Connect with us

UMKM

Kemenperin Bentuk IKM Mind, Perluas Pasar Domestik dan Ekspor

Published

on

Direktur Jenderal IKM Kemenperin, Gati Wibawaningsih.

Indonesiaraya.co.id, Tangerang – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan membentuk sebuah sistem untuk mempromosikan produk-produk Industri Kecil Menengah (IKM) bernama IKM Mind untuk memperluas pasar IKM di dalam negeri maupun pasar ekspor.

“Nanti produk-produknya bisa dilihat secara tiga dimensi di IKM Mind. Jadi, ini sebagai tindak lanjut dari Program e-Smart IKM yang sudah berjalan,” kata Direktur Jenderal IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih di Tangerang, Banten, Senin (15/4/2019).

Menurut Gati, sistem IKM Mind nantinya dapat digunakan oleh para IKM untuk memperkenalkan sekaligus menjual produk-produk andalannya, yang difasilitasi oleh Kemenperin.

“Kami ingin secepatnya sistem ini bisa dibuat, sehingga IKM yang memang potensial untuk go digital bisa segera memanfaatkannya,” ungkap Gati

Gati menegaskan di era Industri 4.0 IKM nasional perlu memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan usahanya.

Kemenperin menargetkan sebanyak 10.000 pelaku IKM di dalam negeri ikut menjadi peserta program lokakarya e-Smart IKM hingga akhir tahun 2019 dan langsung memanfaatkan teknologi digital.

“Program e-Smart IKM yang diluncurkan sejak Januari 2017 lalu, merupakan langkah konkret dari pemerintah saat ini yang ingin menyiapkan IKM nasional bisa go digital menuju revolusi Industri 4.0,” kata Gati.

Pada periode 2017-2018, total peserta workshop e-Smart IKM telah mencapai 5.945 pelaku usaha dengan total omzet sebesar Rp2,37 miliar.

Gati menjelaskan,pemanfaatan teknologi digital bagi pelaku IKM nasional menjadi penting untuk mendongkrak daya saingnya hingga kancah global. Upaya ini juga sebagai bagian dari pelaksanaan langkah-langkah prioritas yang tertuang di dalam peta jalan Making Indonesia 4.0.

“Guna memacu peranan IKM nasional ada penerapan revolusi industri 4.0, kami terus mendorong mereka agar terlibat e-commerce yang diimplementasikan dalam program e-Smart IKM,” ujarnya. Seperti dikutip Antara . (spg)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UMKM

BI Dorong Pelaku UMKM NTT Mulai Mengakses Pasar Digital

Published

on

Kepala BI Kantor Perwakilan Wilayah NTT, Naek Tigor Sinaga.

Indonesiaraya.co.id, Kupang – Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di provinsi berbasis kepulauan itu mulai mengakses pasar digital dan bertransaksi secara daring.

“Kami saat ini sedang berusaha mendorong para pelaku UMKM di NTT agar mulai membiasakan diri mengakses pasar digital dan bertransaksi secara daring seiring dengan semakin berkembangnya teknologi,” kata Kepala BI Kantor Perwakilan Wilayah NTT Naek Tigor Sinaga kepada wartawan di Kupang, Senin (25/3/2019).

Tigor menjelaskan bahwa BI saat ini menjadi bank sentral yang berkontribusi secara nyata terhadap perkembangan ekonomi. Salah satu program strategis yang tengah dikembangkan adalah dengan memperkuat kebijakan untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan digital.

Tigor menambahkan bahwa hal ini juga sempat ia sampaikan dalam acara sosialisasi dan pelatihan pasar digital (e-commerce), “Bakumpul UMKM Menuju Online” pekan lalu di Kabupaten Sumba Barat yang dihadiri oleh Bupati Agustinus Niga Dapawole.

“Berdasarkan data BI, transaksi e-commerce dalam negeri mencapai angka Rp11 triliun hingga Rp13 triliun per bulan dan transaksi tersebut terus mengalami peningkatan tiap waktu,” ujar dia.

Oleh karena itu ia mengharapkan setiap pelaku UMKM di NTT mulai menerapkan hal tersebut mengingat saat ini keutungan yang dihasilkan sangat besar.

BI menyusun 12 program strategis yang salah satunya memperkuat kebijakan untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan digital yakni mendorong pelaku UMKM agar mengakses pasar daring atau digital dan dapat bertransaksi secara daring.

Menurut dia, akses pasar akan semakin luas sehingga keuntungan yang dihasilkan juga akan semakin besar. “Melalui sistem online atau digital, sudah tentu akses pasar dapat lebih luas, sehingga barang yang di produksi di NTT dapat dipasarkan,” ujar dia.

Saat ini BI NTT sendiri masih mendata pelaku UMKM produk makanan saja di NTT yang sudah menggunakan sistem tersebut.

“Kita saat ini masih mendata. Sekaligus beberapa waktu lalu sempat dilakukan sosialisasi yang melibatkan Bukalapak, serta UMKM untuk mencari tahu serta mendata lebih lanjut,” tambah dia. Seperti dikutip Antara . (kor)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

FINANSIAL

BI Fasilitasi UMKM Jatim Masuk Pasar Digital

Published

on

BI juga telah menggelar beberapa pelatihan pengelolaan panen dan pascapanen bagi petani kopi untuk peningkatan kualitas kopi lokal.

Indonesiaraya.co.id, Surabaya – Bank Indonesia perwakilan Jawa Timur pada tahun 2019 berencana memfasilitasi sejumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayah itu masuk ke pasar digital atau dalam jaringan (daring/online), sebagai salah satu program mendorong perekonomian daerah.

“Rencana yang sedang kami jalankan tahun 2019 adalah menyambungkan UMKM ke marketplace online, sebab secara produk UMKM Jatim sudah cukup baik, khususnya terkait dengan pengemasannya,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur Difi A Johansyah di Surabaya, Selasa (12/3/2019).

Rencana kedua, kata dia, adalah mendorong konektivitas produk kopi di Jawa Timur dan beberapa produk pangan, karena memiliki potensi yang cukup bagus.

Untuk produk kopi, kata dia, BI telah menggandeng Dewan Kopi Indonesia dengan menggelar Hari Kopi Nasional, ditambah dengan dukungan pemerintah daerah, agar produk kopi Jatim lebih dikenal sehingga menambah pemasukan petani kopi.

BI juga telah menggelar beberapa pelatihan pengelolaan panen dan pascapanen bagi petani kopi untuk peningkatan kualitas kopi lokal, sehingga diharapkan meningkatkan kualitas kopi lokal.

Sementara terkait upaya menyambungkan UMKM Jatim ke daring, hal itu sesuai dengan program Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang menargetkan pada akhir 2019 sebanyak 27 ribu UMKM di Jatim bisa masuk pasar digital, karena potensinya yang cukup besar.

Untuk mencapai target itu, Pemprov Jatim telah menyiapkan Warung Digital sebagai langkah mendorong potensi UMKM untuk terus berkembang.

Berdasarkan data Pemprov Jatim, UMKM di wilayah itu potensinya telah memberi kontribusi tinggi pada Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Jatim, bahkan secara nasional, kontribusi di Jatim mencapai 20 persen, nomor dua setelah DKI Jakarta. Demikian, seperti dikutip Antara. (ami)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

UMKM

BGR Logistics-Rumah Koperasi Indonesia Kerja Sama Rantai Pasok

Published

on

Penandatanganan nota kesepahaman dengan Rumah Koperasi Indonesia (RKI) tentang kerjasama kegiatan rantai pasok terintegrasi dengan Skema Perdagangan Coop2Coop di Palembang, pada Rabu malam (6/3).

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) Logistics, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) penyedia jasa logistik, menandatangani nota kesepahaman dengan Rumah Koperasi Indonesia (RKI) tentang kerja sama kegiatan rantai pasok terintegrasi dengan Skema Perdagangan Coop2Coop.

“Kami berharap kerja sama ini sebagai awal sinergi yang dapat dilakukan BGR Logistics dengan Rumah Koperasi Indonesia,” kata Direktur Utama BGR Logistics, M. Kuncoro Wibowo dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (7/3/2019).

Penandatanganan nota kesepahaman tersebut dilakukan langsung oleh Direktur Utama BGR Logistics, M. Kuncoro Wibowo, dan Direktur Utama RKI, Insanial Burhamzah.

Nota kesepahaman tersebut ditandatangani bertepatan dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional Dewan Koperasi Indonesia di Palembang, Rabu (6/3).

Dalam nota kesepahaman tersebut, BGR Logistics dan Rumah Koperasi Indonesia, akan melakukan kerja sama yang dapat menguntungkan kedua belah pihak.

Dengan penandatanganan nota kesepahaman ini, diharapkan akan terciptanya kerjasama yang menguntungkan antara BGR Logisitics dan RKI.

BGR Logistics diharapkan dapat merencanakan dan mempersiapkan kegiatan penanganan rantai pasok terintegrasi dengan skema perdagangan Coop2Coop seperti proses penanganan impor, penanganan di Kawasan Pusat Logistik Berikat, pengelolaan penyimpanan, persediaan dan distribusi, serta perencanaan kebutuhan pengadaan dan distribusi

Setelah dilakukan penandatanganan nota kesepahaman tersebut, nantinya akan ditindaklanjuti dengan perjanjian kerja sama antara BGR Logistics dengan Rumah Koperasi Indonesia untuk mengatur lebih rinci terkait pelaksanaan kerjasama yang akan dilakukan.

BGR merupakan BUMN penyedia jasa logistik yang memiliki layanan logistik terintegrasi, mulai dari distribusi, pergudangan, freight forwarding, collateral management service, jasa pengiriman kurir, hingga jasa logistik limbah. Demikian, seperti dikutip Antara . (ahm)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending