Connect with us

SEKTOR RIIL

Jasa Marga Berlakukan Tarif Baru Tol Soedijatmo

Published

on

Direktur Operasi II Jasa Marga, Subakti Syukur.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – PT Jasa Marga (Persero) mengumumkan penyesuaian tarif baru untuk ruas Tol Prof. DR. IR. Soedijatmo yang akan diberlakukan pada pekan ini.

“Sesuai dengan Keputusan Menteri PUPR yang baru Nomor 121/KPTS/M/2019 tertanggal 6 Februari 2019 tarifnya menjadi Golongan I Rp7500, Golongan II Rp10.000, Golongan III Rp10.000, jadi Golongan II dan III sama sehingga Golongan III praktis tidak naik. Sedangkan Golongan IV dan V mengalami penurunan sehingga masing-masing Rp11.000, dengan Golongan IV turun Rp1500 dan Golongan V turun Rp4000,” ujar Direktur Operasi II Jasa Marga Subakti Syukur kepada wartawan di Jakarta, Senin (11/2/2019).

Dia menjelaskan bahwa sebelum penyesuaian tersebut, tarif Tol Soedijatmo yang berlaku saat ini menurut Keputusan Menteri PUPR Nomor 783/KPTS/M/2016 tanggal 6 Oktober 2016 tarif lamanya adalah Golongan I Rp7.000, Golongan II Rp8500, Golongan III Rp10.000, Golongan IV Rp12.500 dan Golongan V Rp15.000.

“Maka dari itu, hal ini merupakan penyesuaian dan tidak ada kenaikan,” ujar Direktur Operasi II Jasa Marga tersebut.

Dia juga menambahkan bahwa penerapan tarif tol yang telah disesuaikan tersebut rencananya pada Kamis 14 Februari 2019 pukul 0:00 waktu setempat.

Penyesuaian tarif tol ini telah diatur dalam Pasal 48 ayat (3) Undang-Undang (UU) Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan dan Pasal 68 ayat (1) Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol, sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan PP Nomor 30 Tahun 2017 tentang perubahan ketiga atas PP Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol.

Berdasarkan regulasi tersebut, evaluasi dan penyesuaian tarif tol dilakukan setiap dua tahun berdasarkan tarif lama yang disesuaikan dengan pengaruh inflasi.

“Seperti yang diamanatkan di dalam PP jalan tol maupun dalam perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT), bahwa akibat inflasi maka tarif harus disesuaikan setiap dua tahun sekali. Cuma pada saat ini juga terdapat rasionalisasi mengenai golongan kendaraan,” ujar anggota Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Koentjahjo Pamboedi.

Dia menjelaskan bahwa bertepatan dengan penyesuaian tarif Tol Soedijatmo ini, juga dilakukan penyesuaian golongan kendaraan dari lima golongan menjadi tiga golongan.

“Sehingga golongan IV dan V mengalami penurunan tarif terhadap tarif tol yang baru,” tutur anggota BPJT tersebut.

Ruas Tol Prof. Dr. Ir. Soedijatmo merupakan ruas tol yang menghubungkan DKI Jakarta dengan Bandara Internasioal Soekarno-Hatta. Ruas tol ini melintasi Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Kota Tangerang. (aji)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

SEKTOR RIIL

Harga Bawang Merah dan Putih di Malang Naik Drastis

Published

on

Setiap menjelang Ramadhan harga kebutuhan pokok naik drastis, bahkan kenaikan harga kebutuhan pangan tersebut berlangsung hingga Lebaran.

Indonesiaraya.co.id, Malang – Harga bumbu-bumbuan di wilayah Malang raya, khususnya bawang merah dan bawang putih menjelang Ramadhan 2019 naik drastis, rata-rata mencapai Rp10 ribu-Rp20 ribu per kilogram.

Salah seorang pedagang pracangan di Pasar Dinoyo Kota Malang Jumain, Rabu, mengemukakan kenaikan harga bawang merah dan bawang putih tersebut, sudah terjadi sejak dua pekan lalu.

