Connect with us

BOGOR

Jelang Debat Pilpres ke-2, Prabowo Malah Asyik Berjoget “Gantian Dong” Bersama Ribuan Emak-Emak

Published

on

Capres 2019 nomor urut 02, Prabowo Subianto bersama ribuan emak-emak melakukan senam di kawasan Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (16/2/2019).

Indonesiaraya.co.id, Bogor – Ribuan emak-emak mendatangi kediaman calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto yang terletak di kawasan Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (16/2/2019).

Mereka bertujuan untuk melakukan senam bersama dengan Prabowo Subianto yang pada malam harinya baru saja menyampaikan pidato kebangsaan di Semarang Jawa Tengah.

Selain untuk beraktivitas menjaga kesehatan, tujuan acara ini adalah untuk menghibur Prabowo dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) yang aktivitasnya belakangan ini sudah semakin padat.

Seperti diketahui, dalam seminggu terakhir ini Capres yang berpasangan dengan Sandiaga Salahuddin Uno itu memiliki jadwal kegiatan yang cukup padat dalam menyapa masyarakat Jawa Tengah. Kegiatannya di mulai pada hari Rabu (13/2/2019) kemarin di Kabupaten Purbalingga, dan Kabupaten Banjarnegara.

Keesokan harinya Prabowo kembali menyapa rakyat Jawa Tengah yang berada di Kabupaten Blora, dan Kabupaten Grobogan. Sedangkan sorenya ia menyempatkan diri untuk menjenguk isteri mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yakni Ani Yudhoyono di Singapura. Dan pada hari Jumat (15/2/2019) ia memberikan Pidato Kebangsaan di Semarang Jawa Tengah.

“Apalagi kan besok malam akan ada debat Pilpres kedua. Mudah-mudahan dengan senam ini kami semua semakin rileks,” ujar penggagas acara, Muchlido Apriliast.

Dengan menggunakan bus dari tempat asalnya masing-masing, ribuan kaum perempuan tersebut juga sempat menunjukkan tarian yang diiringi lagu berjudul Goyang Gandong.

“Goyang Gandong ini tarian untuk kita semua. Artinya gandong itu adalah, gantian dong,” terang Muchlido.

Selain Prabowo Subianto, hadir pula di acara yang penuh keriangan tersebut Ketua Fraksi Gerindra di DPR sekaligus Wakil Ketua BPN Edhy Prabowo, dan Nanik Deyang.

Suasana semakin riuh dan gembira ketika Prabowo Subianto dan jajaran turut berjoged dan mengikuti instruktur senam di bagian depan.

Usai acara, Prabowo sempat berpesan kepada kaum perempuan untuk turut berjuang dalam Pilpres 2019 mendatang. Salah satunya adalah dengan cara menjaga TPS dan mengawal pemungutan suara untuk mengantisipasi kecurangan.

“Karena itu, saya meminta emak-emak untuk turun semuanya. Terima kasih, semangat kalian sungguh luar biasa,” puji Prabowo menyaksikan militansi kelompok emak-emak pendukungnya. (yug)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

BOGOR

Prabowo-Sandiaga Unggul 170.961 Suara di Kota Bogor

Published

on

Dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT) Kota Bogor sebanyak 716.473 pemilih, ada sebanyak 642.094 pemilih yang menyalurkan hak pilihnya untuk kertas suara Pilpres.

Indonesiaraya.co.id, Bogor – Pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 02, Prabowo Subianto – Sandiaga Salahuddin Uno unggul 170.961 suara dari pasangan nomor urut 01, Jokowi – Ma’ruf Amin pada hasil rapat pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) tingkat Kota Bogor, Jawa Barat.

“Pasangan Jokowi-Ma’ruf memperoleh 228.112 suara, dan pasangan Prabowo-Sandi memperoleh 399.073 suara dari total enam kecamatan di Kota Bogor,” kata Ketua KPU Kota Bogor, Samsudin di Bogor usai rapat pleno, Minggu (5/5/2019) malam.

Selisih angka tersebut tidak jauh berbeda dengan selisih rekapitulasi Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2014 silam di Kota Bogor, yakni 129.708 suara. Saat itu pasangan capres cawapres nomor urut 01, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa memperoleh 340.286 suara, sedangkan pasangan nomor urut 02, Jokowi-Jusuf Kalla memperoleh 210.578 suara.

Samsudin mengatakan, dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT) Kota Bogor sebanyak 716.473 pemilih, ada sebanyak 642.094 pemilih yang menyalurkan hak pilihnya untuk kertas suara Pilpres. Tapi, hanya sebanyak 627.185 kertas suara dianggap sah, sedangkan 14.909 kertas suara lainnya dianggap tidak sah.

“Pleno rekap dihadiri lengkap oleh Bawaslu Kota Bogor, ketua dan anggota PPK se-Kota Bogor, Ketua PPS se-Kota Bogor, saksi dari TKD 01 dan BPD 02, saksi dari sembilan calon anggota DPD RI, serta 15 saksi dari partai politik,” bebernya.

Rapat pleno dimulai pada Sabtu (4/5/2019) sore, sampai dengan Minggu (5/5/2019) malam dengan agenda pembacaan hasil pleno di enam kecamatan Kota Bogor.

“Pleno ditutup dengan baik, tidak ada satu pun keberatan dan catatan khusus dari Bawaslu dan para saksi,” kata Samsudin.

Tahapan selanjutnya, hasil pleno tingkat Kota Bogor akan dibawa ke rapat pleno KPU tingkat Provinsi Jawa Barat, yang akan dilaksanakan pada Rabu (8/5/2019) sampai Jumat (11/5/2019).(KR-MFS). Demikian, seperti dikutip Antara. (fik)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

BOGOR

Sebulan Tiga Bus Kecelakaan di Puncak, Pengamat Usul Buat Aplikasi

Published

on

Bus berpenumpang 25 siswa SD dari Banten menuju Taman Wisata Matahari (TWM) mengalami kecelakaan di jalur Puncak pada Rabu (1/5/2019).

Indonesiaraya.co.id, Bogor – Pengamat transportasi Djoko Setijowarno memberi usul pada pemerintah untuk membuat aplikasi bus wisata, menyusul banyaknya terjadi kecelakaan akibat kondisi bus tidak laik jalan, seperti di Jalur Puncak Kabupaten Bogor, dalam kurun waktu satu bulan terjadi tiga kecelakaan bus.

“Dengan adanya aplikasi bus wisata yang berisi database semua bus wisata se-Indonesia. Konsumen dapat mengetahui kondisi jenis bus yang akan digunakan,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (2/5/2019).

Sehingga, menurutnya konsumen bisa memastikan bus dalam kondisi laik jalan setelah melihat database pada aplikasi yang terkoneksi dengan semua perusahaan operator bus di Indonesia. Karena, menurutnya bus harus kondisi sehat terlebih ketika digunakan untuk pariwisata.

“Kejadian kemarin di tanjakan Selarong Puncak, bus tidak layak dipakai wisata,” kata pengamat dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) ini.

Ia mengatakan, usulan ini sudah sejak lama ia lontarkan pada pemerintah. Tapi, sampai sekarang belum juga dilaksanakan, dan menurutnya belum ada langkah konkret pemerintah meminimalisir kecelakaan bus yang diakibatkan kondisi tidak laik jalan.

“Sudah berulangkali diminta buat program khusus bus wisata, tapi hingga sekarang belum dikerjakan,” tuturnya.

Seperti diketahui, bus berpenumpang 25 siswa SD dari Banten menuju Taman Wisata Matahari (TWM) mengalami kecelakaan di jalur Puncak pada Rabu (1/5/2019). Bus dengan nomor polisi A 7531 FL itu bergerak mundur hingga terguling akibat tidak kuat melaju di Tanjakan Selarong.

“Terdata lima orang mengalami luka ringan langsung dilarikan ke RSUD Ciawi,” kata Kasatlantas Polres Bogor, AKP Fadli Amri.

Dua bus lainnya mengalami kecelakaan di Jalur Puncak pada hari Minggu (21/4/2019). Kecelakaan pertama pukul 12.00 WIB di Tanjakan Selarong, dan satu lagi pukul 16.00 WIB di Turunan Widuri Cisarua. Fadli mengatakan, dua bus ini mengalami kecelakaan akibat rem blong. Demikian, seperti dikutip Antara . (mfs)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

BOGOR

Prabowo Jenguk Anak Buah yang Jadi Korban Longsor di Kawasan Hambalang

Published

on

Calon Presiden RI 2019, Prabowo Subianto saat menjenguk anak buahnya yakni Serka Jefry yang menjadi korban longsor di kawasan Hambalang, Bogor beberapa waktu lalu.

Indonesiaraya.co.id, Bogor – Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto malam ini langsung berkunjung ke Rumah Sakit EMC Sentul, Bogor, Jawa Barat untuk menjenguk anak buahnya yakni Serka Jefry yang menjadi korban longsor di kawasan Hambalang, Bogor beberapa waktu lalu.

Prabowo yang didampingi oleh para stafnya langsung masuk ke ruang rawat dimana Serka Jefry harus mendapatkan perawatan serius. Prabowo menyampaikan duka atas apa yang menimpa Serka Jefry. Ia berharap anak buahnya tersebut bisa kembali pulih untuk bisa berjuang kembali bersama rakyat.

“Saya turut prihatin atas apa yang menimpa kamu, Saya berharap kamu bisa kembali pulih dan kembali berjuang bersama rakyat,” ungkap Prabowo kepada Serka Jefry di ruang perawatan di Rumah Sakit EMC Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (29/4/2019) malam.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga berbincang santai dengan Serka Jefry dan menanyakan kronologi bencana yang menimpanya tersebut. Serka Jefry pun langsung menceritakan atas apa yang menimpa dirinya. Ia menjelaskan bahwa pada saat longsor tersebut dirinya terseret tumpukan tanah sejauh 200 meter.

“Pada saat itu saya terseret 200 meter pak, saya berusaha keluar dari longsoran tanah tersebut, tapi kaki saya sulit untuk bergerak. Ketika dibawa kerumah sakit saya baru mengetahui bahwa urat kaki saya putus akibat musibah tersebut, dan saya harus mendapatkan perawatan di rumah sakit,” ungkap Serka Jefry dengan tegar.

Serka Jefry merupakan anak buah Prabowo saat berdinas di satuan Kopassus. Serka Jefry mengalami putus urat kaki saat bencana longsor menimpanya. Di satuan militer, ia terakhir berdinas di Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Pusdiklatpassus) Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. (tim)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending