Connect with us

FINANSIAL

Harga Emas Kembali Turun, Tertekan Penguatan Dolar

Published

on

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Desember turun 8,5 dolar AS atau 0,56 persen, menjadi ditutup pada 1.504,4 dolar AS per ounce.

Indonesiaraya.co.id, Chicago – Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange kembali turun pada akhir perdagangan Senin (7/10/2019) (Selasa, (8/10/2019) pagi WIB), setelah pada akhir pekan lalu menghentikan kenaikan beruntun selama tiga hari, karena logam mulia tertekan oleh greenback atau dolar yang lebih kuat.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Desember turun 8,5 dolar AS atau 0,56 persen, menjadi ditutup pada 1.504,4 dolar AS per ounce.

Dolar AS menguat di tengah melemahnya pound Inggris, karena investor semakin khawatir tentang prospek Brexit, yang dapat berakhir tanpa kesepakatan dan volatilitas yang terjadi kemudian.



Perdana Menteri Inggris Boris Johnson bersikeras Inggris akan meninggalkan blok Uni Eropa, dengan atau tanpa kesepakatan pada 31 Oktober.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, naik 0,09 persen menjadi 98,99 pada pukul 17.30 GMT, sesaat sebelum penyelesaian transaksi emas.

Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dolar AS, yang berarti jika dolar AS menguat maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 8,5 sen atau 0,48 persen menjadi ditutup pada 17,54 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik 1,4 dolar AS atau 0,16 persen, menjadi 888,3 dolar AS per ounce. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua. Demikian, seperti dikutip Antara. (ash)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

FINANSIAL

OJK Nyatakan Perbankan di Wamena Beroperasi Terbatas

Published

on

Otoritas Jasa Keuangan, adalah lembaga yang independen yang mempunyai fungsi, tugas, dan wewenang pengaturan, pengawasan, pemeriksaan, dan penyidikan.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan industri perbankan di Wamena, Papua, masih beroperasi terbatas menyusul kericuhan yang terjadi sejak Senin (23/9/2019).

Kericuhan yang bermula dari aksi unjuk rasa itu terjadi dalam sepekan terakhir dan membuat ribuan warga di Wamena memilih mengungsi ke Jayapura dan beberapa kota di luar Papua.

“Kondisi yang kami terima bahwa keterbatasan buka operasional perbankan umumnya karena keterbatasan pegawai yang sebagian masih mengungsi ke Jayapura,” kata Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot saat dihubungi Antara di Jakarta, Selasa (1/10/2019).



Pengawas dan pengatur seluruh industri jasa keuangan itu mengaku telah mengimbau setiap pelaku industri jasa keuangan di Wamena untuk membuka layanan secara terbatas demi mengutamakan keselamatan pegawai. Pelaku industri juga diminta untuk memperhatikan dinamika keamanan di Wamena untuk membuka layanan perbankan.

Namun hingga Senin (30/9) malam, kata Sekar, beberapa jaringan sistem transaksi bank seperti mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) sudah dapat beroperasi normal. Begitu juga dengan layanan daring (online) perbankan di Wamena seperti “mobile banking” dan “internert banking” yang berjalan normal.

“Sampai dengan saat ini bank yang ada di Wamena telah melaporkan buka secara operasional terbatas sehingga aktivitas ekonomi dapat segera pulih kembali utamanya di Wamena,” ujar Sekar.

Adapun kerusuhan yang terjadi di Wamena awal pekan lalu menyebabkan ribuan warga mengungsi ke Jayapura. Kerusuhan itu telah meyebabkan 31 orang meninggal dunia, menurut Kementerian Kesehatan.

Akibat kerusuhan itu dalam sepekan terakhir, ratusan bangunan, baik milik pemerintah maupun swasta jadi sasaran amuk massa. Kegiatan ekonomi pun tersendat. Warga di Wamena mengalami kesulitan memperoleh makanan dan beberapa kebutuhan lainnya karena tutupnya sejumlah pusat perbelanjaan dan fasilitas publik. Demikian, seperti dikutip Antara. (iap)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

FINANSIAL

Menkeu Imbau Demonstrasi Tidak Diwarnai Sikap Anarkis

Published

on

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengimbau kepada masyarakat Indonesia yang akan melakukan demonstrasi agar aksi unjuk rasa tersebut tidak diwarnai dengan kericuhan dan sikap anarkis.

Ia menuturkan unjuk rasa merupakan salah satu bentuk penyampaian aspirasi dari berbagai lapisan masyarakat yang apabila dilakukan dengan tertib dan tidak ada unsur anarkis maka akan semakin baik untuk perubahan Indonesia ke depannya.

“Selama tidak anarkis dan tidak menciptakan suasana kerusuhan yang kemudian menimbulkan ketakutan, saya anggap bahwa dinamika ini tetap sehat dan memang baik untuk Indonesia ke depan,” katanya saat ditemui di Jakarta, Selasa (1/10/2019).



Ia berharap aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat bisa berjalan sesuai dengan koridor tata hukum nasional yaitu aman dan tertib sehingga juga tidak akan memberikan dampak yang negatif terutama terkait perekonomian Indonesia.

“Dari sisi tata kelola dan hukum melandasinya juga sudah kita atur bersama. Jadi kita berharap selama aspirasi itu disampaikan di dalam koridor-koridor tersebut ini adalah dinamika demokrasi yang sehat,” ujarnya.

Selain itu, ia menuturkan bahwa penyampaian aspirasi yang kondusif akan menjadi cerminan yang baik dalam penilaian demokrasi terhadap suatu bangsa sebab memberikan efek positif ke berbagai sektor seperti ekonomi nasional yang akan terus membaik.

“Namun kalau sudah anarkis tentu itu akan disayangkan, semua masyarakat tentu tidak mengharapkan hal itu. Masyarakat secara umum tidak akan mengharapkan itu,” tegasnya. Seperti dikutip Antara. (afh)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

FINANSIAL

Presiden Pertimbangkan Kenaikan Iuran BPJS Kelas III

Published

on

Presiden terpilih 2019, Joko Widodo.

Indonesiaraya.co.id, Bogor – Presiden Joko Widodo menyatakan akan mempertimbangkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan Kelas III setelah menerima usulan dari pimpinan serikat buruh.

“Itu juga usulan, kita pertimbangkanlah, karena memang kita harus berhitung, harus berkalkulasi,” kata Presiden Joko Widodo dalam jumpa pers di Istana Kepresidenan Bogor, Senin.

Menurut Presiden, penghitungan itu dilakukan agar anggaran BPJS tidak defisit.



Sebelumnya, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan dirinya dan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Newa Wea dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi membahas tiga hal dengan Presiden Jokowi yakni penolakan RUU Ketenagakerjaan yang merugikan buruh, rencana revisi PP Nomor 78/2015 tentang pengupahan, serta penolakan kenaikan iuran BPJS Kesehatan Kelas III.

“Kami mengatakan iuran BPJS kelas III akan memberatkan rakyat dan menurunkan daya beli. Oleh karena itu kami mengusulkan dan menyarankan kepada beliau untuk dipertimbangkan agar iuran kelas III tidak dinaikkan,” kata Said.

Sementara itu Andi Gani mengatakan kenaikan iuran BPJS kelas III akan mempengaruhi kehidupan buruh dan rakyat kecil.

Andi mengatakan Presiden Jokowi telah menerima usulan dengan baik dan mengimbau seluruh buruh untuk tetap tenang menghadapi gejolak hukum saat ini. Demikian, seperti dikutip Antara. (byp)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending