Connect with us

HUKUM

Empat Terdakwa Kasus Jiwasraya Akhirnya Divonis Seumur Hidup

Published

on

Mantan Direktur Utama PT AJS, Hendrisman Rahim. (Foto : suarainvestor.com)

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menjatuhkan vonis pidana penjara seumur hidup terhadap empat terdakwa kasus korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi di PT Asuransi Jiwasraya (AJS).

Keempat terdakwa diantaranya, Mantan Direktur Utama PT AJS, Hendrisman Rahim, Mantan Direktur Keuangan PT AJS, Hary Prasetyo, Mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT AJS, Syahmirwan dan Direktur PT Maxima Integra, Joko Hartono Tirto.

“Mengadili, menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. Menjatuhkan pidana terdakwa Hendrisman Rahim penjara seumur hidup,” ujar Ketua Majelis Hakim, Susanti Adi Wibawani, di PN Topikor Jakarta Pusat, Senin (12/10/2020).



Terkait hal ini, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Hari Setiyono mengatakan, Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Direktorat Penuntutan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI dan dari Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat mengikuti persidangan tersebut di Pengadilan Tipikor Jakarta.

“Tanpa mengurangi keabsahan hukum acara, proses persidangan yang dilaksanakan secara virtual yaitu Majelis Hakim memimpin sidang dari ruang sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, yang dihadiri oleh Penuntut Umum dan para Terdakwa dan Penasehat Hukum dari ruang video vonference (vicon) pada kantor Pusat Data Statistik Kriminal dan Teknologi Informasi Kejaksaan Agung guna memenuhi ketentuan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan pandemi Covid-19,” ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Selasa (13/10/2020).

Ia menjelaskan ada enam berkas perkara kasus korupsi Jiwasraya sudah dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat diantaranya, terdakwa Beny Tjokrosaputro, Heru Hidayat, Hendrisman Rahim, Syahmirwan dan Joko Hartono Tirto.

Menurut dia, dalam pembacaan putusan hakim, amarnya putusan pada pokoknya yakni, terdakwa Hary Prasetyo dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana tersebut dalam dakwaan primair dan dihukum dengan pidana penjara selama seumur hidup.

Barang bukti yang disita dari terdakwa dirampas untuk Negara dan selebihnya digunakan untuk perkara Hendrisman dan Syahmirwan.

Terdakwa Hendrisman Rahim dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana tersebut dalam dakwaan primair dan dihukum dengan pidana penjara selama seumur hidup. Sedangkan barang bukti yang disita dari Terdakwa dirampas untuk Negara dan selebihnya digunakan untuk perkara Syahmirwan.

Selanjutnya terdakwa Syahmirwan dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana tersebut dalam dakwaan primair dan dihukum dengan pidana penjara selama seumur hidup . Sedangkan barang bukti yang disita dari terdakwa dirampas untuk Negara.

Terdakwa Joko Hartono Tirto pun dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana tersebut dalam dakwaan Primair dan dihukum dengan pidana penjara selama seumur hidup. Sedangkan barang bukti yang disita dari terdakwa berupa asset dirampas untuk Negara dan berupa dokumen/ selebihnya digunakan untuk perkara Heru Hidayat dan Benny Tjokrosaputro.

Atas putusan hakim tersebut, baik Jaksa Penuntut Umum maupun Para Terdakwa dan Penasihat Hukum (PH) menyatakan pikir-pikir selama waktu tujuh hari untuk menerima atau mengajukan upaya hukum banding.

Dengan selesainya proses persidangan perkara tersebut, kata Hari, apresiasi patut diberikan kepada semua pihak yang terlibat dalam persidangan ini. Walaupun dalam masa pandemi Covid-19, proses penegakan hukum masih dapat berjalan tanpa hambatan berarti.

“Selanjutnya jika tidak ada upaya hukum yang dilakukan oleh Terdakwa maupun Jaksa Penuntut Umum maka putusan hakim akan berkekuatan hukum tetap dan dapat dieksekusi, khususnya untuk empat orang Terdakwa tersebut diatas,” terang dia. (inf)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

HUKUM

Kejagung Tangkap Buronan Ke-98 di Kawasan Tebet Jaksel

Published

on

Kejaksaan Agung RI bersama Tim Tabur Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta dan Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat menangkap Elissa Gunawan, buronan terpidana kasus narkotika. (Foto: bharian.com)

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Tim Tabur (Tangkap Buronan) Kejaksaan Agung RI bersama Tim Tabur Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta dan Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat menangkap Elissa Gunawan, buronan terpidana kasus narkotika. Elissa menjadi buronan ke-98 yang berhasil ditangkap Tim Tabur Kejaksaan RI di tahun 2020.

Terpidana masuk dalam buronan atau Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat,” ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Hari Setiyono dalam keterangan tertulisnya, Kamis (22/10/2020).

Elissa ditangkap tanpa perlawanan di Puri Casablanca Apartement Tower Bougenville Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (22/10/2020)sekitar pukul 19.30 WIB.



Hari mengatakan, berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 599 K/PID.SUS/2013 tanggal 25 Mei 2013, Elissa Gunawan merupakan terpidana dalam perkara Tindak Pidana Narkotika (menerima Narkotika golongan I) yang dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana narkotika dengan amar putusan dihukum pidana penjara selama empat tahun dan denda sebesar RP1 miliar, subsidiair 6 bulan kurungan.

Selanjutnya terpidana dibawa ke Kantor Kejaksaan Tinggi DkI Jakarta guna diserahkan kepada Jaksa pada Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat untuk segera dimasukan ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita Pondok Bambu Jakarta Timur.

Dalam kesempatan itu, Hari menjelaskan bahwa program Tangkap Buronan (Tabur) digulirkan oleh bidang Intelijen Kejaksaan RI untuk memburu buronan pelaku kejahatan baik yang masuk DPO Kejaksaan maupun instansi penegak hukum lainnya dari berbagai wilayah di Indonesia.

“Melalui program ini, kami menyampaikan pesan bahwa tidak ada tempat yang aman bagi pelaku kejahatan,” tegas Hari. (inf)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

HUKUM

Kejaksaan Agung Periksa Lagi Sebelas Saksi Kasus Jiwasraya

Published

on

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Hari Setiyon. (Foto : Instagram @antarafotocom)

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Tim Jaksa Penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa 11 orang saksi terkait dengan perkara tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya (persero).

“Ini berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor : Print-33/F.2/Fd.1 /12/2019 tanggal 27 Desember 2019 maupun pemeriksaan saksi perkara dengan tersangka korporasi dan tersangka pribadi (Pieter Rasiman),” ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Hari Setiyono dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/10/2020).

Saksi yang diperiksa diantaranya, saksi untuk Tersangka Korporasi PT. Corfina Capital, Susanti Hidayat selaku Direktur PT. Kariangau Industri Sejahtera. Kemudian saksi untuk Tersangka Korporasi PT. Maybank Asset Management, Yuriko Wunas selaku Compliance Risk Management PT. Maybank Asset Management.



Selanjutnya saksi untuk Tersangka Korporasi PT GAP CAPITAL, Heru Hidayat selaku Presiden Komisaris PT. Trada Alam Minera dan Benny Tjokrosaputro selaku Komisaris PT. Hanson Internasional.

Kemudian saksi untuk Penyidikan PT. Asuransi Jiwasraya (penyidikan awal), Daniel Halim selaku Direktur PT. Wanaartha Life.

Selanjutnya saksi- saksi untuk Tersangka Piter Rasiman yakni, Faizal Satria Gumay selaku Kepala Divisi Investasi PT. Asuransi Jiwasraya, Mohammad Romy selaku Kepala Bagian Pengembangan Dana PT. Asuransi Jiwasraya, Rosita selaku Agent PT. Etrading Sekuritas / PT Mirae Asset Sekuritas, Djonny Wiguna selaku Mantan Komisaris Utama PT. Asuransi Jiwasraya, Lusiana selaku Mantan Kepala Bagian Pengembangan Dana PT. Asuransi Jiwasraya dan Agustin Widhiatuti selaku Pjs. Kepala Devisi Keuangan PT. Asuransi Jiwasraya ;

Pemeriksaan 11 orang saksi dianggap perlu untuk mengungkap sejauh mana peran para saksi dalam menjalankan perusahaannya, dan kaitannya dengan jual beli saham dari pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) yang terjadi di Bursa Efek Indonesia.

Pemeriksaan saksi dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan Covid- 19.

