Connect with us

MEDIA

Jokowi Akui Sering Gugup Hadapi Wartawan

Published

on

Presiden terpilih 2019, Joko Widodo saat menghadiri puncak Hari Pers Nasional 2020 pada Minggu (9/2/2020) yang digelar di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Indonesiaraya.co.id, Kalimantan Selatan – Presiden Indonesia Ir. H. Joko Widodo mengaku jika dirinya sering gugup dan gagap saat hadapi wartawan yang ingin melakukan doorstop interview pada dirinya.

Hal itu ia ungkapkan saat menyambut puncak Hari Pers Nasional 2020 pada Minggu, 9 Januari yang digelar di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu 8 Januari 2020.

Jokowi menyebutkan jika Insan pers adalah temannya sehari-harinya.



“Tahukah Anda siapa yang kerap membuat saya jadi gugup Mereka adalah para wartawan. Insan pers yang mengejar saya sehari-hari, menghadang saya untuk doorstop interview, yang menyebabkan saya kadang-kadang gugup dan gagap, tidak siap ditanya sesuatu,” tulis dia di media sosialnya.

Kemudian orang nomor satu di Indonesia itu pun menuturkan bahwa wartawan lebih setia daripada para menteri, karena kemana pun ia pergi yang selalu ikut bersamanya adalah para wartawan.

“Menteri kadang-kadang tidak ikut, tetapi wartawan pasti ikut. Hubungan saya dengan pers ini jadinya bukan benci tapi rindu, tetapi selalu di hati dan selalu rindu hehe,” tambahnya. (lel)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

MEDIA

Presiden Jokowi : Pemerintah Sedang Siapkan Regulasi untuk Lindungi Dunia Pers Nasional

Published

on

Presiden terpilih 2019, Joko Widodo saat menghadiri puncak Hari Pers Nasional 2020 pada Minggu (9/2/2020) yang digelar di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Indonesiaraya.co.id, Kalimantan Selatan – Pemerintah sedang menyiapkan regulasi untuk melindungi atau memproteksi dunia pers nasional terkait ancaman platform digital dari luar. Hal itu diungkapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi)

“Tadi malam saya sudah berbincang dengan para pemred. Saya minta segera disiapkan draf regulasi yang bisa melindungi dan memproteksi dunia pers kita,” kata Jokowi saat memberikan sambutan pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2020 di Banjarbaru, Banjarmasin, Sabtu (8/2/2020).

Menurutnya, dunia pers terancam dijajah platform digital jika regulasi tersebut belum ada. Karena aturan pers nasional belum mengatur secara detail soal itu. Sedangkan, platform digital tidak punya aturan dan dengan bebas meraup iklan untuk mengeruk keuntungan.



“Saya menyerap semua aspirasi Pak Ketum PWI. Jangan sampai semuanya diambil oleh platform digital dari luar. Pajak juga tidak bayar, aturan maupun regulasi tidak ada,” ujar Jokowi.

Masih kata Presiden, Saat ini, bahwa hampir semua negara mengalami hal yang sama. Tanpa adanya aturan, barang-barang tersebut sudah masuk ke semua negara. Karena informasi yang baik, memerlukan jurnalisme yang baik dan ekosistem yang baik pula.

“Saya berharap ekosistem media terlindungi sehingga masyarakat mendapatkan konten berita yang baik. Untuk itu diperlukan industri pers yang sehat. Momentum HPN tahun ini saatnya kita bangkitkan pers yang dapat melindungi bangsa Indonesia dari segala bentuk penjajahan dunia luar,” imbuhnya. (ini)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

MEDIA

Ketua DPR : Pers Adalah Mitra Kritis DPR

Published

on

Ketua DPR RI, Puan Maharani.

Indonesiaraya.co.id, Kalimantan Selatan – Pers merupakan mitra kritis bagi lembaga perwakilan rakyat. Pasalnya, saat ini Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sedang dalam proses menjadi parlemen yang modern, terbuka, partisipatif dan akuntabel. Demikian dikatakan Ketua DPR-RI, Puan Maharani di sela-sela peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2020 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu (8/2/2020).

“Dalam pidato pertama saya sebagai Ketua DPR RI, saya sudah menyampaikan DPR tidak antikritik. Kami justru ingin pers menjadi mitra yang kritis bagi kami,” ujarnya.

Puan mengatakan, lembaganya terbuka menerima pers ketika sedang menjalankan tiga fungsi utama DPR, yakni legislasi, anggaran dan pengawasan. “Kami sering mendapatkan informasi dari pers melalui berita yang kami baca. Informasi itu kemudian kami tindak lanjuti dalam berbagai rapat dengan pemerintah,” tuturnya.



Mantan Menteri PMK ini berharap, bahwa kemitraan yang terbangun dengan pers ke depan akan meningkatkan kualitas kinerja DPR. Pers juga bisa menjadi garda terdepan dalam melawan hoaxs atau kabar bohong.

“Di era digital saat ini, kabar hoaks dan disinformasi mudah menyebar lewat media sosial dan platform digital lain, sehingga kehadiran pers nasional yang profesional dan bertanggung jawab semakin dibutuhkan, sebagai alat untuk melawan hoaks,” tuturnya.

Lebih lanjut Puan mengatakan, terpaan hoaks yang masif, terus menerus dan dengan penyebaran cepat seringkali membuat publik lebih memercayai informasi di media sosial dibanding informasi yang benar yang diberitakan pers. Oleh karena itu meminta masyarakat mengecek ulang informasi-informasi yang diperoleh dari media sosial dan grup-grup percakapan digital dengan membaca berita-berita dari media arus utama.

“Menurut saya, media arus utama sudah melewati proses jurnalistik profesional dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu dalam perayaan Hari Pers Nasional 2020, saya mengajak masyarakat untuk menjadikan pers nasional sebagai rujukan informasi dalam menangkal hoaks. Selamat Hari Pers Nasional,” pungkasnya. (ini)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

MEDIA

Dewan Pers : Pers Jangan “Menempel” Calon Kepala Daerah

Published

on

Ketua Dewan Pers, M. Nuh.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Dewan Pers mengingatkan agar pers selalu menjaga independensi dan tidak berpihak ke salah satu calon kepala daerah dalam gelaran Pilkada serentak 2020 mendatang.

“Media harus tetap independen, kalau sudah ‘nempel’ bukan media lagi namanya tetapi menjadi alat propaganda,” kata Ketua Dewan Pers M Nuh di Jakarta, Selasa (17/12/2019).

Kalau media sudah berpihak pada salah satu calon, hal tersebut kata dia akan memicu kekacauan di masyarakat karena informasi yang beredar sudah tidak lagi sehat.



Kemudian, jika produk pers diibaratkan sebagai oksigen maka menurut M Nuh individu akan tetap sehat kalau mengonsumsi oksigen yang sehat pula.

“Kalau terkontaminasi maka akan menyakitkan. Kita sebagai produsen harus selalu menciptakan informasi yang sahih dan sehat,” katanya.

Pers kata dia harus terus menempatkan diri sebagai penjernih informasi bagi masyarakat, apalagi pada gelaran pesta demokrasi.

Ketika pesta demokrasi, informasi yang tersiar ke publik begitu banyak dan belum tentu benar, sebab pada era digital setiap orang bisa menyebarkan apa pun melalui media sosial.

“Dan posisi media kita harapkan juga menjadi pendingin bukan jadi pemanas di Pilkada, supaya tidak terjadi pertengkaran,” ujarnya, seperti dikutip Antara. (boy)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending