Connect with us

JAWA TENGAH

DBHCHT Jateng 2020 Rp 748 Miliar, 50 Persen untuk Bidang Kesehatan

Published

on

Kepala Biro Perekonomian Setda Jateng, Eddy Sulistyo Bramiyanto.

Indonesiaraya.co.id, Semarang – Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Jawa Tengah pada tahun 2020 sebesar Rp 748.364.526.000. Jumlah tersebut naik sekitar Rp 34,987 miliar dari tahun sebelumnya. Minimal 50 persen dari DBHCHT tersebut akan dialokasikan untuk pembinaan lingkungan sosial dalam bidang kesehatan. Di antaranya untuk menurunkan angka prevalensi stunting dan mendukung program jaminan kesehatan bagi masyarakat.

Kepala Biro Perekonomian Setda Jateng Eddy Sulistyo Bramiyanto mengatakan DBHCHT merupakan dana yang diberikan oleh Kementerian Keuangan RI kepada provinsi penghasil cukai dan tembakau. Di Jawa Tengah sendiri sudah memiliki ketentuan dalam pembagian alokasi DBHCHT yang disepakati bersama dengan kabupaten/kota.

“Ketentuan alokasinya adalah 30 persen untuk Pemprov Jateng, 40 persen untuk kabupaten/kota penghasil cukai dan tembakau, 30 persen untuk kabupaten/kota nonpenghasil,” katanya saat jumpa pers di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (12/2/2020).



Berdasarkan ketentuan tersebut, Pemprov Jateng menerima alokasi DBHCHT sebanyak Rp 224,506 miliar. Sisanya dialokasikan kepada 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah dengan Kabupaten Kudus yang menerima alokasi tertinggi yakni Rp 158,113 miliar.

Mengacu pada peraturan menteri keuangan (PMK) nomor 7 tahun 2020, alokasi DBHCHT tersebut digunakan dalam lima kegiatan. Meliputi peningkatan kualitas bahan baku, pembinaan Industri, pembinaan lingkungan sosial, sosialisasi kebutuhan di bidang cukai, dan pemberantasan barang cukai ilegal.

“Skema ketentuan dari alokasinyang diterima itu, dialokasikan untuk kesehatan yang masuk dalam kegiatan pembinaan lingkungan sosial. Berdasarkan Permenkes nomor 75 tahun 2014, minimal 50 persen dari DBHCHT harus digunakan untuk mendukung program JKN,” ungkap Bramiyanto.

Bramiyanto menjelaskan, dalam penggunaan alokasi untuk kesehatan, terbagi dalam lima unsur. Di antaranya kegiatan pelayanan kesehatan baik promotif/preventif maupun kuratif/rehabilitatif, penyediaan dan peningkatan sarana kesehatan, pelatihan tenaga kesehatan, pembayaran iuran jaminan kesehatan, dan pembayaran jaminan kesehatan bagi orang tidak mampu.

“Prioritas untuk kegiatan pelayanan kesehatan promotif/preventif maupun kuratif/rehabilitatif adalah menurunkan angka prevalensi stunting,” jelasnya.

Bramiyanto menambahkan penggunaan alokasi DBHCHT tersebut harus dilakukan sesuai ketentuan. Pemprov bersama Kabupaten/Kota juga terus melakukan evaluasi terkait penggunaan alokasi DBHCHT tersebut.

“Kami lakukan pantauan dan evaluasi rutin terhadap realisasi alokasi DBHCHT. Kami meminta agar meminimalkan kegiatan berupa seminar, workshop, Bintek, dan sosialisasi dan lebih mengembangkan kegiatan pelatihan disertai pemberian sarana prasarana,” pungkasnya. (ini)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

JAWA TENGAH

Pembangunan Ruas Tol Semarang – Demak Sudah Capai 30,5 persen

Published

on

Pembangunan Tol Semarang-Demak. (Foto : Instagram @kemenpupr)

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Perkembangan pembangunan proyek ruas jalan tol Semarang – Demak sepanjang 27 km yang terintegrasi dengan Tanggul Laut Kota Semarang telah mencapai 30,5 persen. Konstruksi Seksi 1 direncanakan selesai pada akhir 2022 dan Seksi 2 ditargetkan selesai Juni 2022.

“Kami juga membangun Tol Semarang – Demak yang digabungkan dengan tanggul laut sekaligus untuk menanggulangi rob di Semarang,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono melalhi siaran pers yang diterima pada Selasa (11/8/2020).

Dikatakan Menteri Basuki, fokus pembangunan Kementerian PUPR pada 5 tahun ke depan adalah menghubungkan jalan tol dengan kawasan-kawasan strategis seperti pelabuhan, bandara, kawasan industri, dan kawasan pariwisata. Hal ini sesuai dengan visi Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma’ruf Amin tahun 2019-2024.



Pembangunan Jalan Tol Semarang – Demak dilakukan dengan skema Kerja Sama Badan Usaha dengan Pemerintah (KPBU). Jalan tol ini terbagi menjadi dua seksi, Seksi 1 (Semarang – Sayung) sepanjang 10,69 km merupakan dukungan pemerintah. Sementara Seksi 2 (Sayung – Demak) sepanjang 16,31 km merupakan tanggung jawab Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Pembangunan Perumahan Semarang Demak.

Secara teknis Jalan Tol Semarang-Demak direncanakan memiliki dua simpang susun. Kecepatan rencana 100 km/jam dengan arah pelebaran pada jalan tol ini adalah pelebaran ke dalam dengan jalur awal 2×2 dan jalur akhir 2×3. Kehadiran Tol Semarang – Demak nantinya selain akan mendukung kawasan industri juga akan mendukung Demak sebagai kawasan wisata religi.

Pembangunan jalan tol dengan nilai investasi sekitar Rp15,3 triliun dilaksanakan oleh kontraktor PT Wijaya Karya – PT Pembangunan Perumahan KSO, konsultan supervisi PT Virama Karya dan konsultan perencana PT LAPI – ITB. (inf)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

JAWA TENGAH

Museum Sangiran Sragen Masuki Masa Adaptasi Kebiasaan Baru

Published

on

Kemenparekraf gelar Gerakan BISA (Bersih, Indah, Sehat dan Aman) di Museum Sangiran. (Foto : Instagram @kemenparekraf.go.id)

Indonesiaraya.co.id, Sragen –  Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama Komisi X DPR/RI menggelar Gerakan BISA (Bersih, Indah, Sehat dan Aman) di Museum Sangiran, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, pada 3 hingga 4 Agustus 2020. Kegiatan ini sebagai upaya menyiapkan destinasi wisata serta para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di sekitar lokasi untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru menuju masyarakat yang produktif dan aman COVID-19. 

Sekitar 100 pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dibekali peralatan penunjang kebersihan, keindahan, kesehatan dan keamanan, untuk kemudian menerapkan protokol kesehatan di era adaptasi kebiasaan baru. 

Gerakan BISA merupakan kegiatan padat karya yang melibatkan pelaku pariwisata, ekonomi kreatif, hingga masyarakat yang terdampak COVID-19 dalam menunjang kualitas dan daya saing destinasi pariwisata Indonesia. 



Direktur Manajemen Strategis Kemenparekraf/Bapareraf, Harwan Ekon Cahyo Wirasto dalam sambutannya, Senin (3/8/2020), mengatakan Gerakan BISA yang diselenggarakan di Museum Sangiran diharapkan dapat mendorong peningkatan daya saing pariwisata, khususnya pada indikator Health and Hygiene serta Safety and Security di lingkungan Museum Sangiran, Kabupaten Sragen. 

“Gerakan BISA bertujuan untuk mendorong pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru menuju masyarakat yang produktif dan aman COVID-19. Serta mendukung destinasi pariwisata untuk mengantisipasi tatanan kehidupan baru pascapandemi COVID-19 sesuai prinsip higiene dan sanitasi yang baik,” ujar Harwan. 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua Komisi X DPR-RI Agustina Wilujeng Pramestuti, Tenaga Ahli Menteri Bidang Hubungan Antarlembaga Kemenparekraf/Baparekraf Arief Budiman, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Ketua DPRD Kabupaten Sragen Suparno, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Untung Wibowo Sukowati, Kepala Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata Kabupaten Sragen I Yusep Wahyudi serta Kepala BPSMP Sangiran, Sukronedi.  

Harwan mengharapkan dengan adanya Gerakan BISA, dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke destinasi pariwisata Sangiran, Kabupaten Sragen. Destinasi wisata ini merupakan salah satu kawasan prasejarah terkemuka di dunia dan telah diakui UNESCO sebagai “situs kunci” yang dapat memberikan gambaran tentang proses evolusi manusia, budaya, dan lingkungan selama dua juta tahun tanpa terputus.

“Dalam kesempatan ini saya ucapkan selamat dan sukses kepada semua yang terlibat dan berpartisipasi pada Kegiatan Gerakan BISA, dan saya harapkan acara ini dapat memberikan manfaat dan dampak dalam peningkatan kebersihan, keindahan, kesehatan, dan keamanan di destinasi pariwisata Sangiran, Kabupaten Sragen dalam mendukung peningkatan jumlah kunjungan wisatawan,” ujarnya. 

Sebagai panduan standar operasional prosedur, Kemenparekraf/Baparekraf juga telah mengeluarkan buku panduan penerapan protokol kesehatan untuk berbagai sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Buku panduan tersebut merupakan turunan dari Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) Nomor HK.01.07/Menkes/382/2020 tentang Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Wakil Ketua Komisi X DPR-RI Agustina Wilujeng Pramestuti menyampaikan apresiasi dan mendukung sepenuhnya kegiatan ini sebagai wujud sinergitas dan kepedulian pemerintah bersama-sama wakil rakyatnya dalam mendorong kesiapan destinasi. 

“Sehingga para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dapat kembali produktif dengan segera menerima kunjungan wisatawan, namun tetap aman COVID-19 dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” kata Agustina. 


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

JAWA TENGAH

Ini, Aset Negara yang Dialihkan ke Pemda Semarang agar Optimal

Published

on

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati. (Foto : Instagram @smindrawati)

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati berharap pembangunan Kota Semarang terus menjaga tempat-tempat maupun situs-situs yang memiliki kekhususan historis agar menjadi daya tarik wisata baik dalam maupun luar negeri.

“Saya berharap taman (Signature Park) ini akan dapat menambah kecantikan dan juga kelengkapan kota Semarang untuk menjadi sebuah tempat yang menjadi destinasi bagi seluruh masyarakat dunia melihat sebuah icon di tengah pulau Jawa, yang memiliki cerita historis yang luar biasa panjang dan tentu juga memiliki kekhususan dari sisi masyarakatnya kulinernya budayanya yang bisa menjadi salah satu bentuk peradaban yang kita semua bisa banggakan,” ujar Menkeu ketika memberikan sambutan secara virtual pada acara Ground Breaking Taman Signature Park Kota Semarang pada Rabu (29/7/2020).

Menkeu menginginkan Signature Park di kota Semarang akan menjadi salah satu paru-paru dari kota Semarang dari sisi keasriannya dan sustainabilitas dari lingkungan sehingga masyarakat Semarang sendiri juga bisa menikmati apa yang akan menjadi salah satu aset penting dari kotanya terutama dari sisi estetika, lingkungan, keakraban sehingga bisa menjadi pusat bagi masyarakat kota Semarang berinteraksi sebagai masyarakat yang berbudaya dan harmonis, juga memiliki kerukunan untuk bisa memelihara kehidupan kota Semarang.



“Kecantikan, keharmonisan dan kerukunan ini akan bisa menimbulkan suatu aura positif yang saya harapkan akan makin meningkatkan daya tarik Semarang, tidak hanya di antara kota-kota di Indonesia namun juga bisa menjadi icon dunia. Terima kasih kepada Walikota dalam hal ini untuk melakukan upaya-upaya perbaikan dari kota Semarang ini. Saya juga berharap namanya taman Signature Park harusnya dia hijau dan bisa menjadi paru-paru kota sehingga fungsi ekologisnya bisa terus ditingkatkan termasuk dari sisi resapan air dan mengurangi polusi udara di kota Semarang,” tambah Menkeu.

Lokasi dari pembangunan Taman Signature Park sendiri merupakan tanah lapang yang sejak masa krisis moneter terbengkalai di jalan Piere Tendean ini dan di jalan Pemuda karena merupakan bagian dari aset negara yang berasal dari ex-BPPN. Menkeu menyambut baik aset ini sekarang tidak menjadi aset yang mangkrak dan dihibahkan kepada Pemerintah Kota Semarang pada Tahun 2019. 

Menkeu juga berharap, aset ini akan bisa makin meningkat tidak hanya dari sisi nilainya, namun juga dari sisi kemanfaatannya kepada masyarakat, meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi dari masyarakat di kota Semarang dari penggunaan dan optimalisasi aset tersebut.

“Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Direktorat Jenderal Kekayaan Negara yang melakukan proses untuk pengalihan ini dan saya juga berterima kasih kepada Walikota Semarang dan seluruh jajaran Pemerintahan Daerah Kota Semarang yang akan memanfaatkan aset itu untuk peningkatan nilainya, nilai ekonomis, nilai sosial, nilai budaya dan nilai dari lingkungannya. Terima kasih atas kerja yang sangat baik ini semoga ini akan bisa menjadi contoh pemanfaatan aset-aset negara menjadi lebih baik. Selamat terus mempercantik diri kota Semarang sehingga membuat saya akan terus rindu untuk kembali ke kota Semarang,” pungkas Menkeu. (keu)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending

Redaksi media Indonesiaraya.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, Iklan dan Sponsorship, serta kerjasama bisnis lainnya.

Penerbit :
PT Media Indonesia Raya

Manajemen Media :
Indonesia Raya Media Center (IRMC)

Email Center :
redindonesiaraya@gmail.com
redaksi@indonesiaraya.co id

WA Center :
0878-15557788, 0819-15557788

Terbit Sejak 8 Desember 2017