Connect with us

DESTINASI

KLHK : Penutupan Kawasan Taman Nasional Komodo Masih dalam Pembahasan

Published

on

Berdasarkan monitoring Balai TN Komodo dan Komodo Survival Programme, pada 2017, jumlah populasi komodo sebanyak 2.762 individu yang tersebar di Pulau Rinca (1.410).

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Wiratno mengatakan rencana penutupan Taman Nasional Komodo (TN Komodo) di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih dalam tahap pembahasan lebih lanjut.

“Wacana penutupan sementara TN Komodo yang bertujuan untuk melakukan perbaikan tata kelola khususnya untuk mendukung tujuan konservasi, perlu segera dibahas antara Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Pariwisata, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Keuangan,” kata Wiratno di Jakarta, Senin (28/1/2019).

Pengelolaan TN Komodo berada di bawah Direktorat Jenderal KSDAE KLHK, sebagaimana diatur dalam peraturan perundangan bidang lingkungan hidup dan Kehutanan.

Peraturan perundangan tersebut yaitu UU No.5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya, UU No.23/2014 tentang Pemerintahan Daerah, PP No.28/2011 tentang Pengelolaan Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam, Perpres No.16/2015 tentang Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Permen Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.P.18/MENLHK-II/2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Permen Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.P.7/MENLHK/SETJEN/OTL.0/1/2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Taman Nasional.

Wiratno mengatakan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan cq Direktur Jenderal KSDAE memiliki kewenangan untuk menutup atau membuka kembali suatu taman nasional, berdasarkan pertimbangan ilmiah, fakta lapangan, kondisi sosial ekonomi dan masukan dari pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten serta para pihak lainnya.

“Dengan demikian penutupan kawasan taman nasional menjadi kewenangan Direktorat Jenderal KSDAE KLHK,” ujar Wiratno.

Dia juga mencontohkan kasus penutupan pendakian sementara di TN Gunung Rinjani, TN Gunung Merapi, TN Bromo Tengger Semeru, karena terjadi erupsi gunung berapi dan kondisi cuaca ekstrim.

“Dapat juga dikarenakan adanya kerusakan habitat, atau gangguan terhadap satwa liar yang dilindungi, akibat dari aktivitas pengunjung, bencana alam, dan mewabahnya hama dan penyakit seperti di TN Way Kambas,” lanjutnya.

Berdasarkan monitoring Balai TN Komodo dan Komodo Survival Programme, pada 2017, jumlah populasi komodo sebanyak 2.762 individu yang tersebar di Pulau Rinca (1.410), Pulau Komodo (1.226), Pulau Padar (2), Pulau Gili Motang (54) dan Pulau Nusa Kode (70). Sedangkan populasi rusa adalah sebanyak 3.900 individu dan kerbau sebanyak 200 individu.

Pada 2018, ditemukan satu individu komodo mati secara alamiah karena usia. Ancaman terhadap spesies biawak besar ini adalah masih ditemukannya perburuan rusa, namun saat ini program breeding rusa telah dibangun di Kecamatan Sape Kabupaten Bima, untuk mengurangi tingkat perburuan rusa di TN Komodo. Demikian, seperti dikutip Antara. (vir)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DESTINASI

AirAsia Buka Rute Kuala Lumpur – Belitung

Published

on

Untuk meramaikan rute baru ini AirAsia menawarkan tiket istimewa serendah RM79 dari Kuala Lumpur untuk anggota BIG.

Indonesiaraya.co.id, Kuala Lumpur – Maskapai AirAsia, Senin, meluncurkan rute baru yang menghubungkan Kuala Lumpur ke Belitung, sebuah kepulauan surga di luar pantai timur Sumatera, Indonesia.

“Sebagai perusahaan penerbangan pertama yang menghubungkan Kuala Lumpur dan Belitung, layanan empat kali seminggu AirAsia akan dimulai pada 2 Oktober 2019,” ujar Kepala Pemasaran Regional AirAsia Amanda Woo di Kuala Lumpur, Senin (19/8/2019).

Belitung, dikelilingi lebih dari 100 pulau kecil dengan pantai yang indah dan air jernih, menawarkan wisatawan liburan pulau yang menarik dengan berbagai aktivitas air dan kecantikan alami.

“Indonesia mempunyai lebih banyak tawaran tidak hanya Bali dan Lombok saja. Belitung adalah tempat yang indah dan menakjubkan dengan potensi pariwisata yang belum dieksplorasi, dan kami berharap dengan layanan ini, semakin banyak orang akan dapat mengeksplorasi permata tersembunyi ini,” katanya.

Dia mengatakan rute baru ini juga bukti komitmen maskapainya mendukong Pemerintah Indonesia dalam usahanya untuk membangunkan 10 destinasi wisata baru.

Untuk meramaikan rute baru ini AirAsia menawarkan tiket istimewa serendah RM79 dari Kuala Lumpur untuk anggota BIG.

Waktu penerbangan di airasia.com atau aplikasi AirAsia mulai Senin ini hingga 25 Agustus 2019 untuk perjalanan antara 2 Oktober 2019 dan 28 Maret 2020 untuk menikmati tiket ini.

Belitung dikenali untuk pulau-pulau yang indah dengan pantai berpasir putih Pulau Pasir, Pulau Batu Burung Garuda, Pulau Leebong dan Pulau Batu Berlayar adalah antara pulau-pulau paling terkenal di sekitar Belitung.

Wisatawan juga bisa mengeksplorasi pengalaman taman geo yang unik di lokasi tarikan alam alami seperti Gua Kelayang, Lombong Terbuka Kelapa Kampit, Pusat Konservasi Penyu Pulau Kepayang atau Air Terjun Gurok Beraye.

Peminat fotografi harus menuju ke Danau Kaolin, sebuah danau yang indah dengan perairan lautan biru dan deposit mineral putih, atau Museum Kata Andrea Hirata, sebuah museum sastra yang dihiasi dengan warna pelangi.

Di samping rute baru ini AirAsia juga mengendalikan penerbangan harian ke Belitung dari ibukota Indonesia, Jakarta mulai 1 Oktober 2019.

AirAsia kini menghubungkan Kuala Lumpur ke 14 destinasi Indonesia lain Jakarta, Surabaya, Medan, Bali, Lombok, Yogyakarta, Pekanbaru, Pontianak, Padang, Palembang, Semarang, Makassar, Bandung dan Banda Aceh. Demikian, seperti dikutip Antara. (ags)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

DESTINASI

Menpar Berharap Generasi Milenial Gerakkan Pariwisata

Published

on

Menteri Pariwisata, Arief Yahya.

Indonesiaraya.co.id, Tomohon – Menteri Pariwisata Arief Yahya saat menghadiri rangkaian “Tomohon International Flower Festival” (TIFF) berharap generasi milenial ikut menggerakkan pariwisata.

“Mereka (generasi milenial) adalah bagian dari industri pariwisata, mereka hendaknya berperan aktif dalam pengembangan kepariwisataan,” kata Menteri Arief pada “Millennials Tourism Corner” (MTC), Tomohon, Kamis (9/8/2019).

Peran nyata generasi milenial ini, kata Menteri, ikut berkontribusi langsung dalam pengembangan sektor unggulan ini di Kota Tomohon, Sulut dan Indonesia.

Di hadapan para peserta yang tergolong generasi muda, lanjut Menteri, “Millennial Tourism Corner” adalah salah satu program pemberdayaan sumber daya manusia.

“Kegiatan ini ditujukan untuk generasi muda.
Tujuannya menarik minat generasi muda untuk terlibat langsung dalam industri pariwisata Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Tomohon Jimmy F Eman memberikan apresiasi kepada Menpar yang terus mendukung berbagai kegiatan kepariwisataan di daerah berpenduduk kurang dari 100 ribu jiwa itu termasuk keterlibatan dalam pelaksanaan kegiatan “Millennials Tourism Corner” yang dilaksanakan di Kota Tomohon dalam rangkaian TIFF 2019.

Menurut Wali Kota, kegiatan ini akan berdampak positif membangun pariwisata sehingga akan terus berkembang dan terus dikenal.

Politisi Partai Golkar Tomohon ini menambahkan, pemerintah daerah akan terus membenahi sarana dan prasarana pendukung pariwisata sehingga memberikan kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke daerah ini.

Kota yang diapit dua gunung api aktif, Gunung Lokon (barat) dan Gunung Mahawu (timur) ini menjadikan TIFF sebagai agenda tahunan untuk menyedot perhatian wisatawan mancanegara dan nusantara.

“Festival Bunga Internasional Tomohon” ini kemudian ditetapkan Kementerian Pariwisata RI sebagai salah satu festival dari tiga festival di Sulut yang masuk dalam “100 Wonderful of Event 2019”. Seperti dikutip Antara (kap)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

DESTINASI

Menpar : Morotai Perlu Aksesibilitas untuk Dukung Pariwisata

Published

on

Menteri Pariwisata, Arief Yahya.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Menteri Pariwisata Arief Yahya menegaskan pentingnya perluasan aksesibilitas untuk mendorong pengembangan wisata di Morotai, Maluku Utara, yang selama ini telah memiliki daya tarik wisata yang begitu tinggi.

“Morotai adalah satu dari 10 destinasi wisata terbaik di Indonesia. Selain itu, banyak penggemar wisata bahari yang datang ke tempat ini. Namun, aksesnya masih terbatas. Semoga tahun ini ada penerbangan langsung sehingga memperpendek jarak yang harus ditempuh para wisatawan,” kata Menpar Arief dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu (7/8/2019).

Menpar saat kunjungan kerja ke Morotai, Maluku Utara, mengatakan, Morotai harus bisa menarik wisman potensial dari negara-negara Asia yang letaknya tidak jauh dari Indonesia. Selain itu, Morotai juga harus mampu menarik wisatawan dari dalam negeri.

“Kita harus menarik wisatawan dari Filipina, Taiwan, Singapura, China, Hongkong, Korea. Selain itu kita juga bisa menarik wisatawan dari Manado untuk melanjutkan perjalanan ke Morotai,” lanjutnya.

Mengenai potensi wisatawan dari Manado, Menpar mengatakan bahwa kesediaan akses yang telah ada saat ini, yakni Manado – Ternate – Morotai dapat diteruskan seiring pengembangan potensi daerah dan peningkatan kunjungan wisatawan. Jika jumlahnya terus bertambah, maka jalur penerbangan langsung pun dapat dibuat oleh pihak maskapai.

Menurut dia, kesiapan aksesibilitas di Morotai bisa menjadi pintu masuk bagi para investor untuk melakukan investasi di bidang pariwisata. Jika bandara dan pelabuhan sudah siap, maka wisatawan akan berdatangan sehingga nilai investasinya juga meningkat.

Lebih lanjut mengenai potensi wisata Morotai, Arief Yahya mengatakan, pihaknya mendukung agar daerah termasuk Morotai terus mengembangkan atraksi wisata yang menarik.

“Warga Maluku sebagian besar suka menari dan menyanyi, dari kebiasaan itu, kita bisa simpulkan daerah ini memiliki potensi festival yang bagus,” katanya. Hal yang perlu dilakukan adalah mencari nilai ekonomi dari potensi tersebut.

“Morotai harus memiliki atraksi yang unik dan bagus serta akses yang baik sehingga wisatawan berdatangan ke Morotai. Daerah ini menarik karena masyarakatnya memiliki indeks kebahagiaan yang tinggi. Kebiasaan mereka menyanyi dan menari merupakan hal baik yang bisa dikembangkan dalam bentuk festival rakyat” ucap Menpar.

Pada kunjungan kerja tersebut, Menpar berkesempatan mengunjungi Museum Perang Dunia II dan Trikora yang terletak di Desa Wawama, Morotai. Museum ini dibangun untuk mengenang sejarah perjuangan tentara Indonesia dalam peristiwa pembebasan Irian Barat dalam operasi Trikora.

Selanjutnya, Menpar meninjau lokasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Morotai yang masih dalam tahap pengerjaan. Kawasan ini memiliki luas area 1.101,76 ha dan merupakan pulau terluar di sisi timur laut Indonesia yang dekat dengan negara-negara ASEAN dan Asia Timur.

Selain itu, Menpar juga mendatangi Pulau Dodola, salah satu pulau di Morotai yang menjadi daya tarik wisatawan saat berkunjung. Menpar sekaligus meninjau fasilitas glamping dan spot swafoto di tempat itu. Demikian, seperti dikutip Antara . (ahm)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending