Connect with us

BANTEN

Gubernur Banten Diminta Laksanakan Putusan MA

Published

on

Asosiasi Serikat Pekerja (Aspek) Indonesia mendesak Gubernur Banten segera melaksanakan putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Asosiasi Serikat Pekerja (Aspek) Indonesia mendesak Gubernur Banten segera melaksanakan putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia yang telah berkekuatan hukum tetap, dengan menerbitkan surat keputusan baru terkait dengan penetapan upah minimum tahun 2017.

“Hukum harus ditegakkan karena Indonesia adalah negara yang berdasarkan pada hukum,” kata Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Aspek Indonesia Provinsi Banten Dicky Umaran dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (7/11/2018).

Aspek Indonesia bersama Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bertekad mengawal seluruh proses penegakan hukum hingga eksekusi dilaksanakan oleh Gubernur Banten.

Upaya hukum yang dilakukan oleh perwakilan buruh di Kota Serang, telah dikabulkan seluruhnya oleh pengadilan, mulai dari tingkat Pengadilan Tata Usaha Negara, Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara, sampai Mahkamah Agung RI dan telah berkekuatan hukum tetap.

Namun, hingga saat ini Gubernur Banten belum mau melaksanakan putusan Mahkamah Agung tersebut.

Menyikapi keengganan Gubernur Banten melaksanakan putusan, maka buruh mengajukan permohonan eksekusi ke PTUN Kota Serang, yang penetapannya telah dibacakan oleh hakim pada Selasa (6/11).

Hakim memerintahkan Gubernur Banten untuk melaksanakan putusan yang telah berkekuatan hukum tetap serta menegaskan tidak berlakunya SK Gubernur Banten Nomor 561 Tahun 2016 tentang Penetapan Upah Minimum Kabupaten/Kota di Provinsi Banten Tahun 2017.

Hakim juga memerintahkan Gubernur Banten menerbitkan surat keputusan yang baru, untuk merevisi Upah Minimum Kota Serang Tahun 2017 sesuai dengan Surat Rekomendasi Wali Kota Serang Nomor: 561 tertanggal 4 November 2016, yaitu Rp3.108.470,31.

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Aspek Indonesia Sabda Pranawa Djati mendesak Gubernur Banten menjadikan hukum sebagai panglima dengan cara bertanggung jawab melaksanakan isi putusan Mahkamah Agung RI.

Tidak ada lagi ruang untuk mendiskusikan apakah Gubernur Banten perlu atau tidak perlu melaksanakan putusan eksekusi dimaksud, apalagi harus meminta persetujuan unsur tripartit kota dan provinsi, karena putusannya sudah berkekuatan hukum tetap dan wajib dilaksanakan seluruh pihak terkait.

“Sehingga yang ditunggu saat ini adalah kapan Gubernur Banten akan menerbitkan surat keputusan yang baru untuk merevisi besaran Upah Minimum Kota Serang tahun 2017?” kata Sabda.

Jakwan, Anggota Majelis Nasional KSPI, mengatakan putusan itu membuat seluruh buruh di Kota Serang berhak mendapatkan selisih minimal Rp241,875 per bulan dari UMK 2017 yang ditetapkan gubernur Rp2.866.595,31 dengan UMK 2017 yang diputuskan oleh Mahkamah Agung RI sebesar Rp3.108.470,31.

UMK 2017 yang ditetapkan berlaku oleh Mahkamah Agung RI adalah UMK yang dihitung berdasarkan survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang telah dilakukan oleh Dewan Pengupahan Kota Serang serta inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

Hasil perjuangan dari Aspek Indonesia di Serang, Banten, harus menjadi pembelajaran bagi gerakan buruh di seluruh Indonesia, untuk terus menolak pemberlakuan PP 78/2015 yang merugikan kepentingan buruh dan serikat buruh.

Melalui putusan MA itu, katanya, sesungguhnya menegaskan bahwa hak serikat pekerja untuk berunding upah minimum di Dewan Pengupahan masih dinyatakan berlaku. Demikian, seperti dikutip Antara. (zis)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BANTEN

Ini Solusi Sandiaga Atasi Pedagang dan Sopir Angkot di Banten

Published

on

Calon Wakil Presiden 2019, Sandiaga Uno saat melakukan silaturahmi dengan pedagang pasar di Provinsi Banten.

Indonesiaraya.co.id, Tangerang Selatan – Calon Wakil Presiden pasangan Prabowo Subianto, Sandiaga Uno melakukan silaturahmi dengan pedagang pasar di Provinsi Banten. Dalam pertemuan tersebut, perwakilan pedagang Provinsi Banten mengeluhkan pendapatannya lesu.

“Terima kasih hari ini menerima perwakilan pedagang pasar di Provinsi Banten, terutama dari Tangerang Selatan. Kami di Pasar Jombang, bertemu pedagang yang berharap agar pasar kembali ramai karena agak lesu,” kata Sandiaga di Tangerang Selatan, Sabtu (20/10/2018).

BACA JUGA : Di Surabaya Sandiaga Uno, Ziarahi Makam Gombloh & Pembuat Logo NU

Sandiaga mengatakan, selain pedagang pasar Jombang, pengemudi angkot yang ditemuinya juga mengeluhkan penghasilan yang berkurang drastis saat ini. Sandi menuturkan, pasangan Prabowo-Sandi akan menghasilkan satu program sebagai solusi yang bisa dirasakan langsung oleh rakyat.

“Prabowo-Sandi akan hadir bersama masyarakat. Kita akan ambil alih kendali ekonomi. Kita perbaiki ke depan agar harga-harga terjangkau dan stabil,” ujar mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini.

Selain itu, menurut Sandiaga, Prabowo-Sandi akan berupaya meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan rakyat. Sebab 65 persen masyarakat Indonesia mengeluhkan peningkatan harga yang sangat memberatkan ekonomi mereka. (yug)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

BANTEN

Manisnya Bisnis Pepaya California

Published

on

Pepaya California, adalah produksi lokal, antara lain dipanen oleh petani Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Indonesiaraya.co.id, Lebak – Salah satu buah-buahan yang terus digemari sebagian masyarakat Indonesia adalah pepaya, termasuk Pepaya California, yang produksi dan peredarannya di pasar tetap ada hampir sepanjang tahun.

Meski namanya mengambil salah satu negara bagian di Amerika Serikat, Pepaya California, adalah produksi lokal, antara lain dipanen oleh petani Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Dalam selama dua bulan terakhir Pepaya California dari kabupaten tersebut mampu memenuhi pasar lokal, meskipun musim kemarau sedang berlangsung.

“Semua produksi pepaya dipasok ke sejumlah bandar penampung di pasar Rangkasbitung,” kata Yana (50) seorang petani Desa Warunggunung Kabupaten Lebak, Selasa (28/8/2018).

Meski memasuki musim kemarau, produksi pepaya jenis ini di wilayah Warunggunung masih berlangsung panen.

Apalagi, tanaman pepaya di sini rata-rata masih usia remaja antara sembilan sampai 11 bulan membuat produktivitas masih tinggi.

“Kami bisa memasok Pepaya California untuk kebutuhan pasar lokal sekitar satu sampai dua ton setiap pekan,” katanya.

Begitu juga Suhari (45), seorang petani di Desa Selaraja Kecamatan Warunggunung Kabupaten Lebak mengatakan saat ini sudah memasuki masa panen sehingga mampu memenuhi kebutuhan pasar lokal juga pasar induk.

Bahkan, Suhari mengatakan, telah memasok pepaya ke Pasar Induk Caringin Bandung, Jawa Barat, hingga empat ton per pekan.

Ia mengaku dirinya kini bisa menghasilkan pendapatan hasil penjualan pepaya california mencapai Rp16 juta, jika dikalkulasikan harga Rp4.000/Kg dengan jumlah empat ton itu.

“Kami panen Pepaya California cukup lumayan menguntungkan karena tidak terserang hama,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak Dede Supriatna mengatakan saat ini petani pepaya mampu memasok pasar lokal juga luar daerah.

Saat ini, produksi pepaya bisa mencapai puluhan ton per pekan.

Selama ini, petani mengembangkan perkebunan pepaya menggunakan pupuk organik sehingga hasilnya sangat memuaskan baik volume maupun kualitasnya.

Penggunaan pupuk organik menguntungkan,selain lahan subur juga tahan terhadap serangan hama.

“Kami mendorong petani terus meningkatkan produktivitas sehingga Lebak ke depan sentra penghasil Pepaya California dan memenuhi permintaan pasar domestik,” katanya, seperti dikutip Antara. (man)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

BANTEN

Utilisasi Industri Dipacu Penuhi Pasar Domestik

Published

on

Sekjen Kemenperin, Haris Munandar.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memacu kapasitas produksi terpasang (utilisasi) di sektor industri guna mengisi pasar domestik agar tidak tergerus produk impor.

“Pemerintah saat ini sedang mengkaji pembatasan impor terhadap beberapa komoditas. Pembatasan impor ini tidak masalah dijalankan apabila bahan baku tersebut ada dan mampu mencukupi kebutuhan di dalam negeri,” kata Sekjen Kemenperin Haris Munandar melalui keterangannya di Jakarta, Selasa (28/8/2018).

Ia menjelaskan, kebijakan hilirisasi juga semakin digenjot agar dapat meningkatkan nilai tambah bahan baku dalam negeri sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Namun, Haris menekankan, komoditas impor yang dibatasi itu sebaiknya yang berorientasi kepada sektor hilir.

Untuk itu tambahnya, Kemenperin masih menunggu daftar 900 komoditas yang akan dibatasi impornya dari Kementerian Keuangan. “Nanti jika sudah di-review bersama, akan dilihat apakah sudah sesuai dengan kebutuhan dan kondisi industri,” imbuhnya.

Jika aktivitas industri manufaktur berjalan baik maka diyakini akan membawa efek berantai positif yang luas bagi perekonomian, antara lain meningkatnya penerimaan devisa dari eskpor sehingga mampu mengurangi defisit neraca perdagangan.

Selain itu, Kemenperin juga aktif mendorong masuknya investasi sektor industri yang dapat mensubstitusi produk impor.

Dengan adanya upaya tersebut, berarti ada optimisme bisa menaikkan kinerja dan daya saing industri nasional. Kami berharap industri subtitusi impor bisa berkembang signifikan,” tegasnya, seperti dikutip Antara. (sel)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending