Connect with us

JAKARTA

Dokter Tersangka Kasus Klinik Aborsi Meninggal Dunia di RS Polri

Published

on

Dokter Klinik Aborsi Ilegal meninggal dunia di RS Polri Kramat Jati. (Foto : humas.polri.go.id)

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Salah satu tersangka kasus klinik aborsi ilegal yang beralamat di Jalan Raden Saleh I, Senen, Jakarta Pusat yang digerebek pada bulan Agustus lalu (dr. SWS) dinyatakan meninggal dunia di RS Polri Kramat Jati. Kabid Humas Polda Metro Jaya (Kombes. Pol. Drs. Yusri Yunus) mengatakan SWS meninggal pada Rabu (30/09/2020) pagi.

“Iya meninggal karena sakit dan sudah dirawat selama 3 hari di RS Kramat Jati jam 09.00 WIB pagi tadi,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya. 

Ia tidak menjelaskan sakit apa yang diderita SWS. Ia hanya menyebutkan SWS memiliki sakit bawaan dan beberapa hari terakhir harus menjalani perawatan. Ia juga menegaskan SWS tidak meninggal karena terjangkit virus covid – 19. Hal tersebut dibuktikan dari hasil swab test.



“Bukan covid – 19, tidak ada. Sudah di swab test hasilnya negatif. Dirawat 3 hari yang lalu ya,” sambungnya.

SWS ialah salah satu dari tiga dokter di klinik aborsi ilegal tersebut. Ia ditangkap bersama 16 tersangka lainnya, yaitu dr. SS, dr. TWP, EM, AK, SMK, W, J, M, S, WL, AR, MK, WS, CCS, HR dan LH.

Polisi menjerat tersangka dengan pasal berlapis. Mereka terancam kurungan penjara 10 tahun. Praktik klinik aborsi itu terungkap saat polisi mengembangkan kasus pembunuhan WN Taiwan, Hsu Ming Hu (52) yang dibunuh oleh asisten pribadinya (SS). Ia sakit hati lantaran dihamili dan diminta menggugurkan janin hasil hubungan gelap mereka. Kemudian ia pun memilih menggugurkan janin itu di klinik tersebut. (pol)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

JAKARTA

25 Polisi Datangi Rumah Ahmad Yani, Menyelidiki Terkait Anarkis pada 8 Oktober

Published

on

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono. (Foto : humas.polri.go.id)

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono membenarkan bahwa penyidik telah menyambangi rumah Ketua Komite Eksklusif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Ahmad Yani.

“Benar bahwa ada anggota dari Reserse Bareskrim Polri datang ke rumah Pak Yani. Kami menyelidiki terkait dengan adanya anarkis pada 8 Oktober,” kata dia di Markas Kepolisian Daerah Metro Jaya, Jakarta Selatan, pada Selasa, 20 Oktober 2020.

Namun, setelah penyidik bercakap-cakap dengan Ahmad Yani, pentolan KAMI itu sepakat akan datang ke Gedung Bareskrim Mabes Polri untuk memberikan keterangan pada hari ini, 20 Oktober 2020.
Argo pun menepis jika Ahmad Yani sempat menolak saat akan ditangkap. “Enggak ada, kami baru datang, komunikasi, dan ngobrol-ngobrol saja. Yang bersangkutan bersedia sendiri untuk hadir ke Bareskrim,” kata dia.

Sebelumnya beredar informasi tentang adanya upaya penangkapan Ahmad Yani. Sebanyak 25 penyidik Bareskrim Polri mendatangi rumah Ahmad Yani pada 19 Oktober 2020.
Dalam kronologi kejadian yang beredar, penyidik telah menyerahkan surat penangkapan, tetapi ditolak oleh Ahmad Yani. Ia menyatakan, sesuai prosedur hukum yang berlaku, ia harus dipanggil sebagai saksi untuk menjelaskan hal tersebut. (ber)




Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

JAKARTA

Polisi Nyatakan Siap Mediasi Pengunjuk Rasa dengan Pemerintah

Published

on

Unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja. (Foto : Instagram @ganenxx.theja)

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Kapolda Metro Jaya (Irjen. Pol. Drs. Nana Sujana, A.S, M.M) menyatakan siap memediasi perwakilan massa pendemo yang akan menggelar aksi unjuk rasa menolak UU Ciptaker, Untuk bertemu dengan pihak pemerintah agar dapat menyampaikan aspirasi mereka.

Ia mengimbau massa aksi yang berdemo tidak terlalu banyak, karena selain rentan terpapar covid – 19 juga rentan disusupi pihak tak bertanggung jawab yang ingin memicu kerusuhan.

“Kami siap memediasi perwakilan kelompok massa yang akan berdemo, untuk bertemu dengan pihak terkait. Karenanya kami harapkan jumlah massa yang berdemo tidak terlalu banyak,” ungkapnya.



Pihaknya tetap siap mengamankan dan mengawal jalannya aksi unjuk rasa agar berjalan tertib dan tidak terjadi anarkisme.

“Kami sudah siap mengamankan dan mengawal jalannya aksi. Kami harapkan demonstrasi berjalan tertib, dan kelompok massa yang berdemo mampu memproteksi kelompoknya agar tak disusupi perusuh,” tuturnya.

Pihaknya juga akan melakukan langkah tegas kepada siapapun yang melakukan kerusuhan dan anarkisme saat berunjuk rasa. (pol)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

JAKARTA

20.587 Personel Amankan Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law

Published

on

Polisi saat amankan aksi Unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja. (Foto : Instagram @ganenxx.theja)

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Kabid Humas Polda Metro Jaya (Kombes. Pol. Drs. Yusri Yunus) mengatakan pihaknya menyiapkan sekitar 20.587 personel gabungan dalam mengawal dan mengamankan aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law.

“Sekitar 10.587 personel gabungan TNI – Polri dan Pemda. Kemudian untuk personel cadangan kita siapkan 10.000 personel,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya.

“Kita juga sudah memetakan personel di lapangan mulai di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, gedung DPR RI,” sambungnya.



Selain itu, Pihak kepolisian juga akan mengamankan beberapa pusat perbelanjaan dan sentra perekonomian.

“Kemudian ada sentra – sentra perbelanjaan mal yang kita nilai rawan kita siapkan pengamanan di situ,” pungkasnya. (pol)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending

Redaksi media Indonesiaraya.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, Iklan dan Sponsorship, serta kerjasama bisnis lainnya.

Penerbit :
PT Media Indonesia Raya

Manajemen Media :
Indonesia Raya Media Center (IRMC)

Email Center :
redindonesiaraya@gmail.com
redaksi@indonesiaraya.co id

WA Center :
0878-15557788, 0819-15557788

Terbit Sejak 8 Desember 2017