Connect with us

YOGYAKARTA

Komisi IX Apresiasi Penanganan Covid-19 di Yogyakarta

Published

on

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Laka Lena. (Foto : dpr.go.id)

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Laka Lena mengapresiasi penanganan pandemi Covid-19 yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (D.I.Y). Dimana D.I.Y sendiri merupakan salah satu daerah yang cukup berhasil menangani pandemi Covid-19 ini.

“Sebelumnya Presiden menyatakan bahwa D.I.Y menjadi salah satu provinsi terbaik dalam penanganan pandemi Covid-19. Dan setelah kami datang dan melihat langsung ke D.I.Y, hal itu terbukti. Salah satunya terlihat dari minimnya penderita Covid-19 dan tingkat kesembuhan yang cukup tinggi. Bahkan angka kematian akibat Covid sejak Maret 2020 lalu hanya 10 orang,” ujarnya saat kunjungan kerja reses Komisi IX DPR RI ke D.I.Y, Jumat (17/7/2020).

Politisi yang akrab disama Melki ini menjelaskan, penanganan yang sangat baik sejak awal pandemi itu diawali dengan regulasi yang menjadi pegangan kepala daerah dalam penanganan Covid-19. Sejak awal Sri Sultan Hamengkubuwono X sebagai kepala daerah sudah berpijak pada Undang-Undang Kebencanaan dalam penanganan Covid-19 di D.I.Y.



Dengan Undang-Undang Kebencanaan tersebut Pemerintah D.I.Y dapat mengerahkan seluruh potensi yang ada, termasuk pemanfaatan APBD dan dana keistimewaan yang dimilikinya, meskipun belum memperoleh dana atau anggaran penanganan Covid-19 dari pusat. Dengan demikian penderita Covid-19 dapat tertangani dengan baik, sehingga angka kesembuhan penderita pun cukup tinggi, serta penyebaran Covid pun dapat dicegah dengan baik.

“Namun yang terpenting dari itu sebagaimana yang diungkapkan Sri Sultan, modal sosial dapat dimanfaatkan dalam menghadapi tatanan baru melawan penyebaran Covid-19. Artinya Pemerintah D.I.Y mencoba melibatkan masyarakàt mulai dari level individu, RT, RW, desa dan seterusnya untuk ikut berperan dalam penanganan penyebaran virus Corona ini,” tambah politisi Fraksi Partai Golkar ini usai pertemuan dengan Gubernur D.I.Y beserta jajaran.

Sehingga, tumbuh dengan sendirinya kesadaran dari masyarakat untuk melakukan berbagai kebiasaan hidup sehat, seperti penggunaan masker, cuci tangan dan penggunaan handsanitizer. Dan tak kalah pentingnya selalu menjaga jarak atau social distancing, termasuk menghindari berbagai kerumunan.  Melki berharap apa yang dilakukan oleh Pemerintah D.I.Y ini bisa menjadi contoh penanganan Covid-19 untuk daerah-daerah lainnya. (dpr)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

YOGYAKARTA

Aktivitas Vulkanik Gunung Merapi Keluarkan Lagi 6 Kali Guguran Lava Pijar

Published

on

INDONESIA RAYA – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi pada hari Senin 1 Februari 2021, terpantau mengeluarkan enam kali guguran lava pijar.

Guguran terpantau, sejak pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB. Jarak luncur maksimumnya sejauh 700 meter ke arah Barat Daya menuju hulu Sungai Krasak dan Boyong.

Petugas BPPTKG Triyono juga menyebut, terjadi sejumlah aktivitas kegempaan.



“Guguran sebanyak 11 kali durasi 15 sampai 55 detik, dan dua kali hybrid durasi 5,48 sampai 5,88 detik,” katanya dalam laporan aktivitas Merapi, Senin 1 Februari 2021. 

Hingga kini, ucapnya, status Gunung Merapi masih berada di level siaga. 

Dirinya juga meminta kepada masyarakat, agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya erupsi radius lima kilometer dari puncak.

Sehari sebelumnya pada Minggu31 Januari 2021, Gunung Merapi mengeluarkan awan panas guguran sekitar pukul 15.39 WIB.

Pages: 1 2


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

YOGYAKARTA

Pantauan dari Udara, Ditemukan Banyak Longsoran Baru Gunung Merapi

Published

on

BPBD Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan giat pemantauan perkembangan aktivitas Gunung Merapi. /BNPB Indonesia.

INDONESIA RAYA – Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan giat pemantauan perkembangan aktivitas Gunung Merapi melalui udara menggunakan helikopter Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Jumat, 27  November 2020.

Kegiatan tersebut dilakukan guna memonitoring wilayah untuk kemudian dapat diambil langkah lebih lanjut, dalam kaitan mitigasi kebencanaan bagi masyarakat yang tinggal di bantaran sungai yang berhulu di lereng Gunung Merapi.

“Bagi kami, sebagai bahan evaluasi untuk mitigasi masyarakat di bantaran sungai yang berhulu di lereng Gunung Merapi,” kata Endro Sambodo, Tim TRC BPBD DI Yogyakarta.



Adapun hasil monitoring melalui udara tersebut, Endro menyebut ada banyak material longsoran baru dari puncak gunung.

“Secara sekilas, terdapat banyak material longsoran baru,” jelas Endro dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi media ini.

Longsoran itu menurut dia mengarah ke lereng yang secara dominan menuju ke barat dan barat daya.

Sedangkan dilihat dari morfologinya material longsoran tersebut mengarah ke hulu Kali Senowo, Kali Putih dan Kali Lamat.

Pages: 1 2 3


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

YOGYAKARTA

BNPB Tinjau Kesiapsiagaan Masyarakat di Wilayah KRB 3 Merapi

Published

on

Deputi Bidang Pencegahan BNPB Lilik Kurniawan meninjau lokasi evakuasi hewan ternak yang berada tidak jauh di belakang kantor Desa Balerante. (Foto: BNPB Indonesia)

Indonesiaraya.co.id, Yogyakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus meningkatkan kesiapsiagaan pemerintah daerah dan masyarakat dalam mengantisipasi dampak erupsi Gunung Merapi. Gunung yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Provinsi Jawa Tengah ini dinaikkan statusnya menjadi level III atau Siaga pada 5 November 2020 lalu. 

Berbagai upaya kesiapsiagaan dilakukan sejak dini agar dampak erupsi Gunung Merapi tidak menimbulkan korban. Kehadiran BNPB saat ini di wilayah kawasan rawan bencana (KRB) 3 memastikan kesiapsiagaan penanganan potensi bahaya erupsi Gunung Merapi di lapangan dijalankan dengan baik. Sebab potensi bahaya tak hanya dari letusan gunung saja melainkan situasi pada masa pandemi Covid-19 dan fenomena La Nina.

Deputi Bidang Pencegahan BNPB Lilik Kurniawan meninjau tempat pengungsian di Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Sabtu (14/11/2020). Ia menyempatkan untuk melihat kondisi tempat pengungsian warga yang terletak di Kantor Desa Balerante serta tempat evakuasi hewan ternak warga yang jaraknya sekitar 200 meter dari lokasi pengungsian.



Sehari sebelumnya (13/11/2020) dalam pertemuan koordinasi antara BNPB  bersama Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), BPBD D.I. Yogyakarta dan BPBD Jawa Tengah. Lilik menegaskan, BPPTKG adalah sumber informasi utama dan tunggal terkait kondisi Gunung Merapi, termasuk seluruh rekomendasi yang diberikan.

Menyikapi masih di tengah pandemi Covid-19, protokol kesehatan diterapkan dengan sangat ketat dalam setiap aktivitas selama berada di tempat pengungsian, baik warga maupun relawan dan tamu pejabat yang berkunjung ke lokasi pengungsian. Mereka wajib mengikuti protokol kesehatan dan mengikuti arahan dari petugas di lapangan. 

“Tujuan kami adalah memastikan semuanya berjalan dengan baik sehingga tujuan kita zero victim, apabila terjadi erupsi pada waktu mendatang,” kata Lilik pada Sabtu (14/11/2020). 

Selama berada di lokasi pengungsian, Lilik menitipkan pesan kepada masyarakat agar selalu menerapkan protokol kesehatan dan  meminta masyarakat untuk mematuhi rekomendasi terkait jarak aman dari puncak Gunung Merapi, yakni radius 5 kilometer dari puncak Merapi dikosongkan dari aktivitas masyarakat. 

“Sesuai rekomendasi BPPTKG, sementara jangan beraktivitas di radius 5 kilometer. Kita imbau untuk sementara untuk tidak beraktivitas dulu untuk keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Kunjungan berikutnya melihat lokasi evakuasi hewan ternak yang berada tidak jauh di belakang kantor Desa Balerante. Evakuasi ternak warga menjadi salah satu prioritas dalam kesiapsiagaan bencana selain evakuasi kelompok rentan, seperti lansia, ibu hamil, balita dan kaum difabel. 

Upaya evakuasi ternak di wilayah Balerante dilakukan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Klaten dan dibantu oleh relawan OPRB Balerante. Tahap awal evakuasi ternak dilakukan di Desa Balerante. Tahap berikutnya yang akan dievakuasi adalah ternak warga Desa Sidorejo dan Tegalmulyo. Dua desa tersebut termasuk wilayah yang rawan bencana karena paling dekat dengan Merapi di radius 5 km. (npb)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending

Redaksi media Indonesiaraya.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, Iklan dan Sponsorship, serta kerjasama bisnis lainnya.

Penerbit :
PT Media Indonesia Raya

Manajemen Media :
Indonesia Raya Media Center (IRMC)

Email Center :
redindonesiaraya@gmail.com
redaksi@indonesiaraya.co id

WA Center :
0878-15557788, 0819-15557788

Terbit Sejak 8 Desember 2017