Connect with us

Uncategorized

Ketergantungan Impor Energi Jadi Tantangan Pemerintah

Published

on

Menteri ESDM, Arifin Tasrif. (Foto : esdm.go.id)

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Beban anggaran negara masih berat karena ketergantungan impor energi. Salah satunya impor gas minyak bumi cair atau Liquefied Petroleum Gas (LPG).

Hal tersebut diungkapkanMenteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, melalui keterangannya, Kamis (22/10/2020).

“Permintaan energi kita masih andalkan fosil, sebagian besar masih diikuti dan berasal dari impor, ketergantungan energi kita pada impor besar, misalnya LPG, salah satu kebutuhan utama untuk konsumsi di rumah-rumah,” kata Arifin.



Menurutnya, ketergantungan impor LPG ini  menjadi tantangan berat bagi pemerintah.

Oleh karena itu,  perlu ada substitusi ke sumber energi dalam negeri. Bila substitusi ini terjadi, maka tidak hanya kemandirian energi yang terdorong, namun juga berdampak pada seimbangnya neraca perdagangan Indonesia.

“Jadi, tantangan berat bagi pemerintah kalau tidak lakukan substitusi dari sumber energi dalam negeri. Kalau substitusi ini terjadi, neraca perdagangan bisa seimbang,” tambahnya.

Pemerintah saat ini sedang mendorong industri hilir tidak hanya bagi komoditas mineral, tapi juga batu bara. Tujuannya, agar batu bara yang mulanya didominasi untuk ekspor, akan lebih banyak dimanfaatkan di dalam negeri.

Batu bara bisa diolah menjadi beberapa produk seperti methanol yang dapat dijadikan campuran untuk biodiesel (Fatty Acid Methyl Esters/ FAME), lalu Dimethyl Ether (DME) yang bisa digunakan sebagai substitusi LPG. Dengan hilirisasi batu bara menjadi DME, artinya ketergantungan pada impor LPG bisa ditekan.

Sementara itu, Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Arviyan Arifin mengatakan sejak zaman Belanda pemanfaatan batu bara oleh PTBA hanya digunakan untuk kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). 

Namun  paradigma pemanfaatan batu bara telah berubah. Menurutnya, masa depan batu bara adalah melalui hilirisasi. (inf)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Advertisement

Uncategorized

Sebanyak 90 Persen Berita Hoaks Diedarkan secara Sengaja

Published

on

Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kominfo, Widodo Muktiyo. (Foto : Instagram @widodomuktiyo)

Indonesiaraya.co.id, Jakarta –  Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Dirjen IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Prof. Dr. Widodo Muktiyo menegaskan, sebanyak 90 persen berita bohong atau hoaks yang beredar di tengah masyarakat disebarluaskan secara sengaja melalui dunia digital sebagai alat propaganda.

“Berita bohong yang muncul didalam digital itu disengaja, artinya dengan sadar ingin mengacaukan dunia digital,” kata Dirjen IKP dalam paparannya saat webinar bertema “Literasi Pemuda Tangkal Hoaks di Masa Pandemi COVID-19” di Jakarta, Selasa (10/11/2020).

Dijelaskannya, meskipun kita berada di dalam kehidupan digital yang tidak bisa lepas dari internet, handphone (HP) dan media sosial namun kita mempunyai pilihan untuk menggunakan nya dengan baik dan bijak. Kita bisa berhati-hati dan kritis dalam menerima informasi yang setiap hari beredar untuk meredam hoaks.



“Informasi yang beredar bisa menjadi ‘makanan’ yang menyehatkan tapi bisa juga menjadi ‘racun’ yang mengganggu kehidupan kita. Informasi bisa seperti pandemi kalau tidak berhati-hati, bisa menjadi tsunami informasi,” tegasnya.

Dirjen Widodo Muktiyo berpesan, hoaks bisa muncul kapan saja dan dimana saja melalui media sosial, apalagi di tengah pandemi Covid-19 sejak awal pandemi hingga sekarang sudah ada lebih dari 1.220 hoaks yang beredar. Oleh karena itu masyarakat harus berhati-hati kalau menerima informasi atau berita. 

“Kalau mendapat informasi yang diduga sensasional, sumbernya meragukan, bahasanya propokatif, sebaiknya kalau mau dihapus ya dihapus saja. Kalau ingin melihat silahkan dicek dulu kebenarannya melalui cek fakta,” ujarnya.

Anggota Komisi I DPR RI Bobby Adhityo Rizaldi yang juga hadir dalam webinar menyampaikan, media sosial menjadi penyumbang terbanyak dalam penyebaran hoaks. Penyebabnya karena rendahnya tingkat literasi masyarakat. Selain itu, secara psikologis banyak orang beranggapan dengan menjadi yang pertama menyebarkan informasi merasa dirinya hebat.

Untuk meredam hoaks bisa dengan menumbuhkan budaya literasi digital. Menumbuhkan budaya membaca yang benar dan kritis serta mendekonstruksi konten dan informasi yang masuk. “Kuncinya tumbuhkan budaya membaca yang benar dan kritis,” sebutnya.

Sementara itu, CEO Good News From Indonesia Wahyu Aji mengatakan, kalangan yang paling kuat terhadap hoaks adalah masyarakat muda karena tingkat literasinya sudah sangat baik dibandingkan dengan kalangan lainnya. “Kalangan yang paling kebal atau tahan terdahap hoaks adalah anak muda. Karena literasi mereka lebih baik dan terbiasa dengan dunia digital,” jelasnya.

Menurutnya, hal tersebut dapat menjadi peluang bagi anak-anak muda untuk menjadi duta literasi yang sangat bermanfaat di tengah masyarakat dalam memanfaatkan media sosial. “Media sosial sekarang efeknya tidak main-main. Hoaks tidak boleh dianggap sesuatu yang remeh. Kita harus aware potensinya sekaligus bahayanya,” pungkas Aji. (inf)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Uncategorized

Kejaksaan Agung Periksa Lagi Lima Saksi Kasus Asuransi Jiwasraya

Published

on

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Hari Setiyono. (Foto: Instagram @kejaksaan.ri)

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Tim Jaksa Penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa lima orang saksi dan satu orang wakil tersangka korporasi terkait dengan perkara tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya (persero).

“Ini berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor : Print-33/F.2/Fd.1 /12/2019 tanggal 27 Desember 2019 maupun untuk pemeriksaan saksi perkara dengan tersangka korporasi dan tersangka pribadi dalam hal ini, Pieter Rasiman,” ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Hari Setiyono dalam keterangan tertulisnya, Senin (2/11/2020).

Saksi yang diperiksa diantaranya, saksi untuk tersangka Korporasi PT. OSO Management Investasi yaitu, Diaz Aditya Wardhana selaku Direktur PT. Binaartha Sekuritas.



Kemudian saksi untuk tersangka Korporasi PT. Millenium Capital Management yaitu, Henry Manurung selaku Fund Manager PT. Millenium Capital Management dan Edhie Setito Pramono selaku Head Of Operation PT. Millenium Capital Management.

Selanjutnya saksi untuk tersangka Korporasi PT. MNC Asset Management, Stien Maria Schouten selaku Komisaris Utama PT. MNC Asset Management dan saksi untuk tersangka Pieter Rasiman yakni Erwin Budiman selaku Komisaris PT. Ricobana Abadi.

Sementara untuk pemeriksaan tersangka Korporasi PT. MNC Asset Management diwakili oleh Ferry Konjongian selaku Direktur Utama PT. MNC Asset Management.

Pemeriksaan lima orang saksi dan satu orang wakil tersangka korporasi dianggap perlu untuk mengungkap sejauh mana peran para saksi dalam menjalankan perusahaannya, dan kaitannya dengan jual beli saham dari pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) yang terjadi di Bursa Efek Indonesia.

Pemeriksaan saksi dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan Covid- 19.

Pemeriksaan dilakukan dengan tetap memperhatikan jarak aman. Penyidik pun menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. Para saksi pun wajib mengenakan masker dan selalu mencuci tangan menggunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah pemeriksaan. (inf)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Uncategorized

Tim Pemburu Buron Harun Masiku Masih Terus Dievaluasi

Published

on

Harun Masiku. (Foto : Instagram @reqrews)

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), memastikan terus mengevaluasi tim satgas yang memburu Harun Masiku. Harun merupakan buronan kasus suap terhadap mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan.

Suap tersebut, berkaitan dengan penetapan anggota DPR RI melalui metode pergantian antar-waktu.

“Kami sudah melakukan berbagai macam evaluasi, mana yang perlu ditambah, mana yang perlu kita kerjasamakan dengan instansi-instansi lain,” ujar Karyoto dalam keterangannya, Jumat (30/10/2020).



Karyoto sebagai Deputi Penindakan, didesak untuk menemukan dan menangkap para buronan. Karyoto menyatakan, terus bekerja secara maksimal menyeret para buron untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Sehingga akan memberikan kepastian tentang gerak para DPO-DPO lain ini. Mudah-mudajan dalam waktu dekat segera bisa ditangkap terhadap DPO-DPO yang lain,” kata dia.

Diketahui, tim satgas KPK berhasil menangkap Hiendra Soenjoto. Hiendra merupakan buron kasus dugaan suap dan gratifikasi penanganan perkara di Mahkamah Agung (MA).

Sejak Februari 2020, Hiendra ditetapkan sebagai buron dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar menyatakan, sejak ditetapkan sebagai buron, tim lembaga antirasuah terus memburu Hiendra yang merupakan penyuap mantan Sekretaris MA Nurhadi.

“Sejak ditetapkan DPO, penyidik KPK dengan dibantu Plri terus aktif melakukan pencarian terhadap DPO antara lain dengan melakukan penggeledahan rumah di berbagai tempat baik di sekitar Jakarta maupun Jawa Timur,” ujar Lili dalam jumpa pers di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (29/10/2020).

Alhasil, pada Rabu, 28 Oktober 2020, tim mendapat informasi soal keberadaan Hiendra di salah satu apartemen di kawasan BSD Tangerang, Banten. Hiendra terlihat masuk ke dalam lokasi apartemen sekitar pukul 15.30 WIB. Apartemen tersebut dihuni oleh teman Hiendra.

“Atas informasi tersebut penyidik KPK berkoordinasi dengan pihak pengelola apartemen dan petugas security mengintai dan menunggu kesempatan agar bisa masuk ke unit salah satu apartemen dimaksud,” kata Lili.

Keesokan harinya, atau tepat hari ini sekitar pukul 08.00 WIB, ketika teman Hiendra ingin mengambil barang dimobilnya, tim langsung mengikuti teman Hiendra dan menangkap Hiendra.

“Dengan dilengkapi surat perintah penangkapan dan penggeledahan, penyidik KPK dengan disaksikan pengelola apartemen, petugas security apartemen dan polisi, langsung masuk dan menangkap Hiendra,” kata Lili.

Penyidik KPK juga membawa teman Hiendra ke kantor KPK serta 2 unit kendaraan yang diduga digunakan Hiendra dalam pelarian selama ini, alat komunikasi, dan barang-barang pribadi lainnya.

Hiendra kini harus mendekam di Rutan KPK cabang Pomdam Jaya Guntur selama 20 hari. Sebelum dijebloskan ke dalam Rutan Pomdam Jaya Guntur, Hiendra terlebih dahulu melakukan isolasi di Rutan KPK kavling C1.

“Tersangka akan ditahan selama 20 hari sejak hari ini hingga 7 November 2020 di Rutan Cabang KPK di Pomdam Jaya Guntur,” ujar Lili. (rri)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending

Redaksi media Indonesiaraya.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, Iklan dan Sponsorship, serta kerjasama bisnis lainnya.

Penerbit :
PT Media Indonesia Raya

Manajemen Media :
Indonesia Raya Media Center (IRMC)

Email Center :
redindonesiaraya@gmail.com
redaksi@indonesiaraya.co id

WA Center :
0878-15557788, 0819-15557788

Terbit Sejak 8 Desember 2017