INDONESIARAYA.CO.ID – Pertama, Jokowi melihat popularitas Prabowo tidak tertandingi menuju 2024 dan elektabilitasnya yang selalu berada di tiga besar bahkan juara.

Menunjukkan bahwa Prabowo masih ada di hati masyarakat. Ini signal kuat bahwa publik sebenarnya belum jenuh terhadap Prabowo.

Hal ini terlihat dari hasil Hasil Musra IV Sumsel di Palembang, yang diikuti berbagai kelompok relawan Jokowi, bahwa Prabowo adalah capres 2024 yang paling diharapkan oleh publik.

Elektabilitas Prabowo tinggi tanpa pencitraan dan lebih natural. Justru dengan usia matang Prabowo dianggap lebih mandiri dan dianggap lebih mampu mengendalikan oligarki.

Kinerja Prabowo juga paling diapresiasi oleh masyarakat berdasarkan sejumlah riset dan survei.

Hal ini memunculkan optimisme bahwa Menhan RI dipandang layak menjadi penerus Jokowi untuk melanjutkan program pembangunan (contuinity) dan memberikan rasa aman.

Kedua, Jokowi memahami betul bahwa di masa kepemimpinannya, polarisasi masih menjadi persoalan dalam kehidupan berbangsa.

Politik itu simbol. Identifikasi “kadrun” berada di lingkaran pemilih Anies Baswedan, sementara “cebong”  tendensinya kuat ke Ganjar Pranowo.

Itu sebab Prabowo secara rasional bisa menjadi jalan tengah karena  citra politik Menhan RI saat ini bukanlah representasi dari simbol keberadaan polarisasi politik.

Ketiga, Jokowi meyakini adanya siklus 10 tahun kepemimpinan nasional dalan dua dekade terakhir pasca reformasi.

Pertama adalah SBY (2004-2014), figur berlatar belakang militer dan mantan Menteri di era Presiden Megawati dari PDIP.

Kedua adalah Jokowi sendiri yang menjadi Presiden, figur kepala daerah dan berlatar belakang sipil.

Maka nanti pada tahun 2024, siklus itu akan kembali lagi kepada sosok menteri berlatar belakang militer (di era Jokowi – PDIP).

Sosok itu tak lain adalah Prabowo Subianto. Itu sebab mengapa Presiden Jokowi di HUT ke-8 Partai Perindo, Jakarta, Senin 7 November 2022, mengatakan pasca dirinya lengser di 2024 nanti merupakan jatahnya Prabowo Subianto.

Klik artikelnya di sini: Respons Ketua Umum Partai Gerindra Usai Jokowi Sebut 2024 Jatahnya Pak Prabowo

Oleh: Igor Dirgantara, Direktur SPIN (Survey & Polling Indonesia). ***

Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Indonesiaraya.co.id, semoga bermanfaat.