Connect with us

NASIONAL

KPAI : Pernikahan Anak Ciptakan Keluarga Rapuh

Published

on

Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Rita Pranawati.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Rita Pranawati mengatakan pernikahan dalam usia anak cenderung memunculkan keluarga-keluarga yang rapuh.

“Upaya meningkatkan kualitas perkawinan salah satunya dapat diwujudkan melalui pendewasaan usia perkawinan dari yang saat ini 16 tahun untuk perempuan dan 19 tahun untuk laki-laki,” kata Rita di sela seminar Hari Perempuan Internasional di Jakarta, Selasa (12/3/2019).

Dia mengatakan perkawinan pada usia anak akan terus menghadirkan malapetaka, kesedihan dan kegelapan masa depan anak.

Menurut dia, anak yang menikah pada usia tumbuh kembang biasanya belum matang secara fisik dan mental sehingga ketika berkeluarga menghasilkan keluarga yang rapuh.

Selain itu, kata dia, anak cenderung terhenti pendidikannya karena menikah dini. Padahal, pendidikan menjadi modal penting dalam mengarungi kehidupan yang sarat berbagai tantangan di depan mata.

Dengan tidak mengenyam pendidikan cukup, lanjut dia, maka akan memunculkan keluarga-keluarga yang tidak mampu secara ekonomi. Pendidikan sendiri mampu mengangkat taraf ekonomi dan memunculkan sumber daya manusia berkualitas.

“Kita sedang bicara masa depan sumber daya manusia. Perlu ketahanan keluarga. Pedidikan yang terbatas bagi anak akan memunculkan generasi yang tidak kompetitif, maka kemiskinan terus berputar dalam keluarga seperti lingkaran setan,” kata dia.

Indonesia sendiri menjadi negara dengan angka perkawinan usia anak tertinggi di Asia Timur dan Pasifik. Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2016-2017 merilis rata-rata 25 persen usia 20-24 tahun menikah sebelum umur 18 tahun.

Bahkan, di beberapa provinsi prevalensi angka perkawinan usia anak mencapai lebih dari 30 persen. Demikian, seperti dikutip Antara. (anm)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

NASIONAL

Ani Yudhoyono Diperbolehkan Keluar Ruangan Perawatan Sejenak

Published

on

Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono saat menemani istrinya Ani Yudhoyono di luar ruangan perawatan untuk berjalan-jalan sejenak.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Ani Yudhoyono, istri Presiden Indonesia Keenam, Susilo Bambang Yudhoyono membagikan kabar bahagia mengenai kondisi kesehatannya, Kamis (16/5/2019) ini.

Melalui laman Instagramnya, Ani mengunggah foto yang memperlihatkan dirinya yang sedang duduk di atas kursi roda dan tampak SBY di sisinya. Mereka berada di luar ruangan perawatan untuk berjalan-jalan sejenak.

Ini adalah kali pertama Ani bisa menghirup udara segar di luar ruangan selama sekitar dua jam sejak tiga bulan terakhir menjalani perawatan kanker darah di rumah sakit di Singapura.

Dia mengaku bersyukur dan berharap kesehatannya semakin pulih. Ani juga meminta doa dari para koleganya untuk kesehatannya.

Warganet yang mengetahui kabar ini menyemangati Ani melalui berbagai kalimat positif, salah satunya pemilik akun @sitisabariahichsan yang menuliskan, “Aamiin YRA..semangat bu@ aniyudhoyono”.

Sebelumnya, putra Ani, Agus Harimurti Yudhyono (AHY) mengungkapkan kondisi kesehatan ibunya stabil. Saat ini, Ani dalam siklus kedua pengobatan terhadap penyakit kanker darah. Demikian, seperti dikutip Antara. (lws)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

NASIONAL

Sandiaga Janji Dampingi Prabowo Sampai Titik Darah Penghabisan

Published

on

Calon Presiden RI 2019, Prabowo Subianto dan Calon Wakil Presiden 2019, Sandiaga Uno.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Usai Pemilu 2019 pada 17 April lalu, hubungan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno sempat diisukan retak. Pasalnya, dalam beberapa deklarasi kemenangan, Sandi tak hadir.

Di sela acara buka puasa bersama para relawan, Sandiaga pun menegaskan jika dirinya akan mendampingi Prabowo hingga titik darah penghabisan.

“Saya akan terus mendampingi dan mendukung Pak Prabowo. Bersama-sama hadirin semua. Bersama-sama seluruh rakyat Indonesia. Saya akan berjuang sampai titik darah penghabisan,” kata Sandi disambut tepuk tangan dan teriakan takbir relawannya di Surabaya, Rabu (15/5/2019).

Sandi juga mengatakan pihaknya telah membulatkan tekad untuk berjuang bersama rakyat dan menegakkan kedaulatan. Perjuangan ini dilakukan hingga kemenangan rakyat diakui.

“Kemarin sore di Jakarta, kami Prabowo-Sandi telah mendeklarasikan tekad untuk berjuang bersama rakyat. Merebut kembali, menegakkan kedaulatan rakyat. Pak Prabowo mengatakan ‘saya akan timbul dan tenggelam bersama rakyat. Selama nafas masih diberikan, saya akan terus berjuang sampai kemenangan rakyat ini diakui’,” kata Sandi.

Sandiaga juga menegaskan, bukti dari komitmen Prabowo-Sandi bisa dilihat dari Prabowo yang menuliskan surat wasiat. Hal ini berarti Prabowo bertekad untuk terus berjuang hingga nafas terakhir.

“Tadi malam Pak Prabowo mengumpulkan para ahli hukum untuk menuliskan surat wasiat. Surat wasiat itu akan menjadi penanda bahwa perjuangan Pak Prabowo Subianto untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia tak kan pernah surut, hingga hembusan nafas terakhir,” pungkasnya, seperti dikutip Gelora.co. (*)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

NASIONAL

Djoko Santoso : BPN Prabowo-Sandi Tidak akan Terima Hasil Penghitungan

Published

on

Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Djoko Santoso.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Djoko Santoso menegaskan tidak akan menerima apa pun hasil penghitungan suara yang sedang dilaksanan oleh Komisi Pemilihan Umum (RI).

Hal itu disampaikan saat simposium untuk mengungkap fakta kecurangan Pilpres 2019 di Hotel Grand Sahid Jaya, Selasa (14/5/2019).

“Kami Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi bersama rakyat Indonesia yang sadar demokrasi menolak hasil perhitungan suara dari KPU RI yang sedang berjalan,” kata Djoko, Selasa (14/5/2019).

Ucapan Jenderal Purnawirawan TNI tersebut sontak disambut tepukan dan teriakan meriah hadirin yang ada di Hotel Grand Sahid Jaya. Bahkan, beberapa di antara mereka ada yang meneriakkan kalimat takbir.

Menurut Djoko, Pemilihan Presiden 2019 harus dilaksanakan secara LUBER (Langsung, Umum, Bebas, Rahasia). Namun, prinsip LUBER baru bisa dilaksanakan dengan memegang teguh jujur dan adil.

Dalam kesempatan tersebut, BPN mendatangkan ahli untuk menguak kecurangan yang terjadi dalam Pilpres 2019. Para pakar telah mengatakan bahwa kecurangan pemilu 2019 bersifat terstruktur, sistematis, dan masif (TSM). Bahkan, ada juga yg menambahkan Brutal.

Beberapa waktu yang lalu BPN telah mengirim surat kepada KPU dengan nomor 087/bpn/ps/v/2019 tanggal 1 Mei 2019 tentang Audit terhadap sistem TI KPU. Djoksan, nama populer Djoko Santoso, bahkan meminta dan mendesak agar KPU menghentikan sistem perhitungan suara pemilu yang curang dan TSM.

“Saya ulangi, kami badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi bersama rakyat Indonesia yang sadar demokrasi menolak hasil perhitungan suara dari KPU RI yang sedang berjalan,” ucap Djoksan.

Seperti diketahui, Data masuk Sistem Informasi Penghitungan Suara KPU (Situng KPU) Pilpres 2019 pada Selasa (14/5/2019) pukul 16.15 WIB telah mencapai 664.620 dari 813.350 TPS atau 81,71 persen.

Dari data tersebut, pasangan Jokowi-Ma’ruf memperoleh lebih dari 70,39 juta suara atau 56,24 persen. Sementara itu, pasangan Prabowo-Sandi memperoleh lebih dari 54,76 juta suara atau 43,76 persen. Suara kedua pasangan tersebut sedikit menyempit menjadi 15,63 juta.

Sampai saat ini, baru empat provinsi yang telah menyelesaikan penghitungan hingga 100 persen yaitu Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, Bali, dan Gorontalo. Sisanya masih dalam tahap penyelesaian. Demikian, seperti dikutip Bisnis.com. (*)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending