Connect with us

JAWA BARAT

Jaga Stok Masker, Gubernur Jabar Himbau Masyarakat dalam Kondisi Sehat Tak Perlu Pakai Masker

Published

on

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil membuat Jabar Covid-19 Crisis Center. (Foto : Instagram @westjavagov_)

Indonesiaraya.co.id, Bandung – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengimbau, masyarakat untuk tidak panik membeli dan memakai masker. Merujuk pada WHO, masker hanya untuk orang yang sedang sakit.

“WHO menyampaikan, masker hanya dipakai orang sakit, atau mereka yang merawat orang sakit pernapasan, atau mereka yang berada di daerah-daerah atau unit kerja penuh orang sakit,” kata Kang Emil usai menggelar Rapat Lintas Sektoral Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Tingkat Provinsi Jabar di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (3/3/2020).

Di luar kriteria tersebut, Kang Emil meminta masyarakat untuk tidak memakai masker. Selain untuk menjaga stok masker, penggunaan masker yang tidak benar justru meningkatkan risiko terpapar virus.



“Jadi, saya sampaikan ke warga Jabar, jangan panik, jangan beli toko online untuk membeli masker yang sebenarnya tidak diperlukan,” ucapnya.

“Jangan sampai orang sakit, petugasnya butuh malah tidak ada karena dibeli oleh mereka yang sebenarnya tidak membutuhkan,” tambahnya.

Pada Senin (2/3/2020), Kang Emil sudah mengirim 10 ribu masker ke Kota Depok untuk disalurkan kepada tenaga kesehatan dan layanan-layanan kesehatan.

Kang Emil pun menyatakan, pihaknya akan menindak tegas oknum-oknum yang memanfaatkan isu COVID-19 dengan menimbun masker dan menjualnya dengan harga tinggi.  (ini)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

JAWA BARAT

PUPR Minta Pembangunan Bendungan Cipanas Lebih Cepat

Published

on

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meminta pembangunan Bendungan Cipanas selesai lebih cepat. (Foto : Instagram @kemenpupr)

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, meminta pembangunan Bendungan Cipanas di Kabupaten Sumedang selesai lebih cepat dalam rangka mendukung ketahanan air dan pangan nasional.



Progres pekerjaan fisik Bendungan Cipanas saat ini mencapai 59,72 persen dengan target penyelesaian pada akhir 2022.

“Berdasarkan laporan jadwal pelaksanaan, bendungan direncanakan selesai 2023. Namun hari ini saya minta agar pelaksanaan pekerjaan bisa dipercepat dan diselesaikan lebih cepat, yakni pada 2022” kata Basuki Hadimuljono melalui siaran pers yang diterima pada Kamis (2/7/2020).

Bendungan Cipanas mulai dikerjakan sejak 2017 dengan masa pelaksanaan hingga 2021. Bendungan yang termasuk salahsatu Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk mendukung ketahanan air dan pangan nasional ini memiliki daya tampung cukup besar yakni 250 juta m3.

Dengan daya tampung sebesar itu, Bendungan Cipanas akan mampu mengairi jaringan irigasi seluas 7. 432 hektar untuk lahan pertanian di Kabupaten Sumedang dan sebagian Kabupaten Indramayu.

Diharapkan suplai air irigasi dari Bendungan Cipanas dapat membantu petani meningkatkan intensitas tanamnya jika dibandingkan dengan metode tadah hujan yang hanya satu kali dalam setahun.

Bendungan ini merupakan tipe urugan batu inti tegak yang dilengkapi dengan terowongan pengelak sepanjang 400 meter. Sumber air berasal dari Sungai Cipanas yang merupakan bagian dari Satuan Wilayah Sungai Cimanuk – Cisanggarung dengan luas lahan dibutuhkan seluas 1.703 hektar.

Bendungan multifungsi ini juga memiliki fungsi lain untuk memenuhi kebutuhan air baku dengan kapasitas sebesar 850 liter per detik dan berpotensi menjadi sumber Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) sebesar 3 MW.

Bendungan dengan total luas genangan 1.315 hektar ini juga akan dimanfaatkan sebagai tampungan air pengendali banjir untuk wilayah Indramayu dan sekitarnya karena mampu mengurangi debit banjir sebesar 250 m3/detik serta memiliki potensi untuk wisata.

Biaya pembangunan bendungan sebesar Rp1,3 triliun bersumber dari APBN yang dilaksanakan dengan dua paket konstruksi. Paket pertama dikerjakan oleh PT. Wijaya Karya – PT. Jaya Konstruksi KSO. Sementara paket 2 dikerjakan PT. Brantas Abipraya (Persero). (inf)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

JAWA BARAT

Nah, Kang Emil Minta Semua Penonton Rhoma Irama agar Ikut Rapid Test

Published

on

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. (Foto : Instagram @ridwankamil)

Indonesiaraya.co.id, Bandung – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengapresiasi langkah Gugus Tugas Covid-19, Kabupaten Bogor, yang memanggil penyelenggara konser dangdut Rhoma Irama

Pria yang biasa disapa kang Emil itu pun meminta agar para penonton yang hadir dalam konser mengikuti rapid test untuk memastikan tidak ada penularan Covid-19.

“Bu bupati (Kabupaten Bogor) sudah menyampaikan akan rapid test, itu sudah benar,” ujar Emil saat ditemui setelah menghadiri perayaan HUT ke-74 Bhayangkara di Polda Jabar.



Baca : Surya Minta Maaf, Pengundang Rhoma Nyanyi Diperiksa di Kantor Bupati

Emil meminta masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan membantu seluruh pihak yang saat ini tengah berupaya keras untuk melawan virus corona.

“Coba bayangkan, kalau setiap ada kerumunan harus rapid test repot kan, kasihanilah kami-kami, aparat pemimpin yang sedang mengatur proses ini dengan sebaik-baiknya,” ujar Emil.

Ia juga mengingatkan seluruh pemimpin di daerah, untuk benar-benar memahami situasi saat ini sebelum memberikan izin keramaian.

“Acara musik ini banyak pelanggarannya, banyak orang berdesak-desakan, teriak-teraik, itu seharusnya sudah dihitung, musik di luar (outdoor) pasti emosi warga kan terbawa,” lanjutnya, seperti dikutip Hallobogor.com. (*/hal)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

JAWA BARAT

Jika Ada Gelombang Kedua Covid-19, Jabar Mengaku Lebih Siap

Published

on

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. (Foto : Jabarprov.go.id)

Indonesiaraya.co.id, Bandung – Sebagai antisipasi kemungkinan gelombang dua Covid-19, Jabar sudah memiliki kemampuan memproduksi sejumlah peralatan kesehatan, termasuk alat PCR.



Hal itu dikatakan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Provinsi Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menyebut saat berdialog dengan perwakilan UNDP secara virtual, Senin (29/6/2020).

Menurutnya, dengan swasembada alat seperti PCR, rapid test, ventilator hingga alat pelindung diri (APD), Jabar bisa lebih maksimal dalam penanganan dan siap apabila dihadapkan dengan gelombang kedua COVID-19.

Menurutnya gelombang dua bisa saja terjadi, namun akan lebih kecil dampaknya karena kesiapan menghadapi pandemi lebih baik. Darisisi kesiapan peralatan maupun kesadaran masyarakat menjaga protokol kesehatan sudah lebih baik.

“Jabar sekarang bisa swasembada, itu mungkin bedanya Jabar dengan provinsi lain dan ini yang membuat kami lebih tenang terkait persiapan-persiapan kalau terjadi gelombang kedua,” kata Ridwan Kamil, dalam sesi wawancara daring dengan United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia, dari Gedung Pakuan Bandung, Senin (29/06/2020).

Saat ini 60 persen industri manufaktur di Indonesia berada di Jabar. Maka saat ada pandemi COVID-19 beberapa dari industri tersebut beralih menjadi memproduksi APD. Perusahaan alutsista milik pemerintah juga kini mampu memproduksi ventilator dan alat PCR. Tak hanya perusahaan, Jabar juga proaktif melibatkan institusi pendidikan untuk memproduksi sendiri alat rapid test yang jauh lebih akurat dan murah.

“60 persen industri hi-tech ada di Jabar maka saat ada COVID-19 industri ini kita koordinasikan memproduksi alat-alat perang melawan COVID-19. Maka per hari ini kita ventilator sudah swasembada, APD sangat mencukupi bahkan masker bedah berlimpah, alat rapid test juga bikin sendiri, alat PCR bisa diproduksi 100 ribu per minggu,” papar Kang Emil, sapaan akrabnya.

Kelengkapan alat medis membuat penanganannya COVID-19 di Jabar selalu maksimal. Kang Emil malaporkan, tingkat kesembuhan hingga tanggal 27 Juni 2020 mencapai 17 orang per hari. Apabila dirata-ratakan, maka lebih banyak kasus yang sembuh dibanding positif aktif.

“Ini yang membuat Jabar dalam penanganan COVID-19 selalu maksimal,” ujarnya.

Hal itupun terlihat dari jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit terus berkurang yang kini tinggal di angka 26 persen. Sejumlah rumah sakit rujukan COVID-19 pun sudah kembali membuka pelayanan untuk penyakit umum.

“Saya berdoa tiap hari mudah-mudahan terus sampai akhinya nol persen tidak ada lagi yang dirawat karena COVID-19,” ucap Kang Emil.

Ia menambahkan masalah COVID-19 bukan hanya kewajiban dari pemerintah saja. Karena dalam kondisi berperang maka semua yang mengaku warga Indonesia harus turut serta bela negara baik dengan ilmunya, harta maupun tenaganya.

“COVID-19 bukan kewajiban pemerintah saja karena kita ini lagi perang maka semua yang mengaku WNI harus ikut serta bela negara dengan menyumbangkan apapun termasuk melakukan kedisiplinan itu juga bela negara. Bedanya sekarang yang didepan dalam perang ini adalah tenaga kesehatan,” ujarnya. (jab)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending

Redaksi media Indonesiaraya.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, Iklan dan Sponsorship, serta kerjasama bisnis lainnya.

Penerbit :
PT Media Indonesia Raya

Manajemen Media :
Indonesia Raya Media Center (IRMC)

Email Center :
redindonesiaraya@gmail.com
redaksi@indonesiaraya.co id

WA Center :
0878-15557788, 0819-15557788

Terbit Sejak 8 Desember 2017