Connect with us

POLITIK

Ini Kata Sandiaga Uno kepada Pelaku UMKM di Pasar Kito

Published

on

Calon Wakil Presiden 2019, Sandiaga Uno saat berkunjung ke Pasar Kito Palembang, Selasa (13/11/2018).

Indonesiaraya.co.id, Palembang – Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahudin Uno tidak mau mengumbar janji saat kampanye. Di Pasar Kito Palembang, Selasa (13/11/2018). Sandi mengungkapkan hal itu ketika ada serombongan ibu-ibu melintas ditempat mantan  wakil gubernur DKI ini   sedang berdialog dengan para pelaku UMKM di Pasar Kito.

Jangan banyak janji pak. Kapok kita dijanjiin sama yang kemarin. Hasilnya sekarang semua serba naik, janjinya nggak ada yang bener,” kata ibu-ibu mengenakan jilbab merah. 

BACA JUGA : Sandi Ajak Millenial Jadi Pengusaha

Sandi yang berdiri diantara kerumunan para pedagang pusat oleh-oleh baju dan pernak-pernik Palembang, ini sedikit terkejut. 

“Saya mantan pengusaha, kepercayaan dan janji adalah modal saya. In Shaa Allah Prabowo dan Sandi Uno hanya fokus pada ekonomi dan dua janii, yaitu penciptaan dan penyediaan lapangan kerja, serta harga-harga kebutuhan pokok stabil terjangkau,” jelas Sandi. 

Sandi juga menyatakan  ada perbedaan antara pilpres dan pil kb. Kalau pilpres sudah jadi lupa, kalau pil kb, kalau lupa, jadi. “Janji adalah hutang. Takut saya jika tidak bisa memenuhi janji, bukan takut di dunia, tapi akhirat,” ucap mantan ketua HIPMI 2005-2008 tersebut. 

Sandi pun menanyakan apa yang janji-janji dulu sekarang tidak dipenuhi?  “Banyak,” teriak peadagang. “Ibu yang tadi mana , coba kita tanya ibu jilbab merah, apa saja janji yang diingkari? Mana ibu tadi? Wah si ibu sudah menghilang,” gurai Sandi. 

Sandi menyerap aspirasi masyarakat di 12 titik di Kota Palembang. Ini merupakan rangkaian perjalanannya ke pulau sumatera. Sebelumnya Sandi mengunjungi Sumatera Utara, Pelanbaru Riau dan Palembang. (yug)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

POLITIK

Amien Rais Hadiri Deklarasi Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat

Published

on

Muhammad Amien Rais, adalah politikus Indonesia yang pernah menjabat sebagai Ketua MPR periode 1999-2004.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Kelompok Masyarakat Peduli Pemilu Adil dan Berintegritas (MPPAB) akan mendeklarasikan Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat.

Koordinator MPPAB, Marwan Batubara menyebutkan deklarasi akan digelar dalam sebuah diskusi pada sore ini, Jumat, (17/5/2019).

“Acara deklarasi ini kami mulai dengan diskusi siang ini sampai jelang buka puasa di Rumah Perjuangan Rakyat,” ujar Marwan dalam keterangan tertulis, Jumat, (17/5/2019).

Adapun tema yang diangkat dalam acara tersebut adalah “Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat: Menuju Demokrasi Konstitusional yang Jujur, Adil Dan Bermartabat”.

Sejumlah tokoh akan hadir sebagai pembicara, di antaranya mantan Ketua MPR RI, Amien Rais, mantan Menko Pulhukam Laksamana (Purn) Tedjo Edhi Purdijatno, mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai dan sejumlah rokoh lainnya. (*)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

POLITIK

Sandiaga : Bawaslu Sebut Situng KPU Langgar Aturan

Published

on

Calon Wakil Presiden 2019, Sandiaga Uno.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Pernyataan keras Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto yang menolak seluruh hasil rekapitulasi suara Pemilihan Umum (Pemilu) curang dibuktikan oleh Sandiaga Uno.

Salah satunya adalah sepakatnya Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang menyebut Sistem Informasi Perhitungan Suara (Situng) Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah melanggar aturan.

Menurutnya, pernyataan Prabowo yang semula menuai polemik di masyarakat justru dibenarkan oleh pihak Bawaslu yang menemukan adanya pelanggaran dalam Situng KPU. Diketahui sistem perhitungan dalam Situng KPU menyalahi aturan.

“Pak Prabowo menyatakan beliau akan menolak hasil Pemilu yang curang, hasil Pemilu yang masih perlu banyak sekali kita koreksi, kita revisi. Hari ini terbukti Bawaslu sepakat dengan apa yang kami sampaikan, bahwa sistem perhitungan (Situng) melanggar aturan,” kata Sandiaga di Jakarta, Jumat (17/5/2019).

Temuan anomali tersebut diungkapkan Sandi telah disampaikan kepada KPU untuk dapat segera diperbaiki. Sehingga keinginan seluruh rakyat Indonesia atas Pemilu yang jujul dan adil terwujud nyata.

“Dan ini yang sudah kami sampaikan, masih ada waktu bagi KPU, bagi penyelenggara Pemilu untuk memperbaiki, mengkoreksi. Kita ingin Pemilu yang jujur dan adil,” ungkap Sandi.

“Dan kami juga meyakini bahwa masyarakat menginginkan Pemilu yang jujur dan adil, karena apa pun hasilnya, Pemilu yang jujur dan adil ini pasti akan diterima masyarakat,” tambahnya.

Pemilu 2019, khususnya Pemilihan Presiden (Pilpres) ditegaskan Sandi kini bukan lagi menyangkut tentang menang atau kalah, tetapi tentang menegakkan pilar demokrasi bangsa.

“Karena bukan lagi tentang menang-kalah, saya menyampaikan apa yang pak Prabowo sampaikan, bahwa ini tentang bagaimana menegakkan martabat bangsa. Jadi, itu yang menjadi harapan kita ke depan, Insya Allah pemilu kita akan lebih baik ke depan,” harapnya. (ahm)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

POLITIK

KPU Berdalih Situng Justru Bantu Ungkap Kecurangan

Published

on

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Ilham Saputra.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menilai Sistem Informasi Perhitungan Suara atau Situng sangat membantu proses rekapitulasi yang saat ini tengah berjalan. KPU berdalih, aplikasi tersebut terutama dibutuhkan dalam mengungkap kecurangan-kecurangan pemilihan umum.

“Tahu dari mana ada kecurangan-kecurangan kalau enggak dari Situng?” ujar Komisioner KPU Ilham Saputra di Jakarta, Kamis malam (16/5/2019).

Dia menjelaskan, skema penghitungan suara dalam Situng dirangkum secara virtual. Form C1 dikumpulkan dan disampaikan ke masyarakat, sehingga mereka bisa mengunduhnya.

Ilham pun menyebut proses semacam itu sekaligus untuk mencocokkan data yang disetor KPU dengan yang dimiliki masyarakat. Jika ada hasil yang berbeda, bisa diubah di tingkat atas.

“Jadi enggak ada masalah. Problemnya apa (sehingga Situng harus disetop)? Kami transparan, kok. Masuknya (C1) juga berkala,” tutur Ilham.

Dia mengatakan, putusan sidang Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pada Kamis (16/5/2019) kemarin meminta agar KPU memperbaiki Situng, bukan menghentikan proses di sistem itu. Artinya, menurut Ilham, Bawaslu pun mengakui sistem tersebut merupakan bagian dari upaya transparansi.

Ilham menuturkan, apa yang dilakukan oleh KPU didukung penuh oleh Bawaslu. Termasuk komitmen untuk mengoreksi dan mengevaluasi Situng, yang dimintakan Bawaslu ke KPU, juga sebagai bentuk peningkatan transparansi.

“Jadi sekali lagi enggak ada masalah. Sekali lagi bahwa Situng ini kita transparan,” ujar Ilham. (*)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending