Connect with us

SULAWESI TENGGARA

Kakak Adik Sekolah Bergantian Sepatu yang Viral Dapat Hadiah dari Kapolres

Published

on

Kapolres Bau-Bau, Rio mengunjungi rumah Nadia dan Riski memberikan sepatu baru sehingga kini kakak adik itu harus bergantian sepatu saat sekolah.. /Instagram.com/@uncle_teebob

INDONESIA RAYA – Nadia (11) yang duduk di kelas 4 SD dan adiknya Riski (9) kelas 3 SD kini tak lagi harus bergantian sepatu bila ingin sekolah di SDN 3 di Bau-Bau, Sulawesi
Tenggara.

Kedua kakak beradik yang viral di media sosial karena harus bergantian sepatu saat ke sekolah lantaran hanya punya satu, mendapat hadiah sepatu baru dari Kapolres Bau-Bau.
AKBP, Rio Tangkari.

Dalam unggahan akun Instagram @uncle_teebob, Kapolres Bau-Bau, Rio tampak mengunjungi rumah Nadia dan Riski memberikan sepatu baru.



Selanjutnya, silahkan baca berita versi lengkapnya di dalam artikel Kakak Adik Sekolah Bergantian Sepatu yang Viral Dapat Hadiah dari Kapolres


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Advertisement

SULAWESI TENGGARA

Pengembangan Kawasan Pesisir Tangguh, KKP Sisir Bombana, Sulteng

Published

on

Kegiatan PKPT di Bombana akan dibantu oleh tenaga pendamping. (Foto : Suara.com)
Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) melakukan kegiatan koordinasi dan survei awal lokasi Pengembangan Kawasan Pesisir Tangguh (PKPT) di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Tim survei Ditjen PRL terdiri dari Direktorat Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (Dit. P4K) dan Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar.

Koordinasi dan survei awal lokasi dilaksanakan dalam rangka tindak lanjut usulan lokasi pelaksanaan PKPT dari Dinas Perikanan Kab. Bombana. Sebelum peninjauan lokasi, dilakukan pertemuan awal untuk memberikan gambaran terkait dengan pelaksanaan PKPT di Kab. Bombana yang bertujuan untuk meningkatkan ketanggukan wilayah pesisir serta masyarakat terhadap perubahan iklim.

Konsep pelaksanaan PKPT akan diserahkan ke kelompok di masing-masing desa dalam mengusulkan kegiatan yang terkait dengan peningkatan ketangguhan masyarakat dan wilayah pesisir yang disesuaikan dengan rencana kerja desa yang telah disusun. Dalam proses pengusulan kegiatan PKPT di Bombana akan dibantu oleh tenaga pendamping yang telah ditunjuk untuk tahun 2020.

Survei lokasi awal dilakukan di Kecamatan Rarowatu Utara yang terdiri dari desa Lantowa, Watumentade, dan Tunas Baru, serta Kec. Poleang Tenggara yeng terdiri dari desa Lemo dan Terapung. Survei lokasi bertujuan untuk mengetahui kondisi awal kawasan serta pengumpulan data dan informasi sebagai dasar dalam penyusunan profil serta penilaian kondisi ketangguhan desa.

Secara umum perubahan garis pantai yang terjadi Kec. Rarowatu Utara (Desa Lantowa, Watumentade, dan Tunas Baru), selain disebabkan oleh faktor alam juga akibat pembukaan kawasan mangrove yang sudah dilakukan sejak lama sebagai lahan tambak yang tidak memperhatikan daya dukung pemanfaatan mangrove sebagai fungsi pelindung.

Sedangkan wilayah pesisir Kec. Poleang Tenggara dari dua desa yang dipantau, diperoleh bahwa kondisi perubahan garis pantai selain adanya abrasi juga disebabkan adanya penimbunan pantai untuk pemukiman, dan pembuatan tambat labuh.

Selain itu, pada muara sungai yang terdapat di desa Lemo mulai terjadi pendangkalan akibat sedimentasi dan sering terjadi banjir pada musim barat dan berdampak pada rumah penduduk dan sarana tempat penjemuran rumput laut milik nelayan. (kkp)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

SULAWESI TENGGARA

Dasco Minta Semua Pihak Intropeksi Terkait Kericuhan di Sultra

Published

on

Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan, Sufmi Dasco Ahmad. (Foto : Instagram @sufmi_dasco)
Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan Sufmi Dasco Ahmad angkat bicara terkait kericuhan yang terjadi di Sulawesi Tenggara, Rabu (24/6/2020) dini hari. Kericuhan tersebut terjadi karena masyarakat menolak kedatangan 156 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China yang merupakan gelombang pertama dari 500 TKA. Untuk itu, Dasco meminta agar semua pihak inrospeksi diri terutama bagi mereka yang berkepentingan terhadap TKA.

“Saya pikir ini isu (bergulir) dari bulan April. Seharusnya semua pihak menahan diri, semua pihak mengintrospeksi diri, terutama bagi yang memasukin tenaga kerja. Kalau sudah terlihat penolakan begitu banyak, seharusnya ya introspeksilah,” ujar Dasco di hadapan para wartawan di Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (24/6/2020).

Politisi Partai Gerindra ini mengatakan, introspeksi guna menghindari meluasnya kericuhan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Diantaranya bisa dengan mengurangi jumlah TKA yang akan masuk ke Indonesia, kemudian bisa juga dengan melakukan sosialisasi secara massif. “Kalau sudah ricuh begini kan semua repot,” tegasnya.

Ia menekankan, saat ini menjaga keamanan dan ketentraman masyarakat jauh lebih penting daripada investasi. “Kita bukan tidak memikirkan investasi. Tapi soal keamanan, soal ketentraman, soal masyarakat banyak, itu juga penting,” tukasnya.

Dasco menuturkan, jika kedatangan 156 TKA asal China tersebut dinilai cacat prosedur, ia meminta agar segera ditindaklanjuti oleh pihak yang berwenang. “Kalau DPRD menemukan itu (cacat prosedur), ya tindak lanjuti dong, kan gampang itu. Kalau benar,” tutupnya.

Diketahui, massa berunjuk rasa yang menolak kedatangan 500 TKA asal China di simpang empat menuju Bandara Haluoleo di Desa Ambaipua, Kecamatan Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Massa juga melakukan aksi sweeping kepada setiap kendaraan khususnya roda empat yang keluar dari bandara.

Sebelum berhasil didesak mundur oleh aparat kepolisian pada Rabu (24/6/2020) dini hari dengan menggunakan water canon dan tembakan gas air mata, massa melemparkan batu dan kayu ke arah pihak kepolisian. (dpr)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

SULAWESI TENGGARA

PUPR Bangun 30 Unit Rusus bagi Nelayan di Kabupaten Konawe

Published

on

PUPR membangun 30 unit infrastruktur Rusus bagi nelayan. (Foto: Instagram @kemenpupr)
Indonesiaraya.co.id, Jakarta –  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun 30 unit infrastruktur rumah khusus (Rusus) bagi nelayan yang berada di Desa Laimeo, Kecamatan Sawa, Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara. “Salah satu target pembangunan rumah khusus adalah para nelayan. Kami membangun rumah khusus bagi nelayan yang membutuhkan hunian yang layak untuk kelangsungan hidup mereka dan tempat yang nyaman untuk keluarganya,” ujar Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan Provinsi Sulawesi Tenggara, Hujurat melalui siaran pers yang diterima InfoPlublik, Senin (1/6/2020). Hujurat menerangkan, pembangunan Rusus nelayan tersebut dibangun SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi Sultra Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR pada tahun 2019 lalu. Kementerian PUPR membangun Rusus tersebut dengan tujuan agar para nelayan yang tinggal di kawasan pesisir dapat menempati hunian yang layak huni sekaligus meningkatkan kesejahteraan dan perekonomiannya. “Kami berharap para nelayan beserta keluarganya yang menempati hunian Rusus tersebut dapat merawat rumah ini dan memperhatikan kebersihan di kawasan sekitarnya agar tetap bersih dan sehat. Para nelayan bisa fokus melaut karena keluarganya sudah menempati Rusus yang layak huni,” katanya. Sebagai informasi, Rusus nelayan untuk para nelayan tersebut dibangun di atas lahan seluas satu hektar milik Pemerintah Desa Laimeo. Lokasi pembangunan Rusus itu berlokasi di Desa Laimeo, Kecamatan Sawa, Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara sebanyak 30 unit dengan tipe bangunan yakni tipe 28. Dengan jumlah anggaran membangun infrastruktur tersebut mencapai Rp3,6 miliar. Jarak antara lokasi Rusus dengan kawasan pesisir pantai dekat, sehingga nelayan juga mudah untuk melaut. Waktu pembangunan Rusus nelayan tersebut dibangun dalam jangka waktu sekitar enam bulan. “Total anggaran pembangunan Rusus ini senilai Rp3,6 Miliar. Para nelayan dan keluarganya juga telah menghuni Rusus ini sejak awal tahun 2020 lalu,” tandasnya. (inf)

Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending

Redaksi media Indonesiaraya.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, Iklan dan Sponsorship, serta kerjasama bisnis lainnya.

Penerbit :
PT Media Indonesia Raya

Manajemen Media :
Indonesia Raya Media Center (IRMC)

Email Center :
redindonesiaraya@gmail.com
redaksi@indonesiaraya.co id

WA Center :
0878-15557788, 0819-15557788

Terbit Sejak 8 Desember 2017