Connect with us

HUKUM

Dalam 11 Hari Operasi Yustisi, Polisi Lakukan 1,3 Juta Kali Tindakan

Published

on

Operasi Yustisi telah melaksanakan penindakan sebanyak 1.303.887 kali di seluruh Indonesia. (Foto : humas.polri.go.id)

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Polri mengatakan tercatat tim gabungan Operasi Yustisi telah melaksanakan penindakan sebanyak 1.303.887 kali di seluruh Indonesia.

Data tersebut diperoleh dari pelaksanaan Operasi Yustisi selama 11 hari, terhitung sejak 14 sampai dengan 24 September 2020.

“Selama 11 hari pelaksanaan Operasi Yustisi Tahun 2020 mulai tanggal 14 sampai dengan 24 September 2020 tim gabungan Operasi Yustisi telah melaksanakan penindakan sebanyak 1.303.887 kali,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono.



Alwi menuturkan, penindakan berupa teguran dilakukan sebanyak 933.615 kali dan penindakan dalam bentuk tertulis sebanyak 210.450 kali.

Selanjutnya, denda administrasi diberikan sebanyak 18.023 kali dengan nilai denda sebesar Rp1.281.811.425, penutupan tempat usaha sebanyak 947 kali, kurungan sebanyak satu kasus, dan sanksi lainnya berupa kerja sosial sebanyak 140.851

Sementara itu, razia atau pemeriksaan yang dilakukan pada 24 September 2020 sebanyak 27.126 kegiatan kegiatan.

“Total sasaran yang dituju sebanyak 296.721 dengan perincian orang yang terjaring razia sebanyak 249.957, dengan tempat sebanyak 19.483 dan 27.281 kegiatan,” kata Awi.

Adapun penindakan yang dilakukan tim gabungan Operasi Yustisi sebanyak 194.610 kali dengan sanksi teguran terdiri dari lisan sebanyak 143.260 kali, tertulis 30.053 kali, kurungan satu kasus, denda administrasi sebanyak 2.241 kali dengan nilai denda sebesar Rp115.957.625.

“Penutupan tempat usaha sebanyak 363 kali dan sanksi lainnya berupa kerja sosial sebanyak 18.692 kali,” kata Awi.

Adapun jumlah personel gabungan yang dikerahkan sebanyak 95.735 orang, terdiri dari 50.213 personel dari Polri, 16.039 personel dari TNI, 17.812 personel dari Satpol PP, dan 11.671 personel lainnya.

Fokus dalam Operasi Yustisi 2020 adalah mengenai sosialisasi penggunaan masker, jaga jarak, mencuci tangan dan menghindari kerumunan untuk memutus penyebaran penularan COVID-19.

Operasi Yustisi ini digelar untuk menindaklanjuti Instruksi Presiden dalam rangka peningkatan disiplin dan penegakkan hukum protokol kesehatan. (pkl)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

HUKUM

Tak akan Istimewakan, Polda Metro Jaya akan Segera Panggil Habib Rizieq

Published

on

Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab./Instagram.com/devianggraeni398/

INDONESIA RAYA – Polda Metro Jaya akan memanggil semua pihak tak terkecuali Habib Rizieq Shihab. 

Yang terlibat dalam dugaan kasus pelanggaran protokol kesehatan dalam acara di Petamburan 14 November 2020 lalu.

Diketahui dalam kasus kerumunan massa tersebut pihak kepolisian telah meningkatkan status ke tahap penyidikan. 



Hal itu disampaikan Direktur Reserse Kriminal Umum (Kombes. Pol. Tubagus Ade Hidayat, S.I.K) mengatakan bahwa semua akan dipanggil. 

Pihaknya tidak akan mengkhususkan orang – orang yang terkait dalam pemenuhan alat bukti pelanggaran protokol kesehatan tersebut.

“Iya semua akan dipanggil. siapa saja, kita tidak mengkhususkan satu, dua orang, siapa saja yang terkait dalam pemenuhan alat bukti tersebut akan kita panggil.”

“Kita panggil dalam kapasitas, ada dua, ada kapasitas sebagai saksi dan ada tersangka”, tegasnya.

Pages: 1 2


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

HUKUM

Namanya Disebut di Persidangan Djoko Tjandra, Kabareskrim Tanggapi Begini

Published

on

Kabareskrim Polri Komjen, Pol Listyo Sigit Prabowo. /humaspolri.go.id.

INDONESIA RAYA – Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo merespon pernyataan Irjen Napoleon Bonaparte dalam sidang dalam kesaksiannya dalam persidangan perkara suap terkait pengurusan red notice Interpol atas nama Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra.

Sigit mengaku heran dan merasa aneh namanya dibawa-bawa dalam persidangan tersebut. Sebelumnya, nama Kabareskrim disebut-sebut Napoleon dalam sidang tersebut.

Awalnya Napoleon menyebut soal Kabareskrim dan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin ketika bertemu dengan Tommy Sumardi. Selain itu juga disebut-sebut nama Bambang Soesatyo. 



Tommy Sumardi dalam persidangan duduk sebagai terdakwa karena diduga menjadi perantara suap Djoko Tjandra ke Napoleon.

“Faktanya saya tak pernah ragu usut tuntas kasus Djoko Tjandra. Siapapun yang terlibat kami usut tanpa pandang bulu.” 

“Kalau kita terlibat kan logikanya sederhana, tak mungkin kita usut sampai ke akar-akarnya,” kata Komjen Listyo Sigit Prabowo dalam keterangan tertulisnya, Kamis (26/11/2020).

Sigit mengatakan, logikanya bila nama ia disebut saat itu, Napoleon harus melalukan crosscheck terlebih dahulu. Sebab, Napoleon kala itu menjabat sebagai Kadiv Hubinter Polri yang mana pejabat utama di Mabes Polri.

Pages: 1 2


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

HUKUM

Masih Berstatus Sebagai Saksi, Dua Artis yang Terjerat Kasus Prositusi Online

Published

on

Kasus prostitusi online melibatkan 2 artis Berstatus Sebagai Saksi. /Pixabay.com/4711018.

INDONESIA RAYA – Kasus prostitusi online yang melibatkan artis ST (27) dan MA (26) sedang dalam proses hukum pihak kepolisian. Kedua mucikari yang merupakan sepasang suami istri sudah ditahan dan dijerat pasal pidana. 

Namun, untuk kedua artis tersebut, pihak kepolisian masih melakukan pengumpulan data. Status keduanya masih sebagai saksi.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Sudjarwoko menjelaskan kedua orang artis dan satu pelanggan dalam kasus ini masih berstatus saksi.



“Kita masih mengumpulkan data-data, tidak menutup kemungkinan (sebagai tersangka),” ucapnya.

Namun, Surdjarwoko membenarkan bahwa dalam penangkapan artis ST (27) dan MA (26) tengah melakukan hubungan intim dengan pelanggannya di satu kamar.

“Jadi saat ditangkap sedang melakukan kegiatan asusila, dengan perempuannya 2 dan lakinya 1, atau threesome,” kata Sudjarwoko di Polres Metro Jakarta Utara, Jumat 27 November 2020.

Seperti diketahui sebelumnya, dua orang mucikari digerebek pihak kepolisian pada Kamis 26 November 2020, kemarin di sebuah Hotel Sunlight Sunter, Jakarta Utara dengan sejumlah alat bukti seperti alat kontrasepsi dan ponsel.

Pages: 1 2


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending

Redaksi media Indonesiaraya.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, Iklan dan Sponsorship, serta kerjasama bisnis lainnya.

Penerbit :
PT Media Indonesia Raya

Manajemen Media :
Indonesia Raya Media Center (IRMC)

Email Center :
redindonesiaraya@gmail.com
redaksi@indonesiaraya.co id

WA Center :
0878-15557788, 0819-15557788

Terbit Sejak 8 Desember 2017