Connect with us

BISNIS

Komisi XI DPR-RI Pertanyakan PMN Holding Asuransi BPUI

Published

on

Anggota Komisi XI DPR RI, Vera Febyanthy. Dpr.go.id

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Pemerintah melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 20 Tahun 2020 secara resmi telah menunjuk  PT Bahana Pembinaan usaha Indonesia (BPUI) sebagai holding BUMN perasuransian. Induk perusahaan asuransi itu pada 2021 mendatang akan mendapat kucuran dana Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 20 triliun, yang salah satunya akan digunakan untuk penyelamatan Jiwasraya.

Dalam rapat dengar pendapat Komisi XI DPR RI bersama Direktur Utama BPUI, Selasa 17 November 2020, sejumlah anggota dewan mempertanyakan beberapa hal terkait skema pembentukan holding asuransi dan penjaminan, serta alasan holding perusahaan pelat merah tersebut akan menerima PMN tersebut. Anggota Komisi XI DPR RI Vera Febyanthy (Fraksi Partai Demokrat) bahkan sempat mempertanyakan peta jalan dan business plan dari penggabungan perusahaan asuransi ini.

“Belum pernah disampaikan oleh Menteri Keuangan atau Menteri BUMN kepada kami seperti apa roadmap dan business plan penggabungan ini, tiba-tiba bapak-bapak (Direksi BPUI) di sini minta PMN. Memang pembentukan holding tidak perlu persetujuan DPR, tetapi setidaknya kami disampaikan exercise-nya dulu. Sehingga ketika memutuskan PMN itu tidak terburu-buru dan kami tidak blank,” kata Vera saat sesi pendalaman RDP.



Belum jelasnya holding-isasi tersebut, dianggap Vera, meninggalkan kesan bahwa holding BUMN asuransi sebagai rencana pemerintah untuk ‘membungkus’ Jiwasraya yang tengah dalam kasus menjadu satu holding baru. “Kalau untuk penggabungan asuransi untuk tujuan yang baik kita dukung, tetapi jangan untuk ‘membungkus’, membuat satu holding yang membuat bail in, dimana Fraksi kami menolak keputusan (bail out) Jiwasraya,” imbuhnya.

Senada dengan hal tersebut, Anggota Komisi XI DPR RI Andreas Edy Susetyo (Fraksi PDI-Perjuangan) juga sempat mempertanyakan tujuan dari dipilihnya BPUI sebagai holding asuransi. “BPUI dijelaskan dulu ini holding apa, kenapa masuk pada holding Jiwasraya karena ini akan digabungkan dengan Askrindo, Jamkrindo, sehingga PMN-nya bukan hanya untuk Jiwasraya tetapi juga untuk penjaminan lainnya,” ungkapnya.

Berdasarkan data yang disampaikan, holding BUMN Perasuransian dan penjaminan dibentuk untuk menjawab tantangan industri asuransi. Sebagai induk usaha asuransi pelat merah, BPUI beranggotakan sejumlah perusahaan asuransi diantaranya PT Asuransi Kredit Indonesia atau Askrindo (Persero), PT Jasa Raharja (Persero), dan PT Asuransi Jasa Indonesia atau Jasindo (Persero).

Sejumlah Anggota Dewan juga mewanti-wanti agar Komisi XI tidak menjadi rubber stamp, yang dalam suatu periode tertentu mau tidak mau harus menyetujui PMN kepada BPUI tersebut. Bahkan, Anggota Komisi XI DPR RI Ecky Awal Muharram sempat mempertanyakan ihwal keadaan eksisting BPUI dan seperti apa portofolio yang dimiliki perusahaan tersebut sebelum akhirnya dijadikan ‘vehicle’ untuk menyelamatkan Jiwasraya.

“Konstruksi yang kita inginkan terkait apa sebenarnya BPUI, BPUI ini sebenarnya sehat atau tidak, BPUI ini apakah investment company, bisa tidaknya menangani kerugian Jiwasraya yang menurut bapak (Dirut BPUI) sendiri tidak ada going concern. Ya, kalau itu BUMN tidak ada going concern maka skema penyelamatannya kepada konsumen sebenarnya likuidasi, artinya butuh vehicle baru,” tegas politisi Fraksi PKS itu.

Direktur Utama BPUI Robertus Bilitea, yang hadir dalam RDP tersebut memaparkan skema yang akan dilakukan dalam persoalan Jiwasraya. Skema tersebut dilakukan dengan mengedepankan perlindungan konsumen selaku nasabah pemegang polis. Skema itu dikedepankan mengingat sejumlah Undang-Undang terkait sektor finansial bernafaskan perlindungan konsumen.

“Dengan pendekatan ini, maka kami bersama dengan Kementerian BUMN melakukan model penyelamatan pemegang polis dengan menggunakan dua institut, pertama adalah Jiwasraya yang saat ini mengalami kesulitan likuiditas dan kesulitan solvabilitas sehingga tidak mampu memenuhi kewajibannya kepada nasabah mereka, karena mengalami negativity yang sangat dalam,” paparnya.

Sementara dari sisi solvabilitas, Robertus menjelaskan, pihak manajemen Jiwasraya juga mengalami ekuitas yang cukup dalam sehingga manajemen tidak bisa melakukan going concern. Karena itu, Kementerian BUMN dan BPUI menggunakan anak perusahaan BPUI yaitu IFG sebagai langkah penyelamatan pemegang polis dari Asuransi Jiwasraya. (dpr)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

BISNIS

Capaian Dana KUR Usaha kelautan dan Perikanan 2020 Melesat Rp5,2 Triliun

Published

on

Ilustrasi Penjual Ikan. /Pixels.com/Skitterphoto.

INDONEISA RAYA – Menutup 2020, realisasi pencairan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor kelautan dan perikanan mencapai Rp5,2 Triliun berdasarkan data Sistem Informasi Kredit Program per 5 Januari 2021.

Jumlah tersebut meningkat 55,8 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya sebanyak Rp3,4 Triliun.

Bahkan Non Performing Loan (NPL) yang dicapai juga cukup rendah di bawah 1 persen yaitu sebesar 0,99 persen (akumulasi 2015-2019), dan NPL tahun berjalan sebesar 0,07 persen (per 31 Oktober 2020).



Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Artati Widiarti menyebut jumlah pencairan KUR tahun 2020 melesat Rp2 Triliun lebih dari target yang ditentukan.

Ini menjadi penanda bahwa usaha sektor kelautan dan perikanan di tengah masyarakat mengalami pertumbuhan.

“Peningkatan juga terjadi dari sisi jumlah debitur, yaitu sebanyak 173.355 debitur, meningkat 41,69 persen dari jumlah debitur tahun 2019 sebanyak 122.349 debitur,” ujar Artati di Jakarta, Minggu 17 Januari 2021.

Peningkatan realisasi pencairan dana KUR terjadi pada semua bidang usaha, dimana penyaluran terbesar adalah usaha budidaya perikanan sebesar Rp1,9 Triliun untuk 54.158 debitur.

Pages: 1 2 3


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

BISNIS

Stok BBM dan LPG di Lokasi Bencana Sulbar dan Kalsel Dipastikan Aman

Published

on

Gas LPG. /Dok. migas.esdm.go.id.

INDONESIA RAYA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan masyarakat di sektiar lokasi bencana gempa bumi Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat dan bencana banjir Kalimantan Selatan tidak perlu khawatir terkait pemenuhan kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG).

Pasokan bahan bakar tersebut tercukupi untuk kebutuhan masyarakat pascapemulihan bencana.

“Setelah koordinasi dengan Pertamina, kami menjamin BBM dan LPG di Sulawesi Barat dan Kalimantan Selatan aman,” kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi di Jakarta, Minggu 17 Januari 2021.



Berdasarkan laporan dari Pertamina, sambung Agung, telah disiapkan 2 unit mobil storage atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kantong berkapasitas masing-masing 16 kilo liter di wilayah Malunda Majene dan Tapalang Mamuju Sulawesi Barat sehari setelah bencana gempa dengan magnitudo 6,5 SR.

Nantinya, 2 SPBU kantong tersebut akan mengoptimalkan pelayanan akan pendistribusian BBM di 17 SPBU di wilayah Mamuju dan Majene Sulawesi Barat. Sementara untuk di Kalaimantan Selatan, Pertamina juga menambah pasokan BBM untuk Terminal BBM (TBBM) Pulang Pisau sebanyak 48 KL (8%) dan TBBM Kotabaru sebanyak 78 KL (11%).

Bahkan 111 SPBU area Kalsel pun tetap beroperasi untuk memenuhi BBM masyarakat.

Untuk pemenuhan kebutuhan LPG, penambahan pasokan juga dilakukan dari Depot LPG Balikpapan ke Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) di Kab. Tanah Laut dan Tanah Bumbu sebanyak 78 Metrik Ton (26.000 tabung) atau 18,6% penyaluran normal.

Pages: 1 2


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

BISNIS

Meski Ada Vaksinasi Kemungkinan Investasi Masih Tersendat, Begini Argumentasinya

Published

on

Ilustrasi Grafik Saham. /Pixels.com/Burak K.

ADIL MAKMUR – Investasi diperkirakan masih akan tersendat di awal tahun ini, meski ada harapan ekonomi akan membaik karena program vaksinasi sudah berjalan .

Analis pasar modal Ibrahim Assuaibi mengatakan, sentimen positif dari dalam negeri menjadi peluang semakin meningkatnya investasi portofolio pasar modal Indonesia, namun tidak sama halnya dengan investasi langsung.

Menurut Ibrahim,  investasi langsung ke Indonesia kemungkinan masih akan tersendat karena masih adanya pembatasan orang yang keluar masuk Indonesia.



“Investasi langsung kemungkinan masih akan tersendat. Karena sampai saat ini pun pemerintah masih melarang warga negara asing masuk ke Indonesia.”

“Larangan bisa saja diperpanjang sampai Februari. Ini yang akan sedikit menghambat laju investasi,” ujar Ibrahim, Rabu 13 Januari 2021.

Meskipun Badan Kordinasi Penanaman Modal (BKPM), sambung Ibrahim, menyebut bahwa aka nada pemindahan investasi ke Indonesia, sebagai contoh perusahaan asal Korea Selatan Hyundai.

“Tapi bisa jadi investasi itu baru masuk ke Indonesia di kuartal kedua atau ketiga karena adanya pembatasan ini,” kata Ibrahim.

Pages: 1 2


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending

Redaksi media Indonesiaraya.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, Iklan dan Sponsorship, serta kerjasama bisnis lainnya.

Penerbit :
PT Media Indonesia Raya

Manajemen Media :
Indonesia Raya Media Center (IRMC)

Email Center :
redindonesiaraya@gmail.com
redaksi@indonesiaraya.co id

WA Center :
0878-15557788, 0819-15557788

Terbit Sejak 8 Desember 2017