Connect with us

RIAU

Imigrasi Pangkalpinang Tahan Warga Negara China

Published

on

Polisi menggiring ratusan warga negara Cina yang akan dideportasi ke negaranya.

Indonesiaraya.co.id, Pangkalpinang – Kantor Imigrasi Kelas I Pangkalpinang menahan Huabin (54), warga negara asing berkebangsaan China yang sebelumnya ditahan tim pengawasan orang asing Kota Pangkalpinang dalam operasi gabungan pada Selasa (4/12/2018).

“Penahanan ini kami lakukan karena dugaan tindak pidana pelanggaran keimigrasian terkait kegiatannya di wilayah Indonesia, khususnya Bangka Belitung,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Pangkalpinang, Mas Ari, di Pangkalpinang, Kamis (6/12/2018).

Huabin ditahan tim pengawasan orang asing karena diduga melakukan kegiatan lain yang tidak berhubungan dengan visa yang dikeluarkan pemerintah.

Huabin diduga bekerja di PT Putra Bangka, salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pemurnian dan pengolahan zircon dengan menggunakan visa kunjungan.

“Kami akan menahan Huabin hingga diterbitkannya hasil penyidikan dari imigrasi terkait pelanggaran yang dilakukan,” ujarnya.

Plt Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, Muksin, akan menyidik secara mendalam untuk memastikan langkah hukum selanjutnya.

“Namun jika hanya melakukan pelanggaran administratif saja maka akan dilakukan pendeportasian dan pencekalan, atau diusir dan dicekal tidak boleh lagi masuk ke Indonesia,” ujarnya, seperti dikutip Antara. (don)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RIAU

Polisi Pekanbaru Bongkar Praktik Dukun Pengganda Uang

Published

on

Kepolisian Sektor Limapuluh, Kota Pekanbaru, membongkar praktik dukun bermodus mampu menggandakan uang hingga miliaran rupiah.

Indonesiaraya.co.id, Pekanbaru – Kepolisian Sektor Limapuluh, Kota Pekanbaru, membongkar praktik dukun bermodus mampu menggandakan uang hingga miliaran rupiah di ibu kota Provinsi Riau tersebut.

“Ada dua pelaku yang mengaku sebagai dukun palsu telah kita tetapkan sebagai tersangka,” kata Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Lima Puluh Iptu Abdul Halim di Pekanbaru, Selasa (4/12/2018).

Ia menjelaskan kedua tersangka yang sebenarnya petani asal Dompu, Nusa Tenggara Barat tersebut masing-masing bernama Ismail alias Guru (50) dan rekannya Ahmad (32). Dalam aksinya, Halim mengatakan kedua dukun palsu itu berupaya memperdaya korban dengan mengaku mampu menggandakan uang hingga miliaran rupiah dalam waktu singkat.

Kasus unik yang masih saja terjadi di zaman modern itu terungkap setelah polisi menerima laporan korban bernama Andre. Selain Andre, polisi juga menerima laporan yang sama dari dua korban lainnya.

Dalam laporannya, korban yang merupakan warga Pekanbaru itu terlebih dahulu mengenal kedua tersangka, sejak dari NTB. Perkenalan semakin akrab ketika tersangka mengaku mampu membantu korban untuk mengatasi masalah finansial dengan menggandakan uang dalam waktu singkat.

Korban yang mulai terperdaya tipu daya tersangka lalu mengajak kedua tersangka ke Pekanbaru. Korban lantas mengajak dua rekannya lagi untuk bersama-sama menghasilkan uang dalam jumlah besar dan waktu singkat.

Akhirnya, korban mengajak tiga temannya, yaitu Rydo Setiawan, Isnaini Herawati dan Helmiyani. Uang pun berhasil terkumpul hingga Rp149 juta dan diserahkan kepada tersangka Guru.

Tipu daya tersangka terus berlanjut. Guru dengan tampang meyakinkan memulai ritual gaib. Para korban juga diajak mengikuti ritual yang sulit diterima akal itu. “Tersangka menjanjikan bisa menggandakan uang hingga Rp4 hingga Rp5 miliar dari uang yang diserahkan korban Rp149 juta,” jelasnya.

Ritual itu dilakoni tersangka layaknya seperti dukun asli. Ia menggunakan kardus, kain putih dan hitam, botol air mineral, gulungan kertas panjang, plastik berisikan kapur, daun sirih, benang, jarum, pinang dan tisu. Kemudian ada juga dupa sebagai alat ritual.

“Setelah ritual berlangsung, uang seolah-olah dimasukkan ke dalam kardus yang ditutup dengan kain putih dan hitam. Kotak itu baru bisa dibuka seminggu setelah ritual,” ungkapnya.

Korban yang merasa penasaran dan curiga dengan isi kotak pun membuka kotak itu. “Tiga jam setelah ritual korban merasa curiga, ternyata ketika dibuka isinya kertas,” kata dia.

Uang yang dikumpulkan korban ternyata dibagi dua oleh tersangka. Rencananya mereka hendak menggunakan uang itu untuk kembali ke kampung halaman.

“Tapi polisi langsung bergerak cepat mengamankan kedua pelaku. Mereka ditangkap di sebuah hotel berikut dengan barang ritualnya itu,” jelasnya.

Atas perbuatannya, kedua pelaku pun tak bisa kembali ke daerah asal karena terpaksa mendekam di balik jeruji besi atas dugaan penipuan yang mereka lakukan. Mereka disangkakan Pasal 378 KUHP dengan ancaman empat tahun penjara. Demikian, seperti dikutip Antara. (faz/ang)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

RIAU

Polisi Aita 3.000 Ekstasi dan 1,5 Kilogram Sabu-Sabu di Penginapan Mewah

Published

on

Jajaran Kepolisian Resort Kota Pekanbaru, Provinsi Riau berhasil mengungkap sindikat narkoba di kawasan penginapan mewah Villa Baliview Luxury.

Indonesiaraya.co.id, Pekanbaru – Jajaran Kepolisian Resort Kota Pekanbaru, Provinsi Riau berhasil mengungkap sindikat narkoba di kawasan penginapan mewah Villa Baliview Luxury dengan barang bukti berupa 3.000 butir pil ekstasi dan 1,5 kilogram sabu-sabu siap edar.

“Jaringan ini sengaja menggunakan tempat mewah sebagai upaya mengelabui petugas,” kata Kepala Polsek Lima Puluh, Kota Pekanbaru, Kompol Angga F Herlambang di Pekanbaru, Senin (3/12/2018).

Ia menjelaskan total terdapat empat orang tersangka yang ditangkap dalam pengungkapan pada medio pekan lalu tersebut. Keempatnya masing-masing berinisial ZAT (28) dan Husnul Mizan (26). Keduanya merupakan warga asal Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis.

Sementara dua tersangka lainnya adalah IK (29) asal Kecamatan Bangkinang, Kabupaten Kampar, dan MT (27) warga Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru.

“Para pelaku bertindak sebagai kurir dalam sindikat narkoba tersebut,” ujarnya.

Menurut Angga, pengungkapan tersebut berawal dari laporan masyarakat yang menyebutkan akan maraknya peredaran narkoba jenis sabu-sabu dan ekstasi di kawasan resor mewah tengah Kota Pekanbaru, Villa Baliview.

Polisi yang mendapat informasi tersebut langsung melakukan penyelidikan. Hasilnya diperoleh identitas para pelaku dan asal barang haram tersebut.

“Informasi awal dari penyelidikan narkoba dibawa dari Bengkalis dan diedarkan di Pekanbaru,” ujarnya.

Informasi tersebut terus didalami jajaran Polsek Limapuluh Pekanbaru dengan melakukan penyamaran. Beberapa Polisi bertugas menyamar sebagai pembeli dan melakukan transaksi di Villa mewah itu. Ketika transaksi dilakukan, para pelaku langsung dibekuk petugas.

Dari penangkapan itu, Angga menjelaskan jajarannya menyita sejumlah barang bukti. Diantaranya adalah tujuh paket besar sabu-sabu dengan berat total mencapai 1,5 kilogram serta 30 bungkus berisi ekstasi, dengan masing-masing berisi 1.000 butir.

Angga menegaskan bahwa jajarannya masih terus mendalami pengungkapan tersebut, termasuk menyelidiki bandar besar yang mengendalikan keempat pemuda itu dalam mengdarkan narkoba.

Bengkalis selama ini dikenals sebagai salah satu pintu masuk utama penyelundupan sabu-sabu, yang mayoritas berasal dari negeri jiran Malaysia. Minimnya pengawasan di pesisir Riau tersebut menjadi masalah utama yang dihadapi jajaran kepolisian dan instansi terkait dalam memerangi narkoba di Bumi Lancang Kuning, Riau. Demikian, seperti dikutip Antara. (zar)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

POLITIK

287 Calon Anggota KPU Riau Tes Kesehatan

Published

on

Tim Seleksi I KPU Riau sedang mewancarai calon komisioner KPU kabupaten dan kota di Hotel Dafam, Senin (3/12/2018)

Indonesiaraya.co.id, Pekanbaru – Sebanyak 287 calon anggota KPU Riau telah menjalani tes kesehatan jasmani di RSUD Arifin Achmad, guna tahapan proses penjaringan.

“Dari total 289 yang harus dilakukan pemeriksaan, ada dua orang yang tidak hadir. Sehingga total ada 287 berkas yang diserahkan ke RSUD,” kata Ketua Tim Seleksi I KPU Riau, Muhammad Sahal, di Pekanbaru, Senin (3/12/2018).

Ia menjelaskan tes kesehatan jasmani ini merupakan salah satu rangkaian tes kesehatan untuk persyaratan kelulusan. Ia menyatakan dua orang yang tidak hadir pada tes kesehatan jasmani tersebut berasal dari luar kota. “Dua orang yang tidak hadir ini adalah calon komisioner KPU dari Inhil,” kata Sahal.

Sedangkan untuk pemeriksaan kesehatan jiwa, Sahal mengatakan, belum semua peserta selesai diperiksa. Ada 100 orang peserta yang belum. “Mereka berasal dari calon KPU Siak, Kampar, Indragiri Hulu, dan Pekanbaru,” tutur dia. Demikian, seperti dikutip Antara. (zar)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending