Connect with us

DESTINASI

Gubernur Minta Ramaikan Festival Kuliner Lalang Waya

Published

on

Festival Lalang Waya Market ini adalah destinasi digital GenPI Lampung yang berpindah-pindah tempat.

Indonesiaraya.co.id, Lampung – Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo mengajak warga Lampung mengunjungi festival Lalang Waya Market di Lampung Elephant Park, Bandarlampung, pada 8-17 Maret 2019.

“Mudah-mudahan kegiatan ini jadi pengalaman menyenangkan buat semua. Nanti bisa dilihat bagaimana kreasi teman-teman komunitas Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Lampung,” ujar Ridho, di Bandarlampung, Rabu (6/3/2019).

Ajang ini merupakan festival kuliner kedua racikan Generasi Pesona Indonesia Lampung dan masuk Lampung Kalender Kegiatan 2019.

Ridho mengatakan masyarakat di Lampung terus diberikan ruang untuk berkreasi menggerakkan ekonomi kreatif di tengah masyarakat. Sekaligus menjadi bagian dari kegiatan destinasi wisata, salah satunya adalah kontribusi GenPI Lampung.

“Sebagian promosi pariwisata harus dilakukan semangat dan kesadaran luar biasa, bahwa kemajuan pariwisata adalah kemajuan Provinsi Lampung. Ini penggerak perekonomian melalui ekonomi kreatif yang membawa kesejahteraan untuk warga Lampung,” kata Ridho.

Dia berharap festival Lalang Waya Market juga dapat dilaksanakan saat bulan Ramadan. “Coba kegiatan seperti ini dilakukan pada puasa. Di Lampung Elephant Park juga ada musala yang bisa digunakan untuk shalat berjamaah,” ujar Gubernur.

Terkait hal itu, Ketua GenPI Lampung, Dito Dwi Novrizal mengatakan festival Lalang Waya Market ini adalah destinasi digital GenPI Lampung yang berpindah-pindah tempat.

Penyelenggaraan Festival Lalang Waya Market kedua ini, berbeda dengan sebelumnya. Kali ini, selain menyajikan puluhan stan kuliner, tema yang diangkat yaitu ‘Kids and Family’.

“Jadi didalamnya ada kegiatan anak-anak bersama keluarga. Ada lomba mewarnai dan fashion anak-anak mulai dari PAUD, TK, dan SD dengan tema negeri dongeng. Selain itu ada atraksi menarik yang melibatkan berbagai komunitas di Lampung,” ujar Dito.

Dito berharap kehadiran Gubernur Ridho memberikan nuansa positif terhadap antusias warga masyarakat yang akan berkunjung. Demikian, seperti dikutip Antara. (ags)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DESTINASI

Patung Raksasa “Suro” dan “Boyo” Jadi Ikon Surabaya

Published

on

Patung raksasa "Suro" dan "Boyo" ini nantinya akan menjadi ikon terbesar dibanding dua patung lainnya yang ada di Kebun Bintang Surabaya (KBS) dan Skate Park Jalan Gubeng Surabaya.

Indonesiaraya.co.id, Surabaya – Patung raksasa “Suro” (hiu) dan “Boyo” (buaya) setinggi 42 meter di kawasan pesisir utara yang kini pembangunannya memasuki tahap akhir nantinya akan menjadi ikon Kota Surabaya, Jawa Timur.

“Ini adalah bagian dari mimpi saya. Saya juga membayangkan ketika ada di tengah laut, maka Surabaya dapat terlihat dari ikon patung ini,” kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat mengunjungi pembangunan Patung “Suro” dan “Boyo” di Bulak.

Menurut Risma, patung raksasa “Suro” dan “Boyo” ini nantinya akan menjadi ikon terbesar dibanding dua patung lainnya yang ada di Kebun Bintang Surabaya (KBS) dan Skate Park Jalan Gubeng Surabaya. Selain itu juga jadi spot baru penarik wisatawan datang ke Bulak dan Kenjeran.

Sementara itu, Kepala Dinas Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Kota Surabaya Eri Cahyadi juga memastikan bahwa Taman Suroboyo beserta patung “Suro” dan “Boyo” ditargetkan rampung Mei 2019.

Untuk itu, lanjut dia, pihaknya menargetkan patung raksasa itu akan selesai pembangunannya pada Mei 2019 atau bertepatan pada Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke 726. “Itu akan menjadi hadiah manis bagi Hari Jadi Kota Surabaya,” ujarnya.

Sebenarnya, lanjut dia, untuk pembangunan patungnya sendiri selesai pada Maret atau awal April tahun ini. “Tapi di bawahnya kan ada tambahannya dan tamannya, sehingga pengerjaan maksimal kami targetkan Mei,” kata Eri saat mendampingi Wali Kota Risma meninjau Patung “Suro” dan “Boyo”.

Selain itu, Eri menambahkan bahwa di kawasan itu nanti akan dibangun semacam jembatan yang menghubungkan antara sentra kuliner Sentra Ikan Bulak (SIB) lantai dua dengan patung “Suro” dan “Boyo” tersebut. Jembatan itu nanti akan dibangun seperti Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), tapi bentuk dan desainnya berbeda.

“Secara konsep sudah jadi dan langsung di kerjakan tahun ini. Secara anggaran ikut tahun ini. Jadi mudah-mudahan selesai pada akhir tahun, dilihat aja nanti,” ujarnya.

Eri juga menambahkan, selain melakukan pembangunan infrastruktur, Pemkot Surabaya juga akan merenovasi beberapa bagian bangunan Sentra Ikan Bulak (SIB), termasuk toilet dan beberapa bagian lainnya. Bahkan, pemkot juga berencana menggalakkan berbagai pelatihan untuk para pedagang yang menempati SIB.

“Nanti SIB akan di perbaiki dari kamar mandi, tempat jualan, kemudian kita adakan pelatihan terkait management jual beli, dandanan yang jualan, cita rasa, sehingga SIB itu memiliki daya tarik bagi pengunjung,” ujarnya, seperti dikutip Antara. (abd)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

DESTINASI

Ini Dia Kota Termahal di Dunia

Published

on

Hong Kong, Paris, dan Singapura telah berbagi gelar sebagai kota termahal di dunia dalam survei.

Indonesiaraya.co.id, London – Hong Kong, Paris, dan Singapura telah berbagi gelar sebagai kota termahal di dunia dalam survei mengenai biaya hidup di seluruh dunia baru-baru ini, menurut laporan terbaru yang dikeluarkan oleh sebuah lembaga riset Inggris.

Dengan menggunakan New York City sebagai acuannya, laporan Biaya Hidup Seluruh Dunia (Worldwide Cost of Living) 2019, yang diterbitkan Senin (18/3/2091) oleh Economist Intelligence Unit, menemukan bahwa biaya hidup di ketiga kota itu tujuh persen lebih tinggi daripada di kota patokan, pertama kali tiga kota sekaligus menempati tempat pertama dalam survei.

Sebesar 10 kota teratas dengan biaya hidup tertinggi sebagian besar dibagi antara Asia dan Eropa. Singapura adalah satu-satunya kota yang mempertahankan peringkatnya dari tahun sebelumnya, menandai tahun keenamnya berturut-turut di peringkat teratas, dengan Hong Kong naik tiga tingkat dan Paris naik satu tingkat mencapai posisi puncak.

Laporan itu juga mengungkapkan bahwa biaya hidup global telah turun menjadi 69 persen dari biaya di New York, turun dari 73 persen tahun lalu, tetap jauh lebih rendah daripada lima tahun lalu, ketika biaya hidup rata-rata di kota-kota yang disurvei adalah 82 persen dari biaya di kota dasar.

Sementara inflasi dan devaluasi merupakan faktor utama dalam menentukan biaya hidup, banyak kota yang disurvei menurun peringkatnya karena gejolak ekonomi, pelemahan mata uang atau penurunan harga lokal, kata laporan itu.

Untuk membantu manajer sumber daya manusia dan keuangan menghitung biaya hidup dan membangun paket kompensasi untuk ekspatriat dan pelancong bisnis, Unit Intelejen yang berkantor pusat di London itu telah melakukan survei dua tahunan selama lebih dari 30 tahun dengan membandingkan lebih dari 400 harga individual di 160 produk dan jasa-jasa. Demikian, seperti dikutip Antara . (pep)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

DESTINASI

Desa Setanggor, Desa Wisata Lombok Tengah

Published

on

Desa Wisata Setanggor, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Indonesiaraya.co.id, Mataram – Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) RI meresmikan Desa Wisata Setanggor, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Laman Pemkab Lombok Tengah, Selasa (19/3/2019), menyebutkan peresmian itu dilakukan oleh Sekjen Kemendes PDDT Anwar Sanusi.

Kegiatan peresmian tersebut berupa bantuan galeri tenun, homestay dan penerangan jalan umum di desa wisata Setanggor.

Sekjen Kemendes PDTT RI, Anwar sanusi mengatakan apa yang dilakukan saat ini tidak lain dengan tujuan untuk mendorong perekonomian di NTB, khususnya Lombok Tengah agar bisa tumbuh dan berkembang secara signifikan.

Meski beberapa waktu lalu telah diuji dengan bencana gempa yang cukup mempengaruhi perekonomian masyarakat.

“Ujian yang diberikan ini akan membawa hikmah bagi kita semua. Apa yang kami lakukan ini untuk membangkitkan perekonomian masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Sekda Lombok Tengah HM Nursiah, menyebutkan pariwisata merupakan salah satu sektor penting yang dimiliki Lombok Tengah, baik itu dari ujung Utara hingga Selatan.

Dari objek wisata yang dimiliki itulah, maka pemerintah pusat menetapkan Lombok Tengah sebagai salah satu dari 12 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang ada di Indonesia.

“Dengan adanya KEK ini, kita memiliki mimpi baru dalam menwujudkan kesejahteraan yang ditopang melalui pariwisata,” katanya.

Karena itu, mimpi ini harus dijemput dengan mempersiapkan sumber daya dan potensi-potensi yang ada. Terutama potensi yang ada di desa harus digali dan dikembangkan untuk menopang arus besar sebagai efek dari pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang sedang dikerjakan saat ini.

“Kita tidak boleh menjadi penonton di wilayah sendiri. Tapi harus menjadi pemain utama dalam arus perubahan kedepan,” lanjutnya, seperti dikutip Antara. (riz)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending