Indonesiaraya.co.id, Bandarlampung – Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Lampung Yunita Rohani mengatakan sebanyak 188 tenaga kerja Indonesia terancam hukuman mati di luar negeri.

Dalam peringatan Hari Buruh Sedunia (May Day) 2018, di Tugu Adipura Bandarlampung Selasa, dan sebanyak 188 orang TKI yang terancam hukuman mati itu salah satunya berasal dari Desa Padang Ratu, Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran.

BACA JUGA : Ini Langkah Pemerintah untuk Pekerja Masuki Era Industri 4.0, Sayangnya Masih Dirumuskan

“Namanya Daryati, asal Kabupaten Pesawaran. Dia terancam hukuman mati di Singapura atas tuduhan pembunuhan,” kata Yunita Rohani.

Pemerintah dalam hal ini Menaker Hanif Dakhiri agar melakukan pendampingan Daryati secara maksimal.

Yunita menjelaskan Daryati menghadapi tuntutan hukuman gantung di Singapura. Pada persidangan bulan Juni 2016, ia didakwa membunuh majikannya.

Namun, kata Yunita lagi, hingga kini keluarga Daryati belum mengetahui secara persis apa motivasi dan penyebab terjadi pembunuhan tersebut.

Dia meminta pemerintah dalam hal ini Menaker Hanif Dakhiri untuk melakukan pendampingan Daryati secara maksimal.

“Kami minta dukungan ke masyarakat untuk menandatangani petisi guna menyakinkan pemerintah pusat supaya melakukan pendampingan secara maksimal,” kata Yunita Rohani. (san)