Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Kementerian Perindustrian memastikan bahwa, garam yang diproduksi oleh petani dalam negeri terserap seluruhnya baik untuk konsumsi maupun industri.

“Jadi tidak ada lagi sisa lah. Mereka terjamin, jadi kepastian terjamin bahwa semuanya terserap, itu yang penting,” kata Direktur Industri Kimia Hulu Kementerian Perindustrian Muhamad Khayam di Jakarta, Kamis (5/4/2018).

Diketahui, sebanyak 10 industri pengolahan garam menyerap sekitar 1,4 juta ton garam yang dihasilkan petani, di mana 800 ribu ton akan digunakan untuk konsumsi dan selebihnya untuk industri.

“Semuanya terserap. Sebanyak 750.000 ton untuk konsumsi, sisanya itu untuk industri-industri yang kualitas kebutuhan garamnya tidak terlalu tinggi, yaitu industri pengasinan dan pakan ternak,” ujar Khayam.

Ke-10 industri pengolahan garam akan mulai menyerap garam petani saat panen tiba, yang dalam kondisi normal jatuh pada Juni.

“Nah ini kan memang berkaitan dengan BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika). Kalau 2016 itu yang paling gagal panen itu geser panennya yang tadinya Juni jadi Agustus. Biasanya serentak, misalnya normal itu Juni paling lambat Juli itu sudah turun. Jadi Juni kalo normal berharap normal,” papar Khayam. (spg)