Connect with us

SEKTOR RIIL

Disperindag Sleman Prediksi Kenaikan Harga Bawang Hingga Lebaran

Published

on

Produksi bawang Sleman hanya sekitar 5-7 persen, petani di Sleman tidak fokus budidaya bawang.

Indonesiaraya.co.id, Sleman – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, memprediksi kenaikan harga bawang merah maupun bawang putih akan terus terjadi hingga Lebaran pada Juni 2019.

“Harga bawang merah maupun putih stabil pada angka tinggi. Artinya, kenaikan harga bawang merah sedikit demi sedikit tapi konstan pada harga tinggi. Kami prediksi kenaikan karena menjelang Puasa, hari raya dan hasil panen petani gagal karena hujan,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman Tri Endah Yitnani di Sleman, Jumat (12/4/2019).

Menurut dia, saat ini stok bawang merah juga hampir habis. Sementara permintaan di pasar masih cukup tinggi.

“Wajar kalau harga bawang terus naik,” katanya.

Ia mengatakan, kenaikan harga komoditas bawang putih sampai Rp48 ribu, namun kenaikannya tidak seperti bawang merah.

“Kalau harga bawang putih fluktuatif harganya,” katanya.

Endah mengatakan, dengan kondisi tersebut pihaknya memprediksi masih akan ada kenaikan harga hingga 10 persen.

“Setelah Lebaran kemungkinan baru turun, fenomenanya sama seperti tahun lalu,” katanya.

Ia mengatakan, selama ini bawang yang di pasaran Sleman berasal dari daerah Wonosobo, Muntilan, Boyolali dan sebagian lagi dari daerah Jawa Timur.

“Produksi bawang Sleman hanya sekitar 5-7 persen, petani di Sleman tidak fokus budi daya bawang,” katanya.

Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman Edi Sri Harmanto mengatakan petani Sleman memang belum familiar untuk menanam bawang.

“Pada 2018 lalu sudah mulai untuk diajari menanam bawang, luasnya lahannya 20 hektare,” katanya.

Ia mengatakan, untuk saat ini petani masih belum mulai menanam bawang. Dan baru akan mulai menanam pada Mei ketika curah hujan minim.

“Kalau hujan, rawan untuk menanam bawang merah,” katanya.

Salah seorang pedagang di Pasar Denggung, Sleman Partinah (50) mengatakan kenaikan harga ini sudah berlangsung sejak akhir Maret.

“Awal Maret harga bawang merah masih berkisar pada Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram. Saat ini harganya sudah mencapai Rp43 ribu dan ada kecenderungan terus naik,” katanya.

Ia mengatakan, bukan hanya bawang merah, bawang putih juga mengalami kenaikan harga. Untuk bawang putih kating, saat ini harganya mencapai Rp47 ribu per kilogram.

“Bulan lalu harga bawang putih hanya Rp20 ribu per kilogram,” katanya, seperti dikutip Antara. (vic)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

SEKTOR RIIL

Geodipa Lakukan Groundbreaking PLTP Unit 2 Dieng dan Patuha

Published

on

Dirut Geodipa Riki Firmandha melakukan sombolis groundbreaking PLTP unit 2 Dieng dan Patuha 2 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (25/4/2019).

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – PT Geo Dipa Energi (Persero) melakukan “groundbreaking” pembangunan Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Unit 2 Dieng dan Patuha 2 secara simbolis di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (25/4/2019).

Geodipa melanjutkan pembangunan PLTP unit 2 Dieng dan Patuha masing-masing sebesar 60 megawatt (MW) yang akan diselesaikan pada 2023.

Direktur Utama Geodipa Riki Firmandha Ibrahim menyampaikan terima kasih kepada pihak yang sudah mendukung serta membantu terlaksananya pembangunan proyek tersebut.

“Kami menggunakan istilah groundbreaking, walau tidak secara nyata langsung hadir di lapangan, karena biasanya peletakan batu pertama memang ada di lapangan, tapi kali ini sombolis, ” kata Riki Firmandha.

Geodipa sedang membangun 10-15 MW small scale power plant dan 10-15 MW organic rankine cycle power plant dengan skema build operate transfer (BOT) yang akan beroperasi pada 2020 dan 2022.

Dengan pembangunan tersebut Geodipa akan meningkatkan kapasitas produksi listriknya hingga 270 MW.

Saat ini kontribusi pajak dan PNBP hampir Rp40 miliar, pada 2023 diprediksi akan meningkat sejalan dengan kenaikan akumulasi hingga 182 persen.

Sementara itu, untuk kontribusi PNBP Geodipa akan mencatat kenaikan sebesar 120 persen melalui bonus produksi dan iuran eksplorasi ke kas umum daerah dari masing-masing wilayah kerja panas bumi Geodipa. Demikian, seperti dikutip Antara . (asn)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

SEKTOR RIIL

Harga Bawang Putih di Purwokerto Capai Rp60.000/kg

Published

on

Pasokan bawang putih dari distributor tetap terpenuhi namun harganya cenderung naik karena merupakan komoditas impor.

Indonesiaraya.co.id, Purwokerto – Harga bawang putih eceran di Pasar Manis, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menjelang Ramadan ini mencapai Rp60.000 per kilogram.

“Sejak kemarin (24/4/2019), harga bawang putih eceran naik menjadi Rp60.000/kg, sebelumnya Rp55.000/kg. Kalau untuk kulakan naik dari Rp50.000/kg menjadi Rp55.000/kg,” kata salah seorang pedagang, Yuni di Pasar Manis, Purwokerto, Kamis (25/4/2019).

Ia mengakui pasokan bawang putih dari distributor tetap terpenuhi namun harganya cenderung naik karena merupakan komoditas impor.

Oleh karena itu, pedagang terpaksa menyesuaikan kenaikan harga bawang putih yang berlangsung secara bertahap sejak satu bulan lalu.

Dia mengharapkan pemerintah segera turun tangan agar harga bawang putih segera kembali normal seperti sebelum mengalami kenaikan, yakni berkisar Rp25.000-Rp30.000/kg.

“Beberapa waktu lalu sempat ada kabar kalau akan ada operasi pasar terhadap bawang putih, namun sampai sekarang belum ada juga,” katanya.

Selain bawang putih, kata dia, kenaikan harga juga terjadi pada bawang merah yang saat ini mencapai kisaran Rp45.000-Rp48.000/kg.

Sementara itu, salah seorang pedagang telur, Wasis mengatakan harga telur ayam ras saat sekarang naik menjadi Rp25.000/kg. “Kemarin (24/4/2019) masih sebesar Rp24.000/kg,” katanya.

Ia memperkirakan harga telur ayam ras akan terus mengalami kenaikan seiring meningkatnya permintaan dari masyarakat menjelang bulan Ramadan.

“Seperti biasanya kalau menjelang bulan Ramadan hingga Lebaran, harga telur ayam ras cenderung mengalami kenaikan karena permintaan dari masyarakat,” katanya.

Dari pantauan di Pasar Manis, harga cabai merah besar mengalami kenaikan dari Rp30.000/kg menjadi Rp38.000/kg dan harga cabai merah keriting naik dari Rp23.000/kg menjadi Rp25.000/kg.

Sementara harga cabai rawit merah masih bertahan pada kisaran Rp30.000/kg setelah naik dari Rp23.000/kg sejak dua pekan lalu, sedangkan harga cabai rawit hijau turun menjadi Rp29.000/kg setelah sempat bertahan pada kisaran Rp30.000/kg selama dua pekan.

Salah seorang ibu rumah tangga yang sedang berbelanja di Pasar Manis, Nartiyah mengharapkan harga kebutuhan pokok masyarakat tidak terus merangkak naik.

“Kalau naik terus, tentunya sangat memberatkan kami yang berpenghasilan pas-pasan. Apalagi sebentar lagi memasuki bulan Ramadan,” katanya, seperti dikutip Antara. (sum)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

SEKTOR RIIL

Soal Laporan Keuangan, Garuda Akui Belum Terima Pendapatan dari Mahata

Published

on

Garuda Indonesia Tbk Fuad belum menerima pendapatan atas kerja sama pemasangan jaringan internet nirkabel (wifi) dengan PT Mahata Aero Teknologi.

Indonesiaraya.co.id, Tangerang – Direktur Keuangan PT Garuda Indonesia Tbk Fuad Rizal mengaku belum menerima pendapatan atas kerja sama pemasangan jaringan internet nirkabel (wifi) dengan PT Mahata Aero Teknologi.

“Jadi memang seharusnya dicatatkan di (laporan keuangan) 2018, tapi belum ada pendapatan yang diterima,” kata Fuad usai konferensi pers hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Tangerang, Rabu (24/4/2019).

Fuad menegaskan Laporan Keuangan Garuda Indonesia Group 2018 telah diaudit oleh auditor independen dan mengantongi wajar tanpa pengecualian (WTP).

“Ini hanya perbedaan pendapatan saja antara dua pemegang saha, semua komisaris mengesahkan laporan keuangan kita,” katanya.

Pernyataan tersebut menyusul adanya komisaris yang tidak setuju dengan Laporan Keuangan Garuda Indonesia 2018, yakni Chairal Tanjung dan Dony Oskaria.

Keduanya merupakan perwakilan dari PT Trans Airways, pemegang saham Garuda Indonesia dengan kepemilikan sebesar 25,61 persen.

Garuda disebut akan mengantongi 239 juta dolar AS dari Mahata dimana 28 juta dolar AS di antaranya merupakan bagi hasil antara Garuda dan Sriwijaya.

Meski belum ada pembayaran yang masuk, hal itu dinilai harus tercantum dalam Laporan Keuangan Garuda Indonesia 2018. Demikian, seperti dikutip Antara . (jtr)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending