Merujuk kondisi tersebut, Dirjen PDSPKP, Nilanto Perbowo dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (15/7/2020) menyebutkan, pandemi Covid-19 telah memberikan tantangan tersendiri bagi para pelaku usaha perikanan, khususnya bagi mereka yang bergerak di industri UMKM dan koperasi.

“Oleh karena itu perlu menyusun strategi yang tepat saat menghadapi era adaptasi kebiasaan baru diantaranya pengembangan modal usaha dengan mengakses Kredit Usaha Rakyat atau Badan Layanan Usaha KKP, kerjasama dengan jasa logistik dan dukungan stimulus bagi pelaku usaha perikanan baik dari pemerintah pusat maupun daerah,” tandasnya. (inf)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

PAPUA

Tingkatkan Imunitas, Doni Monardo Ajak Masyarakat Makan Sagu dan Ikan

Published

on

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Doni Monardo. (Foto : Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional)
Indonesiaraya.co.id, Manokwari – Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (Gugus Tugas Nasional) Doni Monardo mendorong masyarakat dan seluruh komponen Pemerintah Provinsi Papua Barat, untuk lebih giat dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19 dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Kendati sudah sering disampaikan mengenai protokol kesehatan untuk pencegahan penyebaran virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir dan menjaga jarak, namun Doni menilai bahwa hal itu masih sulit dilakukan. “Jaga jarak. Sekali lagi protokol kesehatan itu pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak. Jaga jarak ini mudah diucapkan tapi sulit dilakukan,” jelas Doni dalam kunjungan kerja di Manokwari, Papua Barat, Selasa (7/7/2020). Sebelumnya, Doni mengatakan bahwa COVID-19 adalah ‘malaikat pencabut nyawa’ bagi mereka yang masuk dalam kategori masyarakat rentan dan memiliki penyakit penyerta atau komorbiditas. Oleh sebab itu, Doni meminta agar masyarakat dapat menggalakkan upaya pencegahan sehingga tidak terkena COVID-19. “Tidak boleh lagi ada yang kena COVID-19. Sekali lagi, COVID-19 adalah malaikat pencabut nyawa bagi kelompok rentan,” tegas Doni. Dalam hal ini, jenis-jenis penyakit penyerta yang disinggung Doni dan dapat berisiko fatal apabila penderitanya terserang COVID-19 meliputi hipertensi, diabetes, jantung, ginjal, paru-paru dan penyakit lainnya. Doni Monardo yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan, hal lain yang dapat dilakukan untuk menghindari penyebaran COVID-19 juga dengan meningkatkan imunitas dan kekebalan tubuh. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) penyakit COVID-19 dapat dicegah apabila seseorang memiliki daya tahan tubuh yang kuat dan imunitas terjaga dengan baik. Adapun menurut Doni, bebarapa hal yang dapat dilakukan masyarakat untuk meningkatkan kekebalan tubuh, di antaranya adalah rutin berolahraga dan menjaga tubuh tetap bugar. Dalam hal ini, aktivitas olahraga juga dapat menghindarkan diri dari stres yang dapat menyebabkan menurunnya imunitas tubuh. “Olah raga teratur, istirahat yang cukup dan tidak boleh panik, tidak boleh stres, tidak boleh hatinya risau,” jelas Doni. Selain menjaga tubuh tetap sehat melalui olahraga yang teratur, Doni juga mengingatkan bahwa upaya meningkatkan data tahan tubuh adalah dengan mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi. Dalam hal ini, Doni mengatakan bahwa Provinsi Papua Barat memiliki makanan khas yang sarat akan gizi yang bermanfaat bagi tubuh yakni sagu. Menurut Doni, sagu sangat melimpah di tanah Papua dan harus dimanfaatkan dengan baik sebagai penunjang daya tahan tubuh. “Di Papua Barat ini banyak makanan yang bergizi antara lain sagu. Sagu adalah makanan yag bergizi,” tutur Doni. Menurut laporan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan sebelumnya, satu batang sagu di Papua Barat dapat menghasilkan 50-450 kilogram sagu basah, yang mana menurut estimasi rata-rata dapat mencukupi kebutuhan satu keluarga hingga beberapa bulan. “Satu batang sagu dapat menghidupi satu keluarga hingga beberapa bulan,” jelas Doni mengutip paparan Gubernur Dominggus. Selain sagu, Doni juga menganjurkan agar masyarakat di Papua Barat untuk rutin mengkonsumsi ikan laut seperti tuna, kakap, kerapu, cakalang, baramundi dan jenis ikan lain yang melimpah di Papua Barat. Doni melihat bahwa mengkonsumsi ikan laut dapat meningkatkan imunitas tubuh, sebagai benteng pertahanan tubuh dalam melawan virus. “Ada banyak jenis ikan di Papua Barat ini. Kalau warga Papua Barat mengkonsumsi makanan yang berkualitas, saya jamin dapat terhindar dari COVID-19,” terang Doni. Dalam kunjugan kerja di Provinsi Papua Barat yang juga berserta Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto, Komisi VIII dan IX DPR, Gugus Tugas Nasional juga menyerahkan bantuan untuk mendukung upaya percepatan penanganan COVID-19 di ‘Provinsi Kepala Burung’ itu. Adapun beberapa bantuan tersebut meliputi monitor pasien 1 unit, ventilator 3 set, humidifier 2 unit, masker non inflasif 2 unit, mesin PCR 1 unit, reagen PCR 1.536 tes, RNA 1.500 tes, VTM + Swab 1.500 tes, alat rapid tes sebanyak 1000 tes, masker KN 95 sebanyak 1000 lembar, masker bedah sebanyak 210.000 lembar dan masker kain sebanyak 45.000 lembar. Usai melakukan kunjungan kerja di Manokwari, Ketua Gugus Tugas Nasional beserta rombongan kemudian bertolak menuju Sentani dan Jayapura dengan agenda meninjau pengorperasian alat pengasap ikan dan alat pengolah sagu bagi warga Kampung Sereh Sentani yang terdampak banjir bandang 16 Maret 2019 silam, dilanjutkan rapat koordinasi penanganan COVID-19, bersama jajaran pemerintah daerah Provinsi Papua. (npb)

Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending

Redaksi media Indonesiaraya.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, Iklan dan Sponsorship, serta kerjasama bisnis lainnya.

Penerbit :
PT Media Indonesia Raya

Manajemen Media :
Indonesia Raya Media Center (IRMC)

Email Center :
redindonesiaraya@gmail.com
redaksi@indonesiaraya.co id

WA Center :
0878-15557788, 0819-15557788

Terbit Sejak 8 Desember 2017