Pemeriksaan dilakukan dengan tetap memperhatikan jarak aman. Penyidik pun menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. Para saksi pun wajib mengenakan masker dan selalu mencuci tangan menggunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah pemeriksaan. (inf)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

HUKUM

Kejagung Tanggapi soal Makan Siang Tersangka Penghapusan Red Notice

Published

on

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Hari Setiyono. (Foto: kejaksaan.go.id)

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Hari Setiyono menanggapi terkait postingan pengacara TS tersangka kasus penghapusan red notice, soal pemberian makan siang di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Terkait dengan postingan tersebut, Hari membenarkan bahwa memang telah dilaksanakan pelimpahan berkas tahap kedua (II) yaitu penyerahan Tersangka dan Barang Bukti dalam perkara tindak pidana korupsi gratifikasi penghapusan red notice yang melibatkan Tersangka NB, PU dan TS, Jumat (16/10/2020), sekira pukul 10.00 WIB sampai dengan pukul 14.00 WIB.

“Bahwa karena sampai dengan pukul 12.00 WIB serah terima tersebut belum selesai dan terjeda dengan shalat Jum’at dan waktu makan siang, maka sesuai dengan prosedur yang berlaku di Kejaksaan RI. kepada para Tersangka yang diserah terimakan diberikan jatah makan siang mengingat sudah waktunya makan siang dan apalagi terhadap Tersangka dilakukan penahanan Rutan bisa dipastikan tidak akan mendapat jatah makan siang di Rutan karena posisi Tersangka sedang ada di luar Rutan,” ujar Hari dalam keterangan tertulis yang diterima InfoPublik, Selasa (20/10/2020).



Ia menjelaskan, kegiatan makan siang para tersangka yang sempat difoto dan diposting dimedia sosial pengacara Tersangka TS tersebut dilakukan di ruang pemeriksaan atau ruang serah terima Tersangka di Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, bukan di rumah makan atau restoran.

Menurut dia, makanan yang diberikan kepada para Tersangka adalah makanan yang sesuai dengan pagu anggaran yang ada di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Kebetulan pada saat itu makanan yang diberikan dipesan dari Kantin yang ada di lingkungan kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

“Bahwa pemberian jatah makan siang untuk para Tersangka adalah kewajiban aparat Kejaksaan RI. yang menerima serah terima Tersangka dan Barang Bukti yang pelaksanaannya lewat dari jam makan siang terlebih apabila Tersangka dalam status tahanan Rutan sehingga hal tersebut bukan merupakan jamuan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan kepada para Tersangka yang notabene perwira tinggi di Kepolisian Republik Indonesia. Dan tidak lebih karena Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan telah memperoleh predikat WBK/WBBM sehingga pelayanan publik menjadi prioritas utama,” terang Hari.

Kendati demikian, tegas Hari, terhadap beredarnya postingan dan pemberitaan yang menyudutkan Kejaksaan, akan tetap dilakukan klarifikasi oleh Jaksa Agung Muda Pengawasan untuk mengecek apakah terdapat pelanggar prosedur oleh Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan dan jajarannya terhadap penanganan atau perlakukan Tersangka pada saat serah terima tahap kedua (II) tersebut.

“Dengan penjelasan tersebut diatas kiranya dapat meluruskan pemberitaan yang bersumber dari postingan di media social tersebut diatas yang terkesan memberikan layanan khusus kepada para Tersangka,” kata dia.

Sebelumnya, dalam media sosialnya, Pengacara tersangka TS, Petrus Bala Pattyona menuliskan bahwa penyerahan berkas tahap 2 diselingi makan siang.

“Sejak saya menjadi pengacara tahun 1987, baru sekali ini penyerahan berkas perkara tahap 2 – istilah P.21, yaitu penyerahan berkas perkara berikut barang bukti dan tersangkanya dijamu makan siang oleh Kepala Kejaksaan, Jum’at 16/10 tepat jam 10 Para Penyidik Dittipkor Bareskrim bersama 3 Tsk…”

Postingan disertai dengan foto yang memperlihatkan suasana setelah makan siang para Tersangka NB, PU dan TS bersama pengacaranya. (inf)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending

Redaksi media Indonesiaraya.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, Iklan dan Sponsorship, serta kerjasama bisnis lainnya.

Penerbit :
PT Media Indonesia Raya

Manajemen Media :
Indonesia Raya Media Center (IRMC)

Email Center :
redindonesiaraya@gmail.com
redaksi@indonesiaraya.co id

WA Center :
0878-15557788, 0819-15557788

Terbit Sejak 8 Desember 2017