“Kenaikan harga bumbu-bumbuan ini tidak hanya untuk bawang merah dan bawang putih, tetapi sejumlah komoditas lainnya juga mengalami kenaikan harga, seperti cabai merah dan tomat,” kata Jumain.

Harga bawang merah sebelum ada kenaikan, kata Jumain, sekitar Rp23 ribu-Rp25 ribu, sekarang mencapai Rp35ribu sampai Rp36 ribu per kilogram. Sedangkan bawang putih sebelumnya seharga Rp25 ribu-Rp26 ribu, sekarang seharga Rp40 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram.

Ia mengatakan meski harga bawang terus naik, kualitas komoditas tersebut cukup bagus. “Kualitas bawangnya juga bagus dan stoknya juga cukup banyak. Masyarakat tidak perlu khawatir akan kekurangan bawang, baik merah maupun putih meski saat ini sudah mendekati Ramadhan dan Lebaran 2019,” ucapnya.

Berbeda dengan bawang, lanjut Jumain, ketika harga cabai naik, kualitasnya cenderung menurun karena berbagai faktor, khususnya cuaca. Saat ini harga cabai merah besar mencapai Rp32 ribu-Rp35 ribu per kilogram yang sebelumnya hanya seharga Rp24 ribu per kilogram.

Sementara itu, harga bawang bombay juga mengalami kenaikan cukup signifikan, yakni dari Rp18 ribu menjadi Rp28 ribu per kilogram, cabai rawit masih stabil dengan harga Rp18 ribu per kilogram. “Meski ada kenaikan sejumlah komoditas bumbu-bumbuan, harganya masih relatif wajar,” tuturnya.

Salah seorang ibu rumah tangga, Iswatin mengatakan setiap menjelang Ramadhan harga kebutuhan pokok pasti naik drastis, bahkan kenaikan harga kebutuhan pangan tersebut berlangsung hingga Lebaran. “Nanti mau Natalan dan Tahun Baru naik lagi. Setiap tahun kondisinya seperti ini,” ucapnya.

Iswatin yang berdomisili di Lowokwaru itu mengaku kelimpungan ketika menjelang Ramadhan karena hampir semua harga kebutuhan pokok naik, bahkan jauh hari sebelum Ramadhan sudah naik duluan.

“Kami ibu rmah tangga dan masyarakat kecil ini berharap pemerintah bisa menyelesaikan persoalan harga ini. Masak setiap menjelang Ramadhan, Lebaran dan hari-hari besar lainnya, harga kebutuhan pokok pasti naik. Kasihan kami rakyat kecil ini selalu kelabakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Statistik Distribusi BPS Kota Malang, Dwi Handayani Prasetyowati mengatakan naiknya harga bahan pokok bisa memicu terjadinya inflasi. “Kalau harga kebutuhan pokok terus naik, kami akan meminta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk menekan harga agar angka inflasi di Kota Malang tidak terlalu tinggi,” paparnya.

Pada Maret 2019, BPS mencatat inflasi di Jawa Timur mencapai 0,16 persen. Dari 38 kota dan kabupaten di Jatim, inflasi tertinggi terjadi di Kota Malang, yakni 0,36 persen. Komoditas yang berperan terhadap inflasi, di antaranya tarif angkutan udara, bawang putih dan bawang merah. Demikian, seperti dikutip Antara. (end)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

SEKTOR RIIL

Angkasa Pura I Buka Pendaftaran Mudik Gratis

Published

on

General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo Abdullah Usman.

Indonesiaraya.co.id, Boyolali – PT Angkasa Pura I (Persero) Boyolali, Jawa Tengah, memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri 1440 hijriah dengan membuka pendaftaran program Mudik Gratis 2019 secara online mulai 22 April hingga 4 Mei.

General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo Abdullah Usman di Boyolali, Rabu (24/4/2019), mengatakan bahwa Angkasa Pura I melalui program BUMN Mudik Gratis 2019 menyediakan sebanyak 2.520 kursi yang terbagi dalam 63 armada bus AC bagi calon pemudik asal Jakarta menuju 6 kota yaitu Semarang, Surakarta, Yogyakarta, Wonosobo, Bobotsari, dan Surabaya.

Menurut dia, para pemudik juga bakal mendapatkan paket makanan ringan, obat-obatan, kaos, dan suvenir lain, termasuk asuransi jiwa untuk kenyamanan dan keamanan pemudik selama perjalanan menuju kampung halaman.

“Program Mudik Gratis dilaksanakan oleh PT Angkasa Pura I sejak beberapa tahun ini, semoga dapat memberikan kemudahan kepada masyarakat saat mudik ke kampung halaman,” kata Usman.

Menurut Usman, pendaftaran mudik gratis dengan bus dapat dilakukan secara online di website mudikgratis.ap1.co.id dan bisa secara langsung (offline) pada 6 sampai 17 Mei 2019 di Kantor Pusat Angkasa Pura I Jakarta Pusat.

Keberangkatan calon pemudik akan dilaksanakan secara bertahap. Pada 30 Mei 2019 akan diberangkatkan satu armada bus rute Jakarta-Semarang , dan 62 armada bus sisanya diberangkatkan pada 31 Mei 2019 dari Jakarta menuju Semarang, Surakarta, Yogyakarta, Wonosobo, Bobotsari, dan Surabaya.

Pihaknya berharap program mudik gartis ini dapat mendukung terciptanya arus mudik yang aman, lancar, dan kondusif sehingga para pemudik dapat berkumpul bersama keluarga di kampung halaman untuk merayakan Idul Fitri. Demikian, seperti dikutip Antara . (bdm)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

SEKTOR RIIL

Penjualan Tiket KA Lebaran Belum 50 Persen, KAI Bantah Terpengaruh Tol

Published

on

Direktur Utama KAI Edi Sukmoro.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Edi Sukmoro membantah penjualan tiket kereta api untuk Lebaran 2019 yang belum mencapai 50 persen karena terpengaruh Jalan Tol Trans Jawa.

“Sejauh ini belum ada pengaruh tol. Kami meyakini bahwa tol ini membantu kereta api karena memang kebutuhan orang untuk diangkut cukup tinggi. Sampai sejauh ini jumlahnya tidak menurun,” kata Edi saat akan menginspeksi Angkutan Lebaran 2019 di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (23/4/2019).

Edi menyebutkan pada 2017, secara keseluruhan penumpang yang diangkut mencapai 394 juta orang, kemudian naik pada 2018, yakni 425 juta penumpang.
“Dugaan saya tol juga akan penuh saat operasi Lebaran dan kereta api,” katanya.

Sementara itu, dia menyebutkan tiket yang terjual untuk KA lebaran masih di kisaran 43,5 persen.

Edi menjelaskan bahwa pembelian tiket akan ramai pada H-30 serta untuk tiket arus balik belum banyak dibeli.

“Bukan berarti tidak terjual bisa jadi untuk tiket-tiket balik belum dibeli dan juga biasanya penumpang membeli kira-kira 30 hari sebelumnya, baru mulai membeli tiket,” ujarnya.

Berdasarkan data PT KAI terkait ketersediaan kursi per 23 April 2019 pukul 06.00, yakni tiket terjual 1,2 juta tiket (43,7 persen) dan yang tersedia 1,6 juta tiket (56,3 persen).

Rinciannya, KA reguler jarak jauh dan sedang, tiket terjual 1,1 juta tiket 944,9 persen) dan tersedia 1,3 tiket (55,1 persen) di mana KA eonomi 48,5 persen, bisnis 78, persen dan eksekutif 67 persen.

Sementara itu untuk KA Tambahan Lebaran terjual 185.601 tiket (37,7 persen) dan tersedia 306.513 tiket (62,3 persen). Rinciannya, KA ekonomi 45,0 persen, bisnis 65,1 persen dan eksekutif 77,3 persen.

Edi menyebutkan bahwa prediksi kenaikan penumpang mencapai lima persen untuk Angkutan Lebaran 2019 di mana pihaknya telah menyiapkan 29.456 kursi KA Tambahan. Demikian, seperti dikutip Antara . (jtr)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending