Connect with us

DESTINASI

Hotel di Swedia Tawarkan Kamar Gratis Asal Tidak Pakai Ponsel

Published

on

Hotel ini ingin agar tamunya menikmati waktu berkualitas dengan orang tercinta dan apa yang ada di depan mata ketimbang cuma memelototi layar handphone.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Hotel di Swedia menawarkan kamar gratis dengan syarat tamunya harus melepaskan diri dari ponsel, tentunya menjauh dari media sosial sepanjang waktu.

Dikutip dari Travel and Leisure, The Check Out Suite di Hotel Bellora, Gothenburg, Swedia, dirancang untuk membuat tamu betul-betul bisa beristirahat. Tawaran kamar gratis ini berlaku pada 14 Februari.

Hotel ini ingin agar tamunya menikmati waktu berkualitas dengan orang tercinta dan apa yang ada di depan mata ketimbang cuma memelototi layar handphone.

Pada dasarnya, semakin sering tamu memakai aplikasi media sosial, harga kamarnya jadi makin mahal.

Kamar tersebut punya lampu pintar Skarmfri alias Screen-free yang menghitung berapa biaya yang akan dibebankan pada tamu berdasarkan seberapa sering waktu yang dipakai untuk mengakses media sosial.

Tamu dapat menghubungkan ponsel ke lampu menggunakan WiFi kamar, lalu dari situ lampu akan berpendar putih hingga 30 menit, waktu yang direkomendasikan untuk mengakses handphone bagi orang yang sedang berwisata, berdasarkan studi dari Hotel Designs.

Bila lewat dari 30 menit, lampu akan berpendar merah, artinya tamu harus membayar penuh harga kamar. Di sisi lain, jika Anda tidak memakai ponsel sama sekali, kamar tersebut gratis. Demikian, seperti dikutip Antara. (nan)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BOGOR

Bogor Street Festival Digelar 19 Februari

Published

on

Kegiatan Bogor Street Festival 2019 bebas dari keagamaan dan tidak bicara politik, tapi berbicara tentang keberagamaan.

Indonesiaraya.co.id, Bogor – Bogor Street Festival (BSF) 2019 yang akan digelar pada 19 Febuari 2019 merupakan ajang kegiatan budaya yang merupakan warisan bangsa Indonesia, kata Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto.

“Kegiatan Bogor Street Festival yang juga memperingati Cap Go Meh bukan acara keagamaan, tapi kegiatan budaya,” kata Bima Arya Sugiarto, di Bogor, Kamis (14/2/2019).

Ia mengatakan, acara tahunan yang memiliki slogan `Ajang Budaya Pemersatu Bangsa` itu ditambahkan dia menjadi `Ajang Budaya Pemersatu Bangsa dari Bogor untuk Indonesia`.

Alasannya Bima menjelaskan, bangsa ini tengah diuji dalam konteks kebersamaan dalam keberagamaan.

Ia mengatakan, banyak kelompok yang tidak berani menyuarakan keberagamaan dengan hitung-hitungan politik.

“Padahal warisan dari bangsa kita turun-temurun kebersamaan dan keberagaman. Kalau tidak tegas dan kalau dikuasai oleh kelompok intoleran, mau dibawa ke mana Kota Bogor kita, dan negara kita, apa lagi dibawa ke politik,” tegas Bima Arya.

Untuk itu ia menegaskan lagi kegiatan Bogor Street Festival 2019 bebas dari keagamaan dan tidak bicara politik, tapi berbicara tentang keberagamaan.

“Secara keseluruhan budaya warisan bangsa perlu kita jaga. Buktinya kita kawal bersama-sama. Bahkan acara ini akan dihadiri Pak Gubernur Jawa Barat Ridwal Kamil, Pangdam, dan Kapolda Jawa Barat,” tutur dia.

Ketua Pelaksana Bogor Street Festival Pesta Rakyat CGM 2019, Arifin Himawan mengatakan acara tahunan ini selalu dinantikan ribuan warga Kota Bogor yang berlangsung di sepanjang Jalan Suryakencana.

“Acara ini kita mengambil tema kemasan `Katumbiri` yang mengandung nilai keindahan dalam keberagaman,” jelas Arifin Himawan.

Dijelaskanya Katumbiri dari bahasa Sunda yang berarti pelangi, diharapkan dapat menjadi semangat bersama warga Bogor untuk Indonesia dalam merawat keberagaman.

“Berbeda dari tahun lalu, aksi budaya yang menampilkan berbagai bentuk seni budaya yang unik disuguhkan pada malam hari,” ujarnya, seperti dikutip Antara. (mis)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

DESTINASI

Indonesia Peringkat ke-6 Negara Terindah di Dunia

Published

on

Pulau Lombok, adalah sebuah pulau di kepulauan Sunda Kecil atau Nusa Tenggara.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Indonesia menempati peringkat keenam negara terindah di dunia versi penerbit ternama Inggris “Rough Guides” yang melakukan jajak pendapat kepada netizen dari berbagai negara di dunia.

Menteri Pariwisata Arief Yahya di Jakarta, Kamis (31/1/2019), menyambut baik predikat negeri terindah di dunia bagi Indonesia dalam laman “Rough Guides” yang selama ini menjadi salah satu rujukan utama pelancong dunia.

“Posisi ini sangat membanggakan bagi Indonesia, kita bisa menunjukkan kepada dunia bahwa tak ada negeri yang kaya dengan beraneka ragam pemandangan alam yang indah dan keragaman budaya yang memesona selain di sini,” kata Menpar Arief.

Rough Guides yang berpusat di London, Inggris, menyusun daftar 20 negeri terindah di dunia dari hasil jajak pendapat pengguna internet secara global dan menempatkan Indonesia pada posisi keenam di bawah Afrika Selatan, Italia, Selandia Baru, Kanada, dan Skotlandia yang berada di urutan pertama.

Indonesia melampaui negara-negara di Benua Asia lainnya seperti India berada di peringkat ke-13 dan Vietnam di peringkat ke-20. Melalui aman www.roughguides.com, penyedia guidebook yang berdiri sejak 1982 itu membuat rekomendasi tentang negeri-negeri indah yang patut dikunjungi.

Indonesia dianggap memiliki daya tarik tinggi sebagai negeri yang menyajikan suasana perdesaan, ketenangan pulau-pulau terpencil, hingga puncak gunung yang menjulang. Dari poling pembacanya, Indonesia dianggap sangat menarik karena memiliki 17.508 pulau yang membentang dari barat ke timur serta memiliki keanekaragaman flora dan fauna yang luar biasa. Tidak hanya itu, adat istiadat, kuliner, dan lebih dari 500 bahasa daerah juga menjadi daya tarik lain bagi Indonesia.

Pesona Bali dan Lombok sebagai daya tarik alam dan budaya juga menjadi salah satu magnet lainnya.Bali dikenal karena kuil-kuilnya dan titik selancar kelas dunia, sedangkan Lombok karena pantai-pantainya yang memesona. Di utara ada Kalimantan yang menawarkan kesempatan untuk melihat satwa liar orang utan di habitat aslinya.

Menpar Arief juga mengatakan posisi Indonesia yang dinobatkan Rough Guides sebagai negeri terindah dunia sudah tentu menguatkan aspek 3C (Confidence, Credibility, Calibration) berbagai destinasi wisata di Indonesia khususnya Pulau Dewata Bali dan Lombok.

“Penghargaan ini semakin mengukuhkan posisi Indonesia sebagai destinasi wisata kelas dunia. Ini juga memberikan optimisme baru bagi sektor pariwisata di Tanah Air,” tutupnya, seperti dikutip Antara. (han)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

DESTINASI

KLHK : Penutupan Kawasan Taman Nasional Komodo Masih dalam Pembahasan

Published

on

Berdasarkan monitoring Balai TN Komodo dan Komodo Survival Programme, pada 2017, jumlah populasi komodo sebanyak 2.762 individu yang tersebar di Pulau Rinca (1.410).

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Wiratno mengatakan rencana penutupan Taman Nasional Komodo (TN Komodo) di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih dalam tahap pembahasan lebih lanjut.

“Wacana penutupan sementara TN Komodo yang bertujuan untuk melakukan perbaikan tata kelola khususnya untuk mendukung tujuan konservasi, perlu segera dibahas antara Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Pariwisata, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Keuangan,” kata Wiratno di Jakarta, Senin (28/1/2019).

Pengelolaan TN Komodo berada di bawah Direktorat Jenderal KSDAE KLHK, sebagaimana diatur dalam peraturan perundangan bidang lingkungan hidup dan Kehutanan.

Peraturan perundangan tersebut yaitu UU No.5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya, UU No.23/2014 tentang Pemerintahan Daerah, PP No.28/2011 tentang Pengelolaan Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam, Perpres No.16/2015 tentang Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Permen Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.P.18/MENLHK-II/2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Permen Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.P.7/MENLHK/SETJEN/OTL.0/1/2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Taman Nasional.

Wiratno mengatakan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan cq Direktur Jenderal KSDAE memiliki kewenangan untuk menutup atau membuka kembali suatu taman nasional, berdasarkan pertimbangan ilmiah, fakta lapangan, kondisi sosial ekonomi dan masukan dari pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten serta para pihak lainnya.

“Dengan demikian penutupan kawasan taman nasional menjadi kewenangan Direktorat Jenderal KSDAE KLHK,” ujar Wiratno.

Dia juga mencontohkan kasus penutupan pendakian sementara di TN Gunung Rinjani, TN Gunung Merapi, TN Bromo Tengger Semeru, karena terjadi erupsi gunung berapi dan kondisi cuaca ekstrim.

“Dapat juga dikarenakan adanya kerusakan habitat, atau gangguan terhadap satwa liar yang dilindungi, akibat dari aktivitas pengunjung, bencana alam, dan mewabahnya hama dan penyakit seperti di TN Way Kambas,” lanjutnya.

Berdasarkan monitoring Balai TN Komodo dan Komodo Survival Programme, pada 2017, jumlah populasi komodo sebanyak 2.762 individu yang tersebar di Pulau Rinca (1.410), Pulau Komodo (1.226), Pulau Padar (2), Pulau Gili Motang (54) dan Pulau Nusa Kode (70). Sedangkan populasi rusa adalah sebanyak 3.900 individu dan kerbau sebanyak 200 individu.

Pada 2018, ditemukan satu individu komodo mati secara alamiah karena usia. Ancaman terhadap spesies biawak besar ini adalah masih ditemukannya perburuan rusa, namun saat ini program breeding rusa telah dibangun di Kecamatan Sape Kabupaten Bima, untuk mengurangi tingkat perburuan rusa di TN Komodo. Demikian, seperti dikutip Antara. (vir)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending