Connect with us

LIFESTYLE

Jenis-Jenis Vaksin PCV untuk Orang Dewasa

Published

on

Agar vaksinasi PCV bisa memberikan manfaat sebagaimana mestinya lakukan sesuai prosedur yang diberikan oleh dokter.

INDONESIA RAYA – Vaksin PCV atau Pneumococcal Conjugate Vaccine merupakan jenis vaksinasi yang diberikan dengan tujuan untuk melindungi tubuh dari infeksi bakteri pneumokokus. Bakteri tersebut adalah penyebab beberapa penyakit serius yang tidak jarang menyebabkan kematian yaitu pneumonia, meningitis dan infeksi darah.

Seperti yang dikatakan oleh Dr. Purnamawati Sujud, SpA(K), MMped, dari Yayasan Orang Tua Peduli, pencegahan penyakit melalui vaksinasi adalah langkah yang sangat efektif dan baik, seperti vaksinasi PCV. Vaksin PCV yang diberikan kepada anak-anak maupun orang dewasa ada 2 jenis dimana keduanya memiliki manfaat yang berbeda.

Chiangrai,Thailand – May 12, 2014: another package of pneumococcus vaccine (13 valent) from Wyeth, shallow focus.

1. Vaksin PCV 13



Jenis vaksin yang pertama adalah PCV13 dimana fungsinya adalah untuk melindungi tubuh dari 13 jenis bakteri pneumokokus pemicu penyakit pneumonia. Vaksin PCV 13 ini dibuat menggunakan formula konjugasi yaitu penggabungan bakteri dan protein untuk membuat perlindungan lebih kuat.

Vaksin PCV 13 wajib diberikan kepada anak balita yang usianya kurang dari 2 tahun. Sedangkan pada anak pada anak yang telah berumur lebih dari 2 tahun dan orang dewasa vaksin PCV diberikan jika kondisinya sangat mungkin terpapar infeksi bakteri pneumokokus.

2. Vaksin PPSV23

Jenis vaksin PCV yang kedua yaitu PPSV23 merupakan singkatan dari Pneumococcal Polysaccharide Vaccine. Vaksin PPSV23 akan memberikan perlindungan kepada tubuh dari kemungkinan infeksi oleh 23 jenis bakteri pneumokokus.

Vaksin PCV jenis ini dibuat dengan formula polisakarida dimana vaksin dibuat menyerupai bakteri tertentu. Dengan begitu tubuh akan dibantu untuk membangun pertahanan atau antibodi terhadap bakteri tersebut.

Vaksin PPSV23 adalah jenis vaksin yang diberikan kepada anak berumur lebih dari 2 tahun, orang dewasa dan juga lansia yang beresiko tinggi terhadap infeksi bakteri pneumokokus. Efektivitas dari vaksin PPSV23 yaitu sekitar 50% sampai dengan 70%.

3. Dosis Pemberian Vaksin PCV

Pemberian vaksin PCV kepada orang yang sudah dewasa dibagi menjadi 2 tahap yaitu pertama akan diberikan vaksin PCV. Selanjutnya setelah jeda 1 tahun dari pemberian vaksin yang pertama barulah akan dilakukan vaksin kedua yaitu jenis PPSV.

4. Orang yang Dianjurkan Vaksin PCV

Siapa sajakah yang dianjurkan untuk melakukan vaksinasi PCV agar terhindar dari risiko infeksi bakteri pneumokokus tersebut? Sebaiknya memang semua orang dewasa yang sehat melakukan vaksinasi tersebut hanya saja vaksin akan lebih dianjurkan kepada :

  • Orang yang tingkat kekebalan tubuhnya rendah misalnya mereka yang sedang melakukan kemoterapi dan pengidap HIV.
  • Mereka yang mempunyai kelainan organ bawaan sejak lahir misalnya jantung.
  • Penderita penyakit kronis seperti gagal ginjal, asma ataupun diabetes.
  • Orang dengan kondisi kelainan darah seperti anemia bulan sabit ataupun thalasemia.
  • Orang yang mempunyai riwayat tindakan bedah misalnya operasi implan dan pengangkatan limpa.
  • Perokok aktif

5. Penundaan Pemberian Vaksin PCV

Meskipun bermanfaat dan memiliki fungsi untuk memberikan perlindungan kepada tubuh beberapa kondisi dimana vaksin sebaiknya ditunda pelaksanaannya. Kondisi yang dimaksud bisa terjadi pada bayi, anak maupun orang dewasa.

Walaupun tujuan pemberian vaksinasi adalah untuk melindungi tubuh dari infeksi bakteri pneumokokus namun jangan sampai malah mendatangkan risiko buruk. Sebaiknya tunda melakukan vaksinasi PCV jika Anda dalam kondisi sebagai berikut:

  1. Memiliki riwayat alergi yang cukup parah

Reaksi alergi yang ditunjukkan akibat pemberian vaksin PCV antara lain :

  • Kesulitan untuk bernafas
  • Detak jantung menjadi lebih cepat
  • Rasa lelah yang teramat sangat
  • Napas menjadi berbunyi.
  • Sedang sakit atau tidak enak badan

Sebaiknya Anda menunda melakukan vaksin PCV jika sedang mengalami sakit ringan seperti flu, demam, pilek ataupun batuk.

Agar vaksinasi PCV bisa memberikan manfaat sebagaimana mestinya lakukan sesuai prosedur yang diberikan oleh dokter. Demi mendapatkan perlindungan maksimal dari infeksi bakteri penyebab meningitis dan pneumonia sebaiknya lakukan konsultasi dulu dengan dokter sebelum vaksinasi.

Jika Anda memiliki permasalahan kesehatan lainnya dan ingin berkonsultasi dengan dokter silahkan unduh aplikasi Halodoc di Playstore ataupun Apps Store. Semua masalah kesehatan dari cek lab, obat-obatan dan lainnya bisa Anda konsultasikan dengan dokter di Halodoc.

Tidak hanya itu, bagi Anda yang memerlukan informasi seputar lokasi vaksin Surabaya, Anda juga bisa mencarinya melalui Halodoc. Cukup masukkan kata kunci vaksinasi, maka informasi lokasi, jenis vaksin, dan biaya vaksin sudah disediakan dengan lengkap. Mudah bukan?***


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Advertisement

LIFESTYLE

Waspadalah Mulai Masuk Asia, Kenali Gejala-gejalanya Virus Corona Jenis Baru

Published

on

Ilustrasi Virus. /Pixabay.com/PublicDomainPictures.

INDONESIA RAYA – Munculnya varian baru dari virus Corona membuat publik khawatir. Belum lama ini, pemerintah Inggris mengatakan ada varian atau jenis baru dari virus Covid-19.

Perdana Menteri Inggris, Boris Jhonson mengumumkan bahwa mutasi virus corona yang ditemukan baru-baru ini mungkin 70% lebih menular daripada jenis lainnya.

Meski begitu, beberapa ahli mempertanyakan perkiraan tersebut dan mengatakan bahwa butuh lebih banyak data yang diperlukan untuk menentukan potensi bahaya dari jenis baru virus Covid-19 tersebut.



Varian baru ini disebut menular 70% lebih cepat dibandingkan virus varian lama.

Meski begitu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memastikan bahwa virus Corona jenis baru tersebut tidak lebih berbahaya atau mematikan daripada jenis yang umum ditemukan.

National Health Service (NHS) akhirnya menyoroti gejala Covid-19 yang dialami oleh para pasien saat terinfeksi virus Corona jenis baru ini.

Dijelaskan, jika selain gejala umum Covid-19 seperti demam, batuk kering, dan hilangnya indra penciuman dan perasa, ada 7 gejala lain yang telah dikaitkan dengan varian baru Corona tersebut, antara lain:

Pages: 1 2


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

LIFESTYLE

Sudah Tahu Bahaya Penggunaan Masker Scuba dan Buff? Catat

Published

on

Masker merupakan alat pelindung diri dari Covid-19 yang wajib dimiliki oleh seluruh masyarakat. (Foto : pixabay.com)

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Saat ini penggunaan masker jenis scuba dan buff dianggap berbahaya ditengah pandemi covid-19 yang semakin menakutkan penyebarannya. Hal tersebut dikarenakan kedua masker tersebut dianggap terlalu tipis dalam pemilihan bahannya.

Dalam kebanarannya masker scuba banyak dipilih masyarakat karena bentuknya yang elastis. Meski begitu, ternyata scuba tidak disarankan karena tidak efektif melindungi diri dari virus corona.

Lalu, kenapa masker scuba dan buff dianggap berbahaya? Berikut rangkuman penjelasan yang berhasil RRI dapat dari beberapa sumber, diantaranya:



1. Hanya memiliki satu lapis saja

Masker scuba atau buff ini adalah masker dengan satu lapis saja dan terlalu tipis, sehingga kemungkinan untuk tembus tidak bisa menyaring lebih besar. Maka dari itu beberapa peneliti menyarankan untuk menggunakan masker yang berkualitas untuk dapat menjaga tubuh seseorang dari ancaman virus Covid-19.

2. Buff tidak dapat mencegah droplet yang keluar

Dalam penelitan yang dilakukan ilmuwan Duke University, buff tak dapat mencegah droplet keluar dari mulut saat berbicara. Seperti diketahui, droplet yang keluar saat berbicara, batuk, dan bersin adalah jalur masuk penularan Covid-19.

Diketahui bahwa ketika orang berbicara dan droplet keluar dari mulut, artinya risiko penularan penyakit tetap tinggi. Jadi buff adalah jenis masker yang paling tidak efektif mencegah transmisi.

Bahkan dalam riset itu disebutkan, orang yang memakai buff jauh lebih buruk dibanding orang yang tidak memakai masker sama sekali. Menurut para peneliti, buff membuat droplet semakin berkembang biak di udara.

3. Masker scuba mudah melar

Masker kain dengan bahan yang lentur seperti scuba akan melar atau merenggang saat dipakai. Hal ini membuat kerapatan pori kain membesar serta membuka yang mengakibatkan permeabilitas udara menjadi tinggi.

Akibatnya, peluang partikular virus untuk menembus masker pun disebutnya semakin besar. Bahkan banyak orang seringkali menggunakan masker scuba dengan salah yakni dengan menariknya ke dagu sehingga fungsi masker menjadi tidak ada dan itu pun dapat membuat masker tersebut gampang mellar atau longgar saat dikembalikan pada posisi dimana menutup hidung tidak lagi rapat.

4. Kemampuan filtrasi masker scuba rendah

PT KCI menjelaskan jika kedua masker tersebut dianggap hanya efektif mencegah penularan Covid-19 sebesar 5 persen saja. Masker scuba sendiri terdiri dari satu lapis kain dan memiliki bentuk seperti masker bedah.

Sedangkan masker buff terdiri dari kain karet lentur yang memiliki fungsi utama utama untuk melindungi leher. Namun, masker buff juga memiliki fungsi lain, diantaranya dapat menjadi masker hingga menjadi bandana.

Menurut penelitian di Duke University, kedua masker tersebut kurang efektif dalam mencegah virus Covid-19 karena terdiri dari satu lapis kain.

5. Scuba dan Buff berbahan elastis dan porinya besar

Masker scuba dan buff tidak bisa melindungi diri dari Covid-19. Bahkan Buff dianggap bukan sebagai masker karena dianggap memiliki jaring yang porinya jauh lebih besar. 

Tidak hanya itu scuba juga dianggap memiliki pori besar. Kedua, tidak memberikan ruang bagi bibir ketika seseorang berbicara.

Keduanya dipastikan tidak nyaman digunakan karena tidak memberikan ruang yang membuat bibir kita bebas bergerak saat bicara tanpa menyentuh dinding maskernya. Kalau ini dilakukan, sebentar-sebentar pasti kita akan disibukkan dengan memperbaiki letak masker yang turun dan sebagainya.

Larangan pemakaian masker scuba dan buff pertama kali dikeluarkan oleh PT Kereta Commuter Indonesia (PT KCI) untuk pengguna menerapkan protokol kesehatan selama naik kereta rel listrik (KRL). Vice President Corporate Communications PT KCI Anne Purba mengatakan, calon penumpang dianjurkan menggunakan masker yang efektif menahan droplet atau tetesan air.

“Hindari penggunaan jenis scuba maupun hanya menggunakan buff atau kain untuk menutupi mulut dan hidung,” kata Anne dalam keterangan tertulisnya beberapa waktu lalu. (rad)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

LIFESTYLE

Sudah Tahu Istilah Pembatasan Sosial Berskala Mkro atau PSBK?

Published

on

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito. (Foto : Instagram @wikuadisasmito)

Indonesiaraya.co.id, Jakarta РTerkait penerapan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) yang banyak dibicarakan di tengah-tengah masyarakat, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito menjelaskannya saat menjawab pertanyaan media dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Selasa (15/9/2020).

Apabila ada kluster atau sekumpulan kasus teridentifikasi pada wilayah-wilayah lebih kecil dari kabupaten/kota, misalnya kecamatan, kelurahan atau RT/RW tertentu, maka itu bisa dilakukan pengendalian langsung.

Sehingga pada daerah itu tidak terjadi mobilitas penduduk ke daerah lainnya dan penanganannya bisa fokus pada daerah dengan komunitas tersebut. 



“Dan ini diharapkan pada provinsi-provinsi prioritas tersebut betul-betul bisa dilakukan pengendalian terbaik, dengan kerjasama seluruh aparat baik dari pemerintah daerah maupun dari Polri dan TNI, sehingga dapat ditangani dengan tuntas,” tegasnya. 

Selain itu Wiku juga menjelaskan kondisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta saat ini. Melihat dalam 5 minggu terakhir, kondisi peta zinasinya berada di zona merah (merah) dan oranye (sedang).

 Saat ini ada pembatasan-pembatasan ketat yang dilakukan Pemda DKI Jakarta. 

“Kita lihat kondisi seperti itu akhir dilakukan pembatasan lebih ketat agar kondisinya bisa terkendali lebih baik. Ini adalah proses yang harus dilakukan, perlu adanya gas dan rem, yaitu memastikan apabila kasusnya meningkat dan mulai tidak terkendali dan berjalan cukup lama, maka perlu pengetatan pada aktivitas tertentu yang berkontribusi pada peningkatan kasus tersebut. 

Maka perlu dilakukan melalui proses pertama, pra kondisi, timing, prioritas, koordinasi pusat dan daerah dimana Satgas Penanganan Covid-19 terlibat sehingga dilakukan pengetatan yang lebih pada DKI Jakarta. 

“Dan ini tidak tertutup juga untuk seluruh daerah di Indonesia apabila kondisinya yang zona merahnya berlangsung selama beberapa Minggu. Ini adalah alarm, maka harus dilakukan reaksi pengendalian yang lebih ketat,” tegas Wiku. 

Karena itulah Presiden Joko Widodo menugaskan Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Panjaitan dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo bekerjasama dengan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto untuk terlibat dalam penanganan hingga ke tingkat daerah.   

Ia mengingatkan masyarakat untuk menyadari bahwa pandemi Covid-19 belum berakhir. Pemerintah pusat dan daerah termasuk masyarakatnya harus bekerjasama disiplin menjalankan protokol kesehatan agar tidak terjadi penularan yang tidak terkendali.  

“Semakin banyak yang bisa menjalankan protokol kesehatan secara konsisten, maka itu adalah kunci kita menekan kasus yang ada,” tutupnya. (tim)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending

Redaksi media Indonesiaraya.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, Iklan dan Sponsorship, serta kerjasama bisnis lainnya.

Penerbit :
PT Media Indonesia Raya

Manajemen Media :
Indonesia Raya Media Center (IRMC)

Email Center :
redindonesiaraya@gmail.com
redaksi@indonesiaraya.co id

WA Center :
0878-15557788, 0819-15557788

Terbit Sejak 8 Desember 2017