Connect with us

HEALTH

Daging Kepiting Mempercepat Pemulihan Luka

Published

on

Daging kepiting merupakan sumber asam lemak omega 3, selenium, dan tembaga yang membantu menurunkan kolesterol.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Kepiting adalah salah satu makanan laut yang memiliki banyak penggemar, karena selain lezat, daging kepiting juga memiliki manfaat kesehatan.

Ahli gizi menyarankan setidaknya mengonsumsi daging kepiting dua atau tiga kali seminggu. Penelitian juga mengungkapkan bahwa daging kepiting membuat Anda terlindung dari penyakit jantung kronis dan memberikan energi untuk tubuh. Tak hanya itu, daging kepiting juga memiliki manfaat kesehatan lain seperti yang akan dibahas berikut ini, seperti dilansir Boldsky, Rabu (5/12/2018).

1. Menurunkan berat badan

Daging kepiting sangat rendah kalori dan hanya mengandung sekira 1,5 gram lemak. Ini menjadikan daging kepiting sebagai pilihan sempurna untuk mereka yang sedang diet.

2. Meningkatkan penglihatan

Kepiting adalah sumber vitamin A yang dikenal bagus untuk kesehatan mata. Vitamin A mengandung senyawa organik seperti retinol, retina, asam retinoat, dan beta-karoten yang berkontribusi terhadap kesehatan mata dengan memainkan peran utama dalam siklus visual dan mencegah degenerasi makula dan katarak.

3. Mencegah kerusakan selenium 

Selenium adalah mineral penting yang banyak ditemukan dalam daging kepiting. Ini membantu mencegah sel dan jaringan dari kerusakan potensial yang disebabkan oleh radikal bebas. Selenium juga bekerja dengan memainkan peran penting dalam berfungsinya hormon tiroid dengan melindungi kelenjar tiroid terhadap kerusakan oksidatif sehingga membantu dalam produksi hormon tiroid.

4. Melindungi jantung 

Daging kepiting merupakan sumber asam lemak omega 3, selenium, dan tembaga yang membantu menurunkan kolesterol jahat Anda. Kolesterol jahat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Daging kepiting juga rendah lemak jenuh. Penelitian juga menunjukkan bahwa kepiting mengandung sterol yang menghambat penyerapan kolesterol dan meningkatkan ekskresi kolesterol dalam masalah feses.

5. Menjaga kesehatan mental

Daging kepiting diperkaya dengan protein, zinc dan asam lemak omega 3 yang memiliki kemampuan untuk meningkatkan kognisi dan konsentrasi. 

6. Mencegah kanker prostat

Kepiting memiliki selenium dalam jumlah banyak yang menghilangkan efek karsinogenik dari kadmium, arsenik, perak dan merkuri. Ini dapat membantu mempercepat penghapusan sel kanker dan memperlambat pertumbuhan tumor. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Clinical Cancer Research menemukan bahwa makanan yang mengandung asam lemak omega 3 tinggi seperti daging kepiting dapat mencegah penyebaran kanker prostat ke bagian tubuh yang lain.

7. Mempercepat pemulihan luka

Luka dan cedera membutuhkan banyak waktu untuk menyembuhkan dan daging kepiting membantu menyembuhkan luka lebih cepat. Sebab, daging kepiting mengandung zinc, vitamin B12 dan vitamin C yang ketika dikonsumsi membantu menghasilkan eritrosit yang akan membantu dalam membangun jaringan baru. Demikian, seperti dikutip Antara. (mar)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HEALTH

Benarkah Telur Bisa Naikkan Kolesterol?

Published

on

Telur meningkatkan kadar kolesterol HDL “baik”, yang dapat membantu melawan penumpukan lemak di pembuluh darah.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Pakar nutrisi setuju bahwa protein dan vitamin dalam telur menjadikannya sebagai pilihan makanan yang sehat.

Seperti dilansir Time dikutip Rabu (12/12/2018) ahli diet Brigitte Zeitlin dan Ryan Maciel mengatakan telur juga kaya nutrisi termasuk biotin (yang membantu Anda mengubah makanan menjadi energi yang dapat digunakan).

BACA JUGA : Apa Itu Diet Telur?

Lalu, kolin (mikronutrien penting yang terlibat dalam metabolisme, di antara fungsi lainnya), vitamin A (penting untuk sistem kekebalan tubuh) dan lutein dan zeaxanthin (antioksidan yang membantu lindungi tubuh Anda dari radikal bebas.

Namun, apakah telur bisa meningkatkan kolesterol?

Penelitian terbaru menemukan bahwa orang yang makan sekitar satu butir telur per hari memiliki tingkat risiko penyakit jantung dan stroke yang lebih rendah, karena telur meningkatkan kadar kolesterol HDL “baik”, yang dapat membantu melawan penumpukan lemak di pembuluh darah.

Penelitian lain, yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition, juga menemukan bahwa makan satu butir telur sehari bukanlah masalah bagi orang yang berisiko lebih besar mengalami masalah jantung dan kolesterol.

Apa cara tersehat menyantap telur?

Memasak telur menjadi saran yang baik, karena bukan hanya mengurangi risiko keracunan makanan, tetapi juga membuat protein dalam telur lebih mudah dicerna dan meningkatkan bioavailabilitas biotin, kata Maciel.

“Selama Anda makan seluruh telur, Anda akan mendapatkan semua nutrisi yang ditawarkan telur,” kata Zeitlin.

Tentu saja ada cara untuk membuat telur lebih bergizi, seperti mengombinasikannya dengan sayuran. Omelet adalah cara yang bagus untuk memasukkan lebih banyak sayuran dalam makanan Anda sambil mendapatkan sumber protein yang kaya.

“Kombinasi protein dan serat akan menjaga rasa lapar untuk jangka waktu yang lebih lama,” tutur Zeitlin, seperti dikutip Antara. (lws)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

HEALTH

Alasan Pasien Serangan Jantung Akut Harus Segera Ditangani dalam 12 Jam

Published

on

Serangan jantung disebabkan oleh mendadak hilangnya aliran darah ke pembuluh darah jantung.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Penyakit Jantung koroner (PJK) dinilai sebagai penyebab kematian terbesar di dunia, untuk itu, penanangan emergensi pada pasien serangan jantung akut sangat  penting guna mencegah kematian, terutama 12 jam setelah terjadinya serangan.

Dokter spesialis Jantung dan Pembuluh darah RS Jantung Diagram Siloam Hospitals Group, Dr. M. Barri Fahmi, SpJP.  mengatakan, serangan jantung dapat dikenali dari gejala yang khas. Menurutnya, ada tiga ciri khas gejala tersebut, yakni sifat rasa nyerinya seperti ditekan, ditindih atau rasa seperti dihantam benda tumpul. 

BACA JUGA : Studi : Tidur Delapan Jam Lebih Berisiko Kena Penyakit Jantung

“Bukan seperti ditusuk-tusuk atau disayat. Serta, durasi nyeri pun berlangsung selama 15 menit hingga 20 menit,” katanya melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (9/12/2018).

Kedua, pencetusnya diantaranya adalah stress emosional atau kelelahan fisik. Namun, serangan jantung kerap tidak menunjukkan gejala khas pada beberapa orang, terutama pada perempuan, usia lanjut, dan penderita diabetes. Hal itu disebabkan adanya neuropati diabetik yang dapat merusak saraf mengatur kerja jantung. 

“Tak heran apabila serangan jantung pada penderita diabetes disebut dengan serangan silent,” lanjutnya.

Untuk lebih mengidentifikasi terjadinya serangan jantung, diperlukan pula hasil pola gambaran elektrokardiografi (EKG) yang jelas, hasil laboratorium seperti enzim jantung yang spesifik, serta pemeriksaan lain yang menunjang (ekokardiografi dan atau kateterisasi jantung).

Serangan jantung disebabkan oleh mendadak hilangnya aliran darah ke pembuluh darah jantung, dikenal juga dengan nama pembuluh darah koroner, karena terjadi mendadak dan menyebabkan kerusakan yang dahsyat pada otot jantung, 

“Maka diperlukan tindakan segera untuk membuka sumbatan pada pembuluh darah koroner. Tindakan tersebut dikenal dengan nama Primary Percutaneous Coronary Intervention atau PPCI,” jelasnya.

Menurut Barri, PPCI adalah tindakan minimal invasif yang harus dilakukan segera dalam waktu kurang dari 12 jam sejak terjadinya serangan jantung. Tindakan ini dilakukan di ruang kateterisasi oleh dokter jantung konsultan intervensi dan didukung oleh tim perawat yang berpengalaman.

PPCI menggunakan bius lokal dan biasanya dilakukan melalui pembuluh darah di pergelangan tangan atau paha. Pasien sadar penuh selama prosedur dan bisa berkomunikasi dengan dokter setiap saat. Segera setelah ditemukan adanya sumbatan pada pembuluh darah koroner, dokter akan memasang stent atau ring.

“Durasi dari tindakan ini berkisar 1 jam hingga 2 jam, tergantung dari beratnya sumbatan yang ditemukan. Setelah dilakukan pemasangan stent atau ring, pasien akan dirawat di ruang Intensive Cardiac Care Unit (ICCU) untuk pemantauan lebih lanjut. Jika tidak ada penyulit atau komplikasi biasanya pasien bisa pulang dalam waktu empat hingga lima hari,” ujar Barri.

Pada, Rabu (5/12/2018) lalu Rumah Sakit Jantung Diagram (Siloam Hospitals Group) Cinere, Depok. memperkenalkan tindakan Primary Percutaneous Coronary Intervention (PPCI) sebagai tindakan membuka sumbatan pada pembuluh darah koroner. 

Sementara Dr. Jeffrey Wirianta, SpJp, FIHA selaku Interventional Cardiologist mengatakan pihaknya terus melakukan sosialisasi sebagai upaya untuk melayani pelayanan BPJS terhadap penyakit jantung di antaranya di komunitas, perkumpulan olahraga, hingga perkumpulan lansia. Demikian, seperti dikutip Antara. (sub)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

HEALTH

Penderita Diabetes Rentan Alami Infeksi TB

Published

on

Penderita diabetes juga berisiko mengalami komplikasi lain seperti kebutaan (jika pembuluh darah saraf mata terganggu).

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Diabetes tak semata ditakuti karena penyakitnya, tetapi juga komplikasinya. Salah satu masalah yang bisa muncul akibat penyakit diabetes adalah infeksi TB. 

Dokter spesialis penyakit dalam dari RSCM. dr. Dicky Levenus Tahapary, SpPD, PhD mengatakan mereka yang menderita diabetes rentan terkena infeksi TB. 

BACA JUGA : Almond Bagus untuk Jantung Penderita Diabetes

“Respon kekebalan tubuhnya turun jadi mudah terkena tuberculosis. Di lain sisi tuberculosis memicu peradangan kronis dalam tubuh yang memicu gula darah naik. Jadi, seperti lingkaran setan,” kata dia dalam media briefing program “Cities Changing Diabetes” di Jakarta, Minggu (9/12/2018). 

Dicky mengatakan saat ini penderita diabetes perlu menjalani pemeriksaan ada tidanya TB dalam tubuhnya, lalu sebaliknya mereka yang terkena TB harus mendapatkan pemeriksaan apakah menderita diabetes atau tidak. 

“Sekarang pasien diabetes harus skrining ada TB nya atau tidak. Dan sebaliknya, orang yang terkena TB, ada diabetesnya atau tidak, karena keduanya saling terkait,” kata dia. 

Tak hanya TB, penderita diabetes juga berisiko mengalami komplikasi lain seperti kebutaan (jika pembuluh darah saraf mata terganggu), gangguan pada ginjal, merasa kebas sehingga tak menyadari adanya luka dan berakibat amputasi (jika saraf terkena) hingga stroke dan gangguan pada kaki. 

Selain kesadaran masyarakat untuk melakukan skrining rutin dan menjalani gaya hidup sehat, pemerintah daerah juga ikut andil dalam mencegah diabetes. 

Pemerintah provinsi DKI Jakarta misalnya, yang mencanangkan festival olahraga sepanjang tahun yang  mendorong setiap lingkungan terkecil di DKI baik setiap akhir pekan, masyarakat berkumpul melakukan olahraga. Harapannya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Demikian, seperti dikutip Antara. (lws)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending