Connect with us

DIGITAL

Kemenhub Imbau Pengemudi Ojek Daring Gunakan Akun Resmi

Published

on

Direktur Angkutan Jalan Kementerian Perhubungan, Ahmad Yani.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan mengimbau kepada pengemudi ojek daring untuk menggunakan akun resmi saat berkendara dan tidak menyerahkan akunnya kepada pihak yang bukan pengemudi resmi.

“Kalau pengemudinya berbeda dengan yang ada di aplikasi, jangan dinaiki karena bahaya. Saya sudah mempersyaratkan identitas pengemudi harus sama dengan yang di aplikasi,” kata Direktur Angkutan Jalan Kemenhub, Ahmad Yani saat menjenguk korban kecelakaan yang menggunakan atribut ojek daring Grab di Jakarta, Senin (14/1/2019).

Selain itu, lanjut Yani, saat ini pengemudi Grab atau ojek daring lainnya diwajibkan untuk verifikasi wajah sebelum mengemudi. “Sebelum berangkat harus foto diri, selfie, untuk mengakses dia benar pengemudi Grab yang terdaftar,” katanya.

Ditambah, lanjut dia, saat ini tengah proses perumusan regulasi bagi ojek daring di mana faktor keselamatan akan lebih difokuskan. “Jadi, enggak ada pilih kasih, semua harus mematuhi. Ini menjadi perhatian kami bersama dengan Tim 10,” katanya.

Pernyataan tersebut menyusul kejadian kecelakaan yang menimpa Irma Irma Rotua Citrawati Hasibuan (28) pada Kamis (10/1) lalu. Irma mengalami patah paha kanan dan tulang kering kiri karena terlindas truk saat ia berusaha melompat dari sepeda motor lantaran spionnya tersenggol. Irma saat itu menggunakan jaket Grab suaminya untuk bepergian bukan untuk mengantarkan penumpang.

Ibu dari Irma, Mareta Siregar mengaku anaknya seringkali menggunakan jaket sang suami karena merasa lebih aman sebab ia tidak memiliki SIM. “Dia memakai jaket grab suaminya karena merasa lebih aman memakai kostum Grab karena dia enggak punya SIM,” katanya.

Government Affairs Grab Pandu Budiharso mengatakan yang bersangkutan tidak bisa memberikan uang asuransi karena bukan merupakan pengemudi Grab. Namun, ia tetap memberikan pendampingan dalam bentuk kemanusian.

“Dalam kasus ini kita. emang ada komunitas, dapat info mereka, ada satgas di lapangan dan pendampingan. Dari segi teknis kita tetap memberikan bantuan kemanusiaan, Grab pasti akan melakukan pendampingan,” katanya.

Dalam kesempatan sama, perwakilan Jasa Raharja T Adnan mengatakan pihaknya tetap memberikan asuransi karena kecelakaan melibatkan truk. Dia menyebutkan besaran asuransi yang dibayarkan ke rumah sakit maksimal Rp20 juta.

“Jasa Raharja membayar biaya pengobatan korban. Hal ini karena bukan kecelakaan tunggal dan truk yang menabrak membayar pajak dan ada sumbangan wajibnya sehingga itu terjamin oleh Jasa Raharja. Sistemnya nanti biaya pengobatan yang dikeluarkan oleh rumah sakit akan kami bayar maksimal 20 juta,” katanya. Seperti dikutip Antara . (jtr)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

DIGITAL

Huawei Berkomitmen untuk Investasi di Kanada, Meski Bosnya Ditahan

Published

on

Huawei akan meningkatkan investasi penelitian dan pengembangan di Kanada sebesar 15 persen tahun ini dan menambah 200 pekerjaan R&D.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Ketua Huawei Liang Hua mengatakan bahwa perusahaan berkomitmen untuk meningkatkan investasi di Kanada di tengah penangkapan kepala keuangan oleh polisi Kanada atas permintaan Amerika Serikat Desember lalu.

Liang berbicara kepada wartawan setelah perusahaan telekomunikasi China tersebut mengatakan akan meningkatkan investasi penelitian dan pengembangan di Kanada sebesar 15 persen tahun ini dan menambah 200 pekerjaan R&D, memperluas tenaga kerjanya sebesar 20 persen.

“Kami tidak akan mengubah pendekatan kami pada investasi litbang dan kami akan terus meningkatkan investasi kami pada litbang di Kanada,” kata Liang, seperti dilansir Reuters, Jumat (22/2/2019).

“Kami ingin bekerja lebih jauh dengan operator telekomunikasi,” tambahnya.

Meng Wanzhou, CFO perusahaan dan juga putri pendirinya, Ren Zhengfei, telah didakwa dengan penipuan bank dan yang terkait dengan pelanggaran sanksi Amerika terhadap Iran.

Liang mengatakan dia yakin penangkapan seorang eksekutif senior atas tuduhan seperti itu “tidak umum dan jarang,” menambahkan bahwa dia tidak bisa mengatakan tuduhan itu tidak didorong secara politis. Meng sedang melawan permintaan ekstradisi A.S.

“Saya berharap dia bisa dibebaskan dan dia bisa bersatu kembali dengan keluarganya, tapi saya bukan pengacara jadi saya tidak bisa mengomentari substansi kasus ini,” katanya.

Setelah Meng ditahan, China menangkap dua orang Kanada dengan alasan keamanan nasional, dan pengadilan China kemudian menjatuhkan hukuman mati terhadap seorang lelaki Kanada yang sebelumnya hanya dipenjara karena penyelundupan narkoba.

Liang mengatakan bahwa hubungan China dan Kanada saat ini “tidak ideal.”

“Kami menyadari bahwa ada beberapa masalah yang harus diselesaikan antara kedua negara,” katanya.

Kanada sedang mempertimbangkan apakah akan mengizinkan Huawei memasok peralatan ke jaringan 5G, generasi terbaru dari komunikasi seluler. Beberapa sekutu Kanada telah memberlakukan pembatasan, dengan alasan risiko spionase.

Liang mengatakan bahwa ia berharap keputusan apa pun akan didasarkan pada manfaat teknologi perusahaan daripada faktor lainnya. Demikian, seperti dikutip Antara. (mon)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

DIGITAL

Asal Mula Istilah “Unicorn” pada Startup

Published

on

Decacorn digunakan untuk menyebut perusahaan rintisan yang memiliki nilai valuasi 10 miliar dolar, sementara hectocorn sebesar 100 miliar dolar.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Istilah unicorn seringkali didengar ketika membicarakan perusahaan rintisan (startup), apalagi pemerintah gencar mendorong agar Indonesia memiliki banyak startup bertitel unicorn.

Unicorn dalam dunia startup tidak ada hubungannya dengan kuda putih bertanduk, walaupun istilah tersebut memang diambil dari makhluk yang sering muncul di legenda barat tersebut.

Unicorn dipakai untuk menyebut perusahaan rintisan yang memiliki nilai valuasi 1 miliar dolar ke atas. Indonesia saat ini memiliki empat unicorn, yaitu GOJEK, Bukalapak, Tokopedia dan Traveloka.

Laman International Business Times menuliskan istilah “unicorn” pertama kali mengemuka dari seorang investor asal Amerika Serikat yang mendirikan Cowboy Ventures, Aileen Lee, yang awalnya tertarik untuk berinvestasi di salah satu perusahaan yang masuk golongan tersebut.

Dia meriset pada 2013 dan menemukan 0,07 persen dari perusahaan yang mendapatkan dana dari ventura memiliki valuasi di atas 1 miliar dolar. Dia ingin membagikan temuannya ini, namun dia perlu menemukan istilah yang tepat untuk perusahaan yang memiliki nilai valuasi tersebut.

“Saya mencoba mencari kata yang mudah digunakan,” kata Lee.

Dia sempat mencoba kata-kata lain seperti “home run” dan “megahit” hingga akhirnya terpikat pada “unicorn”.

Dia berargumen jarang ada perusahaan rintisan yang mencapai nilai valuasi sebesar itu, meski pun setiap tahun selalu ada startup yang muncul.

Filosofi tersebut sesuai dengan kuda unicorn, yang dijadikan simbol untuk mengungkapkan sesuatu yang langka.

Unicorn kini bukan satu-satunya istilah untuk menunjukkan golongan sebuah perusahaan rintisan, kini juga dikenal “decacorn” dan “hectocorn”.

Decacorn digunakan untuk menyebut perusahaan rintisan yang memiliki nilai valuasi 10 miliar dolar, sementara hectocorn sebesar 100 miliar dolar.

Startup Indonesia saat ini baru sampai pada tahap unicorn, namun Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara pada Desember lalu meyakini akan ada decacorn di Indonesia pada 2019 ini. Demikian, seperti dikutip Antara. (nat)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

DIGITAL

Fujifilm Luncurkan Mirrorless X-T30

Published

on

Fujifilm juga merancang monitor LCD di kamera ini lebih tipis, yaitu 1,3 milimeter dan menawarkan respons layar sentuh yang lebih baik.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Fujifilm resmi membawa kamera mirrorless baru seri X, yaitu X-T30, yang menjanjikan bodi lebih ringan dan lensa resolusi 26,1MP.

Dalam keterangan pers yang diterima, salah satu andalan dari X-T30 adalah bodi yang makin enteng dan ringkas dengan bobot 383 gram untuk meningkatkan stabilitas saat memegang kamera.

Fujifilm mengganti Selector Button dengan Focus Lever untuk menyediakan ruang pegangan tambahan di bodi belakang.

Fujifilm juga merancang monitor LCD di kamera ini lebih tipis, yaitu 1,3 milimeter dan menawarkan respons layar sentuh yang lebih baik.

X-T30 memiliki ISO terendah 160, yang sebelumnya hanya tersedia sebagai ISO tambahan, sekarang sudah ada saat memotret RAW. Kamera ini menggunakan mesin X-Processor 4 serta peningkatan algoritma AF untuk mempertinggi akurasi dalam deteksi wajah atau mata.

Fujifilm memperkenalkan fungsi face select untuk memberikan prioritas fokus otomatis pada wajah yang dipilih ketika beberapa wajah telah terdeteksi dalam bingkai.

Selain itu, mereka juga meningkatkan kinerja mode Advanced SR Auto dan Auto Focus sehingga kamera secara otomatis memilih pengaturan yang optimal dari 58 preset.

X-T30 dapat merekam video 4K (resolusi 3810 x 2160) dan 6K (6240 x 3510). Kamera ini juga mendukung format DCI (17:9) untuk memberi tampilan sinematis pada video.

Di Indonesia, Fujifilm X-T30 dijual di kisaran harga Rp13.000.000 dan tersedia mulai akhir Maret 2019. Demikian, seperti dikutip Antara. (nat)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending